Kongres menyinggung sampang

 

Bogor – Indonesia yang dicita-citakan berdiri di atas semua golongan kini dalam praktiknya pincang oleh bungkamnya negara dalam berbagai kasus kekerasan antar golongan. Negara abai dari bertindak melindungi seluruh warganya tanpa melihat golongan.

“Kaki kebangsaan kita pincang karena negara tidak bisa berdiri di atas semua golongan. Ketika ratusan warga di Sampang Madura terusir hanya karena perbedaan, negara diam saja,” kata Ketua Umum PB HMI MPO dalam pembukaan Kongres ke-29 di Bogor, Kamis (27/6/2013) malam.

Menurut Alto, sebuah kepercayaan adalah sesat menurut kepercayaan lainnya. Agama yang satu juga sesat menurut agama lainnya. Tetapi, ia mempertanyakan, apakah dengan dasar seperti itu setiap kelompok bisa memaksakan kehendak atas kelompok lain yang berbeda tersebut.

“Negara tidak berdasar pada sesat-tidak sesat, kafir atau tidak kafir dan lainnya. Di tengah mayoritas Muslim, golongan Kristen sulit mendirikan gereja, sebaliknya di tengah mayoritas Kristen, umat Islam sulit mendirikan masjid,” lanjut Alto.

Saat ini, di tengah ancaman globalisasi, lebih mudah mendirikan hotel dan mall daripada mendirikan satu tempat ibadah.

Kaitannya dengan masalah yang melanda bangsa ini, dalam Kongres HMI MPO ke-29 Alto berharap forum kongres akan mengedepankan dimensi intelektualitas dan spiritualitas. Kongres akan membahas banyak hal termasuk perkaderan yang diharapakan memunculkan para pemimpin masa depan yang negarawan.