HMI-MPO: Demokrasi Indonesia Hadapi Tantangan Berat

imageshmiHMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) menilai perkembangan demokrasi di Indonesia menghadapi tantangan berat setelah pemberlakuan sistem pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

“Pengesahan RUU Pilkada menandakan telah berbunyinya lonceng kematian demokrasi karena cita-cita reformasi dikhianati sebagian elite politik yang dilahirkan pada era reformasi,” kata Ketua Komisi Politik PB HMI-MPO Arfianto Purbolaksono dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (27/9/2014).

Anto menjelaskan pemilihan melalui DPRD akan berefek, yakni pertama, penghilangan partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpinnya.

Kedua, menurut dia, menguatnya oligarki dalam sistem politik nasional karena pemimpin daerah hanya akan ditentukan oleh segelintir orang.

“Ketiga, akan melanggengkan korupsi yang telah terjadi secara sistemik,” ujarnya.

Dia menilai saat ini sangat penting seluruh elemen masyarakat sipil mengonsolidasikan gerakannya untuk menjaga cita-cita reformasi dengan mendukung judicial review UU Pilkada ke Mahkamah Konstitusi.

Selain itu, menurut dia, HMI-MPO juga melihat pada pembahasan RUU Pilkada masih bernuansa pertarungan politik yang diakibatkan persaingan saat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI, 9 Juli 2014, antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Jokowi-Jk.

Dia menegaskan pertarungan itu harus segera dihentikan karena berimbas pada pembahasan berbagai undang-undang yang krusial, termasuk dalam perdebatan RUU Pilkada lalu.

“Kepentingan yang dilatarbelakangi kepentingan politik kelompok mengakibatkan situasi politik akan menjadi tidak sehat. Kami menekankan agar dilakukan rekonsiliasi antarelite dari kedua kubu,” tegasnya.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jumat (26/9) dini hari, melakukan pemungutan suara di Sidang Paripurna terkait dengan salah satu isi dalam RUU Pilkada, yaitu apakah pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung atau melalui DPRD.

Dari hasil pemungutan suara itu, sebanyak 135 orang memilih pilkada langsung, sedangkan 226 orang anggota dewan memilih pilkada melalui DPRD. Total anggota DPR yang hadir saat itu sebanyak 361 orang. (bd). ANTARA

Intervensi Psikologi Dalam Bencana

ugmHMINEWS.Com – Peran psikologi dalam penanganan bencana mempunyai posisi yang penting dan strategis. Bukan hanya pada saat krisis, tetapi juga pada saat pemulihan dan konstruksi kembali.

Psychological First Aid (PFA) dan psikologi krisis menjadi salah satu model intervensi yang biasa digunakan untuk melakukan intervensi kepada para penyintas. PFA menaruh perhatian yang tinggi akan adanya kelompok rentan, misalnya saja anak-remaja, perempuan, lansia, dan lain-lain, karena tentunya diperlukan pendekatan yang berbeda pada kelompok rentan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ariana Marastuti, S.Psi., MSW dalam seminar “Intervensi Psikologi untuk Anak dan Remaja Penyintas” yang diselenggarakan oleh Prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga bekerjasama dengan AIFIS (American Institute for Indonesian Studies), pada hari Jumat, 26 September 2014 di UIN Sunan Kalijaga. Ariana Marastuti  adalah alumnus Washington University in St. Louis, Amerika yang kini menjadi dosen pada Fakultas Psikologi UGM.

Dalam kesempatan tersebut, mantan aktivis HMI UGM tersebut menjelaskan bahwa kelompok anak dan remaja mempunyai gejala dan manifestasi yang berbeda dengan kelompok dewasa ketika mengalami stress, depresi atau mengalami depresi paska trauma saat menjadi korban bencana.

Reaksi Anak usia 0-5 tahun terhadap bencana adalah ketakutan akan lingkungan sekitar, cemas perpisahan, reaksi panik, dan masalah tidur. Sedangkan reaksi anak usia 6-12 tahun adalah kesulitan belajar, masalah kecemasan, keluhan fisik yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya, perilaku agresif, dan reaksi depresi. Adapun rekasi usia remaja adalah perilaku merusak/membahayakn diri sendiri, terlibat dalam perbuatan beresiko tinggi, depresi dan cemas.

Lebih lanjut Ariana memaparkan bahwa ada sejumlah asesmen yang bisa digunakan untuk menilai kondisi anak dan remaja tersebut, misalnya saja menggunakan skala SDQ ataupun menggunakan pendekatan bio-psiko-sosial asesmen.

Selain itu, Ariana juga mengenalkan asesmen untuk anak dan remaja serta pengenalan model PFA kepada mahasiswa. Melalui pengenalan tersebut, mahasiswa paling tidak memahami konsep PFA dan pendekatanan intervensi pada anak-dan remaja penyintas, serta mampu menggunakan kemampuan asesmen dasar pada PFA.

Akal yang Kita Banggakan

tru or falseManusia tidak selalu benar. Salah satu orang yang pernah menunjukkan hal itu adalah Socrates, dan dia dipaksa minum racun di hadapan sahabat-sahabatnya. Biadab? Tidak terlalu. Bahkan di zaman sekarang pun, saat orang-orang membuktikan bahwa kita salah (terutama di depan umum) kita akan melawan sekuat tenaga, menggunakan segala jenis referensi dan permainan kata, sambil berharap dapat meminumkan racun atau menyulut bensin pada orang itu. Mengapa begitu?

Mengapa kita begitu alergi saat ditunjukkan dimana kesalahan kita? Mengapa kita begitu susah menerima kritik, meskipun semua guru dan motivator di televisi mengajarkan kita untuk mendengarkan kritik dengan lapang dada dan hati yang senang? Mengapa kita begitu gusar saat orang-orang berpikir bahwa kita tidak secerdas itu?

Ini karena manusia hanya memiliki akal. Manusia, tidak diragukan lagi, jauh lebih lemah daripada binatang dalam hal kemampuan fisik dan kecepatan serta ketajaman indra. Satu-satunya yang bisa kita banggakan, atau ‘sombongkan,’ hanyalah akal. Sesuatu yang memampukan kita melebihi makhluk lain dalam segala kelemahan kita itu. Dan kritik, serta ditunjukkan bahwa kita salah, membuktikan bahwa kita tidak menggunakan dengan maksimal akal yang kita miliki.

Bahwa kita tidak punya apa-apa lagi yang bisa kita banggakan, yang membuat kita lebih baik daripada binatang. Itulah sebabnya banyak orang habis-habisan mempertahankan argumennya, membela hasil karyanya, menjustifikasi perilakunya, melakukan segala cara untuk suatu keinginan tersembunyi yang mendasar : kita tidak ingin disamakan dengan binatang. Padahal, manusia punya jutaan kesalahan berpikir. Mulai dari hal yang paling sederhana (seperti mendorong sekuat tenaga pintu yang ada tulisannya ‘tarik’) sampai hal yang rumit seperti membuat kebijakan negara yang berdampak buruk dalam jangka panjang hanya karena hati sedang gembira saat rapat penentuan kebijakan.

Daniel Kahneman, dalam bukunya Thinking, Fast and Slow menyebutkan bahwa manusia cenderung melakukan substitusi, yaitu menjawab pertanyaan yang sulit dengan mengganti pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan yang jawabannya mudah. Sebagai contoh, saat ditanya apakah seorang calon presiden dapat berhasil atau tidak, hal terbaik yang harus dilakukan adalah memeriksa track record secara objektif dan menganalisis strategi kampanye dan rancangan kebijakan, serta berbagai kerjaan teknis lainnya. Akan tetapi, kita cenderung tidak melakukan hal-hal tersebut, dan cenderung menjawab berdasarkan “apa saja yang pernah aku baca di internet mengenai calon presiden
ini?” sampai “apakah dia kelihatan cukup berwibawa untuk menjadi presiden?”

Manusia, yang katanya punya kemampuan akal yang tidak tertandingi, tidak bisa membedakan pertanyaan antara “bagaimana track record calon?” dengan “apakah dia kelihatan berwibawa?”, dan kita masih bisa sombong membicarakan hal-hal rumit di depan umum tanpa berpikir terlebih dahulu? Tidakkah kita terlalu sering merendahkan diri kita sendiri, dengan berbicara dan bertindak tanpa berpikir dengan baik? Bukankah kita sendiri yang memilih untuk tidak menggunakan akal dengan benar, satu-satunya kualitas yang kita miliki itu? Bukankah hal yang bijaksana untuk sesekali menerima kesalahan sistematika berpikir kita, dan mempertimbangkan kritik dari orang lain?

Dan saat seseorang berkata ‘anda tidak selalu benar’, kita masih berharap dapat meminumkan racun pada orang tersebut. Yang benar saja! Harap diingat, penulis pun tidak selalu benar.

“Our comforting conviction that the world makes sense rests on a secure foundation: our almost unlimited ability to ignore our ignorance.” Daniel Kahneman.

Mi’rajul Akbar
Kader HMI MPO FPSB UII Jurusan Psikologi 2013

Pengurus HMI MPO Asahan Dilantik

AsahanPengurus  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Asahan periode 2014-2015 secara resmi dilantik. Pelantikan pengurus PC HMI Asahan tersebut dihadiri oleh Bupati Asahan yang diwakili oleh staff Ahli Bidang kemasyarakatan, Drs H Asbi MSi, KNPI Asahan serta organisasi kemahasiswaan lainnya di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan.

Periode ini, HMI MPO Asahan diketuai Nur Iman dan sekretaris Umum Tengku Fahruja mengambil tema ‘Reformasi Pemikiran Mahasiswa menjadi Pemimpin yang Berideologi Islam Cerdas, Visioner, Progresif, guna Menjadi Insan yang Ulil Albab yang diridhio Allah SWT.’ Pelantikan ditandai dengan pembacaan surat keputusan dan dibaiat oleh Badko HMI Sumatera Raya, Mizan Mustofa.

Menurut Ketua HMI Cabang Asahan, Nur Iman, regenerasi kepemimpinan selalu terjadi dalam setiap wadah organisasi, tak terkecuali HMI. Proses regenerasi itu menunjukkan terjadinya perpindahan kepemimpinan dari kader yang satu pada kader lainnya.

“Distribusi kader, dalam hal ini, menjadi keharusan demi menjaga keberlangsungan roda organisasi. Begitupun yang terjadi pada HMI Cabang Asahan,” kata Nur Iman dalam sambutannya usai dilantik.

Sementara itu Bupati Asahan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs. H. Asbi., MSi, mengharapkan adanya sinergitas antara Pemkab Asahan  dan HMI.

“Sinergitas ini bertujuan dalam rangka menjaga stabilitas dan integritas bangsa sebab HMI adalah organisasi yang memiliki peran strategis dalam memainkan peranan dalam menjaga stabilitas bangsa ini,” kata Bupati.

Badko HMI MPO Sumatera Raya Mizan Mustofa, dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan strategis organisasi dalam penguatan internal demi menjawab problematika yang dihadapi HMI di masa depan. (Harian Asahan)

Bentrok Anggota TNI-Polri, Saatnya Benahi Alat Negara

AMRHMINEWS.Com – Sekjen PB HMI (MPO), Abdul Malik Raharusun, menyatakan bentrokan anggota TNI-Polri sangat mengkhawatirkan masyarakat sipil. Karenanya negara harus menertibkan dua alat negara tersebut.

“Kasus penembakan anggota TNI oleh Anggota Polri di Batam yg berujung bentrokan dua alat negara sangat mengkhawatirkan kita masyarakat sipil. Pasalnya oknum yg terlibat bentrok adalah alat negara yg ditugaskan guna menjaga stabilitas negara kini justru pemicu konflik,” kata Abdul Malik Raharusun, Selasa (23/9/2014).

Apa lagi seperti berita di media-media, lanjutnya, konflik ini bahkan dipicu oleh kecemburuan prakter ilegal pengamanan bisnis ilegal pula. Jika benar maka hal ini sangat memalukan. “Aparat yang seyogianya menjaga negara dari praktek-praktek ilegal kini terlibat bahkan melindungi praktek ilegfal tersebut,” lanjut Abdul Malik.

Abdul Malik menyebut, praktek bisnis ilegal di daerah yang didukung anggota TNI atau Polri seringkali menjadi buah bibir masyarakat. Di pedalaman Nusantara ini ada ilegal oil, ilegal logging, ilegal fishing bahkan seringkali transaksi obat terlarang.

“Kini waktunya pemerintah mengambil langkah tegas menertibkan alat-alat negara di daerah. Hal ini dapat diawali dengan membentuk Pansus untuk kasus Batam jika benar pemicunya adalah karenaa kecembruan terhadap jasa ilegal oil maka kasus Ini dapat dijadikan tesis oleh pansus untuk menyelidiki praktek illegal di daerah-daerah lainnya,” pungkas mahasiswa doktoral UNJ tersebut.

Batra FEB UGM Diikuti Peserta dari Tiga Kampus

batraHMINEWS.Com – Latihan Kader 1 (LK 1) HMI Komisariat FEB UGM diadakan pada 12-14 September 2014 diikuti oleh 23 peserta dari tiga kampus yaitu UGM, UMY, dan UIN Sunan Kalijaga. Batra (Basic Training) kali ini berbeda dengan biasanya karena materi Mulok diisi oleh salah satu alumni HMI FEB UGM, Dr. Revrisond Baswir, 12-14 September 2014.

Dr. Revrisond Baswir yang biasa disapa Pak Soni ataupun Kanda Soni berbagi pengalaman dan pandangannya mengenai organisasi pergerakan dan musuh yang harus dilawan pada era globalisasi seperti ini.

Tidak seperti dialog maupun perbincangan dengan alumni HMI lainnya, Kanda Soni memberikan wejangan kepada anggota dan calon anggota HMI mengenai prinsip yang harus dipegang teguh. Beliau menjelaskan HMI MPO lahir dari semangat untuk menjaga prinsip walau ada gejolak politik yang mempengaruhi.

HMI MPO beruntung karena independen sehingga bisa memiliki sikap sendiri, terlepas dari dinamika politik nasional. Namun, pada kenyataannya ada beberapa alumni HMI yang meninggalkan prinsipnya demi kepentingan politik dan kepentingan pribadinya. Menurut Kanda Soni memang godaan di dunia itu tidak ada habisnya sehingga alumni-alumni pun banyak juga yang akhirnya menuju jalan yang tidak sesuai prinsip yang dipegangnya.

Kanda Soni mengutarakan kritikan pedas ini bukan hanya dilatarbelakangi keberaniannya dalam mengungkapkan apa yang beliau pikirkan namun juga kepeduliannya pada prinsip yang dipegang di HMI MPO yaitu independensi dan berpegang pada prinsip yang diyakini benar. “Lebih baik kita mengkritik organisasi yang diikuti daripada menginjak-injak prinsip. HMI bukan alat menghalalkan segala cara”.

Beliau juga menanyakan kepada kami semua “Rejeki, jodoh, mati di tangan Allah SWT. Percaya atau tidak?” Beliau menanyakan hal ini karena menurut beliau banyak mantan aktivis yang justru berebut kekuasaan karena tidak mempercayai bahwa rejeki ada di tangan Allah SWT.

Beliau juga mengingatkan kepada kami bahwa jangan berikan kekuasaan kepada siapa yang menghendaki karena itu akan mengkhianati.

Sesi dialog dengan alumni ini diakhiri dengan harapan yang disampaikan oleh Kanda Soni kepada anggota HMI yaitu HMI nantinya akan mampu melahirkan guru-guru bangsa, bukan melahirkan mafia-mafia karena HMI bukanlah organisasi yang melatih mahasiswa menjadi poli-”tikus” namun menjadi seorang mahasiswa yang kritis dan berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang diyakini.

Aanisah Kusdinar Purwandari
FEB UGM

Pengurus HMI MPO Depok 2014-2015 Dilantik

depokHMINEWS.Com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Depok periode 2014-2015 dilantik.Bertempat di rumah makan Hefchick, Komplek Perumahan Pelni Depok, Sabtu (20/9/2014) sore.

Kepengurusan hasil konferensi Agustus lalu itu, diketuai Imam Lazuardy Putrautama, mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (UI), sedangkan Sekretaris Umum Ahmad Tombak Islam al Ayyubi.

Bersama jajaran pengurusnya, Imam membaca ikrar dan dilantik langsung oleh Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kornas KOHATI, Desi Marisa, Kornas LAPMI, serta dari Korps Pengder Nasional, Ade.

Pelantikan ini juga dirangkai dengan diskusi yang diisi oleh mantan Ketua Umum PB HMI MPO, Safinuddin Al Mandari serta Azwar Muhammad, dengan tema diskusi “Ijtihad Membangun Basis Intelektual Profetik HMI Cabang Depok: Ikhtiar Memperkuat Gerakan dan Ishlahul Umat.”

Sekretaris Umum : Ahmad Tombak Islam Al Ayyubi
Wakil Sekretaris Umum: Yan Simba Patria
Bendahara Umum : Yusrina

Ketua Bidang Internal : M Qaulan Sadiida
Staf Bidang Internal : Amarullah Pamuji, Ferdian Rozalnanda, Zakaria Zulfikar
Ketua Bidang Eksternal: Derry Permana Yusuf
Staf Bidang Eksternal: Alfaiz Vi Afkara, Dani Nurachman, M Wahyu Anugerah Putera

HMI Lombok Timur Rangkaikan Pelantikan dengan Batra

Lotim
Para peserta LK1

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Lombok Timur yang baru terbentuk berhasil menggelar Latihan Kader (LK) 1. Acara LK1 atau batra ini dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang periode 2014-2014.

Batra se-Cabang Lombok Timur ini diselenggarakan di Desa Gili Lampu, Kecamatan Sambelia, Kabuapten Lombok Timur, NTB, Kamis-Ahad (18-21 September 2014). Koordinator Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Badko Sulambanusa, Dedi Ermansyah mengawal kegiatan di cabang baru ini. Selain itu, Ketua Badko Sulambanusa, Zaenal Abidin Riam dengan sejumlah stafnya juga hadir.

Pegiat HMI MPO Lombok Timur, Alif Babuju menyatakan, meski kendala datang bertubi-tubi, namun panitia dan seluruh peserta tetap bertahan hingga selesai. ia juga berterima kasih dengan kedatangan pengurus Badko yang memerlukan langsung mengawal kegiatan tersebut.

“Terimakasih kepada PB HMI yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri dan melantik Pengurus Cabang HMI Cabang Lombok Timur pada acara Bastra Akbar yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Cabang HMI Lotim Periode 1435-1436 H/ 2014-2015 M,” ujar Alif.

Bersatu Membangun Masa Depan Indonesia

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

MMdMarilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita diberi daya dan kesempatan untuk berkumpul pada malam hari ini dalam rangka resepsi atau acara puncak Peringatan Hari Ulang Tahun KAHMI yang ke 48. Rasa syukur ini semakin dalam terasa di lubuk hati kita karena dari waktu ke waktu KAHMI dapat menunjukkan ketulusan hidzmahnya kepada nusa dan bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam waktu yang panjang KAHMI telah ikut membangun NKRI dengan segala suka dan dukanya. Banyak pejuang KAHMI yang telah mendahului kita dan masih banyak yang sampai saat ini melanjutkan kiprahnya. KAHMI memang bertekad akan terus menjaga Republik ini untuk selamanya.

Marilah pula kita kenang para pendiri HMI dan tokoh-tokoh KAHMI yang telah mendahului kita disertai ucapan terimakasih dan doa agar mereka mendapat tempat yang layak di sisi-Nya, sesuai dengan amal shaleh yang telah mereka persemabahkan kepada NKRI dan telah mereka wariskan kepada kita yang masih tinggal di dunia ini. Kita mengenang dan terus bertekad untuk melanjutkan perjuangan mulia para pendahulu kita yang telah menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan bangsa dengan mendirikan dan mengurus HMI seperti Lafran Pane, Nurcholish Madjid, Achmad Titosudiro, Deliar Noer, Mintaredja, Ismael Hasa Metareum, dan lain-lain. (mengheningkan cipta)

Untuk mempekuat posisi HMI dan KAHMI dalam mosaik sejarah Indonesia, atas banyak usul dari KAHMI wilayah-wilayah, seperti KAHMI Sumatera Utara, pada tahun ini Majelis Nasional telah membentuk satu Tim yang dipimpin oleh Ketua Majelis Pakar Prof. Laode Kamaluddin yang bertugas menyiapkan segala sesuatu guna mengusulkan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk menjadikan Prof. Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Pengusulan Prof. Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional tidaklah berlebihan mengingat HMI yang didirikannya serta KAHMI yang menjadi wadah alumninya telah berperan begitu besar bagi berdiri dan bertahannya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan ideologi dan sistem konstitusionalnya yang kokoh.

Warga KAHMI dan para hadirin yang berbahagia

menhut
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dalam acara penanaman pohon bakau (foto: @aKUDEV)

Dalam sepanjang perjalanannya, KAHMI sesuai dengan jatidirinya, sebagai himpunan insan akademis yang pencipta dan pengabdi KAHMI sudah menyatu dengan perjalanan bangsa dan negara kita, bukan hanya dalam menyumbang penguatan konsep ideologi dan konstitusi yang mempersatukan bangsa tetapi juga menyumbangkan orang-orangnya untuk turut mengelola negara dan mengabdi kepada bangsa di berbagai lapangan kehidupan.

Saat-saat ini kita sedang mencatat dengan bangga dan penuh syukur ke hadlirat Allah SWT bahwa salah seorang tokoh KAHMI yang juga sebagai Ketua Majelis Etik Presidium MN-KAHMI yaitu Bapak Jusuf Kalla pada tahun 2014 ini telah terpilih sebagai Wakil Presiden RI untuk keduakalinya. Tentu menjadi keharusan bagi Keluarga Besar KAHMI untuk, pada kesempatan ini, mengucapkan selamat kepada Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla yang telah terpilih sebagai pasangan Presiden/Wakil Presiden dengan iringan doa semoga selamat dan sukses dalam melaksanakan tugas.

Kita mencatat pula bahwa di luar jabatan Wakil Presiden, peran KAHMI di lembaga-lembaga negara juga sangat signifikan. Jabatan-jabatan pimpinan di lembaga negara seperti MPR, DPR, DPD, MA, MK, KY, BPK, KPK sudah pernah atau sedang dipimpin oleh warga KAHMI. Begitu juga jabatan-jabatan penting di birokrasi pemerintahan mulai dari tingkat Pusat sampai ke unit pemerintahan terendah, juga dalam berbagai profesi serta civil society organization (CSO) sangat banyak diisi oleh orang-orang KAHMI. Kepada mereka pun kita berdoa agar sukses dalam tugas dan bisa mengakhirinya dengan selamat.

Warga KAHMI dan hadirin yang terhormat

Doa untuk para pemegang amanah dari KAHMI agar sukses dan selamat dalam tugas tersebut adalah penting oleh karena sejauh terkait dengan peran alumni HMI dalam penyelenggaraan negara dan pemerintahan ada saja noda hitamnya, betapapun kecilnya. Artinya, dari gumpalan besar prestasi-prestasi KAHMI itu ada juga titik-titik noda yang selalu mencerminkan dan membenarkan pepatah, “tak ada gading yang tak retak”, sehebat apa pun KAHMI pasti ada nodanya jua. Dalam catatan perburuan penegak hukum terhadap tindak pidana korupsi, misalnya, harus diakui ada beberapa alumni HMI yang diburu, ditangkap, dan dipenjarakan, seperti halnya terjadi pada kelompok-kelompok alumni organisasi mahasiswa yang lain.

Kita sering kaget dan merasa malu ketika ada alumni HMI yang digelandang ke pengadilan tipikor oleh KPK karena korupsi; sementara banyak sanjungan melangit dari masayarakat kepada KPK karena prestasinya dalam memerangi korupsi di negeri tercinta ini. Tapi banyak yang lupa atau bahkan tak perduli, bahwa sebagian besar komisioner yang ada di KPK itu adalah alumni HMI juga. Oleh sebab itu sanjungan terhadap KPK harus kita maknai juga sebagai sanjungan terhadap KAHMI. Kita boleh prihatin dan malu jika ada alumni HMI yang ditangkap KPK karena korupsi, tetapi pada saat yang sama kita juga harus bangga karena KPK yang disanjung-sanjung masyarakat itu dipimpin oleh orang-orang KAHMI juga.

Itulah sebabnya, dalam menyikapi kiprah KPK itu, secara organisastoris MN-KAHMI memberikan dukungan sepenuhnya kepada lembaga antikorupsi itu. Pokoknya, kita dukung KPK dalam berperang, memberantas, dan menindak keras para koruptor siapapun pelakunya. Kita tetap menitipkan ide dan pesan moral agar pimpinan KPK yang dari KAHMI tetap membawa idelisme KAHMI untuk menyelamatkan dan membangun Indonesia ini sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur (negara yang bersih di bawah ridha dan ampunan Tuhan) dan bukan baldatun sayyiatun wa rabbun rujuum (negara yang kotor di bawah kutukan Tuhan). KAHMI mendorong KPK untuk terus tegar memerangi korupsi tanpa pandang bulu karena hal itu adalah bagian dari misi KAHMI untuk menyelamatkan dan membangun Indonesia. Seperti dikatakan oleh warga KAHMI yang lain, yang kini menjadi hakim agung yang sangat disegani, yakni Artijo Alkostar, korupsi harus diperangi secara keras dan pelakunya harus dihukum berat karena “korupsi adalah kanker ganas yang bisa mematikan negara”. KAHMI harus ikut menjaga kesehatan negara dan menjamin keselamatannya dari korupsi sebagai kanker ganas bagi negara.

Tentu saja dukungan besar dari KAHMI terhadap KPK yang seperti itu tak menutup kemungkinan bagi dilakukannya kritik agar KPK menjadi lebih profesional dan lebih disegani. Oleh sebab itu MN-KAHMI pun mempersilahkan jika ada warga KAHMI yang melancarkan kritik terhadap KPK jika memang ada terngarai lembaga tersebut telah melakukan unprofessional dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Tetapi pada intinya, KAHMI mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam memerangi korupsi karena perang terhadap korupsi adalah bagian dari misi KAHMI, tetapi KAHMI juga mempersilahkan warganya untuk mengritik dan mengawasi KPK agar dalam melaksanakan tugasnya tetap profesional, menegakkan keadilan tanpa mengabaikan perlindungan terhadap Hak Azasi Manusia.

Warga KAHMI dan hadirin yang berbahagia

Peringatan Hari Ulang Tahun KAHMI yang ke-48, tahun 2014, ini mengambil thema “Bersatu Membangun Masa Depan Indonesia”. Pemilihan topik ini ditentukan melalui diskusi mendalam di Presidium MN KAHMI karena dua hal. Pertama, sejak awal KAHMI menjadikan kebersatuan bangsa Indonesia sebagai salah satu hal yang utama dalam platform perjuangannya, sebab, yang akan kita bangun adalah Indonesia yang persatuannya kokoh sehingga dengan itu bisa dibangun sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur. Oleh sebab itu, dalam sutuasi dan dengan cara apa pun KAHMI harus menguatkan kebersatuan Inodnesia sebagai dasar dan tujuan perjuangannya.

Kedua, pada saat ini kita baru saja keluar dari kontes politik nasional yang meriah, tetapi juga menegangkan dan panas yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Kita menyaksikan secara benderang bahwa telah terjadi polarisasi yang cukup tajam di tengah-tengah masyarakat kita dalam Pilpres ini karena perbedaan pemberian dukungan. Warga KAHMI sendiri, seperti halnya masyarakat pada umumnya, mempunyai pilihan politik yang berbeda-beda sehingga sejak awal kita bersepakat untuk tidak menggunakan institusi KAHMI dalam mendukung atau tidak mendukung salah satunya.

Alhamdulillah, Pilpres itu sendiri sudah selesai dengan hasil yang sah baik secara demokrasi (kedaulatan rakyat) maupun secara nomokrasi (kedaulatan hukum). Namun, diakui atau tidak diakui, pembelahan politik dalam Pilpres itu sampai sekarang belum sepenuhnya pulih karena di sana sini masih terjadi pergulatan atau gap psikologi. Ada kekhawatiran, jangan-jangan stabilitas atau kelancaran tugas-tugas pemerintahan kita ke depannya terganggu. Di sinilah letak pentingnya untuk menekankan agar seluruh warga KAHMI bekerja keras agar bangsa Indonesia tetap bersatu.

Persatuan, meminjam istilah Bung Hatta, bukanlah persatean yang menyebabkan orang selalu membebek dan tidak bisa kreatif untuk keluar dari satu pengendalian yang hegemonik. Persatuan harus kita bangun dalam visi dan platform untuk mencapai tujuan-tujuan kita berbangsa dan bernegara tetapi dengan posisi politik dan langkah-langkah yang ditempuh bisa saling berbeda, tidak harus disusun seperti setusuk sate.

Dalam konteks inilah  KAHMI mengajak seluruh warganya untuk memandang atau mengarahkan keberlanjutan perkubuan politik pasca Pilpres antara kubu Koalisi Merah Putih dan Kubu Indonesia Hebat agar keduanya bersatu demi Indonesia meski berbeda dalam pilihan dan langkah-langkah politik untuk mencapai tujuan yang sama. Ibaratnya kedua koalisi ini menuju tempat yang sama yakni masa depan Indonesia yang lebih baik tetapi melalui jalan dan peran yang berbeda. Adalah baik seandainya kebersatuan itu bisa disepakati melalui kebersamaan dan kerjasama atau gotong royong baik di legislatif maupun di eksekutif secara paralel tanpa perkubuan. Tetapi manakala kerjasama atau gotong royong seperti itu tidak bisa dilakukan maka memilih posisi yang berbeda tetap bisa baik bagi bangsa dan negara asal tujuannya tetap sama yakni membangun kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Keduanya tidak boleh bermusuhan tetapi boleh berkompetisi untuk kebaikan masa depan Indonesia melalui posisi masing. Memang polarisasi perkubuan koalisi sekarang ini bisa dilihat sebagai negatif karena berpotensi melahirkan pemerintahan yang tidak stabil atau penuh hambatan, tetapi bisa juga dipandang dan dijadikan sebagai hal yang positif dalam menguatkan pembagian tugas pemerintahan dalam artinya yang luas. Kita bisa menjadikan situasi perkubuan koalisi yang asa sekarang ini  sebagai hal yang positif yakni menjadikannya sebagai momentum untuk memulai membangun saling kontrol dan keseimbangan (checks and balances) secara sehat dalam sistem ketatanegaraan. Yang satu bisa mengelola eksekutif sedangkan yang lainnya bisa berkosentrasi untuk mengimbangi secara sehat di legislatif melalui posisi dan fungsi konstitusionalnya masing-masing di dalam sistem Presidensiil.

Warga KAHMI yang secara nyata banyak bergabung di kedua itu dapat berperan aktif untuk menyatukan tujuan dalam pilihan jalan politik yang berbeda itu melalui pemberian dukungan secara kuat terhadap pihak yang didukungnya, yang mana pun itu. Kalau ini bisa dilakukan dengan baik maka sistem ketatanegaraan kita ke depan akan semakin sehat dengan hadirnya checks and balances yang bukan untuk saling menghambat tetapi saling bersinergi untuk kesejahteraan rakyat kita. Kita tak perlu tersandera oleh pendapat, bahwa di dalam sistem Presidensiil tak dikenal koalisi karena koalisi hanya ada di dalam sistem parlementer. Saya selalu mengatakan bahwa hukum tata negara di suatu negara itu tidak tunduk pada teori dan tidak harus mengikuti yang berlaku di negara lain. Tidak ada teori hukum tata negara yang asli karena setiap hukum tata negara yang dimuat di dalam konstitusi itu dibuat berdasarkan kebutuhan domestiknya sendiri-sendiri. Apa yang harus kita lakukan adalah apa yang tertulis secara resmi di dalam konstitusi; sedangkan yang tak dilarang secara resmi di dalam konstitusi dan hukum, seperti koalisi, adalah boleh dilakukan sepanjang dibutuhkan dalam realitas politik dan masih dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan guna mencapai tujuan negara yakni kesejahteraan rakyat.

Warga KAHMI dan hadirin yang berbahagia

Di antara rangkaian peringatan HUT KAKHMI ke 48 ini Presidium Majelis Nasional juga telah menyelenggarakan simposium tentang “Cetak Biru Indonesia Masa depan” serta seminar tentang kedaulatan pangan dan ketahanan energi. Kita bersyukur bahwa ternyata warga KAHMI mempunyai ahli-ahli hampir dalam semua bidang IPTEK. Kita mempunyai ahli-ahli di bidang ekonomi, kelautan, kehutanan, perhubungan, kesehatan, pendidikan, IT, pangan, lingkungan, hukum, politik, geografi, dan semua bidang yang tak mungkin disebutkan satu persatu. Puji syukur ke hadhirat Allah, kemerdekaan yang diperoleh atas berkat rahmat Allah telah memungkinkan bangsa ini melahirkan banyak pemimpin dan banyak ahli, termasuk pemimpin dan ahli yang pernah melalui penggodokan pematangannya di kawah candradimuka, HMI dan KAHMI.

Melalui simposium dan seminar yang diadakan awal pekan ini kita menjadi tahu bahwa para ahli yang kita miliki dapat mengidentifikasi dengan baik persoalan yang kita hadapi dalam setiap bidang dan tahu pula bagaimana cara mengatasinya. Ibarat dokter, para ahli yang kita miliki sudah bisa mendiagnosa penyakit dan menentukan panasea atau terapinya. Sayangnya, meskipun kita berhasil merumuskan diagnosa dan terapi serta panasea untuk berbagai persoalan tetapi cara melaksanakan terapi itu berjalan semrawut, tidak terkordiner dengan baik, dan cenderung berjalan sendiri-sendiri karena ego sektoral. Itulah sebabnya, ketika kita mengupayakan mencari cetak biru maka yang ditemukan, meminjam istilah tokoh KAHMI Prof. Anwar Arifin, adalah cetak buram.

Salah satu kesimpulan penting dari simposium dan seminar yang kita laksanakan kemarin adalah bahwa kita memerlukan kepemimpinan yang kuat. Yakni kepemimpinan yang visioner serta dapat secara tegas melakukan pilihan-pilihan kebijakan untuk melaksanakan pemerintahan dan pembangunan secara terkordinasi dan terarah sesuai dengan kebijakan yang telah dipilih guna mencapai target bersama. Saat ini kita berada pada momentum yang tepat untuk menyerasikan langkah di bawah satu visi yang kuat dengan pilihan kebijakan tentang arah dan terapi yang terpadu karena kita akan segera mempunyai pemerintahan yang baru. Seluruh warga KAHMI harus berperan melalui posisinya masing-masing untuk menyongsong masa depan Indonesia yang lebih baik dengan membantu pemerintahan yang baru baik di eksekutif maupun di legislatif serta di cabang-cabang dan ranting pemerintahan lainnya.

Dirgahayulah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam.

Jakarta, 19 September 2014
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI

Prof. Moh. Mahfud MD

*) Pidato Kordinator Presidium Majelis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Prof. Dr. Moh. Mahfud MD pada Resepsi Peringatan HUT KAHMI ke 48 di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Jum’at 19 September 2014.

Kasus Anas, PB HMI: Berani Adil Hebat

pb hmi di kyHMINEWS.Com – Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga tertinggi yang menaungi hakim-hakim didesak agar melindungi hakim yang mengadili Anas Urbaningrum agar memutus perkara dengan adil. Hal tersebut didesakkan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang bermarkas di Jalan Sultan Agung, Manggarai Jakarta Selatan.

“KY sebagai lembaga tertinggi yang menaungi hakim-hakim harus menegaskan agar hakim-hakim bertindak adil dalam memutuskan perkara Anas. Hakim memutuskan sesuai dengan fakta persidangan, bukan opini yang berkembang selama ini,” kata Tegar Putuhena, salah seorang personel PB HMI yang datang ke Komisi Yudisial di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, bersama 20-an pengurus yang lain, Senin (22/9/2014) siang.

PB HMI tidak ingin ada intervensi dan politisasi terhadap kasus AU, termasuk oleh Komisioner KPK sekalipun. Menurut Tegar, apa yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum dengan selalu mengaitkan AU dengan HMI sangat merugikan perkaderan HMI di daerah-daerah. Hal ini pula yang kemudian membuat PB HMI bergerak aktif mendukung agar kasus Anas dituntaskan secara transparan.

PB HMI juga selalu memantau persidangan AU sejak awal hingga penuntutan dan terakhir pledoi AU sendiri. Mereka melihat apa bahwa JPU hanya copy-paste tuntutan dari naskah dakwaan, yang semua didasarkan pada keterangan Nazarudin dengan menafikan keterangan saksi lain.

Kepala Bagian Pengolahan Laporan Masyarakat Komisi Yudisial, Indra Syamsu, mengatakan bahwa KY sejak Agustus telah memantau persidangan kasus Anas. Mereka merekam jalannya sidang, mencatat keterangan saksi-saksi, serta semua yang terjadi di dalam dan luar persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut.

“Pemantauan sudah kami lakukan sejak Agustus. Komisioner sendiri datang menyaksikan langsung persidangan,” Indra Syamsu kepada PB HMI.

Pantauan KY tersebut, lanjut Indra, adalah untuk mengetaui ada atau tidaknya kepentingan politik yang bermain dan intervensi dalam kasus Anas. “Nanti kita akan meng-compare antara putusan hakim dengan fakta-fakta persidangan,” lanjut dia.

Selain di Jakarta, PB HMI telah menginstruksikan cabang-cabang se-Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas untuk senior mereka di daerah masing-masing pada hari Selasa (23/9). Sidang vonis Anas akan digelar pada tanggal 24 September 2014.

#PB HMI ‘Dipo’