Sekjend Ditangkap, HMI Jangan Reaktif

Selasa dinihari pukul 00.01, kurang lebih 20 Aparat dari polda metro jaya menangkap Sekertaris jendral PB HMI di kantor sekretariat PB HMI dijalan sultan agung no 25 A. tidak hanya itu beredar juga infromasi penangkapan juga terjadi dilokasi yang berbeda, dua kader HMI Cabang Jakarta pusat ditangkap ditugu proklamasi serta satu kader dari Jakarta raya.

Kejadian ini sebenarnya tidak mendapat protes jika penangkapan dilakukan sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku (protap), dan yang sangat disesalkan penangkapan dilakukan dinihari tanpa ada pemanggilan terlebih dahulu, seolah bernuansa penculikan.

Penangkapan beberapa aktivis HMI ini karna dituding sebagai provokator kerusuhan dalam aksi damai 4 November lalu,padahal PB HMI telah melakukan klarifikasi pasca aksi tersebut.

Insiden ‘’penculikan’’ ini pun langsung mendapat reaksi dari kader hmi seindonesia,ditambah dengan dukungan dari berbagai pihak bahwa ini merupakan kriminalisasi aktivis. Penangkapan ini mendapat respon yang cukup keras karna yang ditangkap merupakan salah satu pimpinan tertinggi organasasi,lantas ada beberapa yang menanggapi bahwa ini merupakan penghinaan terhadap simbol organisasi sebab yang ditangkap adalah sekjend.

Jika dianalisa lebih jauh,bukan tidak mungkin ini merupakan skenario yang terstruktur,sistematis, dan massif untuk mengalihkan issue proses hukum saudara Ahok,peran ini yang dimainkan para Spin doctor (memutar isu). Mengingat HMI merupakan organisasi besar dengan jumlah massa jutaan kader diseluruh Indonesia. Jika seluruh anggota HMI seindonesia digerakkan untuk melakukan aksi massa akan menjadi trending topik dan sangat seksi (jadi sorotan publik).

Coba kita lihat kebelakang, ketika kasus Saut Situmorang melakukan penghinaan terhadap HMI,PB HMI ketika itu mengsintruksikan kepada seluruh cabang seindonesia,maka terjadilah aksi besar-besaran diseluruh Indonesia,aksi itu pun menjadi viral di media massa dan menjadi bahan pemberitaan di stasiun TV,hal inipun dikomsumsi public dan menjadi wacana publik.

Sebagai organisasi Islam, keberadaan HMI sudah banyak memberikan kontribusi untuk Ummat dan Bangsa, hal ini sejalan dengan tujuan awal HMI didirikan yaitu: Mempertahankan Negara Republik Indonesia juga mempertinggi derajat rakyat Indonesia serta menegakkan dan mengembangkan ajaran islam. Untuk itu sebagai kader Ummat dan kader bangsa sudah selayaknya mendahulukan kepentingan Ummat diatas segalanya.jangan sampai hanya karna ego dan emosional kelompok yang katanya symbol organisasi dihina(sekjen ditangkap), lalu mengabaikan kepentingan ummat yang selama ini diperjuangkan(Penuntasan Proses hukum Ahok). Organisasi yang berumur Tua (baca: 69) ini sudah sering menghadapi banyak masalah baik internal maupun eksternal organisasi,harusnya sikap organisasi juga sudah matang dalam menyikapi berbagai masalah serta memilah isu mana yang prirotas. Karna jika Isu protes HMI akibat sekjendnya ditangkap akan booming maka isu proses hukum ahok akan hilang.

Saya sebagai kader HMI, berharap agar PB HMI bisa mengarahkan masalah ini dengan pertimbangan yang matang, tidak perlu buru-buru untuk mengintruksi seluruh kader untuk merespon kasus penangkapan ini dengan gerakan massa akssi.sebab saya dapat kabar bahwa beberapa cabang akan melakukan aksi untuk memprotes.

Padahal jalur hukum sudah ditempuh,bahkan saya dengar sudah ada 200 pengacara yang siap mendampingi kader HMI yang ditangkap, Kasus ini sudah dimainkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Jika HMI terpancing,berarti kalah dengan permainan isu. Bisa jadi masalah ini sengaja untuk memancing tokoh-tokoh besar HMI (KAHMI) ikut turun menyikapi seperti kasus Saut, maka kasusnya bukan lagi antara Ahok dan umat Islam tapi antara Ahok dan seluruh kader HMI.

Penulis: Amirudin Dawan, PTKP HMI Cabang Sukoharjo.