Selamat Idul Adhha dari PB HMI MPO

Kesekjenan Pengurus Besar HMI-MPO Mengucapkan Selamat Idul Adha 1436 H. Idul Adha adalah salah satu hari raya ummat Islam dimana pada hari ini ummat memperingati suatu momentum penting dalam sejarah Islam, yakni peristiwa berkurbannya Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as.

Peristiwa ini tentu dapat dilihat dari sudut pandang apapun, dan salah satu perspektif yang dapat kita lihat dati peristiwa ini adalah teori KEDAULATAN. Dalam kisah sejarah tersebut kita menyaksikan ketundukan mutlak Nabi Ibrahim dan Ismail  terhadap perintah Allah SWT. Nabi Ibrahim yang sejak lama berdoa memohon diberikan seorang anak kini diuji oleh Allah SWT untuk mengorbankan anak tercinta tersebut. Sementara Ismail pun diuji untuk penyerahan total hidupnya di jalan Allah SWT. Dalam sirah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mampu melewati ujian tersebut dengan sempurna.

Penyerahan diri secara total kepada Allah SWT inilah kedaulatan atau kemerdekaan yang hakiki. Berdaulat dari seluruh unsur-unsur duniawi. Sikap berdaulatnya Nabi Ibrahim dan Ismail menghantarkan mereka kepada maqam spiritual tertinggi yang pernah diraih umat manusia. Peristiwa ini pun diperingati sebagai hari raya berkorban. Hari dimana orang beriman berdaulat melepaskan seluruh belenggu duniawi seraya menyerahkan seluruh keimanannya di jalan Allah SWT.

Uswah dari peristiwa agung ini adalah berdaulatnya orang beriman yakni melepaskan seluruh kecintaan terhadap dunia dan menyerahkan secara total diri dijalan Allah SWT.

Kongres ke XXX PB HMI-MPO mengambil tema HMI untuk NKRI yang Berdaulat besar harapan lewat tema ini HMI dapat berikhtiar memberikan sumbangsih pikir untuk kemajuan organisasi, umat dan bangsa.

Abdul Malik Raharusun
Sekjen PB HMI MPO

Temu Sastra, Karya 100 Penyair Indonesia-Malaysia Dibukukan

HMINEWS.Com – Kawah Putih kawasan Cibidey menjadi saksi berakhirnya Temu Sastra Indonesia-Malaysia (TSIM) ke-3 yang berlangsung 18-20 September 2015 di Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan peserta ke objek wisata yang ramai pengunjung itu merupakan wisata budaya yang menjadi salah satu bagian kegiatan TSIM selain seminar internasional bahasa dan sastra Melayu di FIB Unpad, serta malam baca puisi di Kampung Pa’go Cibidey.

Secara resmi TSIM dibuka Jumat (18/9/2015) di NuArt Gallery dan ditutup Ahad (20/9). Sebanyak 100 penyair dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengikuti kegiatan itu. Pada kesempatan tersebut diluncurkan buku antologi puisi “Syair Persahabatan Dua Negara” karya 100 penyair Indonesia-Malaysia.

Seminar Internasional bertajuk “Bahasa dan Sastra Negara Serumpun dalam Perspektif Sejarah dan Masa Depan” dihelat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran dan diikuti 250 peserta dari Indonesia, Malaysia, China, Korea, dan Jepang.

Seminar tersebut menampilkan pembicara utama dari Indonesia, yaitu Dr. Maman S. Mahayana (Universitas Indonesia), Dr. Wahya, M.Hum dan Dr. Muhammad Adji (Universitas Padjadjaran).

Sementara pembicara dari Malaysia yaitu SN. Dato Dr. Ahmad Khamal Abdullah (Universiti Putra Malaysia dan Presiden Numera), Prof. Madya Arba’ie bin Sujud, PhD (Universitas Putra Malaysia), dan Dr. Raja Rajeswari Seetha Raman (Institut Pendidikan Guru Kampus Bahasa Melayu Malaysia). Acara dipandu Dr. Enung Nurhayati, MA., Ph.D yang juga Ketua Panitia Lokal TSIM.

Di tempat terpisah, di malam apresiasi sastra di Kampung Pa’go, pemakalah pendamping juga mempresentasikan pokok-pokok pikirannya, yaitu Hasyuda Abadi (Malaysia), Abizai (Malaysia), Dr. Wannofri Samry (Indonesia), dan La Ino (Indonesia). Sesi ini dimoderatori Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Jamuan makan malam dan pembacaan puisi berlangsung meriah di Kampung Pa’go Cibidey, Sabtu (19/9), malam. Dipandu penyair “Galodo” asal Sumatera Barat, Syarifuddin Arifin, tampil membaca puisi Shirley Idris, Raja Rajeswari, Abizai, Arba’ie bin Sujud (Malaysia), Hasboulah, Nawawie (Thailand), Soni Farid Maulana, Wannofri Samry, Syarifuddin Arifin, Nani Tandjung, Akhmad Taufiq, Enung Nurhayati, Yurnaldi, Muhammad Subhan, Moh. Ghufron Cholid, Dimas Indiana Senja, Ebramsyah Barbarey, Kurniawan Junaedi, Dino Umahuk (Indonesia), dan sejumlah nama lainnya.

Antusias Peserta

Ketua Panitia TSIM Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt., Msi., CA., mengatakan, antusias peserta dan pemakalah TSIM ke-3 cukup besar. Selain jumlah peserta yang hadir, juga terlihat dari banyaknya prosiding yang masuk.

“Namun, karena keterbatasan waktu, prosiding seminar internasional hanya membukukan sebanyak 12 makalah sastra dan bahasa dari Indonesia, Malaysia dan Thailand,” ujar Sastri Bakry, Selasa (22/9).

Hal menarik disampaikan Maman S. Mahayana menyikapi usaha memajukan dan mengakrabkan kesusasteraan Indonesia-Malaysia, yaitu melakukan penerjemahan karya sastra Indonesia-Malaysia dan sayembara kepenulisan kedua negara. Selain itu memperbanyak usaha penerbitan buku kedua negara.

“Penting juga dipertimbangkan pendirian sebuah bangunan bernama sastra serumpun sebagai pintu masuk untuk menciptakan kesepahaman tentang keberagaman budaya masing-masing dengan tetap dilandasi atau dijiwai semangat keserumpunan,” ujarnya. (rel)

HMI Badko Sumatra Raya: Perusahaan Pembakar Hutan harus Dihukum Berat

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Badko Sumatra Raya mendesak diberlakukannya sanksi tegas terhadap perusahaan pembakar hutan. Karena akibat pembakaran yang disengaja tersebut menghanguskan hutan-hutan yang bukan milik perusahaan dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

“Asap yang berkepanjangan di riau sudah sejak dahulu hingga kini belum selesai, pemerintah juga terkesan mandul dalam mengatasi masalah asap yang terjadi di Riau, bahkan menghabiskan dana yang sangat mahal hingga triliunan dari pemerintah pusat maupun daerah,” kata Ketua Badko Sumatra Raya, Mizan Mustofa,

Mizan menyaatakan masih ada yang terlupakan dari upaya pemerintah pusat maupun daerah, yaitu tidak adanya sansi tegas terhadap perusahaan yang terbukti membakar lahan dan hutan.

“Yang selalu menjadi sasaran selalu masyarakat kecil, padahal itu hanya sebagian kecil pembakar yang tertangkap. Kita tidak pernah tahu siapa dalang di balik itu semua. Itu artinya pemilik lahan atau perusahaan tidak pernah terkena sanksi,” lanjut Mizan.

Kedua,  kata Mizan, dalam menangani permasalah kabut asap pemerintah selalu saja menggunakan cara lama, yaitu dengan menyewa helikopter untuk memadamkan titik api, padahal kalau kita kaji sisi hematnya itu merupakan pemborosan bisa menjadi proyek tahunan bagi orang yang memanfaatkannya. Ketiga tidak ada upaya dalam pencegahan dari pemerintah sendiri maupun dari kalangan sipil. Ini yang menjadi permasalah selama ini bagi pemerintah daerah maupun pusat.

Menyikapi permasalahan tersebut, HMI MPO Badko Sumatra Raya mendesak agar pemerintah memberikan sanksi seberat-beratnya kepada perusahaan pembakar hutan, serta mengupayakan langkah pencegahan dan penanggulangan yang efektif dan efisian kedepannya.

Sambut Milad, Kornas KOHATI Selenggarakan Penataran Kader

HMINEWS.Com – Menyambut milad ke-49, Korps HMI-Wati (KOHATI) menggelar seminar dan pendidikan formal KOHATI (penataran). Bertempat di wisma Barisan Nusantara, Warung Buncit Pasar Minggu Jakarta Selatan, Jum’at -Ahad (`8-20/9/2015).

Peserta kegiatan ini berasal dari KOHATI Jabotabek, Cabang Yogyakarta, dan Cabang Tulang Bawang. Kornas KOHATI mengangkat tema “Aktualisasi Peran Mar’atussholihah dalam Ranah Domestik dan Publik, Persepktif Islam dan Sosiokultural.’ Sedangkan pemateri berasal mantan pengurus Kornas KOHATI maupun yang masih aktif dalam jajaran pengurus.

Alasan pemilihan tema ini, dikarenakan Kornas KOHATI meyakini bahwa wanita adalah pendidik manusia yang utama dan pertama. Kebaikan suatu bangsa berporos pada kebaikan wanita, dan kebejatan suatu bangsa berporos pada kebejatan wanita.

“Mengingat begitu fundamentalnya peranan wanita dalam membentuk karakter pribadi sebuah bangsa, ia pun sanggup menjadikan bangsa tersebut unggul atau hancur. Kenapa demikian? Karena sebuah bangsa atau generasi adalah komunitas yang terbentuk dari pribadi-pribadi, sedangkan yang membentuk karakter pribadi adalah keluarga. Lantas siapa yang lebih banyak berperan dalam sebuah keluarga? Tentu wanita,” kata ketua panitia acara, Yayang Sari Andriyani.

Dengan demikian, maka bentuk pembinaan kader KOHATI harus pula tetap diarahkan dalam rangka pembentukan pribadi kader yang sadar akan kesadarannya sebagai pribadi maratussolehah, khalifah di muka bumi dan pada saat yang sama kader tersebut harus menyadari pula keberadaannya sebagai kader bangsa Indonesia yang bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan bangsa kedepan.

Ketua Umum PB HMI MPO Hadiri Ijtima’ Harakiy Tiga OKP di Malaysia

MlysHMINEWS.Com – Tiga organisasi di Malaysia, terdiri dari WADAH (Wadah Pencerdasan Umat Malaysia), ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia) dan PKPIM (Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia) mengadakan musyawarah akbar atau Ijtima’ Harakiy keempat. Sekjen PEPIAT (Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara) yang juga masih menjabat Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo, menghadiri acara tersebut.

Pertemuan ini digelar di GOR Dewan Banquet University Putra Malaysia dan dihadiri lebih dari seribu orang, Sabtu (19/9/2015).

Acara itu sendiri dilangsungkan dengan peresmian, kemudian dilanjutkan dengan seminar ilmuwan Muslim selama 2 sesi, lalu kegiatan Muktamar WADAH, ABIM dan PKPIM.

Dalam kesempatan tersebut ketua umum PB HMI MPO atas nama HMI dan sekjen PEPIAT diberikan kesempatan untuk memberikan pendapatnya.

Puji berpesan agar Ijtima’ Harakiy yang ke-4 melahirkan putusan yang mencerahkan dan menjadi ‘hujan di tengah terik panas suhu politik, ekonomi dan hukum di Malaysia.’ Puji juga mengucapkan selamat atas diselenggarakannya ijtima‘ tersebut, dan berharap lahir pemimpin yang lebih baik dan membawa perubahan.

Ratusan Mahasiswa Baru Ikuti Maperca HMI MPO UII

uii2HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Korkom Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, mengadakan Maperca (masa perkenalan calon anggota) bagi mahasiswa baru di kampus tersebut. Maperca dihadiri 400-an peserta.

Acara tersebut diadakan di GOR UII Terpadu di Jalan Kaliurang Km 14, Sabtu (12/9/2015). Registrasi peserta mulai jam 16:00, pembukaan dan diskusi, pemutaran video testimoni sejumlah alumni untuk memotivasi para anggota muda HMI UII agar bergabung dan aktif dalam organisasi yang didirikan Lafran Pane 1947 ini.

Di antara alumni yang hadir, mantan Ketua UMum PB HMI, Dr. Chumaidi Syarif Romas, yang juga memotivasi mahasiswa baru, berbagi kiat dan nasehatnya. Ia mengakui dirinya bisa menjadi seperti saat ini setelah berproses di HMI selagi masih menjadi mahasiswa.

Ketua Korkom HMI MPO UII, Wahyudin Afrizal, mengajak adik-adiknya yang baru akan menjalani fase kehidupan  di kampus itu, untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas, untuk aktif berorganisasi selama menjadi mahasiswa. Hal ini, terangnya, berguna untuk memperluas pergaulan, membuka cakrawala berpikir dan mengasah kemampuan organisatoris yang merupakan kemampuan yang dibutuhkan di bidang pekerjaan apapun nantinya.

Harun Aroni

Di Tengah Kabut Asap, HMI MPO UIR Tetap Kajian

uir1HMINEWS.Com – Di tengah kabut asap yang melanda Riau, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Komisariat Fisipol Universitas Islam Riau (UIR) kembali melakukan rutinitas diskusi mingguan. Acara ini diadakan sore hari di Taman FKIP UIR dan dihadiri puluhan kader HMI komisariat.

Ketua umum HMI MPO Komisariat Fisipol UIR, Muhammad Nur, menyampaikan, meski Riau sedang dilanda asap, hal itu tidak menjadi halangan.

“Sebagai kader hal itu tidak menjadi halangan kita untuk terus melakukan budaya HMI yaitu berdiskusi. Karena ketika kita di ikrar di HMI, artinya kita sebagai kader siap di kondisi apapun untuk kemajuan HMI dengan harapan berdampak positif terhadap lingkungan,” ujarnya Selasa (15/9/2015).

Ada beberapa pembahasan pada diskusi hari ini, yang pertama terkait kegiatan yang menjelang Hari Raya Idul Adhha guna mempererat ukhuwah islamiyah kader se-Korkom UIR, khususnya Komisariat Fisipol, karena kadernya lebih dari 150 mahasiswa.

Yang kedua pembahasan terkait HMI di posisi strategis di kampus UIR dikarenakan tidak lama lagi akan ada Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) ditingkat fakultas dan universitas. Yang ketiga pembahasan baju HMI. Yang kelima terkait asap yang melanda Riau yang berakibat pada macetnya proses akademik dan banyaknya masyarakat yang sulit bekerja bahkan sakit serta baru-baru ini ada yang meninggal akibat terkena asap, dan akan ditindaklanjuti dangan aksi.

Diskusi sore ini sedikit berbeda karena banyaknya yang perlu didiskusikan. “Terimakasih kepada kader Fisipol tetap semangat ber-HMI meski ditemani kabut asap, semoga semangat juang kader terus terjaga,” tutup Nur.

Pada diskusi tersebut dihadiri juga mantan pengurus Korkom UIR periode 2014-2015, Guntur Hidayat dan Surya.

Ganjar Stiawan

Berbagai Kendala Wujudkan Kedaulatan Pangan

HMINEWS.Com – Pada saat ini komoditas pangan yang dikelola Perum Bulog baru sebatas beras, sedangkan bahan lain masih dikuasai swasta (swasta dalam negeri dan asing). Tidak mudah untuk mewujudkan swasembada apalagi kedaulatan pangan di Indonesia karena masalah tersebut.

Menurut Wahyu, Direktur Pengadaan BULOG, saat ini subsidi pertanian kita cukup besar, tidak kurang dari Rp 30 triliun per tahun, menignkat sepuluh kali lipat sejak tahun 2003, namun produktivitas  pertanian kita selama 3 tahun belakangan tidak meningkat.

“Kalau bicara komoditi lain, selain beras; seperti daging, kita impor tak kurang dari 700 ribu ekor sapi potong (per tahun). 100 ribu ton daging sapi, setara 500 ribu ekor sapi. Masalah ketersediaan daging sapi kita masih sangat tergantung luar negeri,” kata Wahyu pada diskusi ‘Kedaulatan Pangan’ di KAHMI Center, Jalan Turi Senopati Jakarta Selatan, Selasa (15/9/2015).

Ia menyampaikan, pihak pemerintah Indonesia pernah berusaha mencari sumber daging ke Selandia Baru dan Australia. Namun didapati kenyataan bahwa kartel bisnis daging di negara tersebut menutup informasi untuk menjaga agar mereka tetap bisa memainkan harga tinggi.

“Pada kenyataannya kita dipermainkan. Ketika kami datang ke Australia, mencari sapi, dikatakan sapinya tidak ada. Kalau ada harganya tinggi. Ke New Zealand juga, cari daging, langsung dipatok harganya mahal,” lanjutnya.

Itulah yang membuat pemerintah kesulitan mengendalikan harga. Bahan lain, kedelai dan jagung, contohnya, hanya dikendalikan dua-tiga perusahaan swasta.

Wahyu menyatakan, Presiden Jokowi menginginkan persediaan 11 komoditi meliputi jagung, kedelai, gula pasir, daging ayam, sapi, terigu, cabe, bawang merah dan beberapa bahan lainnya, harus bisa dikelola negara sebagaimana beras. Dikelola negara melalui BUMN, dan Perum Bulog termasuk BUMN yang diprioritaskan.

Presiden Jokowi pun, lanjut Wahyu, telah beberapa bulan minta dibuatkan draft Perpres untuk memperkuat fungsi Bulog, namun hingga kini belum ada yang bergerak. Ia mencurigai ada pihak yang tidak senang dengan perubahan seperti itu.

“Maka semangat Pak Presiden kami sambut. Namun ketika merumuskan kebijakan itu tidak mudah. Baru masuk tingkat gubernur, deputi, mentah lagi, mentah lagi,” ujarnya.

Arif Budimanta Ketua Departemen Ekonomi KAHMI menyatakan, sejak 97-98 harga-harga bahan pangan di Indonesia sudah diserahkan ke mekanisme pasar. Hal ini membuat usaha pemerintah untuk mengendalikan harga atau mewujudkan kedaulatan pangan mengalami kesulitan.

Saat ini yang diperlukan adalah insentif bagi petani, melalui subsidi pupuk dan kredit berbunga rendah. Kredit Usaha Rakyat di sektor pertanian yang mencapai Rp 10 triliun juga diberikan dalam sektor ini, sedangkan yang dialokasikan untuk UMKM mencapai kisaran 100-120 triliun untuk menggenjot produksi pertanian.

Polirik anggaran mulai 2016 nanti, anggaran ke daerah sudah lebih besar daripada untuk pusat. Dana alokasi khusus bidang irigasi untuk tingkatkan produktivitas. Subsidi pupuk 9,5 juta ton, subsidi benih 16juta kg terdiri dari berbagai jenis benih tananam, padi hibrida, kedelai, dan lainnya.

Viva Yoga Mauladi, Komisi 4 DPR, mencurigai ada upaya sistematis pihak tertentu yang hendak menggagalkan Indonesia berdaulat dalam bidang pangan, agar Indonesia ketergantungan impor.  Untuk itu, negara perlu memperkuat campur-tangannya dalam penataan pangan. Hal ini sesuai UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Kedaulatan Pangan. Negara harus menjaga, melindungi dan mengendalikan pasar.

Ia mengutip perkataan Soekarno, bahwasanya jika suatu negara tidak berdaulat dalam bidang pangan, maka tunggulah saatnya negara tersebut tidak berdaulat dalam bidang politik.

Mantan Ketua STII, Nur Sutrisno, mengatakan, mengendalikan pertumbuhan ekonomi lebih mudah daripada mengendalikan beras. Sebab beras itu khas sesuai iklim yang kadang tak menentu. Sepanjang sejarah, ia mencatat,ada dua kali impor beras karena keadaan darurat, yaitu tahun 60-an an tahun 98, untuk menutupi krisis.

Saat ini politik kedaulatan beras kita, dari Presiden SBY ke Jokowi, sederhana. Targetnya surplus 10-15 juta ton sudah cukup. Petani juga harus lebih diperhatikan, lahan-lahan pertanian dilindungi, agar cita-cita swasembada atau kedaulatan pangan, atau apapun namanya, bisa tercapai dan tidak terus bergantung kepada luar.

HMI MPO Fisipol UIR Gelar LK 1

Fisipol UIRHMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Komisariat Fisipol Universitas Islam Riau (UIR) kembali menggelar basic training atau Latihan Kader I (LK 1). Dimulai pada Jum’at (11/9/2015) bertempat di Sekretariat HMI Cabang Pekanbaru, Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru.

Peserta LK-1 yang berlangsung 3 hari ini berasal dari beberapa Universitas yang ada di Pekanbaru seperti UR, UIN dan UIR, dan mencapai 40 orang. Ketua panitia Ahmad Fauzi menjelaskan, masih banyak kendala dalam mengajak kawan-kawan mahasiswa bergabung karena minimnya pengetahuan tentang berorganisasi.

“Selama membuka stand pendaftaran di Fisipol UIR, tidak jarang kami mendapat penolakan dari mahasiswa yang coba kami ajak untuk bergabung. Alhamdulillah dengan sedikit penjelasan, kami berhasil mengajak beberapa untuk bergabung,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Muhammad Nur selaku Ketua Komisariat HMI-MPO Fisipol UIR menegaskan, ilmu yang didapat di HMI belum tentu ditemukan di perkuliahan. “Alhamdulillah, komisariat Fisipol kembali menjadi tuan rumah LK-1. Adapun tujuan diadakannya LK-1 ini agar mahasiswa-mahasiswa di Pekanbaru ini, khususnya UIR menjadi pribadi yang lebih baik, berpikir kritis dan belajar memupuk bagaimana menjadi pemimpin yang berkarakter. Karena sebelum kita memimpin umat terlebih dahulu kita harus bisa memimpin diri sendiri,” paparnya.

Basic Training Komisariat Fisipol UIR ini dibuka langsung Ketua Umum HMI-MPO Cabang Pekanbaru, Bustamin Abidin yang pada kesempatan itu juga mengatakan bahwa ini baru tahapan awal pembelajaran di HMI-MPO, masih ada LK-2, LK-3 dan SC.

“Selamat datang buat peserta, selamat berproses. Hargai proses, semua tidak ada yang instan, berawal dari bawah. Hidup itu memiliki nilai sendiri,” kata Bustamin.

Master of Training (MOT) acara ini adalah Guntur Hidayat, yang pada pertengahan acara digantikan oleh Mizan Mustofa. Dari 40 peserta, 34 dinyatakan lulus pada akhir acara ini dan dinyatakan sah sebagai anggota HMI Cabang Pekanbaru.

Ganjar Stiawan

PEBAKREP Gelar Penerimaan Anggota Baru

HMINEWS.Com – Persatuan Bakat dan Kreatifitas Pemuda (PEBAKREP) Gowa membuka penerimaan anggota baru. PEBAKREP adalah sebuah organisasi pemuda yang berpusat di Gowa,  Sulawesi Selatan, yang fokus pada peningkatan bakat dan kreatifitas pemuda.

Anggotanya pun berasal dari berbagai latar belakang, mulai anak usia SMP, SMA, mahasiswa, hingga yang putus sekolah. Kkegiatan penerimaan anggota baru diselenggarakan dalam dua tahap; tahap pertama berupa pemberian materi dan olah fisik, sedangkan tahap kedua adalah pen-diksar-an.

Tahap pertama telah dilangsungkan pada 6 September 2015, bertempat di Mesjid Nurul Jannah, sedangkan tahap kedua  dilaksanakan pada 13 September 2015, bertempat di Kampung Beru, Gowa. Ketua Umum PEBAKREP, Zulkifli K.L. menuturkan alasan kehadiran organisasi ini.

“PEBAKREP hadir sebagai respon terhadap kemunduran kesadaran pemuda dari waktu ke waktu, khususnya di daerah gowa.”

Para pemuda yang tergabung di PEBAKREP diharapkan mampu berubah, minimal dari sisi pola pikir, karakter dan sikap menjadi lebih baik.