Aktivis Lingkungan Tolak Menteri Lingkungan Hidup dari Partai

kerusakan lingkungan
Kerusakan Lingkungan (ilustrasi, net)

HMINEWS.Com – Forum Pemerhati dan Penyelamatan Lingkungan Hidup Nasional serta Perkumpulan Pencinta Alam Seluruh Indonesia menolak politisasi sektor lingkungan hidup. Tegasnya, mereka menolak calon menteri Lingkunan Hidup dari kalangan politisi.

Alasan mereka, kerusakan lingkungan hidup Indonesia sudah mencapai titik yang paling parah dan mengganggu kesimbangan ekosistem serta mendatangkan berbagai macam jenis penyakit. Penebangan hutan secara besar besaran telah menganggu keanekaragaman hayati yang menjadi kebanggaan banga Indonesia sejak dahulu dan perlahan akan punah.

Selain itu, industri pertambangan yang mempunyai daya rusak lingkungan yang tinggi telah menhancurkan ekosistem di beberapa Pulau di antaranya Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi serta daerah daerah lainya.

Semua hal itu, kata mereka, terjadi akibat kebijakan Menteri Lingkungan Hidup yang sangat tidak mendukung program perlindungan Lingkungan Hidup. Sosok Menteri Lingkungan Hidup Indonesia umumnya diisi oleh kader-kader Politik yang selalu mendahulukan kepentingan partai dibandingkan kepentingan melindungi Lingkungan Hidup.

“Sebutlah nama-nama kader Golkar seperti Emil Salim, Sarwono Kusumaatmadja, Juwono Soedarsono dan Rahmat Witoelar atau Sonny Keraaf dari PDIP, yang ditunjuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup dan mengeluarkan kebijakan Lingkungan Hidup namun menyebabkan kerusakan Lingkungan Hidup yang besar besaran di Indonesia,” kata rilis yang ditandatangani masing-masing ketua Forum Pemerhati dan Penyelamatan Lingkungan Hidup Nasional serta Perkumpulan Pencinta Alam Seluruh Indonesia, Khairul Saleh dan Johan Sebastian Manurung, Jumat (10/10/2014).

Keduanya melanjutkan, sekarang terdengar kabar bahwa Iskandar Mandji, salah satu kader Gokar yang pernah menjadi Wakil Sekjen Partai Golkar, menjadi calon kuat untuk menjadi Menteri Lingkungan Hidup. Iskandar Mandji adalah pengusaha yang mempunyai banyak usaha di pertambangan, perkebunan dan industri logam.

“Iskandar Mandji tidak pernah terdengar kiprah nya dalam upaya penyelamatan Lingkungan Hidup di Indonesia, melainkan bisnis yang dimilikinya sekarang justru termasuk jenis usaha yang merusak Liengkungan Hidup,” lanjut mereka.

Terakhir, forum ini mendesak Jokowi dan Jusuf Kalla beserta semua koalisi pendukungnya, baik dari kalangan profesional, partai, aktivis dan lainnya untuk memprioritaskan upaya Perlindungan Lingkungan Hidup dan tidak menunjuk sosok-sosok yang tidak mengerti upaya penyelamatan Lingkungan Hidup Nasional, serta tidak menunjuk kader partai untuk hal tersebut. Menteri Lingkunan Hidup yang dipilih haruslah sosok yang telah terbukti berjuang secara nyata dan kongkrit bagi pengelolaan dan perlindungan Lingkungan Hidup Indonesia.