PB HMI: Naiknya Harga BBM Bukti Rakyat Hanya Komoditas Kampanye

HMINEWS.C0m – Ingkarnya Jokowi-JK terhadap janji kampanye mereka untuk tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak membuktikan bahwa rakyat hanya dijadikan komoditas politik saat pencapresan.

“Masih hangat dalam ingatan kita bersama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjanji dalam masa kampanye Pilpres 2014 lalu berjanji tidak akan menaikkan harga BBM.  Tapi belum ada sebulan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden mereka menaikan harga BBM. Ini membuktikan bahwa rakyat selama ini hanya menjadi komoditas politik. Rakyat hanya digembirakan dengan janji-janji palsu,” kata Ketua Umum Pengurus Besar HMI MPO, Puji Hartoyo, Selasa (18/11/2014).

Kenaikan harga bbm sendiri terjadi  untuk premium dan solar, kenaikannya sekitar 30,7% untuk premium dan 36,3% untuk solar. Harga premium sekarang menjadi Rp. 8500 dari sebelumnya Rp. 6500 dan solar Rp. 7500 dari sebelumnya Rp. 5500.

Kebijakan ini sontak menuai banyak reaksi penolakan dari rakyat. Aksi penolakan ini pun terjadi diberbagai daerah yang pada umumnya dilakukan oleh mahasiswa. Di Jakarta misalnya terjadi aksi blokade jalan yang dilakukan oleh sejumlah aktivis HMI dijalan Cikini  Raya.

“Aksi protes yang marak ini disebabkan rakyat merasa dipermainkan oleh janji manis penguasa,” lanjut Puji.

Puji menyatakan masih akan melancarkan protes dengan kebijakan yang memberatkan tersebut.