Capres-Cawapres 2014 Versi Mahasiswa

Prabowo-JokowiHMINEWS.Com – Survey Pusat Studi Sosial Politik Indonesia (Puspol Indonesia) di kalangan mahasiswa menunjukkan, kedua pasangan capres-cawapres tidak sesuai dengan idealitas mahasiswa. Namun mau tak mau mereka harus tetap memilih. Siapa capres-cawapres pilihan mahasiswa?

Menurut Direktur Puspol Indonesia, Ubedillah Badrun dalam rilisnya, dari 1000 mahasiswa secara mayoritas menghendaki Capres-Cawapres yang memiliki karakteristik sebagai berikut: Tegas, 25.9 %; Jujur, 17.5 %; Adil 9.6 %; Tidak Korupsi, 8.8 %;Berani, 8.1 %; Amanah, 7.9 %; Merakyat, 7.1 %; Cerdas, 4.3; Lainnya (termasuk sederhana), 3.8 %; Utamakan Pendidikan Bangsa, 2.6 %; Bertanggung jawab, 1.6%; MenegakkanHukum, 1.4 %; dan Disiplin, 1.4 %.

Lantas, pilihan mahasiswa, sebanyak 52,1% (521 mahasiswa) memilih Prabowo-Hatta, dan 33,4% (334 mahasiswa) memilih Jokowi-Jusuf Kalla. Selebihnya, 14,5% (145 mahasiswa) abstain.

“Dari 1000 responden mahasiswa ditemukan bahwa alasan mahasiswa memilih pasangan Prabowo-Hatta karena sikap tegasnya dengan persentasi jawaban tertinggi sebesar 70%,  sedangkan untuk pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dipilih mahasiswa karena sikap merakyat dengan jumlah persentase tertinggi sebesar 30.2%.” demikian dalam rilisnya.

Survey tersebut diadakan dari tanggal 16 sampai dengan 23 Juni 2014 di 23 kampus dengan jumlah sampel mahasiswa sebanyak 1.000 responden. Sampling Survei ini menggunakan teknik  random sampling. Kategori kampusnya terdiri dari kampus negeri maupun kampus swasta yang tersebar di Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat.

Karakteristik responden adalah mahasiswa dengan kategori aktivis dan non aktivis. Latar belakang program studinya juga beragam baik berlatar belakang ilmu sosial maupun ilmu eksakta. Survei ini menggunakan pendekatan  mix approach (pendekatan campuran) antara kuantitatif dengan kualitatif dengan metode survei Explanatory Survey yaitu suatu metode survei dengan tujuan ditemukannya penjelasan yang lebih mendalam atau menemukan alasan responden menentukan pilihan. Margin of error survei ini adalah 2.47 % pada tingkat kepercayaan 95 %.

Diketahui pula bahwa pengetahuan responden tentang Capres-Cawapres 2014, mayoritas mahasiswa mendapatkan informasi dari media televisi sebesar 61.8 %, dari radio 3.8%, media online 32.05%, lain-lain sebesar 2.35%.

“Data ini menunjukan bahwa pemilih mahasiswa yang mayoritas adalah pemilih pemula mendapatkan informasi tentang Capres-Cawapres lebih banyak karena menonton Televisi.”

Rakernas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault: Anggota Pramuka Jangan Golput!

unnamed (1)HMINEWS.Com – Anggota Pramuka diimbau menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Presiden alias tidak golput. Tahun ini Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah, sehingga Gerakan Pramuka akan mengkampanyekan anti golput di sejumlah daerah menjelang Pilpres Juli mendatang.

“Siapapun presiden yang terpilih akan kita dukung dan siapapun presiden yang terpilih kami harapkan mendukung Gerakan Pramuka. Jangan golput, karena Pemilu merupakan peluang bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, DR. Adhyaksa Dault, usai Penutupan Rakernas Pramuka, di Jakarta, Jumat (27/6).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, sebagian besar Aggota Gerakan Pramuka merupakan pemilih pemula. “Cari tahu capres dan cawapres yang dipilih, tentukan pilihan. Tapi jangan karena berbeda pilihan malah menimbulkan perpecahan,” ujarnya.

Rakernas diselenggarakan pada tanggal 25 – 27 Juni 2014 di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur dengan mengusung tema “Memantapkan Implementasi Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan Guna Membangung Karakter Kaum Muda Indonesia.”

Sebanyak 320 peserta akan mengikuti Rakernas yang juga akan membahas program kerja di tahun 2015. Adhyaksa juga meminta agar Pramuka membantu kelancaran Pilpres dengan berperan di daerah masing-masing.

Dalam Rakernas tersebut, sejumlah Menteri juga juga hadir memberikan pembekalan, yakni DR. H.R Agung Laksono (Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat), Prof. Muhammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Roy Suryo Notodiprojo (Menteri Pemuda dan Olah Raga).

Evaluasi Pleno: PB Harus Bekerja Lebih Gesit

Pleno di TangerangHMINEWS.Com – Pleno II Pengurus Besar HMI MPO telah digelar di Kabupaten Tangerang. Bertempat di Pusdiklat Pemda Kabupaten Tangerang, 21-23 Juni 2014 lalu.

Perwakilan Cabang-cabang HMI menyoroti sejumlah  hal, utamanya masalah perkaderan yang disinyalir melemah. Indikasi melemahnya perkaderan itu, di antaranya adalah stagnan-nya jumlah kader di sejumlah cabang, sedikitnya kegiatan, dan mulai munculnya konflik perebutan kekuasaan dalam suksesi kepemimpinan cabang, padahal selama ini hal tersebut di HMI MPO ditabukan.

Secara kelembagaan, Korps Pengader Nasional (KPN) sebagai ujung tombak perkaderan pun, sejak dibekukan pada kepengurusan sebelumnya, hingga kini belum diaktifkan kembali. Hal itu juga terjadi pada lembaga-lembaga lain seperti LDMI, LEMI, LBH, dan formaturiat hasil Musyawarah Badko yang tidak segera disahkan.

Salah satu cabang di Sumatra Utara, HMI Asahan menyampaikan agar sejumlah cabang yang statusnya dibekukan juga diaktifkan dan perkaderannya digalakkan kembali.

Sedangkan mengenai situasi eksternal, yaitu berkenaan dengan dekatnya pelaksanaan Pilpres 2014, HMI MPO secara kelembagaan tetap netral dan tidak memihak salah satu pasangan capres-cawapres yang akan bersaing.

Daus

Pengurus HMI MPO Semarang Dilantik

Pelantikan Pengurus HMI MPO Cabang Semarang
Pelantikan Pengurus HMI MPO Cabang Semarang

HMINEWS.Com – Pengurus HMI MPO Cabang Semarang periode 2014-2015 dilantik. Bertempat di Auditorium IKIP Veteran Semarang, Ahad (22/6/2014).

Sebanyak 12 personel Pengurus HMI MPO Cabang Semarang, dengan Ketua Umum Rina Sunia Setya dan Sekretaris Umum Zuliatun Sa’adah. Pelantikan dan ikrar dibacakan oleh perwakilan PB HMI MPO, Muhammad Ihsanul Yakin (staf Komisi Pendidikan).

Acara dibuka dengan tilawah yang dibacakan oleh Nurul Umindri, laporan ketua panitia Masrokan, serta disambung dengan diskusi publik bertema ‘Gerakan Mahasiswa dan Tantangan Kedaulatan’, menghadirkan pembicara Dr Teguh Yuwono (FISIP UNDIP) dan Lukman Wibowo (aktivis-penulis).

Sebelumnya, Rina terpilih pada Konferensi Cabang yang diadaka pada 9-11 Mei 2014, melanjutkan kepengurusan periode sebelumnya yang diketuai Hasan.

Susunan kepengurusan periode ini ada 3 bidang, yaitu: Bidang Pembinaan Komisariat dan pengembangan organisasi diketuai Bambang Wahyu Nugroho, Bidang Wacana Keilmuan diketuai Syaiful Rozak, dan Bidang Jaringan dan Kajian Isu Strategis diketuai Waluyo Suryadi.

Rina menyatakan akan beruaha keras membenahi perkaderan di Cabang Semarang. “Berdasar amanah konferensi kemaren, visi yang diusung tentang perkaderan.”

Menurutnya perkaderan merupakan persoalan hampir semua organisasi kemahasiswaan saat ini, dan program tersebut akan berjalan beriringan dengan program kemasyarakatan, di mana ia berharap HMI Semarang harus kembali menjadi pionirnya.

50 Siswa Penerima Beasiswa LAZ Cilacap Ikuti Outbond

LAZCHMINEWS.Com –  Sedikitnya 50 siswa SD, SMP, dan SMA penerima Beasiswa Anugrah Dhu’afa (BeAD) Lembaga Amil Zakat Cilacap (LAZC) mengikuti Outbond Pelajar. Kegiatan ini bertema “Jalin Persahabatan, Raih Prestasi Terbaik”, yang diselenggarakan pada Ahad (22/6/2014) di Benteng Pendem Cilacap.

“Outbond Pelajar ini merupakan sarana bagi siswa penerima beasiswa untuk refreshing setelah mereka berhasil mengikuti UAN/ UAS dan penerimaan Raport, semoga hal ini dapat memotivasi mereka,” demikian disampaikan Manager LAZC, Maryanto.

Maryanto mengatakan, “Program Beasiswa Anugerah Dhu’afa (BeAD) telah berjalan sejak tahun 2005. LAZC memberikan subsidi kepada Siswa Penerima Beasiswa mulai dari Siswa SD sampai dengan SMA. “Semoga ikhtiar kami dapat meringankan beban orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya,” lanjutnya.

Tahun ini, tercatat 65 siswa yang mengikuti Program BeAD ini. Beasiswa diberikan tidak hanya berupa uang, tapi juga pembinaan yang berkelanjutan, salah satunya seperti acara Outbond.

Maryanto memaparkan, masih terbuka kesempatan bergabung menjadi Orang Tua Asuh Program BeAD. Donasi untuk siswa SMA Rp. 100.000, siswa SMP Rp.75.000. dan SD Rp. 50.000. Pihak LAZC berkantor di Jl. Rajiman 36 Gunung Simping dan dapat dihubungi di nomor telepon 0282-5513304/ 5227231/085641680925.

HMI MPO Tuntut Pengeroyokan Kader Oleh Massa Kampanye Diusut

10463959_618276274946906_8935528912920068764_nHMINEWS.Com – Sejumlah Cabang dan Pengurus Besar HMI MPO berunjukrasa menuntut pemukulan oleh massa kampanye Jokowi-JK terhadap salah satu kader HMI diusut. Massa berunjukrasa di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/6/2014). 

Pengeroyokan terjadi pada 19 Juni saat massa kampanye capres-cawapres nomor 2 konvoi di Jalan Taman Siswa di depan Fakultas Hukum UII, Yogyakarta. Saat itu, Ketua Bidang PTKJ  HMI Cabang Yogyakarta, Sultan Akbar yang hendak menyeberang jalan saat massa kampanye melintas. Akibatnya ia mengalami luka memar-lebam di wajah dan tubuhnya, serta kepala berdarah.

HMI UII dan Cabang Yogya telah melaporkan kasus tersebut ke Polres setempat, namun tak kunjung ada tindak lanjut.

Menyikapi tidak adanya tindakan dari kepolisian, PB HMI MPO dan Cabang-Cabang yang datang  ke Jakarta guna melaksanakan Pleno 2 lantas mendemo Mabes Polri. HMI MPO menyampaikan tuntutan agar hukum ditegakkan dengan mengusut tuntas pengeroyokan.

Selain itu, menyikapi masa kampanye yang dinilai cenderung menjurus didominasi kampanye hitam, HMI MPO menyerukan ‘Stop Kampanye Hitam’ yang dinilai dapat mengakibatkan konflik di masyarakat.

“Mengimbau kedua tim pemenangan dan simpatisan capres-cawapres nomor urut 1 dan 2 untuk menjalankan kampanye yang kondusif, damai dan edukatif” demikian tertulis dalam poin tuntutan.

Penerapan Pemilu Menuju Demokrasi yang Ideal

Pemilu sebagai sebuah mekansime dalam berdemokrasi merupakan peristiwa penting dimana rakyat kembali diminta restu oleh politisi untuk menjadi wakilnya dalam pemerintahan. Di dalam pemilu para kandidat dan partai politik bersaing untuk mendapatkan simpati pemilu. Adanya persaingan didalam pemilu dimana kandidat bersaing untuk mendapatkan posisi pada sebuah lembaga pemerintahan, pemilu kemudian juga berdampak pada pilihan kebijakan yang akan dibuat oleh sebuah lembaga pemerintah yang sesuai dengan platfrom yang dibangun atau diterapkan oleh partai politik. Pemilu menjadi sangat penting dalam kahidupan bernegara karena rakyat harus memilih kandidat dan partai yang dapat benar-benar membawa aspirasi dan kepentingan dalam formulasi kebijakan pemerintah nantinya.

Dalam menilai integritas hasil pemilu legeslatif 9 april 2014 kemarin banyak persoalan dalam hal ini persoalan mengenai pendanaan politik bahwa adanya ketimpangan politik dan kaitannya dengan korupsi pemilu. Begitu fakta tiga kali pemilihan umum baik 2004, 2009, dan 2014 membuktikan kuat dan ampuhnya kekuatan uang di dalam memenangkan kontestasi kekuasaan. Legeslatif 9 April 2014 kembali terlihat dengan sangat jelas uang memainkan peranan dalam memenangkan pemilu dengan melanggar aturan, aturan yang dimaksud yakni mengenai larangan atas adanya politik uang (money politiks) oleh para kandidat dan partai politik. Sebut saja kasus yang terjadi di kota Manado pada pemilu legeslatif para kandidat melakukan manuver politknya dengan hal yang melanggar anturan, praktek politik uang atau praktek beli suara dilakukan,bahkan ada yang memberikan fasilitas dalam bentuk jadi kepada rakyat, terjadi perhitungan suara ulang, ini semua dikarenakan sikap dan kebijakan yang tidak tegas di terapkan oleh lembaga pengawas pemilu, dan ketidak sadarnya kandidat dan partai politik atas apa yang telah mereka perbuat. Sebuah manifestasi politik yang sangat jelas dari kandidat dan partai politik dengan anggapan bahwa rakyat tidak lagi mau mendengar tapi mau melihat langsung bukti dari kandidat lewat kampanye. Keadaan yang demikian bukan saja terjadi di kota Manado, tapi terjadi juga diseluruh daerah.

Berdasarkan hasil Lembaga Survei Indonesia (LSI), memberikan penjelasan bahwa gejala politik transaksional kentara karena calon yang bermodal kuatlah yang akan menang, hal yang senada juga pernah diungkapkan oleh mantan ketua umum partai Demokrat Anas Urbaningrum yang menaruh perhatian terhadap politik uang, ia menyatakan bahwa politik uang tidak hanya destruktif tetapi juga melukai semangat Demokrasi yang sedang dibangun, tapi sayangnya beliau juga terlibat atau mempraktekannya, politik uang membuat absurd lalulintas politik kita. Absurd dalam pengertian lalulintas politik kita tidak bermakna, politik uang menjadi salah satu  masalah yang sangat besar dan menyebabkan lalulintas politik tidak bekerja bedasarkan aturan. Diketahui bahwa lalulintas politik kita saat ini mengandung dua arti. Pertama politik uang merubah para politisi sebagai kompetitor, mereka melakukan kalkulasi ekonomi berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli suara dan berapa lama bisa break even point.

Kedua hilangnya kondisi antagonis dalam politik kategori lawan ditudukkan dengan kategori uang. Ini langkah yang nantinya mencedrai Demokrasi yang sesungguhnya. Seharusnya para kandidat dan partai politik menyampaikan teori dan filosofi pemilu ataupun politik kepada rakyat dengan baik dan yang sebenarnya yakni kandidat dan program kerjanya dimana kepentingan rakyat harus diutamakan.

Kini kita akan diperhadapkan dengan pemilu pada tanggal 9 Juli mendatang yakni pemilu Presiden dan Wakil Presiden, jangan sampai keadaan yang demikian terjadi pada pemilu legeslatif kembali terjadi pada pemilu Presiden dan Wakil Presiden, anggaran yang ada hanya dapat dikeluarkan untuk biaya kampanye, transportasi dan yang lainnya,bukan untuk bayar masyarakat untuk memilih mereka. Harapan bahwa kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden tidak menerapkan hal demikian terjadi pada pemilu legeslatif, tapi melakukan politik yang jujur dan bersih,biarlah rakyat memilih sesuai dengan hati nurani.

Demokrasi yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah Demokrasi dalam memilih berdasarkan pilihan dari rakyat kepada para calon sesuai hati nurani, bukan karena permainan politik uang dari pasangan calon. Harus ada penyampaian pernyataan dari kedua pasangan calon bahwa tidak ada permainan transaksi politik nantinya dan ini harus dipertegas, gejolak seperti ini terjadi pada saat demokrasi kita telah masuk pada masa transisi. Jadi perlu perubahan pada demokrasi kita sebagai negara demokrasi terbesar ketiga setelah India dan Amerika Serikat, dan kesempatan untuk menerapkan ada pada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden melalui pemilu yang bersih jujur dan adil, sehingga kita tidak termasuk pada kategori negara yang demokrasinya gagal (Democration failed states).

Fandi Umanahu

 KADER HMI-MPO CABANG MANADO

 

HMI Bogor Rutinkan Kajian Jurnalistik

Bogor (1/6) Peran media dalam pembangunan demokrasi sangat besar, sehingga ruang publik tidak lagi tertutup hanya untuk pemegang kebijakan saja sehingga masyarakat bisa barpartisipasi terhadap penyusunan kebijakan publik, tetapi perjalan media kian hari kian tak jelas arah tujuan dari keberadaannya, hal ini diungkapkan oleh Ketua Bidang Kajian dan Intelektual HMI-MPO Cabang Bogor Askur Al-Liwaun “Bahwa media hari ini kehilangan arah tujuan, karena media sering kali di tunggangi oleh kepentingan  individu, golongan, bahkan partai politik untuk memasarkan satu visi dan misi dari satu kepentingan”.

Media apapun tidak terkecuali, entah elektronik atau pun cetak mereka harus selalu berada pada jalur independen, menjadi wasit yang bisa di dengar dilihat dan dibaca oleh masyarakat,

Hari ini entah media cetak dan elektronik membutakan pandangan masyarakat dalam berpartipasi dalam kebijakan publik dengan menggiring kepada satu pigur, dan ini jika di biarkan akan berbahaya, dan saat ini mahasiswa harus mengambil peran yang sudah terkikis ini sehingga cita-cita reformasi dan demokrasi bisa terwujud, tegasnya.

Hal ini juga di ungkapkan oleh salah satu peserta pelatihan jurnalistik Wulan Daniati menjelaskan “sangat membantu kami yang masih minim dengan ilmu kejurnalisan, sehingga bisa membedakan mana isu yang benar dan mana isu bohongan. tegasnya saat diwawancara.

Redaktur HMI.NEWS.COM Fathurahman yang juga pembicara pada saat itu menyayangkan kepada media cetak atau elektronik karena tindakan media satu ini, yang terlihat tidak independen menggiring opini piblik.

Jurnalistik harus dipahami secara mendasar dari teori sampai pada pelaksanaan atau pembuatan berita. selain itu seorang jurnalis harus selalu mengedepankan kode etik jurnalis dalam setiap kegiatan tegasnya dalam pemaparan materi pengantar jurnalisme dan pembuatan berita.

Media harus menjadi instrumen yang dimiliki publik dalam mewujudkan tujuan demokrasi sebagai cita-cita reformasi, dan mahasiswa harus mengawal dan memberikan kontribusi besar dalam bidang jurnalisti.

Reportase oleh Kurnia

Pleno II PB HMI (MPO) ; Bupati Kabupaten Tangerang Menyambut Baik

Jakarta (9/7)  pukul 12.00, bertempat di ruang kerja Bupati Kabupaten Tangerang Bapak Arief R. Wismansyah menyambut dengan hangat kedatangan perwakilan dari Pengurus Besar HMI (MPO) yang diwakili Sekretaris Jenderal PB HMI saudara Abdul Malik Raharusun, dan Wakil Sekjen Ahmad Muzaki yang juga adalah Stering Comitte Pleno II PB HMI bersama Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya Faridal Arkam Machus, Ketua Panitia Khotibyani, dan kader HMI Tangerang Raya Ahmed Satibi dan Ade Aji Maulana.

Dalam pertemuan yang lebih dari sejam ini Bupati Kabupaten Tangerang, Bapak Arief R. Wismansyah sangat mengapresiasi pelaksanaan Pleno II PB HMI yang diadakan di Kabupaten Tangerang. Bahkan beliau bersedia memfasilitasi sejumlah fasilitas demi pelaksanaan Pleno II yang dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Ketua Panitia Pelaksana Ikhwan Khotibyani dalam perbincangan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan Pleno II ini selain hajatan organisasi PB HMI diharapkan juga melalui kegiatan ini dapat memperkenalkan potensi baik pariwisata maupun kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Tangerang, mengingat pelaksanaan Pleno II akan dihadiri sejumlah cabang dari Indonesia.

Terkait Pleksanaan Pleno II Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya bersama SC Pleno II menyepakati akan diadakan pada hari Jumat tanggal 20 Juni 2014, kesepakatan pengunduran Pelno ini demi mematangkan kerja kepanitiaan dan juga Pemda Kab. Tangerang sangat menyetujui pengunduran ini demi persiapan Pemda yang lebih baik untuk menyambut tamu Pleno II.

Dalam pelaksanaan Pleno ini menurut Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya selain bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan diadakan kerjasama juga dengan Pemerintah Kota Tangerang yang dijadwalkan akan diadakan audensi bersama Bapak Walikota Tangerang pada hari Kamis tanggal 12 Juni 2014 di ruang Walikota Tangerang. Pelaksanaan Pleno II ini direncanakan akan dildahului dengan seminar di Kota Taangerang dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Pleno di Kabupaten Tangerang sampai penutupan.

Kurindukan Tanpa Engkau

Kurindukan bulan Juni tanpa Sapardi
barangkali rintik hujan akan tetap tabah
menjaga rindu meski tak terucapkan

kurindukan sebuah malam tanpa Sitor
dan bulan segera lingsir ke barat
lantas kita berlebaran usai menasik kuburan

kurindukan hamburan kata tanpa Sutardji
maka mereka yang hendak melucuti makna
menanggung o amuk di dalam hatinya

kurindukan sarung tanpa Pinurbo
semoga ia tetap berkibar demikian baka
agar nasib buruk dan simfoni batuk
tak henti mengalun di gang tanpa gapuro

kurindukan malam dengan sebuah tanda
medan pencarian penyair yang selalu tertunda.

06-2012