Minuman Sehat Pengganti Miras

Muhammad Iqbal*

Minuman keras (miras) merupakan minuman yang sampai hari ini begitu populer di masyarakat peminumnya. Miras bahkan sudah menjadi konsumsi harian di berbagai kalangan, mulai dari para pengangguran, terutamanya anak muda hingga orang-orang berada. ‘Virus’ Miras pun pada sudah menjangkit pada kaum berpendidikan seperti pelajar dan mahasiswa yang mengaku sebagai agent of change (agen perubahan). Pertanyaannya, bisakah tatanan negara ini berubah lebih baik lagi kalau sang agen perubahannya terlena dengan kesenangan yang jelas merusak moral?

 Miras jika dikonsumsi akan menimbulkan efek yang membuat peminumnya hilang kontrol/akal atau yang biasa disebut “mabuk”.   Kemudian pikiran akan sensitif terhadap hal-hal sepele, mulailah untuk mencari gara-gara hingga sering akhirnya terjadi perkelahian, bahkan sampai pembunuhan. Seperti yang terjadi di Kota Palu, konflik antarwarga yang bertetangga, kebanyakan terjadi disebabkan peran minuman keras. Tidak hanya itu, kasus lain seperti perkosaan, pencurian, KDRT, kurangnya penghormatan kepada orangtua, dan kerusakan moral lainnya.

Menurut Dr. Yusuf Al-Qardhawy dalam bukunya Halal dan Haram dalam Islam, khamar atau arak terbukti banyak menimbulkan keburukan. “Sungguh benar apa yang dikatakan oleh salah seorang penyelidik, bahwa tidak ada bahaya yang lebih parah yang diderita manusia, selain bahaya khamar/arak. Kalau diadakan penyelidikan secara teliti di rumah-rumah sakit, bahwa kebanyakan orang yang gila dan mendapat gangguan saraf adalah disebabkan khamar/arak. Dan kebanyakan orang yang bunuh diri ataupun yang membunuh kawannya adalah disebabkan khamar/arak. Termasuk juga kebanyakan orang yang mengadukan dirinya karena diliputi oleh suasana kegelisahan, orang yang membawa dirinya kepada lembah kebangkrutan dan menghabiskan hak miliknya, adalah disebabkan oleh khamar/arak. Begitulah, kalau terus diadakan suatu penelitian yang cermat, niscaya akan mencapai batas klimaks yang sangat mengerikan yang kita jumpai, bahwa nasehat-nasehat, kecil sekali artinya.”

Allah menyatakan dalam Al Qur’an (artinya):

“Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak, judi, berhala, dan undian adalah kotor dari perbuatan syaitan. (90). Oleh karena itu jauhilah dia supaya kamu bahagia. Syaitan hanya bermaksud untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian di antara kamu disebabkan khamar dan judi, serta menghalangi kamu ingat kepada Allah dan sembahyang. Apakah kamu tidak mau berhenti?” (91)

Ayat tersebut sudah sangat jelas menetapkan bahwa khamr hukumnya haram dikarenakan merupakan perbuatan setan. Yang semuanya untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian bagi kita semua bahkan mengahalangi kita untuk ingat kepada Allah SWT, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Khamar sendiri banyak macamnya tergantung dari berbagai daerah dari kultur masyarakat yang mengkonsumsinya. Sebut saja, Cap Tikus, Sagero (Saguer) dan Tule, yang diminum akan menjadi Neule, eva topeule yang semuanya berdampak sama. (Drs H. Narjun Bahmid, Wasiat Bersajak Buat Anak Cucuku, Bahasa Kaili).

Di daerah Palu, ‘tuntutan’ mengkonsumsi khamr pada masyarakat yang menggantungkan mata pencariannya sebagai nelayan, peminumnya beralasan bahwa pekerjaan untuk mencari ikan berlangsung di malam hari hingga subuh, penuh tantangan seperti ombak dan angin yang membuat badan menggigil karena dingin. Ane ledo manginu Tule, maranindi mpu nirasaita. Ya aga nompahanga karo. “ Kalau tidak minum Tule/Cap Tikus maka akan kedinginan betul dirasa. Ya hanya sekedar menghangatkan tubuh.” Begitu alasan mereka.

Apologi seperti itu sangat sering kita jumpai, padahal ada alternatif lain untuk persoalan tersebut tanpa harus terjatuh pada perbuatan haram. Contohnya ‘kopi jahe’ yang dapat menghangatkan badan, didukung dengan khasiat jahe yang terkandung didalamnya, membuat minuman ini terasa hangat masuk kedalam badan ketika dikonsumsi.

Selain itu jahe juga kaya akan manfaat, di antaranya sebagai berikut:

1. Sebagai anti-oksidan yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh menetralkan radikal bebas dan menurunkan tekanan darah tinggi karena jahe memiliki kemampuan untuk memperlebar pembuluh darah dan merangsang pelepasan hormon adrenalin. Karena hal tersebut, darah dapat mengalir lebih cepat dan lebih lancar.

 2. Sebagai antikoagulan yang mengandung Gingerol bermanfaat untuk mencegah penggumpalan darah. Penyebab utama dari stroke dan serangan jantung.

3. Membangkitkan nafsu makan, memperkuat lambung dan usus, serta melancarkan pencernaan. Mengobati perut mual, selesma, batuk, diare, dan radang sendi tulang seperti artritis. kandungan minyak gingerol yang dapat memblok serotonin dan menjadi bau harum khas jahe. Membantu memperlancar proses pencernaan. Hal ini dikarenakan jahe memiliki beberapa kandungan enzim protease dan lipase yang dapat mencerna protein serta lemak dalam tubuh. Dan masih banyak lagi khasiat yang lainnya.

Saraba (minuman yang populer di Palu), merupakan minuman  yang terbuat dari perasan Jahe, Gula Merah dan Susu yang kandungannya sama pula seperti yang terdapat dalam Kopi Jahe, serta perannya dalam menghangatkan badan. Itulah satu di antara banyak jenis minuman halal pengganti khamr, halal dan nikmat.

* Muhammad Iqbal
HMI -MPO Cabang Palu