Efek Pilpres: Adu Petisi Online Serang Metro-TV One

metro vs tv oneHMINEWS.Com – Dampak Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 dan keberpihakan media berlanjut dengan pembuatan petisi online di change.org. Petisi ditujukan untuk mendesak Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mencabut izin siaran dua stasiun televisi.

Pertama petisi dibuat oleh orang yang mengaku bernama Teuku Kemal Fasya, warga Lhokseumawe, Aceh, tiga hari lalu, dan kini telah mendapat 28.049 tandatangan secara online, dan diperkirakan bakal terus bertambah.

Kedua, petisi tandingan yang dibuat untuk mendesak pencabutan izin siaran Metro TV. Dalam petisi ini, alasan yang dikemukakan sama persis dengan yang dibuat petisi pertama. Perubahan atau perbedaan hanya pada nama stasiun tv serta nama pihak yang mengajukan petisi, yaitu Masyarakat Transparansi Informasi Indonesia (bukan Masyarakat Transparansi Indonesia). Pagi ini, Senin (14/7/2014) petisi telah mendapat 14.846 tandatangan secara online, diperkirakan akan terus naik.

Inilah alasan -yang sama- yang dibuat kedua pembuat petisi: yaitu dinilai “terbukti secara sistematis, terencana, sporadis, dan cukup lama menyebarkan kabar bohong, propaganda, dan fitnah yang bisa mengarah kepada perpecahan nasional.”

“Apa yang dilakukan Metro TV/ TV ONE bukan saja melanggar ketentuan penyiaran, tapi juga penistaan pada prinsip utama pemilu seperti memberikan kabar bohong tentang berbagai isu selama Pilpres, menyiarkan berita tanpa prinsip keseimbangan yang layak, membangun opini meresahkan kecurangan yang tak berdasar yang mendiskreditkan salah seorang kandidat presiden Prabowo Subianto, melakukan kampanye kepada pasangan Jokowi – JK pada hari tenang 6-8 Juli 2014, menyiarkan hasil hitung cepat (quick count) Pemilu Presiden 9 Juli 2014 dari lembaga yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kredibilitas metodologisnya, dan menyembunyikan hasil survei yang berbeda dengan preferensi politik Metro TV/TV ONE.”

Sejauh apa petisi ini memberikan dampak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *