GPII Dukung Netralitas dan Independsni KPU-Bawaslu

gpii.HMINEWS.Com – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menyerukan para pendukung dua pasang capres-cawapres tidak melakukan tindakan provokatif terhadap rakyat. Solus populi suprema lex esto, keselamatan rakyat itu adalah hukum tertinggi suatu negara.

GPII menyatakan, situasi pasca Pilpres 09 Juli membuat banyak masyarakat khawatir terhadap kinerja KPU menjadi terganggu oleh tindakan para pendukung capres-cawapres.

“Sebagaimana yang telah menjadi kesepakatan bersama bahwa pengumuman secara resmi oleh KPU dilaksanakan hingga tanggal 22 Juli 2014, maka kepada para kandidat beserta pendukungnya untuk dapat menghormati atas kesepakatan bersama penyelanggaraan pemilu yang aman, jujur, adil dan damai sebagaimana yang tertuang dalam Deklarasi Bersama pada tanggal 3 Juni 2014 di Jakarta,” Koordinator Lapangan GPII hasil muktamar bersama GPI-GPII di Medan, Khaerudin Lumaluntur di Jakarta, Senin (14/7/2014).

Dengan alasan itu, GPII menyerukan penguatan netralitas KPU, BAWASLU, dalam proses rekapitulasi penghitungan suara sebagai bagian dari tahapan pemilu dalam menghasilkan keputusannya, meminta TNI /POLRI dan aparat lainnya untuk tetap netral/tidak berpihak, serta menindak tegas setiap upaya tindakan yang mengarah kepada provokasi yang berpotensi terganggunya kehidupan masyarakat.

Gerakan yang berpusat di Menteng tersebut juga mengimbau masyarakat bersikap tenang dan tetap menjaga persatuan serta menjaga suasana damai yang harmoni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *