Pledoi Anas Urbaningrum: JPU Hanya Percayai Omongan Nazar

Anas UHMINEWS.Com – Terdakwa kasus dugaan suap proyek Hambalang, Anas Urbaningrum menyatakan Jaksa Penuntut Umum KPK sejak awal hanya mempercayai Nazarudin, mengabaikan saksi lain dan menihilkan fakta-fakta persidangan.

“Keterangan para saksi telah dengan jelas membantah dakwaan Jaksa Penuntut Umum yang diulangi lagi dalam surat tuntutan, seolah-olah keterangan para saksi dianggap tidak ada, hanya keterangan saksi Muhammad Nazarudin yang dianggap ada dan benar, padahal justru kenyataannya adalah sebaliknya,” kata Anas Urbaningrum dalam pembelaannya  di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (18/9/2014) sore.

Anas membeberkan, JPU sejak awal selalu mengaitkan dirinya selaku anggota DPR RI dengan proyek-proyek dari pembiayaan APBN dan APBNP yang digarap Nazarudin. Ia secara rinci juga membantah dakwaan bahwa dirinya menerima Rp 118.704.782.230 dan uang sebesar 5.291.070 USD.

“Adalah pemaksaan dakwaan dan tuntutan, tidak berdasar, tidak memakai logika, tidak berdasarkan bukti, irasional dan hanya berdasarkan keterangan sepihak di dalam BAP saksi Muhammad Nazarudin serta telah terbantah secara telak oleh para saksi yang dihadirkan sendiri oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam persidangan yang terhormat ini,” lanjut Anas.

Sementara mengenai uang senilai Rp 2,305 miliar dari PT Adhi Karya untuk membantu pencalonan dirinya dalam kongres Partai Demokrat juga tidak terbukti. Bahkan untuk poin tersebut, JPU berubah-ubah menyebut besarannya terhadap terdakwa lain.

Sidang 1/3 Kongres Partai Demokrat

Anas menyatakan, sejak awal JPUhanya mengkhususkan dirinya. KPK juga tidak mampu menyentuh pihak lain yang secara objektif hukum setara dengannya, tetapi secara politik tidak boleh tersentuh oleh proses hukum terkait kongres.

“Pada saat disebut bahwa bukan panitia kongres yang dihadirkan, tentu yang dimaksudkan adalah panitia pengarah yang ketuanya adalah Edhy Baskoro Yudhoyono karena faktanya adalah telah dihadirkan Didik Mukrianto ketua panitia kognres yang telah diperiksa sebagai saksi pada proses penyidikan, padahal siapapun mengerti bahwa tentang penyelenggaraan kongres pasti melihat kepada panitia pengarah sebagai pihak yang paling paham tentang seluruh rangkaian acara dan bagaimana kongres diselenggarakan,” paparnya.

Usai pembacaan pledoi pribadinya, sidang dilanjut dengan pembacaan pledoi oleh tim kuasa hukum yang dimulai oleh Hindun Anisah dan dilanjut oleh Adnan Buyung Nasution.