WALHI Aceh Apresiasi Putusan Tindak Pidana Kejahatan Perkebunan

unnamedHMINEWS.Com – WALHI Aceh mengapresiasi putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meulaboh terhadap perkara pidana PT Kalista Alam, memutuskan 8 bulan penjara dan denda 150 juta serta subsider 3 bulan.

Dalam Perkara pidananya,  PT Kalista Alam dihukum melakukan tindak pidana perkebunan berupa pembukaan lahan dengan cara membakar dan tidak punya izin usaha perkebunan budidaya untuk membuka lahan perkebunan. Hal itu diduga telah mengakibatkan kerugian besar terhadap pengelolaan sumber daya alam di Aceh. Kerugian bukan hanya materiil tetapi kerugian lingkungan (ekologis) yang dampaknya luar biasa kepada kehidupan berikutnya.

“Hal ini berkaitan dengan gugatan WALHI Aceh terhadap pencabutan izin usaha perkebunan budidaya yang sudah dikuatkan Mahkamah Agung sehingga pemerintah daerah mengambil alih lahan seluas 1.605 Hektar yang berlokasi di Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten nagan Raya dijadikan sebagai Kawasan Konservasi” papar Walhi Aceh dalam rilisnya (15/7/2014).

WALHI Aceh juga mendukung pengelolaan lahan tersebut diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Sekaligus ini juga menguatkan putusan perdata tentang ganti rugi yang diajukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup yang mana sebelumnya PT. Kalista Alam juga diputus bersalah oleh PN Meulaboh dan diwajibkan membayar ganti rugi  sebesar 366 milliar karena terbukti bersalah melakukan pembakaran lahan gambut rawa tripa yang masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Kebakaran lahan tersebut mengakibatkan gas yang dikeluarkan saat terjadinya pembakaran melewati nilai ambang batas sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *