Lima Mahasiswa Unair Ikut Pertukaran Pelajar di Belanda

HMINEWS.COM- Lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berkesempatan mengikuti program Exchange Program Fontys Venlo Spring 2016, di Belanda.

Lima mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair tersebut diantaranya adalah Evelyn Rahmadanti, Reno Albra, Muhammad Aprilian Adhani, Muhammad Faishal Reza, dan Ahmad Wisesa Lumumba.

Selama enam bulan menjalani studi di Fontys University of Applied Science. Kampus Fontys sendiri memiliki tiga kampus yang tersebar di Eidhoven, Venlo, dan Tilburg. Namun, khusus untuk program internasional, mahasiswa program pertukaran ditempatkan di Venlo.

dikutip dari situs Unair Evelyn mengatakan, “Kami sebagai exchange students merasa diterima sebagai tamu, teman, hingga turis. Mulai dari jauh-jauh hari, kami sudah diberikan kontak orang yang bertanggung jawab kepada seluruh murid exchange, dan bebas untuk menghubungi orang tersebut jika ada kesulitan,” Kata Evelyn, Rabu (31/8/2016).

Evelyn menceritakan, banyak pengalaman menarik yang dirasakan ketika menjalani program. Salah satunya, yakni dosen yang sangat terbuka dengan pemikiran mahasiswa asing. Menurutnya, di sana dosen tidak suka menyalahkan mahasiswa. Malah, mahasiswa diperkenankan berdiskusi intensif bahkan berdebat.

Selain pengalaman belajar di luar negeri, Sebagai mahasiswa pertukaran, para mahasiswa Unair itu juga diagendakan trip satu kali setiap bulan dengan hanya membayar 5-10 euro, dan selebihnya sudah ditanggung oleh pihak Fontys.

“Sekalipun mereka tidak mengenal kami, tidak jarang ketika kami jalan disapa oleh orang atau penduduk di sana. Meski memang, tidak menutup kemungkinan akan adanya copet. Karena, saya pribadi juga kecopetan di Amsterdam,” kenangnya.

Evelyn berpendapat, orang-orang di Belanda taat dan jujur terhadap aturan. Tak heran semua tertata rapi lantaran mereka menghargai lingkungan.

“Orang-orang Belanda yang saya temui tidak rasis. Mereka sering bertemu dengan mahasiswa lain dari berbagai negara, termasuk mahasiswa lokal,” ucapnya.

Evelyn turut memuji transportasi yang ada di Negeri Kincir Angin tersebut. Pasalnya, transportasi di sana selalu tepat waktu. “Jika ada masalah atau keterlambatan, akan diinformasikan dengat cepat, melalui laman resmi, aplikasi, dan pengumuman di stasiun,” pungkasnya