Latihan Kader II Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Yogyakarta

Term Of Reference (TOR)

“Telaah Konflik Komunal di Tengah  Demokratisasi Indonesia”

Indonesia adalah negara besar dengan penduduk majemuk yang terdiri dari beragam agama, suku bangsa dan aneka budaya. Keberagaman tersebut sejak 1945 disatukan dalam satu kesatuan yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberagaman yang dimiliki Indonesia di satu sisi dapat dipandang anugerah dan dijadikan sebagai lambang kebesaran dan kebanggaan republik ini, tetapi di sisi lain menjadi tantangan yang setiap setiap saat bisa mengancam keutuhan dan persatuan bangsa dan negara karena dalam keberagaman tersebut rentan terjadi konflik komunal, yaitu konflik yang terjadi antar komunitas, baik berasal dari komoitas etnis, suku, agama ataupun kelompok lainnya.

Sebagai negara yang lahir di zaman modern yang demokrasi menjadi sistem politik idaman mayoritas negara bangsa, Indonesia sejak dibentuk  memilih sistem politik demokrasi untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa, hal itu karena sepanjang era modern ini demokrasi dianggap sebagai sistem politik dan pemerintahan yang paling elegan dibandingkan dengan sistem politik lain. Olehnya sejak negara ini terbentuk dapat dijumpai term demokrasi yang pernah diterapkan diantaranya demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi pancasila, dan (kini) demokrasi liberal. Harus diakui bahwa demokrasi yang pernah dan sedang diterapkan di Indonesia tersebut masih banyak cacat yang mesti dibenahi, karena dalam berbagai fase tersebut ancaman kesatuan dan keutuhan NKRI masih sering marak terjadi.

Sejak tahun 1998 Indonesia memasuki era refomasi. Sebagai perwujudan evolusi sejarah Indonesia, kehadirannya disambut gembira penuh harapan dan optimis akan hadirnya masa yang benar-benar demokratis, dimana seluruh bangsa Indonesia yang plural bisa merasakan kesejahteraan dalam keberagaman tanpa ketimpangan ekonomi, dominasi politik, fanatisme agama, hegemoni budaya ataupun yang lainnya.

Kini era reformasi itu  telah berlangsung kurang lebih 15 tahun, dalam perjalanan mengarungi masa demokratisasi itu terlihat bahwa kesejahteraan dan kerukunan dalam keberagaman yang didambakan justru menjauh dari harapan. Demokrasi (era) reformasi selain memberi kebebasan hak berpendapat, berpolitik, berkayakinan ternyata juga membuka peluang berbagai kelompok untuk menunjukkan identetas dirinya secara bebas tanpa dibarengi sikap saling menghargai dan menghormati kelompok lain yang melahirkan fanatisme kelompok dimana-mana. Sehingga di era reformasi (yang dianggap demokratiss) justru lebih banyak terjadi  jenis konflik kekerasan komunal yang menelan korban jiwa dan materi di hampir seluruh pelosok tanah air: sebutlah misalnya peristiwa Ketapang dan peristiwa Kupang (1998), kerusuhan Poso (1998-2006), kerusuhan Ambon (1999-2001), Insiden Monas berdarah (2008), hingga kerusuhan yang terjadi belakangan ini di Bima, Mesuji-Lampung, Sampang, Cikeusik-Banten, GKI-Bogor dan seterusnya.

Kenyataan di era reformasi ini akhirnya melahirkan pertanyaan yang menuntut jawaban yang komprehensif: 1. apakah Indonesia hendak/sedang menerapkan nilai-nilai demokrasi atau hanya ikut ambil menghebohkan demokrasi? 2. apakah konflik komunal yang terjadi di negara Indonesia hanyalah krikil penghambat demokratisasi yang mesti dilalui? Atau, 3.apakah justru sistem demokrasi yang sebenarnya keliru karena memberi peluang dan kesempatan kepada rakyat untuk merasa dirinya paling berkuasa dan paling bebas yang dampaknya marak terjadi konflik (kekerasan) komunal, dan mengancam keutuhan NKRI?

Rekomendasi Bacaan:

  • Jack Snyder, Dari Pemungutan Suara Kepertumpahan Darah: Demokratisasi dan Konflik Nasionalis, KPG, Jakarta, 2003.
  • Dr. Didik Sukriono, S.H,M.H, Hukum Konstitusi dan Konsep Otonomi: Kajian Politik Hukum Tentang Konstitusi Otonomi Daerah dan Desa Pasca Perubahan Kosntitusi, Setara Press,  Malang, 2013.
  • Leo Agustino, Sisi Gelap Otonomi Daerah : Sisi Gelap Desentralisasi Di Indonesia Berbanding Era Sentralisasi. Widya Padjadjaran. Bandung, 2011
  • Redi Panuju, Studi Politik Oposisi Dan Demokrasi, Interprebook, Yogyakarta, 2011
  • Hikamul Ikhwan Affandi, Akar Konflik Sepanjang Zaman: Elaborasi Pemikiran Ibn Khaldun. Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2004.
  • Lambang Trijono. Dkk (ed.), Potret Retak Nusantara: Studi Kasus Konflik di Indonesia. CSPS Books,Yogyakarta, 2004.
  • Arifah Rahmawati. Dkk (ed.), Perlawanan Tanpa Kekerasan: Cerita-cerita dari Daerah Konflik di Indonesia, CSPS Books, Yogyakarta, 2006.

SYARAT- SYARAT PESERTA

  1. Peserta telah lulus Latihan Kader I ditunjukkan dengan sertifikat keluluasan atau keterangan dari pengurus komisariat/ Cabang.
  2. Membayar biaya administrasi/akomudasi dan melengkapi persyaratan adminstrasi yang ditetapkan panitia.
  3. Mengirimkan esai yang berisi tentang riwayat atau perjalanan di HMI (termasuk keterlibatan dalam aktititas HMI baik dalam sturuktur kepanitiaan, pengurus atau pun lainnya), motivasi ikut LK II dan bagaimana menatap HMI kedepan. (min 2 halaman, spasi 1*
  4. Membuat makalah berkaitan dengan Tema Latihan Kader II yang memuat pemahaman terhadap tema dan keterkaitan dengan topik yang dipilih. (min 4 hlaman, (Spasi) 1.5, A4 margin Normal). Ketentuan makalah terdiri dari Pendahuluan, Pembahasan, dan Kesimpulan.*
  5. Membuat resume Khittah perjuangan (tulis tangan)*
  6. Fasih membaca al-Quran dan Hafal al-Quran surat ad-dhuha s/d surat annas.
  7. Mengikuti seluruh tes seleksi
  8. Untuk cabang lain apabila hendak mendelegasikan diharapkan pengurus cabang yang bersangkutan terlebih dahulu memaastikan bahwa yang kader yang hendak di delegasikan memenuhi syarat no 6, dan delegasi dari tiap cabang maksimal 2 kader.

*.Seluruh persyaratan ini (berupa berkas) dikumpulkan paling lambat tanggal 26 januari 2014 jam 00.00 ke sekretariat HMI Cabang Yogyakarta. Softfile esai dan makalah juga dikirim ke email cabang Yogyakarta hmi_cabangjogja@yahoo.com
untuk cabang luar Jogja, resum khitta perjuangan discan dan dikirim ke email cabang diatas.

Apabila pendaftar tidak mengumpulkan berkas persyarakatan sesuai waktu yang ditentukan maka dinyatakan gugur..

PENDAFTARAN
Pendaftaran dibuka sampai dengan tanggal 24 Januari 2014 pukul 00.00 WIB, dapat melalui SMS: Ketik Daftar (spasi)Nama (spasi)asal Komisariat (spasi) tahun ikut LK I dikirim ke 085878770067…

 

PELAKSANAAN LK II
Tanggal 5-12 Februari 2014
Tes seleksi
Jadwal tes LKII ditentukan sebagai berikut:
Tgal 31Januari s/d 2 Februari 2014 pukul 15.00 – 24.00 WIB: pos I keislaman, Pos II makalah, Pos III keHMI-an.