Tampil sebagai Keynote Speaker, Fauzi: Revisi UU KPK adalah Upaya Pelemahan bagi KPK

Muhammad Fauzi, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam, saat menjadi Keynote SpeakerHminews.com-Korupsi di Indonesia bukanlah hal baru, keterlibatan para petingi Negara sudah menjadi momok dimasyarakat dan masyarakat sudah bosan menyaksikan dimedia-media nasional tentang rusaknya Negara Indonesia karena korupsi, tiap hari publik disuguhkan dengan berita korupsi.

Negara ini kondisinya sudah sangat parah, bagaimana mau maju kalau petingginya justru menjadi pelaku utama dalam menghambat kemajuan bangsa ini, kata Ketua Umum Pengurus Besar  Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhammad Fauzi saat memberikan penyampaian sebagai keynote speaker dalam dialog akhir tahun yang diselenggarakan oleh HMI Cabang Bogor yang bertajuk “Penegakan Supermasi Hukum Tindak Pidana Korupsi” pada tanggal 30 Desember 2015.

Fauzi, (sapaan akrab) dalam penyampaiannya banyak menyoroti terkait kasus Korupsi di Indonesia, dia menganggap bahwa penegakan hukum di Indonesia masih abu-abu, “penegakan hukum di Indonesia ini masih lemah ditambah lagi dengan usaha-usaha untuk dilemahkan, misalkan dengan upaya revisi UU untuk KPK, ini kan aneh, seharusnya hukum harus ditempatkan sebagai panglima dalam penuntasan kasus semisal korupsi”, kata pria yang berdarah Bima tersebut.

Menurut Fauzi Revisi UU KPK merupakan salah satu bentuk upaya pelemahan terhadap institusi KPK dan ini merupakan scenario yang sudah direncanakan oleh pejabat-pejabat yang ingin melakukan tindakan korupsi, makanya ini adalah PR bagi pimpinan KPK yang baru untuk menuntaskan kasus-kasus besar korupsi seperti BLBI, Century, penggelapan pajak dan kasus besar lainnya dan harus diperlukan upaya pencegahan sehingga kerugian keuangan Negara dapat dihindari.

Upaya revisi UU KPK harus ditolak tanpa alasan apapun, karena ini benar-benar bentuk pelemahan bagi KPK sebagai institusi yang harus membabat habis para koruptor di Indonesia, saya mewakili PB HMI secara tegas menolak revisi UU KPK ini karena justru memberikan peluang bagi para pejabat Negara untuk melakukan korupsi, tegasnya.

Dalam dialog tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kejari Bogor, Kapolres Bogor, Pemda Bogor dan Pengamat Politik Nasional Ubaidillah Badrun