Kasus Anas, PB HMI: Berani Adil Hebat

pb hmi di kyHMINEWS.Com – Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga tertinggi yang menaungi hakim-hakim didesak agar melindungi hakim yang mengadili Anas Urbaningrum agar memutus perkara dengan adil. Hal tersebut didesakkan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) yang bermarkas di Jalan Sultan Agung, Manggarai Jakarta Selatan.

“KY sebagai lembaga tertinggi yang menaungi hakim-hakim harus menegaskan agar hakim-hakim bertindak adil dalam memutuskan perkara Anas. Hakim memutuskan sesuai dengan fakta persidangan, bukan opini yang berkembang selama ini,” kata Tegar Putuhena, salah seorang personel PB HMI yang datang ke Komisi Yudisial di Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, bersama 20-an pengurus yang lain, Senin (22/9/2014) siang.

PB HMI tidak ingin ada intervensi dan politisasi terhadap kasus AU, termasuk oleh Komisioner KPK sekalipun. Menurut Tegar, apa yang dilakukan Jaksa Penuntut Umum dengan selalu mengaitkan AU dengan HMI sangat merugikan perkaderan HMI di daerah-daerah. Hal ini pula yang kemudian membuat PB HMI bergerak aktif mendukung agar kasus Anas dituntaskan secara transparan.

PB HMI juga selalu memantau persidangan AU sejak awal hingga penuntutan dan terakhir pledoi AU sendiri. Mereka melihat apa bahwa JPU hanya copy-paste tuntutan dari naskah dakwaan, yang semua didasarkan pada keterangan Nazarudin dengan menafikan keterangan saksi lain.

Kepala Bagian Pengolahan Laporan Masyarakat Komisi Yudisial, Indra Syamsu, mengatakan bahwa KY sejak Agustus telah memantau persidangan kasus Anas. Mereka merekam jalannya sidang, mencatat keterangan saksi-saksi, serta semua yang terjadi di dalam dan luar persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut.

“Pemantauan sudah kami lakukan sejak Agustus. Komisioner sendiri datang menyaksikan langsung persidangan,” Indra Syamsu kepada PB HMI.

Pantauan KY tersebut, lanjut Indra, adalah untuk mengetaui ada atau tidaknya kepentingan politik yang bermain dan intervensi dalam kasus Anas. “Nanti kita akan meng-compare antara putusan hakim dengan fakta-fakta persidangan,” lanjut dia.

Selain di Jakarta, PB HMI telah menginstruksikan cabang-cabang se-Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas untuk senior mereka di daerah masing-masing pada hari Selasa (23/9). Sidang vonis Anas akan digelar pada tanggal 24 September 2014.

#PB HMI ‘Dipo’