KAHMI, Forhati dan HMI Nunukan Kompak Syawalan Bersama

Kahmi NunukanHMINEWS.Com – Korps Alumni HMI (KAHMI) Nunukan, Forum Alumni Kohati (FORHATI) Nunukan dan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Nunukan menggelar acara halal bihalal, bertema ‘Meningkatkan Silaturahmi untuk Menjaga Keberamaan dalam Keberagaman.’ Acara dilaksanakan di Hotel Marvell, Nunukan, Selasa (26/8/2014).

Hadir puluhan alumni HMI yang saat ini berada di Nunukan, dengan presidium KAHMI Nunukan, Ir. Dian Kusumanto, termasuk anggota KAHMI yang saat ini menjabta sebagai Pj Gubernur Kalimantan Utara, Dr H Irianto Lambire yang menyampaikan orasi ilmiahnya. Tak ketinggalan, Bupati Nunukan Drs H. Basri juga ada dalam acara tersebut.

“Budaya silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya diadakan tiap tahun, hal ini akan memebrikan dampak positif dan sumbangsih dalam membangun bangsa, terutama di Kalimantan Utara yang merupakan provinsi ke-34,” ujar Dr. H. Irianto Lambire dalam orasinya.

Syawalan NunukanDiharapkan dengan adanya  kebersamaan tersebut akan makin menguatkan perkaderan HMI, terjalinnya silaturahmi antar alumni yang telah aktif di berbagai bidang profesi, dan kerjasama antar alumni dengan kader yang masih aktif . Usai acara, semua hadirin, alumni maupun kader aktif HMI Cabang Nunukan bersalam-salaman.

Syamsuddin

LAZ Cilacap Ikuti Karnaval Kemerdekaan

cilacapHMINEWS.Com – Memperingati HUT RI ke-69, Lembaga Amil Zakat Cilacap mengikuti karnaval. Keikutsertaan dimaksudkan sebagai bukti kecintaan LAZ Cilacap ‘Cinta Indonesia Cinta Cilacap.’

“Acara ini kami ikuti sebagai bukti bahwa LAZC Cinta Indonesia dan Cinta Cilacap. Empat belas tahun kami hadir melayani masyarakat di Kabupaten Cilacap dan menggulirkan Program Pendidikan, Ekonomi, Sosial, dan Kesehatan sebagaimana Program “Bangga Mbangun Desa” yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Cilacap,” kata penanggungjawab acara, Dwi Yanuar, Kamis (21/8/2014).

Rute yang ditempuh adalan dari Jalan dr. Setiabudi-Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Gatot Subroto-Jalan Jend. Suprapto-Jalan DI. Panjaitan-Jalan Wiratno-Jalan RE.Martadinata- Jalan Jenderal Ahmad Yani dan berakhir di Alun-alun Cilacap.

Dalam kesempatan tersebutLAZ Cilacap menampilkan maskot tokoh kartun “Dora” untuk Mensosialisasikan program-program LAZC antara Lain: Solidaritas Kemanusiaan Aksi Palestina, Tabung Sedekah Subuh, dan Qurban By Request. (Kasyono)

Anies: Indonesia Sudah Belajar Menginstitusionalisasi Pengelolaan Perbedaan

syawa;HMINEWS.Com – Perbedaan dan keragaman yang dimiliki bangsa ini merupakan modal dan potensi yang bisa mengantarkan kemajuan jika dikelola dengan baik. Bersyukur Indonesia baru saja lolos ujian dalam menyikapi perbedaan, dan kini perbedaan mulai dikelola secara institusional.

“Indonesia sebenarnya sangat mampu mengelola perbedaan, dibanding banyak negara yang mayoritas penduduknya muslim,” ujar Anies Baswedan dalam acara Syawalan Alumni HMI MPO di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan, Ahad (24/8/2014).

Anies mencontohkan, dibanding negara lain seperti di Timur Tengah, transisi kekuasaan sering berlangsung dengan berdarah-darah. “Diperlukan berapa ribu orang meninggal untuk seorang Khaddafi turun, diperlukan berapa ribu orang meninggal untuk seorang Musharraf turun. Suharto, coba kita perhatikan, Suharto tahu persis ambang batasnya, begitu dia melihat sudah cukup, that is over,” lanjutnya, sehingga tidak menimbulkan konflik dan pertumpahan darah yang berkepanjangan.

Kemampuan mengetahui ambang batas itulah yang menurutnya sangat penting. Dalam Pemilu yang baru saja berlalu, lanjutnya, bangsa Indonesia, berlatih menahan diri di ambang batas tersebut.

Dahulu saat bangsa ini mengalami transisi ‘Menjadi Indonesia’ di tahun 1920-an, terjadi friksi seperti dalam penggunaan ‘Bahasa Indonesia’ yang sebagai orang Jawa dianggap sebagai ‘bahasa seberang’, namun kemudian hal  itu bisa diterima secara merata di seluruh Indonesia.

“Sebab hanya di Indonesia kita bisa menjadi Indonesia tanpa kehilangan ke-Jawa-annya, menjadi Indonesia tanpa kehilangan ke-Batak-annya, menjadi Indonesia tanpa kehilangan ke-Bugis-annya, menjadi Indonesia tanpa kehilangan ke-Minang-annya. Menjadi Indonesia tidak harus menghilangkan identitas sub-budayanya,” papar Rektor Paramadina tersebut.

Ini sebuah terobosan luar biasa di bangsa Indonesia. Di Thailand, orang Patani harus menghilangkan ke-Patani-annya. Abdul Halim bin Ismail, pernah menjadi Sekjen ASEAN, nama resminya Surin Pitsuwan, karena jika menggunakan nama Abdul Halim bin Ismail tidak mendapatkan tempat di Thailand, karena menjadi Thailand harus menghilangkan identitas sub budayanya.

Di Indonesia, yang sekarang berada dalam era demokrasi, kita mengambil pilihan politik tanpa kehilangan rasa satu Indonesia. Ini sebuah eksperimen kolosal yang luar biasa.

Khusus mengenai internal HMI, alumni HMI MPO Yogyakarta tesebut mengatakan bahwa berbeda pandangan bukanlah hal baru di HMI. Mengutip Cak Nur, HMI adalah isntitusi yang bisa mengelola perbedaan. “Bahkan di HMI kemampuan mengelola perbedaan itu sudah menjadi bagian dari tradisi,” demikian Anies.

Alumni HMI MPO Tidak Berniat Bikin Korps Tersendiri

10603492_10154480429490403_8685876413602777819_nHMINEWS.Com – Syawalan Alumni HMI MPO 2014 berhasil digelar di Hotel Bidakara, Pancoran Jakarta Selatan. Ratusan alumni memenuhi Resto Kenanga di hotel tersebut yang jadi tempat untuk melangsungkan kegiatan.

Dibuka jam 10:30 WIB oleh Awalil Rizky selaku ketua panitia. Awalil menyampaikan bahwa forum syawalan merupakan forum silaturahmi ‘biasa’, bukan atas nama Korps Alumni HMI (KAHMI). Sebab, alumni HMI maupun yang HMI MPO tetap berada dalam satu wadah KAHMI.

“Sampai saat ini belum terpikirkan dan belum ada rencana membentuk KAHMI  MPO,” ucapnya dalam sambutan, Ahad (24/8/2014).

Meski atas nama alumni HMI MPO, forum Syawalan juga dihadiri alumni pra-perpecahan, bahkan alumni HMI non-MPO. Sederet alumni yang hadir antara lain Anies Baswedan, Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, Erwin Muslimin, Tamsil Linrung dan mantan-mantan Ketua Umum PB HMI MPO seperti Luqman Hakim Hassan, Yusuf Hidayat, Muzakkir Jabir, Syahrul Effendi Dasopang dan M Chozin.

Mewakili kader aktif kesempatan diberikan kepada Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo. Di hadapan hadirin Puji menyampaikan dalam situasi halal bihalal seperti itu merupakan moment tepat untuk mempererat tali persaudaraan sesama anak bangsa, khususnya sesama HMI dan alumninya.

10542976_10154480429295403_1696486949465482725_n“Kita sadari bersama beberapa minggu belakangan kita dihadapkan dengan situasi Pilpres yang sangat melelahkan, dimana hanya ada dua pasang calon, dan hal inilah yang membuat persaingan berjalan sangat sengit. Mudah terjadi gesekan dan perselisihan, tak terkecuali alumni HMI yang sebagian menjadi pendukung aktif pasangan nomor 1 maupun nomor 2,” kata Puji. Ia berharap di antara perbedaan yang ada tetap terjalin persatuan yang kuat.

Selain itu ia juga mengutarakan bahwa pada 20 Oktober mendatang insyaAllah akan diadakan Muktamar PEPIAT (Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara) di Indonesia dengan HMI MPO sebagai tuan rumahnya.

Akun Triomacan2000 dan Fenomena Spatial Justice (1)

In politics, perception is reality and the truth is negotiable.” – Don Martin

Fenomena akun Triomacan2000 (karena dihack sekarang menjadi @TM2000Back -red) kembali menjadi kehebohan di jagad dunia maya. Apalagi waktu pilpres kemaren, arus informasi di tengah-tengah masyarakat sangatlah padat. Publisitas informasi disebarkan melalui kanal-kanal media, baik dari media elektronik, media cetak, sampai bahkan media sosial seperti twitter, facebook dan lain-lain. Pada kasus pilpres 2014 yang melibatkan banyak pihak, padatnya informasi terjadi karena media-media dimanfaatkan secara massif. Bahkan pihak-pihak yang tidak mempunyai relasi politik dengan calon yang didukungnya pun ikut menggunakan akunnya di media sosial sebagai sarana kampanye dengan menyebar informasi.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat wajar mengingat pihak-pihak non partisan memang tidak memiliki media massa untuk kampanye. Akun Triomacan2000 pun melakukan hal yang sama. Namun, kicauan Triomacan2000 dianggap sekedar bualan belaka mengingat materinya terlalu fantastis bagi nalar publik yang awam mengenai hal-hal berbau intelijen. Tapi, apakah materi-materi kicauan Triomacan2000 dapat dibuktikan kebenarannya serta layak untuk dipercayai publik demokrasi? Bisa jadi, pertanyaan ini juga layak dilemparkan ke media massa mainstream. Layakkah informasi-informasi yang mereka sampaikan diamini kebenarannya?

Demokrasi dan Media

Dalam rimba demokrasi, setiap keputusan-keputusan individu di dalam masyarakat selalu dibangun atas fondasi ketercukupan informasi di kepalanya. Sebab itulah, perbendaharaan informasi menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi individu masyarakat demokratis. Seorang pemilih, misalnya, akan menentukan pilihannya pada suatu calon pemimpin berdasarkan informasi-informasi yang diterimanya. Untuk mencukupi kebutuhan inilah, masyarakat memanfaatkan pers sebagai sarana memperoleh informasi.

Dalam bukunya yang berjudul “Four Theories of the Press”, Fres S Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Schramm merumuskan empat teori pers yang sangat terkenal. Salah satunya adalah teori Libertarian Press (pers libertarian), yaitu sebuah teori yang menjelaskan bahwa pers berperan sebagai kontrol negara dan oleh karenanya, pers dianggap sebagai salah satu pilar penegak demokrasi. Berbeda dengan teori pers lain seperti Authoritarian Press atau The Soviet Communist yang cenderung menitikberatkan pemberitaan untuk memelihara status quo pemerintahan, fungsi Libertarian Press memiliki implikasi pola pemberitaan yang sebebas-bebasnya. Sementara teori The Social Responsibility hampir sama dengan fungsi Libertarian Press namun lebih menekankan pada aspek kepatuhan terhadap norma-norma sosial sehingga teori ini lebih dipilih oleh masyarakat yang sudah paham makna demokrasi yang sehat.

Dalam dunia pers Indonesia yang bercorak Libertarian, kepemilikan atas media merupakan cara ampuh untuk mendulang opini publik serta mengarahkannya pada konstruksi yang ingin dicapai oleh sang pemilik media. Menurut teori Marxisme Klasik, pesan yang disampaikan oleh media massa memang sejak awal dibuat dan disampaikan kepada khalayak untuk satu tujuan, yaitu membela kepentingan para kapitalis. Karena media hanyalah alat bantu dari kelas yang dominan untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya melalui cara-cara eksploitatif.

Spatial Justice

Menurut Edward W Soja, keadilan berkaitan erat dengan ruang geografis dimana kemerataan distribusi sumberdaya, jasa, dan akses merupakan hak asasi manusia yang paling dasar. Dimensi ruang adalah dimensi yang bersifat kuantitatif, dimana, bila ada salah satu pihak yang diuntungkan, maka pasti ada pihak lain yang dirugikan. Ibarat timbangan, bila berat salah satu sisinya maka sisi yang lain jadi lebih ringan. Maka, selisih antara yang untung dan yang buntung merupakan titik eksploitasi. Itu sebabnya prinsip paling dasar dalam sirkulasi ekonomi adalah keseimbangan manakala masing-masing pihak harus saling menguntungkan.

Dalam ruang demokrasi dengan corak Libertarian Press, distribusi opini terjadi dengan sangat massif lewat kanal-kanal media. Mereka yang memiliki media massa bisa dengan mudah menggiring opini publik dan menetapkan suatu agenda agar dianggap penting oleh publik. Bahkan pemilik media juga bisa menyerang pihak-pihak yang menghambat kepentingannya.

Dalam kasus materi kicauan Triomacan2000 yang dianggap fantastis, banyak pihak yang menuntut bukti. Kebenarannya memang sulit dibuktikan, tapi sepertimana yang pernah disampaikan oleh akun @robethfuad mengenai kicauan Triomacan2000 sambil menyitir kutipan film Sherlock Holmes, bahwasannya terkadang sesuatu yang rumit terurai dengan cara-cara sederhana. Proses pembuktian selalu melibatkan tafsir tekstual yang bisa jadi menghilangkan konteks aslinya. Bukti tersurat memang dibutuhkan untuk pembuktian, tapi itu menyebabkan tafsir-tafsir yang bersifat tekstual.

Bila diamati, subyek-subyek kicauan Triomacan2000 sebenarnya adalah pembongkaran kebobrokan institusi. Dan pihak-pihak yang dibelanya pun sama-sama merupakan tumbal yang dikorbankan oleh kekuatan politik atau konglomerat yang menggunakan jasa media untuk menyudutkan diri mereka. Hal yang sama juga terjadi pada pemilik akun, Raden Nuh. Di samping itu, tak masuk akal bila Triomacan2000 dianggap akun berbayar, karena pihak-pihak yang dibelanya justru orang yang tidak memiliki sumberdaya finansial yang cukup besar dibanding pihak yang menjadi sasaran kicauannya. Sebut saja Antasari Azhar, Anas Urbaningrum, Rudi Rubiandini dan lain-lain. Bahkan seringkali sasaran kicauannya adalah obyek-obyek ‘besar’. Untuk apa upaya menyasar obyek besar dilakukan hanya demi uang.

Raden Nuh yang merupakan pemilik akun juga pernah terlibat dalam episentrum politik mengingat dirinya adalah mantan direktur sebuah BUMN. Itu terjadi sebelum pada akhirnya ia keluar dari posisinya karena alasan idealisme dan kemudian membangun jaringan, salah satunya adalah pihak-pihak yang berdiri di belakang akun Triomacan2000.

Mengingat pula fakta bahwa demokrasi Indonesia merupakan arena pertarungan informasi, maka Triomacan2000 memilih twitter sebagai media untuk melawan kekuatan-kekuatan yang menggunakan jasa media massa, di samping pengelolaannya yang efisien. Kalau informasi-informasi dari media massa tersebut tidak ditanggapi dengan countering, tentu saja mereka akan dihakimi publik lantaran opini mereka sudah diarahkan para pemilik media. Betapa pengadilan opini publik jauh lebih berpengaruh daripada pengadilan resmi membuat Raden Nuh terdorong memiliki alat media seperti twitter sebagai alat meng-counter arus informasi.

Menurut Melvin L DeFluer, media massa memiliki pengaruh kognitif, afektif dan behavioral. Ketiga aspek tersebut membangun sebuah konstruksi sikap pada diri individu atas pemberitaan yang disampaikan media massa. Dari sinilah masyarakat mengambil sikap “like and dislike” terhadap obyek pemberitaan. Itu sebabnya dalam dunia demokrasi yang medianya bercorak Libertarian, masyarakat dapat dengan mudah menjadi ‘hakim’ atau ‘pengacara’ dalam mengadili orang atau apapun yang jadi obyek pemberitaan.

Apabila upaya penggiringan opini publik seperti ini disebut sebagai operasi intelijen, maka upaya countering melalui media twitter seperti yang dilakukan Raden Nuh merupakan operasi kontra-intelijen. Saat ini sangat sulit menentukan informasi dari media massa mana yang bisa diamini kebenarannya, karena kebenaran bisa dimanipulasi dengan mudah oleh pihak yang paling mampu melakukannya, yaitu para pemilik media. Oleh sebab itulah muncul Triomacan2000 sebagai upaya perlawanan terhadap arus opini yang diarahkan para pemilik media.

Saat banyak orang menuntut bukti kebenaran kicauan Triomacan2000, seharusnya kebenaran pemberitaan media massa pun layak dipertanyakan. Hanya karena sudah terpercaya dan memiliki nama besar, bukan berarti suatu media bebas dari praktek manipulasi pemberitaan. Karena kemapanan demikian yang justru bisa menjebak konsumennya agar mau mengikuti upaya penggiringan opini. Maka, timbul pertanyaan apakah suatu pemberitaan yang berasal dari media massa sama meragukannya dengan pemberitaan yang berasal dari akun twitter seorang individu di antara banyaknya pemilik twitter dalam masyarakat demokrasi.

Muhibbuddin Ahmad Al-Muqorrobin

(Kader HMI-MPO Cabang Yogyakarta)

Dari Islam untuk Kemaslahatan Semua

sifHMINEWS.Com – Ada dua pengertian khalifah menurut Al Qur’an. Konsep pertama khalifah universal, yaitu bahwa semua manusia adalah khalifah Allah di muka bumi, sebagaiman tujuan penciptaan Adam dan keturunannya (QS Albaqarah 30). Kedua adalah khalifah dalam pengertian spesifik, yaitu sebagai penguasa, sebagaimana ayat yang menceritakan kisah Dawud. “Wahai Dawud, sesungguhnya Kami telah menjadikanmu khalifah di bumi, maka putuskanlah hukum di antara manusia dengan adil dan janganlah mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkanmu dari jalan Allah (Shad: 36).”

Term khalifah yang dikenakan pada Adam adalah universal yang melekat pada setiap individu, setiap insan itu adalah khalifah Allah. Jadi semua kita, apapun agamanya maupun kelaminnya, adalah khalifah Allah. Sebagai khalifah Allah kita diberi kemampuan untuk menguasai alam ini, maka di dalam Al Qur’an disebut “Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya…”

Untuk membuktikan dan memampukan manusia sebagai khalifah Allah, Allah mengajarkan asma’. Apa asma’ itu adalah konsep-konsep, seluruh konsep makhluk yang ada di bumi. Karena secara universal tugas manusia adalah untuk memakmurkan bumi. Ini mengena pada seluruh umat manusia tanpa membedakan agama, seluruh umat manusia adalah khalifah Allah, apapun agamanya, apapun keyakinannya, bahkan yang tidak beragama pun khalifah Allah di muka bumi.

Yang kedua, khalifah dalam konsep kehidupan bermasyarakat, khalifah dalam pengertian kekuasaan politik, inilah yang pertama ditegaskan kepada Nabi Dawud dalam ayat di atas. Khalifah dalam pengertian yang kedua inilah rupanya yang diperebutkan, termasuk oleh ISIS sekarang ini.

Khalifah universal, personal, kita semua adalah khalifah Allah apapun agamanya, apapun suku bangsanya, apapun keyakinannya.

Mulai dari yang tertinggi sebagai presiden, gubernur, sampai lurah, itu adalah khalifah Allah. Dan alhamdulillah kita sudah melihat bukti, bahwa banyak presiden, penguasa, disumpah dengan menyebut nama Allah. Jadi itu juga mengingatkan ‘Anda ini sesungguhnya khalifah Allah.’ Presiden Amerika itu tidak menyebut nama Allah tetapi paling tidak ada kata ‘God’ yang berarti Tuhan, yang juga diucapkan dalam sumpah jabatannya.

Jadi konsep khilafah yang diusung oleh Hizbut Tahrir, ISIS dan sebagainya, itu bertentangan dengan kodrat manusia yang telah diciptakan oleh Allah berbangsa-bangsa, bersuku-suku, untuk saling mengenal. Jadi kalau kita mendirikan khilafah untuk konteks Indonesia, itu sah. Jadi tidak harus khilafah itu universal, itu pengingkaran terhadap penciptaan yang Allah sendiri mengakui faktor kesukuan, bangsa dan sebagainya.

Yang paling fatal adalah konsep khilafah yang sekarang sedang diusung untuk agama tertentu itupun yang mempunyai paham tertentu saja. Buktinya yang terjadi sesama Islam saling serang, bukan saling melindungi.

Khalifah Allah dalam kehidupan dunia merujuk kepada sifat Allah: Ar Rahman, merahmati seluruh makhluk-NYA. Bumi Allah ini tidak pernah menolak orang dengan agama apa pun, air-Nya juga tidak pernah menolak diteguk oleh orang yang tidak beragama Islam, demikian juga dengan udara-Nya yang tidak pernah menolak dihirup oleh siapa saja.

Maka semua khalifah Allah adalah penguasa dengan sifat Rahman. Beda dengan sifat Rahim, yang menghakimi iman, yang hanya terjadi nanti di hari akhir. Maka manusia di dunia ini tidak bisa menghakimi keyakinan.

Menerapkan sifat yang Rahmaani, bukan Rahiimi. Negeri ini untuk semua warga bangsa, siapapun mereka, apapun agamanya, dan penguasa di negeri ini disumpah atas nama Allah tetapi bertindak untuk kemaslahatan seluruh warga, apapun agama dan keyakinan yang dianut. Itulah hamba Allah dengan sifat Ar Rahman

Sudah saatnya kedepan Indonesia harus menjadi pemimpin dalam wacana menyambung hubungan Islam dan negara. Islam di Timur Tengah sana memerlukan sekali uluran tangan dari kita tentang bagaimana merumuskan hubungan agama dan negara. Memang Pancasila sebagai landasan negara bukan bahasa Arab, tetapi dalam bahasa lokal kita, tapi makna dan substansinya sangat-sangat islami. Ketuhanan yang Maha Esa tidak bisa diartikan lain kecuali sebagai tauhid. Kemanusiaan yang adil dan beradab tidak lain adalah pemuliaan terhadap manusia, “Sesungguhnya telah Kami muliakan bani Adam..” Persatuan Indonesia tidak bisa dimaknai kecuali persatuan, persaudaraan antara warga bangsa. Permusyawaratan tidak lain adalah ‘syura bainahum.’ Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, al ‘adalah (keadilan). Sekiranya dalam negara Islam, satu saja, keadilan, sebagai landasannya, sudah cukup.

Akhirnya kita harus pede menawarkan konsep hubungan agama dan negara seperti terjadi dengan kita.

Dari ceramah Masdar F Mas’udi, yang disampaikan pada 21 Agustus 2014 di Gedung Nusantara V, Senayan, dalam Silaturahmi Idul Fitri 1435 H Majlis Nasional KAHMI bertema ‘Merajut Ukhuwah Membangun Bangsa’

DKPP Jatuhkan Sanksi Pelanggaran Kode Etik Pemilu

HMINEWS.Com – 13 putusan sanksi dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk penyelenggara Pemilihan Umum dari tingkat pusat, provinsi hingga tingkat kabupaten/ kota atas pelanggaran kode etik yang terjadi dalam Pilpres 2014. Sanksi berupa peringatan dan pemecatan.

Putusan dijatuhkan untuk anggota KPU Pusat, Bawaslu Pusat, KPU DKI Jakarta, KPU Jawa Timur, KPU Kabupaten Halmahera Timur, KPU Kota Surabaya, Panwaslu Kabupaten Banyuwangi, Panwaslu Kabupaten Sukoharjo dan KPU Kabupaten Dogiyai. Sidang pembacaan putusan diketuai Jimly Asshiddiqie, dengan anggota Anna Erliyana, Nur Hidayat Sardini, Saut Hamonangan Sirait dan Valina Singka Subekti, Kamis (21/8/2014).

Anggota Majlis Sidang DKPP Saut Hamonangan Sirait menyebut sembilan orang dipecat, yaitu Didimus Dogomo, Yohanes Iyai, Ev Emanuel Keiya, Yulianus Agapa, dan Palfianus Kegou selaku lima anggota KPU Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua. Kelima telah melanggar kode etik Pilpres 2014 di dua distrik Mapia Barat dan Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan hilangnya hak warga sekitar untuk menggunakan hak pilihnya.

Selain itu, DKPP juga membacakan putusan terkait pelaksanaan Pemilu Legislatif, sanksi pemberhentian diberikan kepada dua anggota KPU Kabupaten Serang; Luthfi Nuriman dan Adnan Hamsin. “Mereka telah meminta uang pengamanan, dan ada bukti transfernya ketika Pileg 2014. DKPP berpendapat mereka melanggar kode etik,” ucap Hamonangan.

Anggota Panwaslu Banyuwangi yang dipecat adalah Rorry Desrino Purnama dan Totok Hariyanto yang terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu, dinyatakan telah menggunakan fasilitas negara yang diduga digunakan untuk kegiatan kampanye salah satu kandidat.

Jimly juga menuturkan DKPP memberi sanksi peringatan pada 30 orang penyelenggara pemilu untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Sementara 20 orang yang tidak terbukti melanggar kode etik harus direhabilitasi untuk dikembalikan nama baiknya.

“Jadi, dari 16 perkara sidang pleno pelanggaran kode etik ini, sembilan anggota KPU atau Panwaslu diberhentikan dan 20 orang harus direhabilitasikan,” katanya.

Sidang pembacaan putusan dihadiri Ketua Husni Kamil Manik beserta Komisioner Sigit Pamungkas, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Arief Budiman dan Hadar Nafis Gumay, serta perwakilan kedua pasangan capres-cawapres.

Akbar Tanjung: Keislaman dan Keindonesiaan HMI Tak Dapat Dipisahkan

akbar mahfud irman
Priyo Budi Santoso, Mahfud MD, Irman Gusman dan Akbar Tanjung saat menghadiri Silaturahmi Idul Fitri Majlis Nasional KAHMI di Gedung Nusantara V, Senaya Jakarta, Selasa (19/8/2014). Foto: MMD4ID

HMINEWS.Com – Silaturahmi Idul Fitri atau halal bihalal Majlis Nasional KAHMI 2014 diadakan di DPD RI, Gedung Nusantara V, Senayan Jakarta. Baru kali ini halal bihalal KAHMI dengan satu lembaga negara, bahkan lembaga negaranya yang menjadi tuan rumah.

“Biasanya KAHMI yang menjadi tuan rumah. Ini satu kemajuan. Ini hanya mungkin terjadi karena kehidupan kita, kehidupan masyarakat, kehidupan bangsa, kehidupan politik kita sudah berubah,” ujar Akbar Tanjung dalam sambutannya, Selasa (19/8/2014) malam.

Akbar melanjutkan, hal seperti ini tidak mungkin terjadi di masa Orde Baru. “Ini salah satu yang kita syukuri kepada Allah SWT, dengan adanya reformasi ini maka kehidupan kita pun semakin terbuka, semakin demokratis, semakin menghormati kelembagaan-kelembagaan yang ada. Baik lembaga suprastruktur politik maupun lembaga-lembaga infrastruktur,” lanjutnya.

Menurutnya kerjasama tersebut merupakan kerjasama yang baik, yang disemangati oleh semangat ukhuwah, semangat persaudaraan.

Mantan Ketua Umum PB HMI mengingatkan semua hadirin pada sejarah berdirinya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di mana momen kelahirannya sendiri merupakan inspirasi perjuangan untuk mempertahankan Republik Indonesia. Setidaknya terdapat dua hal yang membuat HMI ini lahir, pertama untuk mengembangkan ajaran Islam di kalangan mahasiswa, dan kedua adalah mempertahankan negara Republik Indonesia, sekaligus juga meninggikan derajat rakyat Indonesia.

“Ini yang perlu kita katakan bahwa dalam HMI itu mengental dua nilai, nilai keislaman dan nilai keindonesiaan. Nilai keislaman dan keindonesiaan itu bukan merupakan alternatif, bukan pilihan. Nilai keislaman dan keindonesiaan itu merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan seperti dua sisi dari satu mata uang,” ia menguraikan.

Sekitar seribuan alumni dan kader aktif HMI yang datang pada acara tersebut, termasuk PB HMI ‘Dipo’ yang juga menyampaikan sambutannya diwakili Ketua  Umum Arief Rosyid, dan sejumlah Pengurus PB HMI MPO yang dipimpin Puji Hartoyo yang tidak diberi kesempatan. Sedangkan para petinggi yang datang ada Priyo Budi Santoso, Hajriyanto Tohari, Irman Gusman, Mahfud MD, Laode Kamaluddin, dan lainnya. Konsumsi pun tidak mencukupi untuk hadirin.

Mahfud MD: Pascapilpres KAHMI Kembali ke Khittah

syawalan kahmi
Mahfud MD dalam acara Silaturahmi Idul Fitri Majlis Nasional KAHMI di Nusantara V Senayan, Selasa (19/8/2014). Foto MMD4ID

HMINEWS.Com – Syawalan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) diadakan di Gedung Nusantara V, Senayan Jakarta. Banyak alumni yang hadir, termasuk Akbar Tanjung, Mahfud MD, dengan tuan rumah Irman Gusman, Selasa (19/8/2014).

Koordinator Majlis Nasional KAHMI, Mahfud MD dalam sambutannya menyatakan, usai Pilpres yang telah dilalui bersama, KAHMI harus kembali kepada khittahnya. Berusaha menegakkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, rahmatan lil Indunisiyyin. Karena, menurutnya, “KAHMI itu himpunan cendekiawan, bukan himpunan sarjana, karena kalau sarjana itu diartikan sebagai orang yang mempunyai ijazah tertentu karena keahlian dan kualifikasi bidang tertentu. Tetapi kalau cendikiawan itu juga sarjana tapi juga punya tanggungjawab, punya sikap pengabdian, membangun masyarakat adil dan makmur.”

Ia mengingatkan, setelah melalui 2 bulan waktu yang cukup memanas karena kontestasi politik, semua harus menghormati posisi masing-masing. KAHMI membiarkan anggotanya mengambil pilihan-pilihan politik, tetapi tidak membolehkan bendera KAHMI digunakan oleh siapapun.

“Oleh sebab itu selama kontestasi politik, yang terlibat dalam pilihan-pilihan politik itu tidak aktif dulu, dengan kesepakatan sesudah Pilpres selesai, maka kita kembali ke satu dan mengembangkan posisi masing-masing, menghormati posisi masing-masing untuk mengambil peran. Yang menang kita beri kesempatan untuk melaksanakan tugas-tugas, melaksanakan misi KAHMI dalam kemenangannya, yang kalah juga memposisikan diri sebagai orang yang membawa misi KAHMI sesuai dengan posisi masing-masing,” lanjutnya.

Apapun hasil Pilpres, ia menyerukan agar semua menerima sebagai produk yang konstitusional. “Karena kalau kita teruskan, tidak selesai-selesai, kapan kita bekerja,” tandasnya.

Pengajian Bulanan Rekatkan Silaturahmi Alumni HMI Pascapilpres

pengajianHMINEWS.Com – Pengajian Ulil Albab bulanan yang digelar alumni HMI MPO kali ini bertempat di Masjid Nurul Izzah Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong – Tangerang Selatan. Dihadiri sejumlah alumni dan jajaran Pengurus Besar HMI MPO usai shalat Jumat (22/8/2014).

Sebagai tuan rumah adalah Tamsil Linrung yang juga pemilik sekolah tersebut. Sedangkan alumni yang hadir ada Abdullah Hehamahua, Eggy Sudjana, Suharsono, Yusuf Hidayat, Awalil Rizky, dan lainnya, serta Ustadz Zaenal Abidin Ura yang menyampaikan wejangan. Ketua PB HMI MPO, Puji Hartoyo datang bersama sejumlah pengurus lainnya.

Ustadz Zaenal menyampaikan bahwa sesama muslim harus banyak saling mendoakan, sebab doa seseorang untuk saudaranya termasuk doa yang maqbul. Jika melihat ada saudara seiman yang dinilai telah melenceng atau berada di jalan yang salah, maka yang dilakukan adalah menolongnya, termasuk berdoa agar orang tersebut terselamatkan. Selain itu, banyak amal atau usaha yang harus disempurnakan dengan doa. Ia berbicara khususnya untuk internal HMI dan alumninya.

pngajianEggy Sudjana menambahkan, hikmah silaturrahim adalah memperluas rezeki dan memanjangkan umur. Panjang umur ada dua pengertia, secara kuantitas maupun kualitas. Secara kualitas dengan acara seperti pengajian Ulil Albab maka yang muda-muda bisa belajar dari pengalaman para senior.

“Misalnya pengalaman Bang Abdullah Hehamahua di Indonesia, Malaysia, Singapura, China dan lainnya, yang bertahun-tahun itu dapat kita serap dalam dua jam, dengan bertemu orangnya atau membaca bukunya,” ujar Eggy.

Dalam suasana bulan Syawal ini dimana bangsa Indonesia juga baru saja selesai menggelar hajatan Pilpres, maka momen seperti ini sangat bermanfaat untuk merekatkan kembali silaturrahim yang sempat terganggu. Seperti diketahui, di antara alumni yang datang saja berbeda-beda pemihakan dan pilihan capres-cawapresnya. Bulan September 2014 pengajian bulanan ini akan diadakan di tempat Eggy Sudjana.