Muhammadiyah: Pemerintah Tak Perlu Takut Selama Perjuangkan Rakyat

Din SyamsuddinHMINEWS.Com -Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengatakan Muhammadiyah ingin mengawal NKRI yang berdasarkan Pancasila sebagai darul ‘ahdi (negara kesepakatan), darus syahadah (negara pembuktian) dan juga menegakkan konstitusi. Sebagai konsekuensinya, Muhammadiyah menerima apapun keputusan KPU dan MK sebagai bentuk ketaatan berkonstitusi.

“Pertama, kita ingin mengawal NKRI yang berdasarkan Pancasila ini sebagai darul ‘ahdi (negara kesepakatan), darus syahadah (negara pembuktian) dan juga menegakkan konstitusi, maka ketika ada Pilpres yang lalu, apapun keputusan KPU sebagai lembaga konstitusi, begitu pula MK, sebagai bentuk ketaatan berkonstitusi, dan inilah orientasi terpenting dari hidup berbangsa dan bernegara,” kata Din Syamsuddin dalam pengajian bulanan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (10/10/2014) malam.

Din juga memberi jaminan, pemerintahan Jokowi-JK tidak perlu takut kepada siapapun, termasuk kepada parlemen, selama pemerintahan berniat dan berbuat baik bagi rakyatnya.

“Saya yakin pemerintah selama bertekad berbuat baik bagi rakyat, tidak perlu takut kepada siapapun, termasuk kepada yang bernama parlemen,” lanjutnya.

Adapun mengenai dinamika politik, dengan baru terpilihnya ketua DPR, DPD dan MPR yang berasal bukan dari kubu Jokowi-JK, hal itu merupakan momentum untuk menegakkan prinsip konstitusi.

Selain menegakkan konstitusi dan konsitusionalisme, Din menegaskan bahwa Muhammadiyah akan tetap melakukan amar makruf nahi munkar.

“Jadi kita akan terus mendukung pemerintah siapapun, pertama selama pemerintah itu berbuat baik dan benar, hasanah bagi rakyatnya. Tapi juga Muhammadiyah tidak akan kehilangan keberaniannya sedikit pun untuk nahi munkar bila pemerintah itu tidak baik, tidak benar,” lanjutnya.

Pengajian bulanan ini juga dihadiri Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla yang juga menyampaikan sambutannya, mantan Menpora Adhyaksa Dault dan para petinggi Muhamadiyah.