Mendesak Kemerdekaan Berhijab

Jakarta (29/4) pada hari Jumat, 25 April 2014 digelar sebuah pertemuan yang bersifat tertutup di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jl. Sudirman. Dihadiri oleh wakil menteri Bu Windu dan dua orang kepala bagian. Dalam audiensi tersebut di ikuti oleh perwakilan dari PB PII, PB HMI, Kohati, IPPNU, FSLDK, KAMMI, dan IPM.

Acara dimulai pukul 14.30 WIB, dalam acara tersebut persatuan gerakan mahasiswa Muslim yang dikenal dengan aliansi Persatuan Pelajar Mahasiswa Islam mendesak Kemendikbud untuk bersikap tegas atas pelanggaran sekolah yang bersikap diskriminatif terhadap siswi yang memakai jilbab. Sebagai contoh yang terjadi di Bali ada 40 sekolah yang berlaku diskriminatif.

Dalam dialog yang berlangsung bersama Wakil Menteri Pendidikan, ketua umum PB HMI mengusulkan agar “adanya peraturan perundang-undangan atau permen yang mengatur batasan kebijakan sekolah dalam konteks otonomi kebijakan sekolah. Hal ini supaya tidak menjadi bias terkait makna otonomi kebijakan sekolah, sehingga sekolah bisa dengan tafsirnya membuat kebijakan yang kadang kontra produktif terhadap nilai-nilai keberagaman, dan kebebasan.”

Puji menambahi “yang dilakukan oleh 40 sekolah di Bali telah melanggar UU No.23 tahun 2002 tentang kebebasan dan anti-diskriminasi terhadap anak.”

Ibu Windu sendiri sebagai perwakilan dari pihak Kemendikbud dalam penyampaiannya mengatakan “Kemendikbud akan menindaklanjuti aduan teman-teman dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Islam. Dan Kemendikbud sendiri saat ini dalam proses membuat permen mengenai peraturan bersekolah. Dan ini masih proses yang akan di uji dalam 3 tahap uji publik.” Ujarnya.

Dalam acara tersebut sekaligus terdapat penyerahan petisi “kemerdekaan berjilbab yang telah ditandantangani oleh 10.200 orang” oleh yang diwakili oleh Ketua Umum PB PII.

Sedangkan kegiatan lainnya terkait advokasi kemerdekaan berjilbab, Aliansi Pelajar dan Pemuda Islam mengadakan aksi turun ke jalan pada hari Senin 21 April 2014 lalu. Kemudian melalui perwakilan, mereka diizinkan masuk ke dalam istana untuk bertemu dengan staf khsusus presiden.

Redaksi