Kisruh KPK-Polri, Presiden Disarankan Selesaikan di Luar Peradilan

HMINEWS.Com РPara pengamat menilai kisruh kasus calon Kapolri Komjen Budi Gunawan tidak lepas dari konflik internal elit Polri. Konflik figur yang belum selesai, ditambah  masalah kedekatan BG dengan Megawati dan tak lepas pula dari kepentingan mantan Presiden SBY.

“Ini sinergi line up gabung dengan tokoh-tokoh tertentu di Trunojoyo (Mabes Polri) sana yang nggragas, sudah bintang 3 tetapi tidak bisa mensyukuri sudah jadi bintang tiga daripada yang lain yang lebih pinter, yang lebih berkarakter,” kata Mayjend (purn) Saurip Kadi dalam diskusi IEPSH di Tebet, Ahad (18/1/2015).

Hal ini juga yang ia sebut sebagai ‘perang bintang’ elit Polri, yang menginginkan jabatan Kapolri tersebut.¬†Sementara politisi Nasdem, Kisman Latumakulita, menengarai adanya campur tangan asing dalam kemelut Kapolri ini.

“Saya menduga ini dominan sekali peran asing, supaya kita berantem terus. Kita diciptakan begini terus, kapan kita menyelesaikan persoalan kita sendiri?Kita menghadapi MEA yang sudah di depan mata. 2015 MEA berlangsung, pertumbuhan China turun 6-7 persen, pengangguran di China 250 juta, dan 50 juta manusia dari China akan membanjiri Indonesia. Lalu lintas barang menjadi tidak terdeteksi,” paparnya.

Ia pun menyarankan, untuk mengakhiri kemelut secepatnya, Presiden harus segera menggunakan kewenangannya, tampil sebagaimana Presiden SBY sebelumnya dalam kasus ‘Cicak -Buaya’ (KPK vs Polri), dengan penyelesaian di luar lembaga peradilan (out of court).

Sementara mantan Wakapolri, Komjen Pol (purn) Oegroseno menampik anggapan ini. Menurutnya promosi jabatan di Polri, termasuk pemberhentian Kapolri satu dan pengangkatan Kapolri berikutnya, adalah hal yang biasa terjadi, dari waktu ke waktu.