Target Pertumbuhan Ekonomi 5,1 Persen Perlu Pendalaman

HMINEWS.COM, Jakarta – Badan Anggaran DPR RI belum menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 sebesar 5,1 persen dikarenakan asumsi ini dinilai terlalu pesimistis, sehingga harus dibahas kembali.

Hal tersebut diperoleh dalam kesimpulan Rapat Kerja Banggar DPR dengan Kepala Kebijakan Fiskal Kemenkeu, Deputi Gubernur Bank Indonesia serta perwakilan pejabat dari Bappenas dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa, (13/9/2016) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

“Terhadap inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan target pembangunan ekonomi apakah bisa disetujui?” tanya Said Abdullah selaku ketua rapat.”Setuju,” dijawab seluruh anggota Banggar yang hadir.

Dalam pembahasan awal panja asumsi, defisit anggaran, dan pembiayaan tersebut, Banggar belum bisa menerima alasan perubahan target pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya 5,3 persen menjadi 5,1 persen.

“Ini harus dikonsolidasikan lagi dan dibahas dalam tahap pendalaman. Kita lanjutkan Rabu, (14/9),” ujar Said.

Sementara asumsi yang sudah disepakati adalah inflasi 4 persen, suku bunga SPN 3 bulan 5,3 persen, nilai tukar Rp 13.300 per dolar AS, ICP $ 45 perbarel, lifting minyak 815.000 barel per hari, lifting gas 1.150.000 barel per hari, target pengangguran 5,6 persen, kemiskinan 10,5 persen, gini rasio 0,39 dan Indeks Pembangunan Manusia 70,1.

Pengurus HMI Cabang Serang Dilantik

HMINEWS.COM, Banten- Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) cabang Serang dilantik, Pelantikan tersebut dilaksanakan di Aula TB Suwandi Gedung Pendopo Bupati Serang, Sabtu (14/9/2016).

Pengurus HMI cabang Serang periode 2016-2017 ini dilantik oleh Ketua Komisi Kelautan dan Perikanan PB HMI, Saharudin. Dalam kesempatan tersebut Saharudin menekankan bahwa pentingnya penguatan kelembagaan HMI melalui peningkatan perkaderan, sehingga Cabang Serang mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan HMI yang dimulai dengan optimalisasi perkaderan.

Agus Erwana, Asissten Daerah I Kabupaten Serang. Sebagai struktur pemerintahan pihaknya mengapresiasi HMI yang mau terlibat dalam pembangunan daerah. Pihaknya juga mengusulkan agar Lembaga Kepemudaan seperti HMI harus mempunyai fokus program dalam berkontribusi terhadap upaya penyelesaian permasalahan di Serang.

Subowo, sebagai Demisioner Ketua HMI Cabang Serang mengatakan, “Sinergitas program merupakan langkah awal dalam mempersiapkan masa depan umat yang lebih baik. Setiap generasi, wacana, dan ikhtiar manusia selalu ada hal-hal yang perlu dievaluasi untuk dijadikan perbaikan, sehingga saya berharap Pengurus Cabang sekarang dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah kami lakukan pada kepengurusan periode yang lalu.”

Dia juga menambahkan untuk mengembangkan organisasi yang lebbih bermakna kita harus mewujudkan suatu budaya yang menghormati perempuan, budaya yang menghormati muslimah.

Kegiatan ini juga diisi dengan orasi ilmiah dari Usep Ahyar sebagai Alumni HMI, bahwa nilai perkaderan dan perjuangan HMI merupakan identitas HMI baik secara kader maupun kelembagaan.

“Oleh sebab itu kontribusi pemikiran HMI bagi umat merupakan wujud kader HMI yang memiliki jati diri intelektual. HMI tidak boleh terjebak pada rutinitas perkualiahan yang normatif, namun kader HMI dituntut menjalani proses agar menjadi cendekiawan secara alamiah melalui jenjang perkaderan dan dinamika organisasi,” kata Usep.

Selain itu , lanjut Usep, HMI sebagai oraganisasi yang membawa nilai islam, didalam memgemban misi kebangsaan. HMI yang dilanadasi dengan asas islam, maka kadernya harus merasa kegelisahan jika tidak ikut mengambil tanggung jawab sebagai warga negara untuk mengisi kemerdekaan melalui wacana keindonesiaan yang berdasarkan islam sebagai agama yang rahmatalil’alamin.

Sementara itu, Suhendra, selaku ketua cabang beserta jajaran kepengurusan, melihat era globalisasi berdampak pada perubahan fenomena sosial pada masayrakat jika mahasiswa, masayrakat, dan pemerintah tidak saling membantu maka dapat menjadi gejolak kedzaliman umat yang bertentangan dengan nilai-nilai islam.(LLJ).

Komisi X Minta Pemerintah Untuk Serius Kembangkan SMK

 

HMINEWS.COM, Bandung –  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia perlu mendapat perhatian dengan seksama agar mampu bersaing dan mengungguli negara-negara lain di ASEAN. Atau paling tidak, mampu menyamai beberapa negara tetangga seperti Singapura, Thailand atau Malaysia. Pasalnya, ketiga negara itu selama ini berada di atas Indonesia dalam hal indeks daya saing.

Demikian dikatakan Anggota Komisi X DPR Dadang Rusdiana saat kunjungan kerja spesifik Komisi X ke sejumlah SMK di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/09/2016). Kunjungan dalam rangka meninjau pendidikan vokasi ini, meninjau SMKN 2 Bandung, SMK Negeri 9 Bandung, SMK Negeri 13 Bandung dan SMK Igasar Pindad.

“Tentunya, mengenai peningkatan daya saing, pada dasarnya kita sedang berbicara bagaimana membuat strategi pendidikan formal yang mampu memberikan bekal yang memadai bagi output pendidikan berupa integritas, kecerdasan dan kecakapan dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan produktivitas nasional yang berkualitas,” tegas Dadang.

Oleh karena, tambah politisi F-Hanura itu, pengembangan SMK harus mendapat perhatian kebijakan dan penanganan yang serius dalam berbagai aspeknya seperti persoalan ketersediaan guru produktif, sumber daya anggaran, sarana prasarana, kurikulum dan hal pendukung lainnya. Penyelenggaraan SMK pun tidak lepas pula dari ketersediaan dana yang memadai agar sekolah bisa menyelenggarakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan praktek yang sejalan dengan tuntutan pasar kerja.

“Sehingga, harus ada pembedaan yang mendasar terkait Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar ataupun yang lainnya, antara SMA dengan SMK. Selain faktor biaya operasional SMK yang lebih mahal dibandingkan SMA, juga karena materi praktek di SMK porsinya lebih besar. Tentunya kebijakan insentif ini dibutuhkan untuk memotivasi anak-anak Indonesia memasuki SMK,” imbuh Dadang.

Tentunya, kata politisi asal dapil Jawa Barat itu lebih lanjut, dengan peningkatan bantuan operasional, maupun pengadaan alat praktek yang relevan dengan tuntutan riil dunia kerja, serta profesionalitas guru yang tetap terjaga, maka diharapkan lulusan SMK ini sudah siap pakai di dunia kerja sebagaimana tujuan pendidikan vokasi.

“Ini untuk menjawab fakta yang merupakan kritik atas penyelenggaraan pendidikan SMK di Tanah Air, yang dikatakan bahwa pengangguran lulusan SMK lebih banyak dibandingkan dengan lulusan SMA,” tutup Dadang.

40 BEM DKI Jakarta Deklarasi Dukung Yusril di Pilgub 2017

HMINEWS.COM, Jakarta- Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Relawan Garda Muda Jayakarta, mereka berasal dari 40 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Organisasi Kepemudaan berkumpul dan mendeklarasikan Yusril Ihza Mahendra sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Gubernur 2017 mendatang.

“Hari ini, 10 September 2016, dengan kesadaran kami bersepakat bertekad bulat dan berketetapan hati untuk memenangkan Yusril Ihza Mahendra menjadi Gubernur DKI Jakarta,” demikian butir deklarasi yang dibacakan dan beredar di jejaring sosial media, Sabtu (10/9/2016).

Kordinator Relawan Garda Muda Jayakarta Abiza menuturkan, setelah beberapa kali para mahasiswa berdiskusi dan berkumpul, mereka menilai Jakarta dibawah kepemimpinan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sangat tak berpihak pada kepentingan rakyat.

“Kami khawatir pemimpin saat ini kerap menindas rakyat. Penggusuran dimana-dimana, tidak pro rakyat. Makanya kita bersepakat ada pemimpin baru untuk melakukan perubahan Jakarta lebih baik,” kata Abiza

Menurut mereka, Jakarta adalah miniatur Indonesia, menjadi barometer kemajuan dan jadi contoh untuk  pembangunan bagi daerah-daerah dan provinsi lainnya di Indonesia. oleh karenanya mereka menilai sosok Yusril mewakili Kaum Intelektual akademis di anggap menjadi anti tesa dari pemimpin Jakarta saat ini yang dinilai tidak pro rakyat kecil.

Yusril kata Abiza, adalah pemimpin yang lahir dari akar kepedihan rakyat yang saat ini tengah terpenjara oleh kepentingan pemimpin yang zalim lantaran kerap melakukan penggusuran dan merampas hak rakyat.

“Sudah tentu ibukota ini harus memiliki pemimpin perubahan yang berkarakter, ramah, pengasih, mengayomi, bermartabat, cerdas dan berhati nurani. Pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya. Yusril adalah pilihan tepat bagi Jakarta,” ujar Abiza.

 

Rumuskan Arah Pergerakan Perempuan, Koornas Kohati Akan Adakan Lokakarya

HMINEWS.COM, Jakarta- Merumuskan kembali arah perjuangan dan pergerakan serta peranan perempuan Indonesia, Pengurus Koordinator Nasional Korps HMI-Wati (Koornas Kohati) Pengurus Besar HMI akan adakan Lokakarya pada tanggal 06-10 Oktober 2016 mendatang di Lampung.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Implementasi Citra Diri KOHATI dalam Pergerakan Perempuan Indonesia” dan akan dihadiri oleh seluruh utusan Kohati cabang seluruh Indonesia

Ketua Koornas Kohati, Arofiah Afifi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk membahas eksistensi serta peranan KOHATI untuk perempuan Indonesia. selain itu, kegiatan ini juga akan membahas Pedoman Dasar Kohati dan tafsiran-tafsiran tentang KOHATI dan citra diri Maratussholehah sebagai arah gerakan Kohati kedepan.

“Harapannya Lokakarya yang dilaksanakan nanti akan menghasilakn Pedoman Dasar Kohati yang relevan dan tidak dibongkar-pasang untuk  20 tahun kedepan,” Kata Fifi

Selain itu Fifi juga menjelaskan bahwa forum tersebut juga akan banyak membahas terkait dengan “Emansipasi Wanita” yang kerap kali diperbincangkan oleh kaum feminisme.

Menurut Afifi, Emansipasi wanita tidak berarti mempersamakan wanita dan laki-laki secara total dalam segala hal, karena wanita memang berbeda secara kodrati dengan laki-laki, dan itu akan dibahas dan dipertegas di forum Lokakrya nanti.

Teh Ovi (Sapaannya) juga menyampaikan bahwa dirinya prihatin atas kondisi generasi muda saat ini yang dinilai tidak lagi menemukan gambaran generasi Rabbani dalam wadah masyarakat yang Islami.

“Kondisi remaja dan generasi muda saat ini seolah “tanpa bentuk” karena terdidik oleh para perempuan yang hedonis dan materialistis” Ujar Ovi

Para perempuan-perempuan tersebut menurutnya, lebih suka mengadopsi pemikiran-pemikiran yang bersumber dari paham kapitalis sekuler daripada menjadikan Islam sebagai standar berpikir dan berperilaku.

oleh karenanya ia berharap kegiatan tersbut menjadi forum untuk mendiskusikan serta merumuskan kembali arah perjuangan, peran serta eksistensi Kohati dan perempuan muslim Indonesia kedepan. sehingga HMI-wati mampu mencetak sumber peradaban (Perempuan) yang profesional dan HMI-wati menjadi putri, istri , ibu dan anggota masyarakat yang bermutu.

 

Refleksi Perjuangan dan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya

Nabi Ibrahim AS merupakan salah satu dari Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah SWT untuk Kaum Babylonia (Iraq) dibawah kekuasaan raja Namrud yang kejam. sejak bayi ia harus berjuang untuk menghindari kekejaman raja Namrud yang pada saat itu setiap bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh. Itu dikarenakan ramalan dari para ahli nujum dan dukun yang mengabarkan kepada raja bahwa akan ada bayi yang kelak akan membawa agama baru dan akan menghancurkan berhala-hala yang menjadi tuhan-tuhan sesembahan ketika itu. Tidak hanya itu, bayi itu juga akan menghancurkan kekuasaan raja Namrud dan seluruh kerajaannya. tetapi karena kekuasaan Allah SWT Nabi Ibrahim AS bersama ibunya diasingkan dan tinggal disebuah gua untuk menghindari kejaran dari kekejaman raja Namrud dan pengikutnya.

Perjuangan dan kegelisahan Ibrahim AS terhadap kesesatan agama masyarakatnya telah tumbuh sejak masa kanak-kanak, Bagaimana tidak, Ibrahim kecil yang sudah kritis, tajam dan cerdas ketika Ibrahim berdialog dengan ibunya menanyakan eksistensi Tuhannya. ibunya pun kewalahan dan tidak mampu menjawab secara tuntas segala pertanyaan-pertanyaan Ibrahim kecil. Begitupun Ibrahim kecil pernah bertanya kepada ayahnya sendiri sebagai pembuat patung sesembahan masyarakatnya pada saat itu, namun jawaban-jawabannya tidak sesuai dengan keinginan seorang Ibrahim kecil.

Sejak usia dini Ibrahim AS telah dianugerahkan oleh Allah SWT ketajaman berpikir dan kecerdasan akal. Semua itu mengantarkannya pada kemampuan menyimpulkan hakikat-hakikat yang ada dibalik semua yang diamatinya. itu adalah bentuk penjagaan Allah SWT dan hidayah dari-Nya atas diri Ibrahim AS, seperti yang dijelaskan dalam Qur’an surah Al-Anbiya sebagai berikut:

“Dan (demi keagungan dan kekuasaan Kami), sungguh Kami telah menganugerahakan kepada Ibrahim hidayahnya yang sempurna (masa kedatangan Nabi Musa AS. dan Nabi Harun AS.) dan adalah Kami Maha Mengetahui (segala keadaannya)-nya” (QS. an-Anbiya [21]: 51)

Ketika Ibrahim berusia empat puluh tahun Ibrahim AS diangkat menjadi Nabi, sebagaimana firman Allah SWT. “… sehingga apabila dia telah dewasa dan mencapai empat puluh tahun..” (QS. al-Ahqaf [46]: 15).

Penghancuran Patung-Patung sebagai Perlawanan Terhadap Kejahiliaan dan Kesyirikan

Nabi Ibrahim AS menghancurkan patung-patung yang dibuat oleh ayahnya ketika masyarakatnya merayakan upacara keagamaan. sebagaimana Al-qur’an menjelaskan bahwa “Lalu, (ketika Ibrahim as. diajak oleh kaumnya yang musyrik agar berangkat bersama mereka merayakan suatu upacara keagamaan), dia memandang sekali pandang kepada bintang-bintang. Maka, dia berkata (kepada kaumnya sebagai alas an untuk menolak ajakan mereka): “Sesungguhnya akau sakit.” Lalu, mereka pun berpaling darinya denga membelakang (yakni, meninggalakn Nabi Ibrahim as. sendirian)” (QS. ash-Shaffat [37]: 88-89).

Setelah luput dari masyarakatnya akhirnya Nabi Ibrahim AS pergi mengambil sebuah kapak, lalu dihantamnya patung-patung itu dengan sekuat tenaga hingga hancur berkeping-keping.

Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. (QS. 21.58).

Pembakaran Hidup-hidup dan pertolongan Allah swt.

Ketika Ibrahim AS diadili oleh raja Namrud dan kaumnya dengan dibakar hidup-hidup. pada saat dirinya dibakar, datannglah pertolongan Allah SWT kepada Ibrahim seraya ia berdo’a meminta pertolongan kepada Allah SWT “Wahai Tuhan sesembahan-Ku, Engkaulah satu-satunya (yang aku sembah) di langit dan akulah satu-satunya (yang menyembah-Mu) di bumi. Wahai Yang Maha Esa, wahai Sang Tumpuan Harapan. Dari-Mu aku meminta air (penyiram api), kepada-Mu aku meminta pertolongan, dan kepada-Mu aku bertawakal. Cukuplah Allah untukku dan (Dialah) sebaik-baik Yang Maha Penolong. Cukuplah Allah untukku. Tidak ada Tuhan selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakal. Dan, Dialah Tuhan Pemelihara Arasy Yang Mahaagung.” Mendengar doa Ibrahim as. tersebut, apipun berseru: “Wahai Tuhan Pemeliharaku, Engkau telah menetapkanku tunduk kepada keturunan Adam sehingga mereka membuatku (harus) membakar Nabi-Mu!” Maka Allah swt. pun berfirman: “Hai api! Dinginlah (dan jadilah) keselamatan bagi Ibrahim!” (QS. an-Anbiya [21]: 69)

Itulah perjuangan Ibrahim as dalam menegakkan tauhid dan Agama Allah swt. meskipun harus menghadapi berbagai ujian, tantangan dan rintangan.

Setelah Ibrahim AS dibakar hidup-hidup sebagai hukuman oleh raja Namrud ( raja Syawaji versi sejarah yang lain), Ibrahim AS melakukan safari hijrah ke utara yaitu kota Haran.

Perjuangan Seorang Ibu dan Munculnya Mata Air Zamzam

Ketika Siti Hajar dan bersama bayinya Ismail as harus ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim as di Mekkah, gunung Qubaisy, antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah ditempat tersebut keduanya harus menghadapi gersangnya padang pasir, daerah yang kering, pohon-pohon tidak ada yang tumbuh, rumputpun sangat sulit untuk tumbuh didaerah padang pasir tersebut, sehingga ditempat itu tidak ada kehidupan, panas teriknya matahari dan ketika mengalami kehausan ditengah terik panasnya matahari dan kesulitan menemukan air. Akhirnya Siti Hajar meninggalkan anaknya sendirian demi pergi mencari air sehingga harus naik turun bukit Shafa dan bukit Marwah, ia terus bolak-balik antara kedua bukit itu hingga tujuh putaran dengan hasil yang tetap sama tidak mendapatkan air. Disaat kesulitan mendapatkan air Hajar kembali ke tempat di mana Isma’il as berada. Saat berjalan mendekati bayinya, ia melihat air memancar dari bekas jejakan tumit kaki Isma’il as. semakin lama, pancaran air itu semakin menderas. Ia dan Isma’il as pun melepas dahaga. Ketika pancaran air itu semakin menjadi-jadi, Hajar berseru, “Menderaslah, menderaslah (zummi, zummi)!, wahai air yang diberkati!” Sejak saat itulah, air yang memancar tersebut diberi nama Zamzam. Sekarang air Zamzam tersebut tidak pernah kering dan bahkan sampai akhir zaman sebagai bentuk anugerah Allah swt untuk umat manusia.

Melawan Tipu Daya setan, Ketaatan  Ibrahim as dan Kepatuhan Ismail as

Kisah penyembelihan Ismail as oleh ayahnya sendiri Nabi Ibrahim as dimulai dari mimpi. Ibrahim as. melihat dirinya, di dalam mimpi, menyembelih putranya. Pada saat itu Nabi Ibrahim as mendapatkan perintah dari Allah swt. bahwa anaknya tercinta Ismail as untuk di sembelih. Pada saat yang sama datang seorang iblis untuk mempengaruhi dan menggoda Ibrahim, istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail as. iblis yang terus ingin menghalangi Ibrahim as akhirnya Iblis dilempar oleh Ibrahim as dengan menggunakan tujuh batu kecil hingga setan pun pergi. Beberapakali dilakukan hal seperti itu, sehingga ketika orang berhaji dikenal dengan lempar jumrah untuk melawan dan mengusir setan, setan pun gagal melarang Ibrahim dan keluarganya untuk tidak menyembelih anaknya Ismail as.

Ketika Nabi Ibrahim as menyampaikan tentang mimpinya kepada anaknya Isma’il as. Ismail as. yang mengetahui bahwa mimpi seorang nabi adalah benar berkata kepada Ibrahim as. dengan penuh kepatuhan menerima perintah itu. “Wahai ayah, laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu.” Selanjutnya, Ismail as. pun berkata:

“Engkau akan mendapatiku, Insya Allah, termasuk para penyabar” (QS. ash-Shaffat [37]: 102)

Setelah keduanya sudah bersepakat dan bersedia untuk menunaikan perintah Allah swt. sehingga tibalah Ismail untuk disembelih dengan menggunakan sebuah pisau, Ketika akan disembelih pisau sudah diletakkan dilehernya Ismail as. tiba-tiba datanglah sebuah seruan: “Tahanlah, wahai Ibrahim, engkau telah membenarkan mimpi itu!” Ibrahim as. mengangkat kepalanya ke atas dan melihat seekor kibas turun kearahnya, seekor kibas yang besar!

Akhirnya proses penyembelihan Ismail as dihentikan dan selanjutnya, Ibrahim as. pun menyembelih kibas itu sebagai pengganti putranya, seekor kibas atau ada juga yang menyebutnya sebagai seekor domba. Hari itulah yang kelak disebut dengan Yaum an-Nahr (hari penyembelihan), hari di mana para pekurban menyembelih hewan-hewan kurban mereka.

Mendirikan Baitullah, Khitan dan perintah Ibadah Haji

Setelah Baitullah didirikan oleh Ibrahim as bersama keluarganya. Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT, agar memanggil kaum muslimin untuk menunaikan ibadah haji, mengunjungi Baitullah, baik yang dekat dengan Ka’bah maupun yang jauh, sesuai surah Al-Hajji ayat 27, “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” Pada saat berusia 90 tahun (sebagian riwayat menjelaskan pada usia 80 tahun), Nabi Ibrahim menerima perintah Khitan, maka Nabi Ibrahim pun mengkhitan dirinya. Sedang Ismail di khitan pada usia 13 tahun (dalam kitab Injil Barnabas diterangkan, dulu Nabi Adam AS, berdosa setelah memakan buah yang dilarang Allah, buah Khuldi, setelah bertobat, dan diampuni dosanya oleh Allah, Nabi Adam bernazar, akan memotong sebagian dagingnya, kemudian Malaikat menunjukkan bagian daging yang dipotong, yakni pada bagian yang dikhitan). Selanjutnya khitan menjadi syariat agama Islam.

Disana, umat manusia dapat bertawaf seraya melantunkan pujian kepada Allah Yang Mahatinggi. Disana, umat manusia mendirikan shalat yang diwajibkan Allah atas mereka seraya bertaubat dari seluruh dosa sehingga Allah melimpahkan untuk mereka ampunan, limpahan kebajikan, dan pahala. Ibrahim as. mengharapkan pula agar setiap orang yang menunaikan haji ke Baitullah merenungkan pula hikmah dibalik turunnya perintah Allah kepadanya untuk menyembelih Ismail as., juga merenungkan peristiwa dilemparnya setan olehnya saat makhluk terkutuk itu berusaha menipudayanya agar tidak menjalankan perintah Allah tersebut. Maka, Ibrahim as. berdo’a kepada Allah agar menunjukan kepadanya seluruh tahapan manasik haji.

“…dan tunjukanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami… (QS. al-Baqarah [2]: 128)

Maka, Allah menunjukan kepada Ibrahim as. seluruh tahapan manasik haji. Tidak hanya itu, Allah pun memerintahkan Ibrahim as. agar menyerukan kepada seluruh manusia untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah.

Dari perjuangan dan pengorbanan Ibrahim as dan keluarganya semoga mendapatkan hikmah untuk seluruh umat manusia dalam membangun peradaban manusia.

Mungkin dari tulisan ini banyak kesalahan dan kekeliruan mohon dima’afkan karena penulis hanyalah seorang manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.

Penulis : Irfan Safari (Pengurus HMI (MPO) BADKO SULAMBANUSA)

Referensi: Buku Anshori. Ihsan. Faiq dkk. 2014. Ibrahim Bapak Semua Agama. Tangerang: Lentera Hati.

Bayang-bayang Tax Amnesty Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Melihat kondisi ekonomi Indonesia pada penghujung tahun 2016 yang terus mengalami kelesuan menuai ancaman tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Reshuffle kabinet menteri yang dilakukan pun dinilai belum mampu mengatasi pelemahan pertumbuhan ekonomi negara. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal kedua tahun 2016 ekonomi negara tumbuh 5,18% dibanding tahun lalu, hal ini disebabkan adanya lonjakan konsumsi masyarakat, pengeluaran pemerintah dan investasi pada momentum Ramadhan di bulan Juni. Namun, selepas Ramadhan pertumbuhan ekonomi kembali melemah sampai bulan Agustus dan akan terus merambah turun sampai penghujung tahun. Hal ini terjadi karena ekspektasi terhadap pasar yang berlebihan dapat menyebabkan sudden capital reversal yang membuat para investor menarik modalnya kembali dan terbukti terjadi pasca Ramadhan.

Oleh karenanya, beberapa kebijakan sudah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi agar terus tumbuh sesuai dengan target APBN-P 2016 yaitu 5,2%. Salah satunya tax amnesty yang menjadi primadona pemerintah untuk menstimulus pendapatan negara dan diramalkan sebagai penambal defisit APBN-P 2016 yang mencapai Rp 276,6 triliun atau 1,83% dari PDB. Bank Indonesia (BI) pun ikut meramalkan pertumbuhan ekonomi di 2016 akan mencapai angka 5,04% dan belum termasuk pendapatan dari tax amnesty. Akan tetapi, program tax amnesty sangat bergantung pada penerimaan pendapatan negara lewat pajak terutama wajib pajak kelas kakap di luar negeri. Lebih lanjut pada tahun 2017 mendatang, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai angka 5,7% lewat program tax amnesty.

Pasalnya pemerintah menargetkan penerimaan APBN-P 2016 dari uang tebusan tax amnesty sebesar Rp 165 triliun. Namun realisasi sampai awal September baru mencapai Rp 4,63 triliun atau 2,8% dari Rp 165 triliun. Untuk dana repatriasi baru mencapai Rp 12,9 triliun dari perkiraan Rp 1000 triliun. Sedangkan bulan ini adalah akhir tahap pertama pemberlakuan tax amnesty sebab pada bulan Oktober – Desember mendatang akan diberlakukan tahap kedua dan pada awal Januari – Maret 2017 diberlakukan tahap ketiga sekaligus momentum berakhirnya pemberlakuan tax amnesty. Alhasil, banyak pihak yang pesimis dengan implementasi dari tax amnesty yang tidak sesuai dengan perkiraan awal. Dampaknya pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2017 pun hanya ditargetkan pada angka 5,3% dari perkiraan awal 5,7%.

Kelesuan ekonomi yang terjadi juga menyebabkan pada beberapa pengusaha yang membatasi pengeluarannya untuk membayar uang tebusan pada akhir September. Akibatnya sektor swasta anjlok seperti ritel dan usaha mikro lainnya yang menyebabkan lambatnya perputaran uang dan puncaknya adalah menurunnya konsumsi. Selain itu, di sektor properti juga mengalami kelesuan sebab para pemilik usaha masih menunggu penyelesaian proses birokrasi dalam tax amnesty padahal properti merupakan penyumbang terbesar dari sektor lainnya. Disisi lain faktor pelemahan ekonomi global dan masih lesunya komoditas andalan dalam negeri sejak awal tahun menjadi sebab utama menurunnya pertumbuhan ekonomi.

Stimulus dari kebijakan moneter diperlukan

Instrumen pendapatan dalam negeri di APBN-P 2016 terdiri dari penerimaan perpajakan (PP) sebesar Rp 1.539,2 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 245,1 triliun, masing-masing turun sekitar Rp 7,5 triliun dan Rp 28,8 triliun. Disini terlihat bahwa PP tetap mengalami penurunan walaupun tidak sebesar PNBP, karena didominasi oleh penerimaan pajak dari sektor nonmigas. Lebih tepatnya pemerintah berhasil menstimulus sektor non migas akan tetapi sangat berharap terhadap tax amnesty yang ternyata pada realisasi tidak sesuai dengan ekspektasi. Akibatnya pada bulan Agustus terjadi deflasi sebesar 0,02% dibandingkan bulan Juli. Namun, faktor terjadinya deflasi bukan karena penurunan harga kebutuhan pokok yang disebabkan kelebihan pasokan tetapi menurunnya faktor konsumsi atau bisa dikatakan daya beli masyarakat menurun drastis dari bulan sebelumnya. Artinya penawaran lebih tinggi daripada permintaan di pasar barang. Maka fenomena deflasi yang terjadi memang sangat berkaitan dengan kinerja konsumsi sebab 55,23% porsi PDB didominasi dari pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Pemerintah harus keluar dari bauran fiskal yang sudah tidak memiliki daya tawar terhadap pertumbuhan ekonomi. Penyebabnya adalah pasca disahkannya kebijakan pemotongan anggaran belanja sebesar Rp 137 triliun di tahun 2016 dan akan terus berlanjut pada APBN 2017. Maka kontribusi belanja pemerintah akan menurun secara signifikan. Langkah taktis untuk kegamangan yang terus berlangsung pada pertumbuhan ekonomi ini adalah dari sisi moneter. Pemerintah dapat menstimulus melalui suku bunga acuan atau BI Rate. Walaupun sudah diturunkan sampai 6,5% atau 100 bps sejak awal tahun, tetapi terbukti kurang efektif untuk menstimulus kredit perbankan. Hal ini disebabkan pembagian suku bunga acuan hanya dititik beratkan pada suku bunga deposito yang mencapai 91 bps dibandingkan bunga kredit hanya 47 bps.

Kebijakan ini nantinya juga akan berpengaruh terhadap paket kebijakan ekonomi ke-13 yang baru dikeluarkan oleh menteri perekonomian dan disahkan oleh Presiden terkait deregulasi kebijakan pembangunan rumah oleh pengembang. Kebijakan ini disasar untuk penduduk berpendapatan rendah agar memiliki rumah yang layak dihuni. Pasalnya deregulasi yang diterapkan terkait perizinan dan tahapan yang semula mencapai 33 perizinan dan tahapan dikurangi menjadi 11 perizinan dan tahapan. Jika kebijakan keramat ini berhasil mencapai ekspektasi tentunya kebutuhan primer rumah tangga akan terpenuhi. Otomatis hal ini akan membantu meretas penurunan konsumsi rumah tangga, sebab pengeluaran konsumsi rumah tangga akan meningkat ketika mereka memiliki tempat tinggal baru. Disisi lain sektor properti akan mendapatkan angin segar dan pada akhirnya dapat berkontribusi kembali terhadap pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Mohammad Bakhrul Fikri Suraya

-Mahasiswa Ilmu Ekonomi FE UI, Staff bidang Jaringan Kemasyarakatan HMI KOORKOM UII (2016 – 2017)

-Kepala Bidang Regulasi KPU KM UII 2016.

Mahasiswa Indonesia Tahanan Politik Turki, Kembali Dibebaskan

HMINEWS.COM, Jakarta- Syaiful Iman, mahasiswa Indonesia yang diduga terlibat dalam kudeta militer Turki beberapa waktu yang lalu, akhirnya dibebaskan, Kamis, 08 September 2016.

Syaiful Iman ditangkap pada tanggal 26 agustus di pondok mahasiswa Yayasan Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association (PASIAD), sebuah yayasan yang dituding oleh pemerintah Turki terkait dengan Fetahulah Gullen, otak dibalik kudeta militer yang gagal beberapa waktu lalu.

Mahasiswa Middle East Technical University Ankara tersebut dibebaskan setelah KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Ankara terus melakukan upaya sejak hari pertama memperoleh informasi penangkapan dari otoritas Turki.

“Kita tahu bahwa yang bersangkutan ditahan karena tidak mengikuti himbauan KBRI untuk meninggalkan fasilitas yang dikelola FETO (Istilah yang digunakan pemerintah Turki terhadap gerakan Gulen),” kata Dubes Wardana seperti dikutip di CNN

Sebelumnya, sejumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Turki dengan fasilitas PASIAD, juga ditangkap sebelum kemudian dibebaskan dan ditampung di KBRI.

Sementara Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, Azwir Nazar dalam sebuah rilisnya, Jumat (9/9/2016), mengucapkan terima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dan pihak KBRI Ankara yang telah membantu menyelesaikan sejumlah persoalan pelajar Indonesia di Turki.

“Kami juga berterima kasih kepada Kementerian terkait yang berjanji setelah ini akan menjamin kelangsungan beasiswa dan pendidikan para pelajar Indonesia penerima beasiswa Pasiad. Seperti kita tahu, program pendidikan tersebut sekarang sudah dihentikan oleh pemerintah Turki,” Kata Azwir dikutip di Oke Zone.

Membanggakan, Bocah 12 Tahun Asal Indonesia Jadi Mahasiswa Termuda di Kanada

HMINEWS.COM, Jakarta- Universitas Waterloo, Ontario, Kanada baru akan memulai aktivitas perkuliahan pada kamis 8 September 2016 ini. bocah jenius berusia 12 tahun asal Indonesia tercatat sebagai mahasiswa termuda di kampus tersebut, dia adalah Cendikiawan Suryatmadja atau Diki.

Diki akan memulai kuliah pertamanya pada Kamis hari ini. Dilansir AFP, mahasiswa kehormatan tersebut dilaporkan akan mengambil studi fisika, serta beberapa kelas tambahan matematika, kimia dan ekonomi

Seperti dikutip di CTV News, Diki mengaku sangat senang, meskipun sedikit agak gugup karena sebelumnya hampir semua jenjang pendidikan dasar ditempuh di Indonesia. Pengalaman sekolah di luar negeri pernah dirasakannya saat ortunya mengirim dia Singapura selama enam bulan.

“Saya sangat senang tetapi sedikit gugup terkait transisi budaya,” Ujar Diki, Rabu, dikutip di CTV News

Ia memiliki semangat yang sangat luar biasa. dia bahkan telah menyiapkan rencana selama kuliah untuk membuat teknologi pembangkit energi alternatif berbiaya murah.

” Saya ingin mengubah dunia. Saya masih muda, dan saya masih punya banyak waktu untuk dunia ini,” kata Diki.

Sementara salah satu pengelola universitas, Andre Jardin mengatakan pihak kampus tak mempersoalkan usia saat menerima mahasiswa baru. Selama mereka lulus ujian, akan diterima.

“Dia memiliki nilai yang luar biasa sehingga sepenuhnya siap secara akademis,” Kata Jardin

ia juga mengatakan bahwa pihak kampus akan membantu Diki mengenali aktivitas sosial kampus. Mereka menyadari Diki tidak perlu begitu cepat bergaul bersama mahasiswa lain yang usianya jauh di atasnya.

“Anak 17 tahun sadar akan apa yang ada di sini, tapi terserah mereka jika ingin mengikuti kebiasaan itu, Tetapi karena dia masih berusia 12 tahun, kami merasa mungkin dia perlu panduan,” Lanjut Jardin

Sebelum mendapat beasiswa di Universitas Waterloo, Diki menuntaskan pendidikan dasar lewat jalur paket A, B dan C. ia juga pernah mendapatkan medali perunggu dalam Olimpiade Fisika beberapa waktu lalu dibawah bimbingan Prof Yohanes Surya.

Komsat Sosial HMI Manado Gelar LK I

HMINEWS.COM, Manado- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Komisariat Sosial cabang Manado sukses menggelar Bassic Training atau Latihan kader I (LK I), Kegiatan tersebut berlangsung pada hari jum’at 2-4 September 2016, di Aula Mesjid Ulil Albab kampus Unsrat Manado.

Kegiatan ini diikuti oleh dua belas orang peserta, yang kemudian dilantik oleh pengurus HMI cabang Manado setelah dinyatakan lulus mengikuti proses Latihan kader.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisariat Sosial Resky Daeng kepada para anggota baru mengingatkan bahwa proses ber-HMI bukan hanya sampai pada proses perkaderan saja.

“Banyak tugas yang akan diemban sebagai anggota, tentu untuk mencapi tujuan HMI, yakni Terbinanya Mahasiswa Islam menjadi insan ulil albab yang turut bertanggungjawab atas terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT”,  Kata Resky

Resky juga mengucapakan selamat bergabung kepada anggota baru seraya berharap semangatnya sebagai anggota baru tetap dikobarkan.

Sementara itu Rifaldi Rahalus, Ketua HMI cabang Manado mengatakan bahwa LK I sebagai agenda perkaderan ditingkat Komisariat, dan masih ada jenjang selanjutnya yakni LK II (Intermedite Trainning) yang digelar ditingkat cabang serta LK III (Advance Trainning) ditingkat Pengurus Basar (PB).

oleh karenanya ia berharap pada komisariat untuk berupaya adanya pematangan setiap anggota, baik itu yang baru bergabung di HMI maupun anggota lama yang belum menempuh ke jenjang LK selanjutnya.

“Selain Basic Training, berikutnya ada jenjang perkaderan yang dilaksanakan oleh pengurus cabang yaitu Intermediate Training (LK II). Untuk itu, semua materi dan sederet pengalaman yang diperoleh anggota baru saat mengikuti LK I harus terus dikembangkan sebagai bekal kedepannya, jika berkesempatan menempuh jenjang yang lebih tinggi,” Pinta Rifaldi