HMI Cabang Jakbar Sukses Gelar Deklarasi dan Pelantikan

HMINEWS.COM, Jakarta- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Jakarta Barat (Jakbar) sukses menggelar acara deklarasi cabang  dan pelantikan kepengurus periode 2016 -2017 M, acara tersebut dilaksanakan di Fave Hotel Jakarta Barat. Sabtu, (03/09/2016)

Dalam sambutannya, ketua HMI cabang Jakarta Barat, Satria Alza Perdana menyampaikan bahwa kepengurusannya kedepan akan lebih fokus pada persoalan internal HMI, yaitu proses kaderisasi, pengadaan sekretariat dan data base kader.

Selain itu, ia juga akan melakukan komunikasi dengan stakeholder yang ada untuk mendapatkan dukungan masyarakat serta semua elemen yang terkait.

“Kaderisasi menjadi fokus utama pada kepengurusan HMI Cabang Jakarta Barat, yang mana kita ketahui bersama bahwa kaderisasi adalah nyama dari HMI”, kata Satria

Sementara ketua umum PB HMI Muhammad Fauzi, yang melantik secara langsung pengurus HMI cabang Jakbar ini mengingatkan bahwa sejarah HMI adalah sejarah ontologis pergerakannya.

“semoga kita tidak pernah lupa dengan sejarah HMI dan sejarah ontologis pergerakannya, ini adalah suatu bentuk cikal bakal identitas kader dan lembaga HMI itu sendiri”, Harap Fauzi

Dalam kesempatan tersebut, mantan ketua umum PB HMI periode 2013-2017 M, Puji Hartoyo dan Farid Al Habsyi yang masing-masing mewakili senior dan KAHMI menjadi pembicara menyampaikan orasi ilmiahnya.

acara tersebut dihadiri oleh sejumlah Alumni HMI, AKP Udan perwakilan BIMAS Polres Jakarta Barat, pengurus Badko Jawa Bagian Barat, dan sejumlah kader HMI yang tersebar di Badko Jabagbar.

HMI cabang Jakbar sendiri merupakan pemekaran dari HMI cabang Jakarta Selatan, sebelumnya komisariat yang bernaung di cabang Jakbar sudah beberapa kali merekomendasikan pemekaran di konferensi-konferensi HMI cabang Jaksel. setelah dilakukan verifikasi lapangan oleh Tim dan komisi terkait PB HMI barulah diputuskan untuk dimekarkan dari cabang Jaksel.

HMI Cabang Polman dibentuk

HMINEWS.COM, Polman- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Polewali mandar (Polman) dibentuk, pembentukan cabang tersebut ditandai dengan dilaksanakannya Bassic Trainning atau Latihan Kader (LK 1), di sekretariat HMI cabang Polman.

Kegiatan yang bertema  “Peningkatan intelektual Islam melalui Pengkaderan” itu dilaksanakan dari tanggal 2-4 september 2016, dan diikuti oleh 14 orang peserta.

Kegiatan perkaderan pertama kali ini merupakan inisiatif dari kader HMI di Polman yang bekerjasama dengan HMI cabang Majene dan di kawal langsung oleh pengurus HMI Badko Sulamabanusa. itu dikarenakan terbatasanya SDM pengader HMI di Polman, dan saat ini HMI cabang Polman sendiri masih berstatus sebagai “cabang persiapan”.

Fahrul Rizal, Ketua HMI Badko Sulamabanusa mengatakan bahwa “tujuan diadakan Bastra agar  dapat melakukan ekspansi  HMI di wilayah kerja HMI Badko Sulambanusa”, Kata Fahzrul Rizal

selain itu, ia berharap struktur kepengurusan HMI MPO cabang Polman segera dirapikan untuk kemudian diajukan ke Pengurus Besar HMI sehingga diterbitkan Surat Keputusan sebagai cabang persiapan dan SK kepengurusan.

 

Ketua KAHMI: Konsepsi Masyarakat Madani Sangat Tepat Untuk Masa Depan Indonesia

HMINEWS.COM, Mataram- Ketua Presidium Majelis Nasional Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Mahfud MD mengatakan bahwa konsepsi pemerintahan yang dikelola secara masyarakat madani sangat tepat untuk merawat masa depan Indonesia. hal tersebut disampaikan Mahfud MD pada acara Temu Nasional alumni HMI di Mataram, Sabtu (3/09/2016)

Menurut Mahfud, masa depan Indonesia akan tertata dengan baik jika kebersatuan dalam keberagamanan itu dikelola dengan proses-proses dan mekanisme demokrasi yang dikawal dengan penegakan hukum.

ia juga mengatakan bahwa “Indonesia bersatu dalam perbedaan sudah diakui tidak hanya oleh bangsa kita saja, tetapi juga diakui oleh masyarakat seluruh dunia, mengagumi keberagaman Indonesia dalam bingkai Bhineka Tinggal Ika”, Kata Mahfud

Lebih lanjut, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menegaskan, banyak yang mengatakan jika Indonesia merupakan laboratorium yang tepat dalam mewujudkan kebersamaan maupun kebersatuan.

Diakuinya bahwa dalam merawat kebersatuan dan keberagaman itu harus melalui mekanisme demokrasi, sebab berbagai kelompok dan suku yang ada harus diberikan kesempatan untuk menyatakan aspirasi politik.

“Proses demokrasi akan tumbuh dengan sehat jika proses demokrasi berkembang dengan sehat pula,” terangnya.

Karena itulah penegakan supremasi hukum yang tegas sangat diperlukan, mengingat demokrasi tanpa adanya penegakan hukum akan menjadi demokrasi yang liar. Namun sebaliknya jika hukum kalau tidak di buat secara demokratis menjadi elitis dan bersifat sepihak.

Mahfud MD juga menyampaikan bahwa saat ini bangsa Indomesia sedang menghadapi berbagai persoalan baik radikalisme yang cenderung memecah ideologi dan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dimana permasalasahan radikalisme itu bersumber dari ketidak adilan dan tidak tegaknya hukum.

Sementara itu, temu nasional alumni HMI ini dihadiri oleh sejumlah tokoh di antaranya Ketua DPD RI Irman Gusman, Tokoh HMI Akbar Tandjung, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh, Anggota DPRD Provinsi NTB, dan sejumlah tokoh HMI lainnya serta ribuan kader HMI se Indonesia.

42 Mahasiswa Aceh Diberangkatkan ke Timur Tengah

HMINEWS.COM– Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh tahun ini memberangkatan 42 mahasiswa asal Aceh untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.

Ketua IKAT M Fadhil Rahmi Lc mengatakan, “Dari 42 mahasiswa itu sebanyak 40 orang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar Mesir dan dua orang ke Sudan. Enam orang diantaranya sebagai penerima beasiswa, dan yang lainnya dengan biaya pribadi”. Kata Fadhil seperti dikutip di Serambi Indonesia.

Fadil juga mengungkapkan  bahwa, selain 42 mahasiswa tersebut, tahun ini terdapat 11 calon mahasiswa asal Aceh yang gagal berangkat walaupun mereka sudah lulus pada Universitas di Timur Tengah. karena mereka terkendala oleh masalah financial.

Fadhil Rahmi berharap Pemerintah Aceh mauun Pemerintah Kabupaten/Kota agar peduli, dengan menganggarkan beasiswa pendidikan S1 bagi mahasiswa Aceh ke Timur Tengah, seperti Sudan, Mesir, Maroko, Tunisia, dan Yaman.

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Kamis (1/9) malam, menjamu calon mahasiswa yang akan berangkat melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah di Pendopo Wali Kota Banda Aceh.

Wali Kota mengatakan, “saat ini animo masyarakat Aceh untuk melanjutkan pendidikan di Timur Tengah semakin tinggi” Ujar Illiza

Ia juga mengapresiasi kinerja IKAT yang sudah mengurus keperluan dan administrasi para calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.

Menyahuti permintaan IKAT agar Pemkot menggangarkan dana untuk keberangkatan para calon mahasiswa kedepan, Illiza menjanjikan akan mengganggarkan di tahun 2017. Serta mengupayakan beasiswa untuk sejumlah calon mahasiswa Timur Tengah.

Sementara Ustaz Syahminan, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang mewakili orang tua calon mahasiswa mengapresiasi IKAT yang telah berjuang secara maksimal dalam pelaksanaan pelatihan, seleksi yang bekerjasama dengan UIN, sampai dengan pemberangkatan.

Menurutnya, IKAT perlu terus didukung agar jalur keilmuan yang telah dilalui oleh para alim ulama Aceh ke Timur Tengah kembali bisa dirajut.

“Kita harus mengakui, dari kekuatan dan keluasan ilmu pengetahuan agama, kita tertinggal jauh dari Mesir dengan Al Azharnya,” ujar Syahminan ketika memberikan kata sambutan.

Saat ini, 42 calon mahasiswa yang akan berangkat tersebut terbagi kepada tiga gelombang pemberangkatan. Gelombang pertama sejumlah 23 orang merupakan kelompok umum, berangkat pada 4 September 2016 melalui Bandara Internasional Iskandar Muda via Malaysia kemudian menuju Mesir.

Sementara itu, 13 calon mahasiswa lainnya akan berangkat melalui Ikatan Alumni Al Azhar Indonesia (IAAI) via Jakarta pada 10 September. Sementara 6 orang penerima beasiswa masih menungu arahan dari IAAI Pusat untuk pemberangkatan