Presiden Trump Larang 7 Negara Muslim Berkunjung Ke AS

HMINEWS.COM, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kebijakan yang melarang muslim dari 7 negara mayoritas Muslim berkunjung ke wilayah AS, Jumat (27/1/2017).

Dilansir dari Reuters, (30/1/), Berikut isi dari perintah Presiden Trump, antara lain:

Penghentian sementara visa untuk sejumlah negara tertentu

Surat perintah yang diteken Trump itu melarang masuk orang-orang asing dari beberapa negara tertentu selama 90 hari (3 bulan). Meskipun tidak ada nama negara yang disebut di dalamnya, tetapi surat itu merujuk pada sebuah statuta yang mengatakan larangan itu dikenai atas tujuh negara mayoritas Muslim: Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, Yaman dan Iraq. Ada pengecualian untuk jenis visa tertentu, termasuk bagi diplomat dan staf Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Penghentian sementara itu ditujukan untuk memberikan waktu kepada Departemen Keamanan Dalam Negeri, Departemen Luar Negeri, dan Direktur Intelijen Nasional untuk menetapkan apa saja informasi yang dibutuhkan dari masing-masing negara agar visa yang dikeluarkan tidak diberikan kepada individu yang membahayakan keamanan Amerika Serikat.

Perubahan screening keimigrasian

Surat perintah itu meminta dilakukan pengkajian ulang guna menciptakan proses screening tunggal bagi orang-orang asing yang memasuki wilayah AS, yang antara lain bisa jadi berupa wawancara perorangan, pemeriksaan identitas yang lebih meluas atau pengisian formulir yang lebih panjang.

Dalam sistem yang berlaku sekarang, sebagian aplikasi visa mengharuskan wawancara, tetapi lainnya tidak. Pemerintah AS saat ini sudah memiliki database ekstensif, tetapi sebagian kalangan meyakini database itu perlu diperluas.

Surat perintah itu menghentikan sementara Visa Interview Waiver Program, yang memungkinkan sebagian staf konsular pemohon visa dikecualikan dari wawancara tatap muka jika mereka ingin memperbarui visa sementaranya yang akan segera habis dalam kurun setahun.

Para praktisi hukum keimigrasian mengatakan perubahan-perubahan itu akan membuat rutinitas aplikasi visa semakin rumit dan memakan banyak waktu, dan bisa berarti lebih banyak orang akan membutuhkan bantuan untuk melalui proses mendapatkan visa.Guna mematiskan agar waktu tunggu wawancara tidak terlalu lama, surat perintah itu meminta agar lebih banyak staf konsular dipekerjakan di kedutaan-keduataan AS di luar negeri.

Pembatasan pengungsi

Surat perintah itu meminta penghentian sementara penerimaan semua pengungsi selama 4 bulan, sehingga pemerintah bisa mempelajari proses yang ada dan memutuskan apakah perlu dilakukan penambahan pemeriksaan, meskipun ada pengecualian kasus-per-kasus dalam hal ini.

Surat perintah itu memberlakukan larangan penerimaan pengungsi Suriah secara menyeluruh sampai perubahan-perubahan yang perlu dilakukan sudah dibuat untuk program pengungsi. Tidak ada penjelasan lebih jauh tentang masalah ini, yang berarti larangan masuk pengungsi Suriah berlaku sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Jika larangan itu sudah dicabut, pemerintah Amerika Serikat hanya akan memprioritaskan aplikasi suaka pengungsi bagi mereka yang teraniaya karena alasan agama, tetapi dengan catatan mereka harus berasal dari kelompok minoritas. Dengan kata lain, berarti pengungsi Muslim dari negara mayoritas Muslim tidak akan diterima permohonan suakanya di Amerika Serikat.

Dalam wawancara di televisi, Trump mengatakan langkah itu akan melindungi kaum Kristiani. Kebijakan itu juga akan melindungi kaum minoritas seperti Yazidi di Timur Tengah. Kebijakan yang satu ini, menurut pakar-pakar hukum, potensial menimbulkan banyak gugatan hukum terkait diskriminasi agama.

Begitu pintu bagi pengungsi dibuka kembali, jumlah yang diterima berkurang. Pada tahun 2017, Amerika Serikat dipatok hanya akan menerima 50.000 orang. Bandingkan jumlah itu dengan 85.000 yang ditetapkan pemerintahan Presiden Obama pada 2016.

Surat perintah itu mengizinkan negara bagian atau kota menolak pemukiman kembali para pengungsi di wilayah mereka. Aparat hukum setempat juga diberikan wewenang untuk memutuskan apakah orang boleh/tidak tinggal di daerah mereka.

Melengkapi Biometric Entry-Exit Tracking System

Sistem itu ditujukan untuk melacak kedatangan dan kepergian orang asing dengan menggunakan informasi seperti sidik jari. Pemerintahan Obama telah memutuskan bahwa sistem pemeriksaan biometrik untuk orang asing yang keluar wilayah AS di bandara-bandara terbesar akan diiplementasikan mulai 2018.

Sebagian pakar mengatakan bahwa agar sistem berjalan mulus, harus mencakup seluruh pintu masuk/keluar baik darat, laut, maupun udara. Menurut laporan tahun 2014 dari Bipartisan Policy Center, implementasi sistem ini akan membutuhkan biaya sangat mahal dan memberikan “penilaian beragam pada tujuan pelaksanaannya. []

14 Kampus India Ikuti Pameran Pendidikan di UAD Yogyakarta

HMINEWS.COM, Sebanyak 14 perguruan tinggi di India mengikuti pameran pendidikan bertajuk Incredible India Education Fair (IIEF) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta selama dua hari, 30-31 Januari 2017.

“IIEF membuka kesempatan bagi para pelajar Indonesia untuk belajar di India serta mendapatkan beasiswa yang ditawarkan pemerintah India dan perguruan tinggi swasta,” kata Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Ida Puspita di Yogyakarta, Senin (30/1/2017).

Di sela pembukaan IIEF yang diselenggarakan TIE UPS International, Ida mengatakan belasan universitas terkemuka di India membuka kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi ke negara tersebut.

Menurut dia, belasan universitas di India tersebut menawarkan berbagai program studi di antaranya kedokteran, pariwisata, keperawatan, farmasi, manajemen, pertanian, kedokteran hewan, kedokteran gigi, dan teknologi informasi.

“Dua perguruan tinggi di India juga telah melakukan kerja sama dengan UAD dalam bidang penelitian bersama serta pertukaran mahasiswa dan dosen. Ke depan diharapkan kerja sama tersebut bisa terus berlanjut dan berkembang,” kata Ida.

Director TIE UPS International Ravi Makhija mengatakan IIEF merupakan sebuah inisiatif untuk mempromosikan “link” pendidikan antara India dan Indonesia, dan bermaksud untuk mengadakan kegiatan itu sekali dalam setahun.

Menurut dia, tahun ini pameran pendidikan itu diselenggarakan di dua kota yakni Yogyakarta pada 30-31 Januari dan Denpasar, Bali, pada 2 Februari 2017 untuk pelajar Indonesia yang ingin mencari informasi belajar di India dengan biaya terjangkau.

“India dikenal di seluruh dunia dengan fakultas dan dosen serta sistem pendidikan berstandar internasional dengan biaya hidup dan pendidikan yang terjangkau. Biaya kuliah untuk program sarjana sekitar Rp20 juta per tahun dan biaya hidup Rp2 juta per bulan,” katanya.

UIN Alaudin Makassar Rekrut Dua Pendidik Dari Belanda

HMINEWS.COM, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar akan merekrut dua pendidik dari Belanda untuk mengisi jabatan dosen tetap luar biasa di lima program studi fakultas tersebut.

Dekan FKIK UIN Alauddin Dr dr Andi Armyn Nurdin, menyatakan, Dr Tjay Tan, dan Dr Bert Van Gaal akan segera diangkat sebagai dosen tetap luar biasa.

Kampus, biasanya mengundang dosen luar negeri sebagai dosen tamu. “Namun, FKIK UIN Alauddin akan menghadirkan mereka sebagai dosen tetap,” katanya, Sabtu (28/1/2017).

Keduanya dosen asal Belanda itu dijadwalkan berkunjung untuk pertama kalinya ke UIN Alauddin pada 31 Januari 2017.

Kedatangan keduanya, menurut rencana, akan dijamu langsung oleh Rektor UIN Alauddin, Prof Dr Musafir Msi.

Dekan FKIK juga menambahkan, kehadiran dosen tetap dari luar negeri ini juga bisa digunakan untuk melakukan penelitian kolaboratif bersama dosen-dosen FKIK.

“Sepengetahuan saya, belum ada kampus lain yang memiliki dosen tetap dari luar negeri,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin, Prof D Mardan MA menyatakan pihaknya menyiapkan beasiswa bagi 15 pendaftar pertama prodi agama sebagai langkah antisipasipatf kekurangan peminat.

Kami akan memberikan beasiswa kepada 15 orang pendaftar pertama Prodi Agama yang kurang diminati. Ini tentu upaya agar apa yang terjadi tahun lalu (minim pendaftar) tidak terulang,” katanya.

Mantan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora itu menjelaskan, pada jalur Ujian Masuk Mandiri (UMM) tahun 2016, setidaknya ada empat prodi yang kurang diminati pelajar.

Dari 7.908 pendaftar, kata dia, jalur itu hanya diminati oleh beberapa orang. Prodi Perbandingan Agama 11 orang, Filsafat Agama 11 orang, Perbandingan Mazhab 23 orang, Ilmu Aqidah 24 orang dan Prodi Pengembangan Masyarakat 30 orang.

Ia bersyukur sudah banyak pendaftar Prodi Agama setelah dibuka jalur Ujian Masuk Khusus (UMK).

Rektor UII Resmi Mengundurkan Diri

HMIMNEWS.COM, Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Harsoyo, secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya di Kantor Kopertis V DIY, Kamis (26/1).

Menurut dia, pengunduran diri tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab moral atas peristiwa duka yang baru saja terjadi di Mapala UII.

“Saya menyatakan mengundurkan diri, bukan artinya saya mau meninggalkan apa-apa yang mesti diurus sekarang,” kata Harsoyo.

Ia berjanji akan bertanggung jawab untuk mengawal proses hukum atas kasus meninggalnya anggota Mapala Unisi sampai selesai.

Lebih lanjut, Ia mengatakan saat ini UII telah berinisiatif untuk mengundang saksi-saksi terkait agar bisa memberikan informasi pada pihak kepolisian.

Dalam kesempatan tersebut, Harsoyo juga meminta maaf kepada segenap bangsa karena telah lalai dan membuat dunia pendidikan tercoreng.

Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi menyampaikan, pengajuan pengunduran diri Harsoyo sudah disampaikan dari sejak beberapa hari lalu.

“Saya pikir memang harus demikian. Rektor STIP saja diberhentikan karena satu mahasiswa meninggal. Apa lagi ini ada tiga,” ujarnya.

Menteri Riset Teknologi Pendidikan dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mengapresiasi pengunduran diri Harsoyo. Hal itu disebabkan, kasus yang terjadi di UII telah mencoreng nama baik dan muruah dunia pendidikan secara keseluruhan.

“Saya apresiasi sikap rektor. Saya harap ke depannya hal serupa tidak lagi terjadi di perguruan tinggi mana pun di Indonesia,” kata Nasir.

Hnnar Gelar Kompetisi Debat Hukum

HMINEWS.COM, Universitas Narotama (Unnar) Surabaya menggelar kompetisi debat hukum “HR Djoko Soemadijo Awards” antarperguruan tinggi se-Jawa Timur, Rabu, dan Kamis (26/1/2017).

Kepala Program Studi Magister Hukum Universitas Narotama, Dr Rusdianto Sesung, mengatakan, awal mula kompetisi ini digagas adalah untuk memberikan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemikiran mereka dalam hal kebangsaan dan kenegaraan.

“Jadi kebenaran hukum itu dibutuhkan penafsiran. Dalam penafsiran itu dibutuhkan adanya perdebatan. Selain itu kompetisi ini digelar sekaligus memperingati rangkaian Dies Natalis Narotama yang ke-36,” katanya, Rabu (25/1).

Selain itu, kompetisi ini sebagai bagian dari peluncuran “HR Djoko Soemadijo Institut” dan Rusdianto menjadi direkturnya.

Dia menambahkan, dalam debat ini, semua masalah kebangsaan dan kenegaraan yang aktual telah dirangkum dan menjadi topik debatnya.

“Yang menjadi tema dalam final adalah ‘presidential treshold’,” ujarnya.

Tahun depan, kata dia, Unnar akan menggelar kompetisi dengan peserta dari perguruan tinggi nasional dan mengundang perwakilan dari Sumatera hingga Papua.

“Nanti akan kita siapkan akomodasi serta hotel, semua gratis,” ujarnya

Hakim Agung Dr Sunarto SH MH yang hadir dalam pembukaan mengapresiasi kompetisi yang digelar Unnar tersebut.

Kompetisi seperti ini perlu untuk melatih mahasiswa Fakultas Hukum untuk mengeluarkan pemikiran-pemikiran yang berdasarkan analisis dan tidak hanya debat kusir.

“Kehidupan dunia hukum sejatinya adalah perdebatan itu sendiri. Kalau kita sudah terlatih akan timbul pakar-pakar, praktisi hukum yang mumpuni dan kredibel. Itu hal yang harus ada bagi insan hukum,” katanya.

Tidak kalah pentingnya adalah integritas. Bangsa dan negara sudah diurus oleh para pakar hukum. Mereka ada di semua lini. Tapi masih saja terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum. Itu bukan karena mereka tidak tahu hukum tapi kurangnya integritas.

Itu adalah dua hal yang tidak bisa ditinggalkan.

“Menurut saya, intelektualitas harus menyatu dengan integritas. Kalau hanya mengandalkan intelektualitas saja, masalah tidak akan selesai,” katanya.
Rencananya pada final tanggal 26 Januari, 11 pimpinan parpol datang pada debat. Selain itu juga hadir Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji.

Mahasiswa Lombok Korban Diksar Mapala UII, Ini Kata Wagub NTB

Mataram, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Muhammad Amin menyesalkan meninggalnya Ilham Nurpadmy Listia Adi (20) yang turut menjadi korban usai mengikuti kegiatan pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam UII Yogyakarta di Lereng Gunung Lawu.

’’Tentu kita marah ada mahasiswa kita yang meninggal karena di aniaya. Jauh-jauh pergi kuliah menuntut ilmu agar masa depan gemilang. Tetapi malah dipukuli seniornya,” kataWakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin di Mataram, Rabu (25/1).

Menurut Amin, penganiayaan yang diduga dilakukan para senior Mapala kepada juniornya merupakan perbuatan primitif dan tindakan kriminal.Karena itu, Amin menilai sangat tidak pantas tindakan kekerasan dan penyiksaan dilakukan oleh mahasiswa yang berpredikat intelektual.”Ini nyawa manusia, kok gampangnya. Kita tentu bangga ada organisasi pencinta alam, tetapi cintai juga dong manusia,” tegasnya.

Kendati demikian, Wagub sendiri tidak menyalahkan organisasi Mapala. Dia yakin semua organisasi mahasiswa didirikan dengan tujuan yang baik. Namun, oknum-oknum Mapala yang melakukan kekerasan harus segera diadili. Masyarakat, terutama keluarga korban harus mendapatkan rasa keadilan.

Dalih menegakkan kedisiplinan, sangat tidak masuk akal menggunakan cara-cara kekerasan. Karenanya, Amin menegaskan apa yang dilakukan oknum Mapala terhadap juniornya, sangat tidak manusiawi. Apalagi sampai tubuh orang terluka parah dan berdarah.

Tidak hanya oknum yang ada di Mapala, pihak kampus juga harus bertanggung jawab. Pasalnya, kampus memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan.”Harus ada pertanggungjawaban pihak kampus, mengapa kekerasan seperti itu terjadi kok bisa kekerasan ini terjadi,” ujarnya.

Rektor UII menurut Wagub juga harus dievaluasi secepatnya. Tragedi berdarah yang telah menelan korban jiwa tidak boleh dianggap peristiwa biasa. Semua pihak terkait, mulai dari kampus, pengurus Mapala, panitia Pelatihan Dasar (Diksar) harus diproses hukum. “Yang jelas ini harus diusut tuntas, jangan lagi ada kekerasan. Saya bisa bayangkan bagaimana perasaan keluarga korban, keadilan harus didapatkan,” tegas Wagub.

Sebagai bentuk keseriusan Pemprov, Wagub berencana akan berkunjung lansung ke rumah keluarga korban di Desa Pringgasr. Setidaknya, untuk memberikan dukungan moril bagi orangtua yang ditinggalkan korban.[] Antara.

Mahasiswa UII Gelar Do’a Bersama Untuk Korban Diksar Mapala

Sleman, Aksi Solidaritas Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (ASM-UII) menggelar doa bersama atas meninggalnya tiga mahasiswa yang mengikuti pendidikan dasar (diksar) Mapala UII.

Aksi digelar di depan Auditorium Prof Dr Abdulkahar Mudzakir di Kampus UII, Jl Kaliurang KM 14,5 Sleman, Rabu (25/1/2017). Aksi diawali dengan membaca surat Yasin secara bersama-sama.

Koordinator aksi, Maulidi dalam orasinya mengatakan kekerasan dan senioritas bukanlah bentuk pendidikan yang mencerminkan demokrasi dan nilai-nilai Islam yang ditanamkan di kampus UII. Tindak kekerasan maupun senioritas harus dihentikan.

“Kami menolak dan tidak membenarkan pendidikan dengan segala bentuk tindakan kekerasan maupun senioritas di lingkungan kampus UII,” katanya.

Mereka mendorong Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII segera membentuk tim investigasi dan melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan mahasiswa di UII.

Selanjutnya meminta klarifikasi dari Mapala Unisi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan The Great Camping (TGC).

“Mendesak kepada pihak berwajib untuk menegakkan hukum secara objektif dan melakukan perlindungan terhadap semua saksi agar dapat memberikan keterangan sebenar-benarnya,” tuturnya.

Kegiatan TGC itu digelar di lereng selatan Gunung Lawu di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada 13-20 Januari 2017.

Tiga mahasiswa UII yang tewas tersebut adalah Syaits Asyam (19), Muhammad Fadli (19), dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20).

Mahasiswa yang tergabung dalam The Great Camping (TGC) di lereng Gunung Lawu, Jawa Tengah.

KAHMI Nyatakan Diri Sebagai Musuh Komunisme

HMINEWS.COM, KAHMI (Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam) Provinsi Sumsel menyatakan diri sebagai musuh ideologi komunisme yang mengancam persatuan dan kesatuan NKRI dan siap berada di garis depan untuk mempertahankan Pancasila sebagai ideologi dasar bangsa.

Ketua KAHMI Provinsi Sumsel, H Joncik Muhammad SSi MM mengajak untuk mewaspadai, keberadaan ideologi komunisme mulai muncul dalam berbagai simbol dan gambar.

Bahkan, ada beberapa bendera bangsa asing yang berpaham komunisme berkibar di wilayah Sumsel.

“Ini harus dicermati, padahal aturan negara sudah jelas bahwa bendera lain tidak boleh berkibar kecuali ada event kenegaraan,” tegas Joncik didampingi pengurus harian Rebo Iskandar, Yandes, Abdul Aziz Kamis, Joemarthine, Doni Meilano, Selasa (24/1/2017).

Joncik yang juga Ketua Fraksi PAN DPRD Sumsel menjelaskan, KAHMI Sumsel menyatakan diri sebagai musuh komunisme. Dan tidak boleh satupun ideologi yang hidup dan berkembang di Indonesia selain Pancasila.

“Nilai kebangsaan dan kebhinekaan ini harus dijaga. KAHMI Sumsel akan terus menjaga dan mempertahankan NKRI dari berbagai serangan ideology asing yang dapat merusak keutuhan bangsa,” kata Joncik yang juga Ketua Komisi 2 DPRD Sumsel.

Salah satu agenda KAHMI Sumsel pasca pelantikan pada Kamis 26 Januari 2016 akan datang, akan menyusun agenda dalam rakerda yakni membangun dan memperkuat ideology Pancasila dari serangan ideology komunisme yang dapat menganggu keutuhan persatuan.

“Insya Allah setelah kami dilantik nanti oleh Ketua Presidium KAHMI Pusat, Prof. Mahfud MD maka salah satu agenda yang penting adalah memperkuat ideologi bangsa,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelantikan KAHMI Sumsel, Joemartine SH mengatakan, Ketua Presidium KAHMI Pusat, Prof Mahfud MD dipastikan akan hadir dan melantik pengurus KAHMI, pada 26 Januari 2017 nanti di Hotel Arista Palembang. Dalam susunan kepengurusan harian KAHMI Sumsel yang dilantik, Ketua Joncik Muhammad, Sekretaris Ariyanto Dina, dan Bendahara Yandes.

“Insya Allah beliau akan hadir, dan melantik pengurus KAHMI Sumsel,” jelasnya.

Menurut Joemartine, agenda Mahfudz MD yang paling ditunggu oleh anggota dan pengurus KAHMI yakni arah dan kebijakan KAHMI dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa. Selain persoalan penistaan agama yang saat ini masih dikawal oleh HMI dan KAHMI, juga akan membicarakan mengenai arahan politik dan kebijakan ekonomi bangsa.

“Ini yang ditunggu oleh warga KAHMI dan HMI. Karena beliau adalah tokoh bangsa, dan KAHMI merupakan organisasi yang besar,” pungkasnya. (Sriwijaya Post)

Tiga Anggota Mapala Tewas, DPR Usulkan Aturan Evaluasi Kegiatan Mahasiswa

HMINEWS.COM, Pasca meninggalnya tiga mahasiswa pecinta alam (mapala) Universitas Islam Indonesia (UII) usai melakukan diksar di Gunung Lawu.

Komisi X DPR RI mengusulkan ada peraturan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang mengatur evaluasi terhadap penyelenggara pendidikan tinggi terkait kegiatan mahasiswa.

Hal ini diperlukan menyusul dugaan tindak kekerasan yang kerap terjadi.

“Masalah ini sangat fatal jika benar kekerasan terjadi di perguruan tinggi sampai ada korban jiwa. Kita harus memberikan sebuah aturan yang tegas,” ujar anggota Komisi X, My Esti Wijayati di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Esti menjelaskan, pihak kampus seharusnya bisa mengantisipasi tindak kekerasan, apalagi sudah ada yang dipilih sebagai penanggungjawab. Tugas penganggung jawab tersebut, tutur dia, bukan sekadar melepas mahasiswa.

“Penanggung jawab bukan hanya melepas keberangkatan. Walaupun mahasiswa sudah mandiri, dia sebisa mungkin untuk melihat ke lapangan,” tegasnya.

Di sisi lain Menristekdikti Mohamad Nasir menyebut, sudah ada regulasi yang jelas mengatur larangan kekerasan di kampus. Bahkan, kementerian menginstruksikan pengawasan tersebut kepada pembantu rektor.

“Kegiatan intrakurikuler mahasiswa sejak dulu sudah diawasi. Oleh sebab itu di setiap kampus ada pembantu rektor bidang kemahasiswaan,” imbuhnya.

Siang ini, ASM UII Gelar Aksi Solidaritas Atas Meninggalnya Tiga Mahasiswa

HMINEWS.COM, Aliansi Solidaritas Mahasiswa (ASM) Universitas Islam Indonesia (UII) akan menggelar aksi solidaritas atas meninggalnya tiga mahasiswa pada kegiatan Mapala, 13-20 Januari lalu.

Melalui pesan yang diterima Redaksi Hminews.com, Rabu (25/1) ASM akan menggelar aksi di Aula Kahar Masjid Ulil Albab UII, Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta, siang ini, pukul 14.30 WIB, Rabu (25/1)

Dalam keterangan yang disampaikan, ASM mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk datang pada aksi solidaritas tersebut dengan agenda sholat ashar berjamaah dan sholat ghoib, Berdoa bersama, Pembacaan  statement dan Pernyataan sikap.

Humas ASM, Ilham mengatakan bahwa tidak dibenarkan tindakan kekerasan dan senioritas dalam pendidikan terutama dalam kampus.

Lebih lanjut, Ia mengatakan persatuan gerakan mahasiswa dan masyarakat luas diperlukan untuk memutus rantai kekerasan dan senioritas dalam pendidikan di seluruh kampus.

Oleh karenanya, Ia mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat luas datang untuk bersolidaritas.

Seperti diketahui, Kegiatan Diksar Mapala UII yang diadakan di Pranten/Mrutu, Dusun Tlogodringo, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah dari tanggal 13 hingga 20 Januari 2017, menewaskan tiga mahasiswa UII. []