KETUA UMUM PB HMI (MPO) : PARTAI ISLAM BERSATULAH

Melihat hasil Pemilu Legislatif 2014 menunjukan bahwa semua partai peserta pemilu harus membuka diri untuk koalisi dimana partai-partai nasionalis yang terbesar perolehan suaranya yakni PDIP hanya mencapai 19 %, Golkar 14%, Gerindra 11%, tetap harus melakukan lobi-lobi koalisi.

Pada lain sisi partai-partai berlabel Islam cukup memperoleh suara yang boleh dikatakan signifikan, jika saja partai-partai Islam ini PKB, PPP, PAN, PKS, dan PBB melakukan koalisi maka suara koalisi tersebut dapat mencapai 30%. Ini berarti koalisi Partai Islam dapat mengajukan calon presiden dan wakil presiden.

Untuk itu PB HMI (MPO) berharap kepada Pimpinan partai-partai Islam untuk menyatukan persepsi dan ikhtiar yang sama melakukan koalisi demi mengambalikan pentas politik Islam dikancah NKRI. PB HMI (MPO) mencatat sejumlah tokoh Islam yang kini menjadi perbincangan secara nasional yang dapat menjadi capres atau cawapres diantaranya H. M. Yusuf Kalla, Mafhud MD, Anis Matta, Hatara Jasa, Surya Darma Ali, dan Anis Baswedan. Jika partai-partai Islam dapat melakukan koalisi maka, akan menjadi kekuatan baru dalam pentas politik pemilu 2014 yang sebelumnya publik hanya membicarakan tiga figur teratas Jokowi, Prabowo dan Abu Rizal Bakrie (ARB).

Bagi PB HMI (MPO) suara perolehan PDI-P yang menjagokan Jokowi sebagai dongkrak elektabilitasnya pada Pemilu Legislatif 2014 ternyata tidak menunjukkan “jokowi effect” yang berarti. Artinya masyarakat Indonesia belum sepenuhnya percaya kepada Jokowi. Maka sebab itu perlu sekiranya digagas koalisi partai-partai Islam sebagai gugus alternatif antitesa dari arus selama ini yang berkembang, tujuannya agar publik memiliki banyak figur pilihan.

Jakarta 09 April 2014

Pengurus Besar HMI (MPO)

PUJI HARTOYO ABUBAKAR

Ketua Umum