Tuduh Pengurus HMI-MPO Gorontalo Syiah, Oknum Polisi POLDA Gorontalo Akan di Gugat Secara Pidana.

Gorontalo, hminews.com-Maraknya isu SUNI-SYIAH yang tak pernah berhenti menjadi sasaran empuk bagi golongan yang intoleran yang mengancam kedaulatan NKRI. Hal ini menjadi problem secara Nasional yang tidak pernah ada ujungnya, Indonesia sebagai Negara yang menjunjung tinggi perbedaan justru dirusak oleh beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab.

Status FB Abu Baihaqi
Status FB Abu Baihaqi

Suni dan Syiah yang menjadi Mazhab terbesar dalam Islam justru dijadikan bola panas sebagai pemecah belah persatuan. Gorontalo sebagai daerah serambi Madinah kerukunannya di coreng dengan munculnya satus Facebook (FB) dalam sebuah Group “Gorontalo Menolak Syiah”. Dalam pernyataanya Akun FB atas nama Abu Baihaqi, yang bersangkutan memberikan sebuah himbauan ini pernyataannya “Buat bapak ibu yg anaknya kuliah di UNG, IAN Sultan Amai, atau perguruan tinggi lainnya di Gorontalo, tolong dilarang agar jangan bergabung dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO). Cz pengurus organisasi ini sudah banyak yang menganut agama syi’ah dan terindikasi doktrin yg mereka tanamkan adalah doktrin2 syi’ah. Tolong di share”.pernyataan ini membuat seluruh Kader HMI-MPO Gorontalo menjadi Geram, ternyata setelah diselidiki orang tersebut seorang Oknum Polisi dari kesatuan POLDA Gorontalo atas nama SAIDIN ARAFAH yang bertugas sebagai Intel POLDA GORONTALO, Ketua Umum HMI-MPO Cabang Gorontalo setelah dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan akan mempresur pencemaran nama baik sekaligus penebar kebencian dikalangan umat Islam di Gorontalo, “ secara organisasi saya harus mempresure masalah ini, karena ini jelas-jelas melukai hati kami sebagai kader HMI Gorontalo apalagi yang menyebar dan menuduh kami sebagai Syiah adalah seorang anggota Polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat”, kata pria kelahiran Sultra ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum HMI BADKO SULUTKA Kalbi Tulusa, “ saya sangat mengecam tindakan yang melukai hati kami sebagai Kader HMI, kalau HMI Syiah silahkan periksa AD/ART serta pedoman perkaderan kami kalau berbau syiah dan kami terbuka untuk itu, jangan asal ngomong tanpa ada dasar yang jelas, kata pentolan LK 2 Palu ini. Ketika ditanya ada kader HMI yang ber Mazhab Syiah, Kalbi tidak menampik,” itu pilihan setiap kader, Kader HMI tidak memaksakan setiap kadernya untuk meyakini pada satu Mazhab termasuk Syiah, tandasnya dengan geram. HMI-MPO sudah lama di Gorontalo dan secara nasional HMI tidak perlu dipertanyakan lagi sumbangsinya terhadap Negara, tapi kenapa tiba-tiba muncul oknum Polisi yang mencoba untuk menebar fitnah terhadap organisasi kami, kami akan menempuh jalur hukum, sebagaimana Kapolri telah mengeluarkan Surat Edaran(SE) untuk melaporkan setiap tindakan masyarakat yang sifatnya menyebar kebencian ditengah-tengah masyarakat, tutupnya (**)

LEM UII Galang Dana untuk Korban Kabut Asap

Penggalangan danaHMINEWS.Com – Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana kabut asap di Sumatra dan Kalimantan. Aksi ini dikomandoi Bidang Pengabdian Masyarakat LEM UII, bertempat di Lampu Merah Kentungan Condong Catur, Sleman – Yogyakarta, Ahad (25/10/2015) sore.

Selain dikumpulkan dari masyarakat melalui aksi outdoor ini, panitia juga mengajak kader dan masyarakat menyalurkan dana melalui rekening panitia. Batas pengumpulan adalah tanggal 28 Oktober 2015.

Dana yang terkumpul akan dibelikan alat yang dibutuhkan warga terdampak asap kebakaran hutan, berupa masker N95, oxycan dan lainnya, yang akan disalurkan melalui mitra LEM UII. Nomor panitia yang bisa dihubungi: 085655354686 (Ridho)

Halaqah Akbar, HMI Mataram Bahas Politik Kaum Intelektual

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) menggelar Halaqoh Akbar “Rekonstruksi Gerakan Intelektual Mahasiswa dalam Mengunggap Budaya Politik di Indonesia.” Kegiatan ini menghadirkan Dr. Aji Dedi Mulawarman (dosen Pascasarjana Ekonomi Universitas Brawijaya) dan H. Didi Sumardi, SH (Ketua DPRD Kota Mataram sekaligus Ketua KAHMI NTB), serta melibatkan OKP se-Mataram seperti KNPI, PMII, SMI, KAMMI, FMN, LMND dan lainnya.

Acara diadakan di Gedung KNPI Provinsi NTB, Senin (26/10/2015).

Ketua panitia, Firdauz, dalam sambutannya mengatakan bahwa perpolitikan di Indonesia sekarang ini sudah jauh dari kejujuran dan keadilan. Problematika politik ini kerap dirasakan masyarakat awam yang gampang tertipu oleh oknum-oknum politikus yang tidak bertanggung jawab.

“Sehingga hasil perpolitikan kita ini melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak pro rakyat. Oleh karena itu acara halakah akbar ini kami rancang dengan tujuan untuk memberikan wawasan terhadap mahasiswa. Saya mengajak, mari kita gagas kembali nilai-nilai intelektual dalam benak kita yang sudah lama hilang untuk membangun peradaban bangsa ini agar generasi muda NTB siap membangun NKRI kedepan,” Lanjutnya.

Sementara Ketua Umum HMI MPO Mataram, Muslimin Sharizal, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejak era kemerdekaan, era reformasi, sampai saat ini pemuda dan atau mahasiswa selalu mengawal perpolitikan di Indonesia guna terwujudnya perpolitikan yang bermoral dan intelek. Namun yang menjadi persoalan adalah masih maraknya yang lebih mengutamakan kepentingan individu, kelompok dan golongan sehingga menganak-tirikan kepentingan rakyat.

“Melalui momentum ini mari kita tata ulang NKRI melalui reformasi intelektual yang bukan menjual idealisme,” Lanjutnya.

Kemudian materi pertama disampaikan Dr. Aji Dedi Mulawarman. Penulis buku Tjokroaminoto ini mengungkapkan bahwa budaya perpolitikan di Indonesia pada masa pemerintahan Soekarno sampai pemerintahan Joko Widodo kerap menggunakan budaya-budaya politik liberalisme dan komunisme. Bukti nyata akan budaya perpolitikan tersebut bahwa gagalnya gerakan mahasiswa dalam menumbangkan pemerintah yang otoriter sejak tahun 1965-1998. Mengapa demikian? karena pemikiran budaya-budaya perpolitikan yang liberal dan komunis merupakan suatu pemikiran politik yang berjangka panjang sehingga oknum-oknum yang menggunakannya seolah-olah tumbang pada masa itu namun saat ini mulai bermunculan kembali dengan gaya-gaya yang sama.

“Maka dari itu sekarang mahasiswa harus lebih efektif dan efisien dalam menganalisa permasalahan bangsa ini terutama dalam bidang perpolitikan. Mahasiswa bukan hanya sekedar formalitas aksi demonstrasi saja dalam menanggapi permasalahan negara ini, tapi aksi demonstrasi yang terdidik dan betul-betul karena kemaslahatan umat seperti aksi-aksi perjuangan yang kerap dilakukan oleh Tjokroaminoto,” ucap Dr. Aji Dedi.

Setelah itu H. Didi Sumardi, S.H menyampaikan materi yang kedua. Ketua DPRD Kota Mataram ini mengatakan bahwa di semua sisi dalam konteks kemasyarakatan dan kenegaraan dari tingkat kelurahan sampai pusat, lebih-lebih pada permasalahan perpolitikan, semua bermasalah.

Melihat akan hal tersebut makan solusi seharusnya diberikan oleh mahasiswa adalah gerakan terorganisir supaya melahirkan perubahan. Hal ini perlu guna menstabilkan perpoitikan di Indonesia ini.

“Partai politik itu seharusnya diisi oleh orang-orang yang mempertahankan idealismenya, mempunyai tujuan yang lurus,” ujarnya.

Ipul

Kawasan Timur Harus Dikembangkan untuk Saingi Singapura

HMINEWS.Com – Indonesia adalah negara kepulauan atau negara maritim yang mempunyai garis pantai terpanjang kedua di dunia. Posisi Indonesia juga sangat strategis bagi jalur pelayaran dunia, namun belum mampu memanfaatkanya untuk pembangunan ekonomi.

“Sebenarnya kalau kita manfaatkan kemaritiman kita, luar biasa bagi pembangunan ekonomi. Posisi kita berada di dua belah benua, dua samudra. Pelayaran kita dari Pasifik Barat: Jepang, Korea, China, Filipina, pasti lewat wilayah kita, daripada lewat Selat Malaka yang sibuknya luar biasa. Nilai pelayaran di lautan kita. Kita hanya 16 persen dari jasa pelayaran kita, selebihnya Singapura menguasai 60-70 persennya,” ujar Isran Noor, mantan Ketua Umum APKASI yang kini menggantikan Sutiyoso memimpin PKPI, Kamis (22/10/2015).

Kata Isran, kondisi tersebut dikarenakan infrastruktur kita yang tidak memadai, jadi kapal-kapal asing itu lebih suka parkir di Singapura. Karenanya Singapura-lah yang mengambil manfaat jalur pelayaran kita.

“Posisi Singapura sangat strategis. Sekarang kita mau menyaingi dimana? Fasilitas pelabuhan kita tidak lengkap, pelayanan kita bertele-tele. Harusnya mudah, murah, ada insentif,” lanjutnya.

Mantan Bupati Kuta Timur itu menyarankan, sebaiknya Indonesia mengembangkan kawasan timur Indonesia untuk menyaingi Singapura. Hal ini perlu dilakukan segera, sebab jika sampai didahului Malaysia yang berencana memotong Tanah Genting Kra untuk dibuat terusan, maka kita akan bertambah sulit.

Menurutnya Singapura maupun Malaka sudah sangat crowded, dan dengan dikembangkannya kawasan timur dengan pelabuhan yang memadai, maka secara otomatis armada pelayaran dunia akan meramaikannya. Hal ini akan membuat kawasan timur makin makmur dan makin meratanya kesejahteraan.

“Pembangunan kita masih terfokus di barat, malah mendekati Singapura. Salah besar. Harus jauh-jauh, dilempar ke tengah, timur. Suapya tidak crowded, jadi kenyamanan pelayaran terjamin. Potong pelayaran Sulawesi-Kalimantan. Bangun disitu pelabuhan-pelabuhan,” ujarnya.

Ia sangat menyayangkan rencana pemerintah pusat membangun kereta cepat Jakarta-Bandung, yang sebenarnya di kawasan ini fasilitas transportasi telah sangat lengkap. “Sekarang lagi, mau bangun kereta cepat Jakarta-Bandung, ngapain? Fasilitas sudah terlalu banyak di sini. Harusnya kerjasama dengan Jepang bangun di Papua sana,” lanjut dia.

Sedangkan untuk pertahanan dan keamanan, ia menyarankan untuk memperbanyak armada angkatan laut, yang saat ini baru ada dua yaitu Armabar dan Armatim. Dan itu pun berada di satu pulau. Maka perlu dibangun lagi di Papua, Kalimantan dan Sulawesi.

 

Isran Noor: Pemerintah Lembek Sikapi Klaim China atas Kepulauan Natuna

HMINEWS.Com – Klaim Pemerintah Republik Rakyat China atas sebagian wilayah Kepulauan Natuna milik Indonesia mengundang polemik. Pemerintah Indonesia dinilai lembek menyikapi permasalahan tersebut, tidak ada reaksi keras seperti Filipina, Malaysia dan Vietnam yang juga meradang karena wilayah mereka di Laut China Selatan juga diklaim RRC.

Menyikapi hal tersebut, mantan Bupati Kutai Timur, Isran Noor, menduga ada agenda tertentu di balik diamnya pemerintahan Jokowi-JK.

“Mungkin ada suatu hidden agenda membangun kekuatan dengan China. Perkiraan saya seperti itu. Mungkin ada kebijakan SBY (dahulu), kebijakan Jokowi sekarang, mungkin ada di balik itu. Tapi kalau diam saja dan tidak ada alasan lain, betapa lemah martabat kita, dan betapa tidak terhormatnya kita,” kata Isran Noor dalam kepada HMINEWS.Com, Kamis (22/10/2015).

Menurut Isran Noor, China tidak akan mau melepaskan wilayah yang telah mereka klaim itu. China telah menempatkan armada lautnya di Pulau Spratly di Kepulaaun Natuna.

“Kulihat China nggak akan pernah menyerah, nggak akan membagi wilayah itu. China lebih memilih perang. China sudah melakukan reklamasi, mengurug itu. Sudah ada bandaranya,” lanjut Isran.

Menurut Isran Noor kasus ini seperti upaya invasi China-Mongol di masa lampau yang pernah meminta Raja Kertanegara tunduk. Saat itu Raja Kertanegara mempermalukan utusan Kaisar Kubilai Khan, hingga berujung pengiriman 30.000 pasukan Mongol ke Jawa, namun dapat ditumpas oleh Raden Wijaya.

“Sebenarnya ini menjadi referensi penting, mempertahankan harga diri, meski beda konteksnya. Waktu itu Prabu Kertanegara punya 28 ribu armada. Sekarang tidak. 15 ribu pun nggak punya. Zaman begitu luar biasa dengan teknologi yang biasa, menguasai wilayah yang begitu luas. Sekarang mau perang kita gerakkan semua mesin perang kita hanya 8 sampai 12 jam habis BBM-nya,” kata politisi PKPI tersebut.

Kekuatan Angkatan Laut Indonesia, kata Isran, memang tidak lagi disegani dan diperhitungkan dunia seperti di zaman Sukarno. Untuk itulah, kata Isran, Indonesia harus memperkuat armada lautnya demi menjaga kedaulatan NKRI.

58 Calon kader Ikuti Batra HMI MPO Komisariat UMT

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Komisariat Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menyelenggarakan Latihan Kader 1 atau basic training (batra). Acara ini diadakan di Pemondokan Mang Asep di Gunung Salak, Bogor, dan dibuka langsung oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Tangerang, Faridal Arkam, Jum’at (23/10/2015).

Training ini diikuti 58 calon kader HMI dari berbagai kampus di Tangerang, seperti kampus Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS), UMT, STMIK Raharja, STKIP Muhammadiyah dan STAI La Royba. Meski ini hajatan HMI Tangerang, namun sejumlah pengurus HMI Cabang Bogor turut hadir dan bahkan mengisi acara.

“HMI adalah salahsatu organisasi paling depan dalam melakukan kaderisasi pada setiap anggotanya, sehingga semua jenjang yang harus dilalui pada HMI, seperti menjadi anggota, menjadi pengurus, dan sebagainya harus melalui jenjang pendidikan,” kata salah seorang pemateri, Iwan setiawan.

Oleh karenya, lanjut dia, maka HMI menjadi organisasi kader yang banyak menyumbangkan anggotanya pada organisasi sosial kemasyarakatan, partai politik, dunia perguruan tinggi, birokrasi, dunia usaha, dan berbagai bidang lainnya. Karena sifatnya yang independen, tidak terikat dengan organisasi dan partai manapun.

“Disinilah letak kekayaan dan keunggulan kader-kader HMI, dimana cenderung diterima di semua kalangan organisasi dan masyarakat umumnya. Untuk lebih majunya HMI kedepan maka kader HMI harus melakukan pembaharuan sesuai dengan situasi dan lingkungannya. tegas Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI,” sambungnya lagi.

Sementara itu, Ketua HMI Komisariat UMT, Sumani, mengatakan bahwa dirinya selaku Ketua Komisariat, akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perkaderan, dalam rangka meningkatkan kualitas kader-kader HMI di Universitas UMT khususnya.

Ketua Panitia, Esman SS, mengharapkan agar seluruh peserta dapat mengikuti acara ini dari awal sampai dengan akhir, sehingga ilmu yang diperoleh di LK I ini utuh dan dapat diterapkan dalam hidup dan kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus UMT khususnya dan umumnya kampis-kampus yang hari ini ikut Latihan Kader tingkat 1. (FAM)

Pengurus HMI MPO Tual Dilantik

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Tual Maluku Tenggara telah melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Cabang Periode 1436-1437 H / 2015 – 2016 M. Diadakan di Gedung LPTQ Kota Tual, Sabtu (18/10/2015) mulai jam 09:00 WIT.

Jajaran Pengurus HMI MPO Cabang Tual yang dilantik tersebut adalah Ketua Umum Rahmat Ohoirenan, Sekretaris Umum Faisal Rumkel, dan jajarannya, yang dilantik oleh Mufala Warwefubun (Staf Komisi Ekonomi PB HMI MPO).

“Kami mengharapkan agar Cabang se-Indonesia, kususnya Cabang Tual-Malra, harus menjalankan semua aktifitas organisasi sesuai aturan (konstitusi) HMI, kemudian pengurus yang akan dilantik lebih memperkuat internal dalan hal ini kajian dan pengkaderan karena itu adalah ruh Organisasi HMI sendiri, pengurus juga harus jeli untuk melihat problem atau dinamika yang ada di kedua daerah ini, sekaligus peran aktif dalam membina dan membela kepentingan masyarakat Kota Tual dan Maluku Tenggara,” ujar Mufala Warwefubun sebelum membacakan ikrar pelantikan.

Sesudah dilantik, Ketua terpilih, Rahmat Ohoirenan, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi sesuai konstitusi.

“HMI memiliki tiga komitmen utama dalam aktivitasnya, yaitu komitmen ideologis, komitmen epistimologi, dan komitmen organisatoris. Komitmen ideologis di aplikasikan melalui karakteristik gerakan HMI yang berbasis pada ajaran Islam. Islam bagi HMI, tidak hanya sebagai sebuah ritus formal belaka, namun lebih dari itu, merupaka landasan perjuangan serta petunjuk dalam berpikir. Komitmen organisatoris diejawantahkan dalam penguatan aspek kepemimpinan dan manajerial, serta keterampilan dalam mengola persoalan, maka itu saya mengharap HMI-MPO Cabang Tual-Malra agar bisa berjalan dengan baik dan berpatokan kepada tiga poin di atas,” kata Rahmat.

Kegiatan tersebut dihadiri Drs. Muuti Matdoan M.S.i, (Kadis Koperasi dan UKM Kota Tual) yang sekaligus menyampaikan sambutan dalam acara dimaksud. Ia mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa  bangganya dengan HMI MPO Tual dan berharap dapat terus mengawal pembangunan daerah.

“Kami sangat mengharapkan agar bisa bekerja sama dengan HMI-MPO dalam semua rangkaian kegiatan organisasi, Pemerinta Kota Tual juga memberikan peluang kepada kader-kader yang berkulitas/bisa diandalkan untuk Tual kedepan nanti, apa lagi kader dari putra daerah kita sendiri, karena saya merasa HMI-MPO mempunyai kemampuan untuk bisa membina kader-kader yang berkualitas,” ujar Drs. Muuti Matdoan, M.Si. Tamu lain ada dari unsur TNI-POLRI, ORMAS, OKP, OKPI, media massa, dan lainnya.

Ketua paniti pelantiikan, Soleman Tatroman, mengucapkan terima kasih atas kerjasama seluruh kader dan bantuan semua pihak atas terselenggaranya acara ini.

Faisal Rumkel

HMI MPO: Jokowi-JK Sering Salah Arah

HMINEWS.Com – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) menilai Jokowi-Jusuf Kalla sering salah arah dalam merumuskan dan mengambil kebijakan. Hal ini dinyatakan oleh Ketu Komisi Kebijakan Strategis PB HMI MPO, Muhammad Rafi.

“Jokowi-JK sering salah arah mengambil kebijakan, sering pula menyalahi janji kampanyenya. Padahal pemimpin adalah amanah,” kata Muhammad Rafi, Selasa (20/10/2015).

Dengan banyaknya program dan janji kampanye yang tidak ditepati itulah,  lanjutnya, yang menjadikan penilaian buruk bagi Jokowi-JK, mengundang kekecewaan banyak rakyat, serta menjadi contoh yang tidak baik. “Padahal puncak kepemimpinan itu adalah keteladanan,” lanjutnya.

Persoalan lainnya, yaitu perekonomian. Rafi menengarai daya beli masyarakat menurun akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat. Rupiah makin melemah di hadapan Dollar AS. Sebagai presiden, Jokowi juga dinilai tak mampu mengontrol kinerja kabinetnya, gagal menciptakan lapangan pekerjaan dan gagal memberantas korupsi.

Khusus mengenai kabut asap akibat pembakaran  hutan, pemerintah dinilai lambat dan terkesan hendak membiarkan rakyat yang terpapar asap di Riau, Jambi, Sumatra Selatan dan Kalimantan mati pelan-pelan karena asap itu.

Setahun Jokowi-JK, Mahasiswa Desak MPR Tarik Mandat Presiden

HMINEWS.Com – Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat menuntut Jokowi-JK mundur. Pasalnya berdasar evaluasi satu tahun Pemerintahan Jokowi-JK dinilai gagal mengemban amanah dan justru pro kepentingan asing.

Aliansi terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), FIS, Himpunan Mahasiswa Alwashliyah (HIMMAH), Pro-Dem dan beberapa lainnya. Aksi tersebut berlangsung di depan Gedung DPR-MPR, Senayan Jakarta, Selasa (20/10/2015).

Para pengunjukrasa menuntut agar MPR menggelar Sidang Istimewa untuk menurunkan Jokowi-Jusuf Kalla dari kursi kepresidenan. Menurut Ketua Umum IMM, Benni Pramula, negara ini sekarang tidak jelas arahnya karena ketidakjelasan kepemimpinannya.

“Saya merasa hingga kini tidak jelas siapa nakhoda bangsa ini. Karenanya, kami tuntut MPR untuk mengambil mandat presiden yang penuh kepalsuan ini,” kata Benny dalam orasinya.

Menurut IMM, di bawah kepemimpinan Jokowi penegakan hukum makin payah, KPK dan kepolisian dilemahkan, sehingga berbagai kasus korupsi besar terbengkalai penanganannya. Selain itu, masalah yang benar-benar dihadapi rakyat berupa kabut asap akibat pembakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan terus mengancam nyawa warganya, sedangkan pemerintah begitu lamban bertindak.

Sementara Ketua GPII, Karman BM, menambahkan, program dan janji-janji Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawa Cita kini telah menjadi dukacita. Duka sebab kedaulatan semakin jauh dari kenyataan, makin liberalnya semua sektor ekonomi yang mengobral sumberdaya alam atau kekayaan negara kepada asing, termasuk perpanjangan izin PT Freeport yang dinilainya jelas-jelas melanggar UU Minerba.

HMI MPO Pekanbaru Selenggarakan LK2

Penataran KOHATI yang diadakan pada 16-18/10, yang kemudian disambung dengan LK2.
Penataran KOHATI yang diadakan pada 16-18/10, yang kemudian disambung dengan LK2.

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Pekanbaru menyelenggarakan Latihan Kader 2 (LK2). Dimulai tanggal 18 hingga 25 Oktober 2015 di Gedung KNPI Provinsi Riau.

LK2 atau intermediate training ini satu rangkaian dengan Latihan Kader KOHATI yang telah digelar sebelumnya (16-18/10/2015) di tempat yang sama. Bahkan, pada Jum’at (23/10) nanti akan dimulai pula LK1 Cabang Pekanbaru. Demikian kata Ketua Panitia LK2, Fitriani, kepada HMINEWS.Com.

Tema LK2 kali ini adalah pengokohan nilai-nilai dari Khittah Perjuangan HMI MPO, yang dengan demikian diharapkan makin menguatkan pembentukan kader menuju karakter ulul albab. Peserta training ini berjumlah 9 orang dari Cabang Pekanbaru dan sekitarnya.

Sejumlah alumni menjadi pemateri LK2 ini, di antaranya Kanda Hasanududin, Feldi, Fauzi Kadir, Anton Juliandri, Roma Gia, Muhammad Rafi (PB HMI), dengan master of training Nur Alie.