PB HMI: Amerika Harus Adil Terhadap Warga Muslim

HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) mengutuk penembakan tiga mahasiswa muslim di Amerika Serikat (USA). Tindakan tersebut merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia serius yang harus disikapi serius pula oleh Amerika Serikat. Demikian disampaikan Sekjen PB HMI MPO, Abdul Malik Raharusun di Jakarta, Sabtu (14/2/2015).

Abdul Malik menilai penembakan tersebut menunjukkan bahwa warga Amerika masih bersikap intoleran terhadap Islam dan umat Islam. Fenomena Islamofobia yang ditunjukan warga Amerika di media sosial maupun dalam interaksi sehari-hari menunjukan sebagaian warga Amerika tidak ramah terhadap nilai-nilai kemanusaan pada umumnya dan dunia Islam khususnya.

Sebagaimana diketahui tiga mahasiswa muslim korban penembakan di Chapel Hill, North Carolina, adalah Deah Barakat (23) dan istrinya Yusor Mohammad (21) serta sang adik, Razan Mohammad Abu Salha (19). Penembaknya adalah Craig Stephen Hicks (46) yang dikenal sebagai atheis.

“Tragedi ini menunjukan sikap biadab sebagian warga Amerika yang bertindak tidak manusiawi. Untuk itu PB HMI meminta, Pemerintah Amerika untuk tegas terhadap warganya yang melanggar hukum dengan menjatuhkan hukum yang seberat-bertanya kepada pelaku pembunuhan oleh karena aksi ini dipicu oleh gerakan anti-Islam,” lanjut Abdul Malik.

Tidak hanya itu, Abdul Malik juga menuntut agar Pemerintah Amerika Serikat menjamin keamanan Muslim Amerika terutama warga muslim Chapel Hill, North Carolina. Ia menilai penembakan tersebut menjadi ujian sejauh mana Pemerintah Amerika dapat bersikap adil menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia sebagaimana kampanye politik yang selama ini dikampanyekan oleh Presiden-presiden Amerika.

“Bagi PB HMI, warga Amerika harus belajar banyak dari sikap toleransi umat Islam Indonesia yang meskipun sebagai agama mayoritas di Indonesia, muslim Indonesia selalu hidup rukun bersama warga Indonesia non-muslim,” pungkasnya.