Politisi Senior PDIP: Usul Hak Angket Tidak Serius

HMINEWS.Com – Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI, Effendy Simbolon, ngotot mengusung hak angket mempertanyakan kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ketidakkompakan seperti ini dinilai janggal menurut pengamat politik Ikrar Nusa Bakti.

“Ini anomali. Tidak ada di negara manapun anggota dari partai yang berkuasa mendorong hak angket terhadap presiden yang berasal dari partainya sendiri,” kata Ikrar Nusa Bakti dalam diskusi “Oligarki Kepartaian, Hilangnya Kedaulatan Rakyat dan Terabaikannya Kesejahteraan umum dan Keadilan Sosial” yang diadakan Petisi 50 di Pasar Minggu, Selasa (31/3/2015).

Ikrar pun menyebut contoh, seperti terjadi di negara-negara Amerika, tidak ada hal seperti ini. Ia menilai langkah golongan muda di internal PDIP merupakan buah dari masih terbawanya mereka pada suasana sepuluh tahun berada di luar pemerintahan dan terbiasa beroposisi.

Namun berbeda dengan Ikrar, politisi senior PDIP, Panda Nababan, justru menyangkal anggapan tersebut. Menurut Panda, perbedaan sikap seperti ditunjukkan Effendy Simbolon hanya ‘lucu-lucuan’ semata.

“Itu hanya ‘lucu-lucu’ saja. PDIP tetap solid dan kompak mendukung Presiden Joko Widodo,” kata Panda Nababan.

Selain persoalan Effendy Simbolon, Panda juga menyinggung isu ‘koalisi permanen’ dalam Koalisi Merah Putih (KMP), yang dianggapnya sebagai lelucon saja, sebab belum ada dalam sejarahnya ada koalisi permanen, yang ada hanya kepentingan yang permanen.

Pelantikan HMI Yogya: HMI harus Lahirkan Pemimpin Berintegritas

HMINEWS.Com – Jajaran Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Yogyakarta hasil Konferensi ke-64 dilantik. Pengurus dengan Ketua Umum Makruf Riyanto tersebut dilantik di Aula Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII), Ahad (29/3/2015).

Ketua Umum PB HMI  MPO, Puji  Hartoyo bertolak dari Jakarta untuk mengambil ikrar para pengurus cabang tersebut. Kemudian usai pelantikan dilanjut dengan seminar bertema “Reorientasi Kepemimpinan menuju Indonesia Berintegritas,” dengan pembicara Puji Hartoyo serta Profesor Jawahir.

Menurut Profesor Jawahir Thontowi, perkaderan HMI saat ini mengalami diskontinuitas, dengan indikator banyaknya alumni yang berkonflik, tersangkut kasus korupsi, dan sebagainya. Untuk itu perkaderan harus diperkuat, HMI harus menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.

“Ideologisasi harus diperkuat, kualitas dan kemampuan harus ditingkatkan. Lebih-lebih tahun ini kita akan menghadapi MEA,” lanjutnya.

Sementara Puji Hartoyo, mengulas sejarah perjuangan pemuda dan mahasiswa yang punya peran besar terhadap bangsa dan negara. Kebangkitan nasional, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi Kemerdekaan 1945, era 1965, hingga Reformasi 1998.

“Tapi pascareformasi gerakan mahasiswa mengalami kemunduran. Sekarang jadi PR kita bersama untuk mengembalikan semangat gerakan mahasiswa, salah satunya dengan rekayasa organisasi,” kata Puji.

Rekayasa organisasi yang dimaksud adalah memperkuat internal organisasi, kultur dan perkaderannya, serta terus meningkatkan perannya dalam kehidupan yang lebih luas.

Pengurus HMI Cabang Kolaka Utara Dilantik

HMINEWS.Com – Regenarasi kepengurusan di Cabang Kolaka Utara kembali berlanjut, hal ini dipastikan dengan berlangsungnya Pelantikan Pengurus Cabang, Sabtu (28/3/2015). Bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara, acara dimulai Pkl 09.00 17.00 Wita.

Ketua HMI MPO Badko Sulambanusa (Sulawesi bagian selatan, Maluku utara, Bali dan Nusa tenggara), Zaenal Abidin Riam, yang hadir langsung melantik Pengurus Cabang Kolaka Utara, menegaskan perlunya kemandirian cabang dalam aspek perkaderan dan perjuangan.

“Badko berupaya maksimal mendorong kemandirian HMI Cabang, kemandirian cabang merupakan prasyarat utama bagi majunya seluruh cabang di wilayah Badko Sulambanusa,” kata Zaenal.

Ketua Umum HMI MPO Cabang kolaka utara, Emil Halim, dalam sambutannya menyatakan, ke depan, kerja sama utuh antara semua pengurus cabang sangat diharapkan demi mengefektifkan kerja kerja kepengurusan.

Sebelumnya acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara, Muslimin Nur. Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan HMI MPO Cabang Kolaka Utara mampu memberikan perhatian khusus terhadap kegiatan keislaman di Kolaka Utara.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan Dialog Panel, tampil sebagai pembicara: Ketua KAHMI Kolaka Utara, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara dan Ketua HMI MPO Badko Sulambanusa. Adapun tema dialog adalah ‘Peran Organisasi Islam Dalam Membangun Bangsa dan Negara.’

Sehabis dialog panel, acara langsung dilanjutkan dengan Rapat Kerja Pengurus Cabang. Ragam program kerja disepakati dalam Raker. Kader-kader HMI MPO Cabang Kolaka Utara bertekad untuk bekerja maksimal dalam kepengurusan ini demi kemajuan organisasi.

Tolak Kenaikan Harga BBM, HMI Kendari Tuding Jokowi Salahi Janji

HMINEWS.Com – Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam- Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Kendari, menggelar aksi demo menolak kenaikan harga bahan bakar minyak yang mulai diberlakukan, Sabtu (28/3) pukul 00.00 WIB. Aksi tersebut dilangsungkan pada Sabtu malam.

Ketua Umum HMI-MPO Cabang Kendari, Jufra Udo, menyatakan, pemerintah telah membuat kebijakan yang menimbulkan instabilitas harga yang meresahkan rakyat.

“Presiden Jokowi telah berkhianat. Kenaikan harga BBM adalah bukti Jokowi tidak tunduk pada amanat rakyat seperti janjinya saat pencapresan. Nyatanya, kebijakan yang ia buat malah meresahkan rakyat,” seru Jufra Udo.

Koordinator aksi, Hasruddin Jaya, juga mengajak puluhan kader HMI (MPO) untuk memblokir jalan masuk ke Universitas Halu Oleo (UHO), lewat cara bakar ban. Sontak, aksi blokir jalan ini sempat membuat kemacetan arus lalu-lintas di depan kampus yang merupakan akses jalan utama menghubungkan beberapa area, seperti Andonohu, Kampus Baru, dan Wua-Wua.

Aksi unjuk rasa berjalan kondusif. Mahasiswa kembali masuk ke dalam kampusnya usai berorasi menolak kenaikan harga BBM. Seperti diketahui, pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM sebesar Rp 500/liter. Harga premium naik menjadi Rp 7.300/liter dari harga sebelumnya Rp 6.800 per liter. Sementara harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya Rp 6.400 per liter.

Datang ke Jambi, Wapres JK Didemo Soal Kenaikan Harga

HMINEWS.Com – Mahasiswa menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jambi dengan aksi unjukrasa. Kunjungan Wapres tersebut dalam rangka meresmikan Menara Gentala Arasy dan Jembatan Pedestrian, sebagai ikon baru Jambi, Sabtu (28/3/2015) siang.

Dalam penolakannya tersebut, para orator mewakili ratusan mahasiswa yang berkumpul, menyampaikan orasi mereka secara bergantian. Protes mereka terutama mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah secara resmi diumumkan Sabtu dini hari, serta telah didahului dengan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

“Kami mahasiswa menolak pemimpin tidak pro-rakyat datang ke Jambi,” teriak para mahasiswa dalam  unjukrasa di halaman Kampus Universitas Negeri Jambi di Telanaipura, Kota Jambi, sejak pagi tersebut.

Peserta aksi berasal dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unja, KAMMI dan yang lain. Saat hendak menuju simpang empat BI, mereka dihadang oleh pihak kepolisian dan terjadilah bentrok, hingga jatuh korban terluka dari kedua belah pihak, terutama mahasiswa akibat dikeroyok oleh polisi.

Sebagaimana diagendakan, selain peresmian dua ikon Provinsi Jambi itu, Wapres JK juga mengukuhkan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jambi.

Menyikapi seorang rekan mereka yang terluka karena pengeroyokan, Yulianto, mahasiswa akan menggelar aksi lanjutan, solidaritas, esok harinya (29/3/2015).

Para Wartawan Pamerkan Foto dan Gelar Budaya Bekasi

HMINEWS.Com – Kumpulan pewarta di Kota dan Kabupaten Bekasi menggelar pameran foto budaya. Betempat di halaman Kantor Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Sabtu (28/3/2015). Pameran juga dimeriahkan dengan atraksi pencak silat Betawi dalam ritual ‘Palang Pintu.’

Menurut salah seorang panitia, Ahmad Suryadi, perhelatan ‘Pameran Foto dan Gelar Budaya Bekasi’ ini merupakan bentuk kepedulian forum Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi) terhadap budaya Bekasi, yang menurutnya kurang mendapat perhatian pemerintah setempat. Pameran ini terbuka dan gratis bagi warga masyarakat.

Foto-foto yang dipamerkan adalah hasil jepretan para pewarta yang tergabung dalam Liwasi. Dalam penampilan atraksi pencak silat, para pesilat menggunakan golok tajam. Ada juga yang menggunakan tongkat pada sesi penampilan tarung ‘Ujungan’.

“Seperti atraksi palang pintu, atraksi seni ujungan dan penampilan golok besar yang merupakan senjata tajam ciri khas Bekasi,” tutur pria yang akrab disapa dengan sebutan Kong Are ini.

 Sementara itu, Bupati Bekasi yang diwakili oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas), Iyan Priyatna, mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Jurnalis Bekasi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan positif, seperti melestarikan Budaya Bekasi dan menampilkan hasil foto para jurnalis Bekasi,” ujarnya.

Selah satu pengunjung Pamera Foto, Noni (12) mengatakan, adanya kegiatan ini menjadi inspirasi tersendiri bagi pelajar di wilayah Tarumajaya. Seperti mengenal Budaya Bekasi dan mengetahui langsung foto hasil jepretan wartawan Bekasi, terlebih kegiatan seperti ini jarang sekali ada di Tarumajaya.

“Kegiatan ini sangat menginspirasi bagi kita khususnya pelajar, dalam mengetahui budaya dan foto hasil jerpretan wartawan Bekasi,” ujar Noni di lokasi acara.

Hadir pula dalam pameran ini, Camat Tarumajaya Agus Sopian, Kapolsek Babelan Kompol Ardi Rahananto, Waka Polsek Tarumajaya AKP Kliwon, Danramil Tarumajaya Surya, Ketua Apdesi Agus Sopyan serta Tokoh Seni dan Budaya Bekasi. Ratusan warga pun berdatangan untuk melihat langsung pameran foto dan atraksi Budaya Bekasi yang makin langka ini.

Indra Gunawan

Ke Istana Bogor, Takkan Luput Jokowi Didemo Mahasiswa

HMINEWS.Com – Mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Jabodetabek, Bandung dan Lampung berunjukrasa di Istana Bogor. Menyerukan protes terhadap Pemerintahan Jokowi- JK yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Massa gabungan itu berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus UPI Bandung, Unjani Bandung, UNIDA Bogor, Pakuan, PNJ Depok, BSI, IPB, Ibnu Khaldun Bogor, dan Universitas Lampung. Berkumpul di Istana Bogor, yang kini menjadi tempat berkantornya Presiden Jokowi, Jum’at (27/3/2015).

Mahasiswa dari PNJ yang berorasi menyatakan tidak akan berhenti mengingatkan Jokowi. Aksi damai ini bertujuan untuk menegur Jokowi yang menurut mereka, kinerjanya selama 4 bulan memimpin, menunjukkan hasil yang mengecewakan. Untuk itulah mereka menghadiahi Jokowi dengan ‘Rapor Merah.’ Ia juga menganggap Jokowi sebagai pemimpin yang mengkhianati rakyatnya.

“Janjinya akan cinta pada Ibu Pertiwi namun kini berpaling pada ibu Megawati. PHP rekan – rekaaaan,” teriaknya.

Mahasiswa dari berbagai kampus kemudian bergiliran berorasi menyampaikan protes mereka. Diselingi pula dengan pembacaan puisi oleh mahasiswa seni.

Mereka menjanjikan akan terus melakukan unjukrasa hingga Jokowi menunjukkan perubahan yang berpihak kepada nasib rakyat. Jika tidak, “Jokowi tidak akan lama memimin kawan-kawan. Dan saya membenarkan itu!” kata mahasiswa.

Kementrian Pendidikan Dasar Libatkan Publik Evaluasi dan Kembangkan Kurikulum

HMINEWS.Com – Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengundang partisipasi khalayak dalam pembahasan kurikulim pendidikan. Hal ini dilakukan setelah ditundanya Kurikulum 2013 yang dinilainya masih belum tuntas, terutama dari sudut proses dan kualitas isinya.

Undangan yang disampaikan 8 Maret tersebut disambut oleh LLE (Lifelong Leaners School of Education) dan Bincang Edukasi dengan mengadakan Forum Publik Kajian Kurikulum 2013 bertempat di Indonesia Jentera School of Law, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Forum publik ini menganalisis kompetensi dasar Kurikulum 2013 yang sebelumnya sempat dikritik oleh banyak kalangan. Berusaha mengenali kompetensi yang harus dikuasai siswa pada satu jenjang pendidikan, sebelum anak menguasai kompetensi yang lebih sulit pada jenjang berikutnya.

Kurikulum merupakan kerangka proses pembelajaran mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Kerangka tersebut bukan saja harus konsisten alurnya dan mengacu pada tujuan pendidikan nasional, juga harus sesuai tahap perkembangan anak, relevan dengan disiplin keilmuan, serta  berpijak pada kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Seorang peserta dari Yayasan Cahaya Guru, Henny Supolo, menyatakan ini kesempatan baik bagi publik dalam penyusunan kurikulum yang sungguh terbuka, setelah sekian lama hanya sedakar jadi pendengar. Sementara Profesor Iwan Pranoto berharap dapat berkonstribusi dalam menghasilkan  suatu kurikulum yang utuh dan masuk akal.

Forum Publik Kajian Kurikulum 2013  dibuka oleh Menteri Anies Baswedan sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif dan partisipasi publik dalam pengembangan kurikulum. Menteri Anies menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dari seluruh pelaku pada ekosistem pendidikan mulai siswa, sekolah, guru, ahli, orang tua serta dunia usaha, assosiasi profesi dan lembaga-lembaga lintas sektor.

Dengan proses ini, diharapkan lahir kurikulum nasional yang melahirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang bagi siswa, yang mendorong percepatan mutu sekolah, serta memberikan keleluasaan pada guru untuk mengembangkan proses dan alat belajar yang bermutu dan beragam sesuai potensi lokal.

Kepala Puskurbuk Kemdikbud, Ramon Mohandas menegaskan adanya perubahan proses dalam mengembangkan kurikulum yang lebih matang dengan melibatkan publik untuk setiap tahapannya. Belajar dari persoalan sebelumnya, keterlibatan publik diharapkan menghasilkan pemahaman bersama dan dokumen kurikulum yang lebih solid dan koheren.

Proses pengembangan dokumen kurikulum akan terus berlangsung, demikian juga proses pendampingan dan pelatihan untuk mendorong kesiapan sekolah dan guru. Hasil pengembangan kurikulum nasional  ini akan diterapkan secara bertahap di lebih banyak sekolah rintisan mulai tahun ajaran 2016/2017.

Pengurus HMI Pekanbaru Dilantik, Dialog Interaktif Digelar

PKUHMINEWS.Com – Pengurus HMI MPO Cabang Pekanbaru hasil konferensi ke-10, 2015 dilantik. Pelantikan dirangkaikan dengan dialog interaktif bersama Bambang Suherly (PB HMI MPO), Kanda Fauzi Kadir (alumni mantan Ketua Umum HMI Yogyakarta yang tinggal di Pekanbaru), serta Kanda Amiruddin (alumni Makassar).

Pelantikan dilangsungkan di Gedung Guru Provinsi Riau, Jalan Lobak Arengka, Pekanbaru, Senin (23/3/2015) malam. Dihadiri para pengurus yang dilantik, kader-kader aktif dari berbagai komisariat di Pekanbaru, serta sejumlah alumni.

Dalam sesi dialog interaktif itu, alumni berpesan agar para anggota Korps HMI-Wati selalu tegar, agar semua anggota lainnya tidak kekurangan semangat. Kondisi kekinian sering menunjukkan banyak kader yang kurang kurang bersemangat.

Amiruddin menyampaikan perlunya terus membenahi (improvement) sistem perkaderan seiring berubahnya zaman. Hal ini dimaksudkan agar HMI tidak hanya tidak kekurangan kader, tetapi juga para kader tidak justru menjadi kader yang merusak Himpunan.

Sedangkan Bambang Suherly (Komisi PAO PB HMI), menyatakan bahwa jabatan di HMI sesungguhnya adalah amanah.

“Jangan bangga dengan jabatan yang diamanahkan oleh Himpunan karena sejatinya kader itu tidak haus jabatan. Degradasi nilai perkaderan di HMI jika kader aktif di HMI dengan tujuan untuk mendapatkan jabataan struktural dan di lembaga kampus, bukan bagaimana caranya untuk membesarkan Himpunan ini,” ujar Bambang.

Ia juga menegaskan, kader HMI juga tidak selayaknya berebut jabatan. Mereka harus ber-HMI bukan untuk tujuan sempit itu, tetapi untuk berproses menuju kualitas insan ulul albab.

Fitri

Mahasiswa Yogya Serukan Indonesia Gawat Darurat

Mahasiswa UGM turun ke jalan untuk menyentil alumninya (foto: @BEMKMUGM)
Mahasiswa UGM turun ke jalan untuk menyentil alumninya (foto: @BEMKMUGM)

HMINEWS.Com – Setelah mahasiswa dari berbagai kota lain melancarkan protes terhadap Presiden Jokowi, kini giliran mahasiswa Yogyakarta turun ke jalan. Mereka menyerukan bahwa penyelenggaraan negara ini tidak beres, Senin (23/3/2015) siang.

Mahasiswa berangkat dari kampus masing-masing dan berarak-arakan menuju Nol Kilometer Yogyakarta, dan di tempat itulah mereka bergantian menyampaikan seruan, keprihatinan, dan harapannya sercara bergantian. Mereka berasal dari berbagai kampus seperti UNY, UMY, AMIKOM, bahkan mahasiswa dari UGM bergabung untuk menyentil alumninya yang kini jadi presiden itu.

BEM Rema UNY menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi bangsa yang kian tak karuan. Terutama terkait kriminalisasi terhadap para pimpinan KPK, persoalan harga bahan pokok yang kian mencekik rakyat, serta merosotnya nilai tukar Rupiah, yang berimbas pada sektor usaha dan dipastikan makin membengkakkan hutang luar negeri yang harus dibayar bangsa ini.

Ketua BEM UGM, Satri Triputra, memimpin ‘Sumpah Mahasiswa’ yang menggema bersama semua mahasiswa lintas kampus yang hadir di tempat tersebut.  Ia berharap aksi momentum bangkitnya gerakan mahasiswa yang sebenarnya, bukan sebagai ajang pamer gaya. Oleh karena itu ia menyerukan agar tidak ada satupun yang hadir berfoto selfie yang kemudian diunggah ke sosial media.

“Kita tidak menunjukkan eksistensi diri, tapi kita di sini karena kesadaran kita yang peduli terhadap bangsa ini. Semoga momen ini bisa benar-benar menjadi momentum memaknai aksi mahasiswa yang sebenar-benar aksi mahasiswa beserta nilai-nilainya,” ucap Satria Triputra.

Aksi ini selesai sore hari. Malam harinya, mereka melanjutkan konsolidasi lintas gerakan di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk merumuskan aksi lanjutan serta mencari pemecahan terhadap berbagai masalah, mulai dari masalah PKL hingga tatanan kebangsaan ini.