Kader HMI Sleman Ciptakan Situs Belajar Peternakan Online

Sleman. Kini belajar peternakan bisa langsung dari mana saja dan dimana saja. Tidak harus kuliah 5 tahun untuk mengetahui ilmu peternakan yang diajarkan di perguruan tinggi. Adalah Quthub Muhammad, Kader HMI Cabang Sleman yang berinisiatif menciptakan sebuah website portal belajar peternakan yaitu sinauternak.com.

Sinauternak.com adalah situs belajar dan berbagi ilmu ternak masa kini. Menghadirkan sajian ilmu dan teknologi peternakan terbaru. Project sosial sekelompok kecil alumni Fakultas Peternakan UGM yang dipimpin oleh Quthub.

Website ini bertujuan supaya para pternak rakyat dapat belajar ternak melalui situs yang menampilkan informasi yang akurat. penyerbaran hoax sudah merambah di bidang peternakan juga. hal ini yang melatar belakangi mengapa situs ini dibuat.

“Selaku kader HMI, kita harus memberikan solusi terhadap umat. Walaupun sederhana, yang penting bisa mengurangi satu permasalahan sudah sangat bagus. Setiap satu kader solving satu masalah saja, bayangkan 200ribu kader HMI bisa membereskan 200ribu masalah di seluruh indonesia” Ujar Quthub yang baru saja menyelesaikan pendidikan Sarjananya di UGM tahun lalu saat ditemui oleh tim redaksi.

Mahfud MD Sebut KAHMI dan HMI Tegas Mempertahankan Pancasila

HMINEWS.COM,  Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI), Prof. Mahfud MD mengatakan saat ini banyak yang menilai bahwa HMI organisasi radikal dan intoleran.

Menjawab pernyataan itu, Mahfud mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi dasar negara masih kokoh dan tidak ada yang bisa menggoyahkan termasuk HMI.

“KAHMI dan HMI memiliki sikap tegas mempertahankan Pancasila dan tidak pernah melakukan sikap diskriminatif karena bangsa Indonesia didirikan berdasar Bhinneka Tunggal Ika,” kata Mahfud saat Acara Napak Tilas 70 tahun HMI di Yogyakarta, Minggu (5/2).

Sementara tokoh senior HMI Ir Akbar Tanjung mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kontemplasi karena HMI kembali ke pusat kelahirannya.

Akbar melanjutkan, HMI yang lahir di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 telah banyak melahirkan tokoh yang menjadi pemimpin kebangsaan dan keindonesiaan.

“Selain bergerak di kebangsaan, HMI juga ingin menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmata lil alamin,” ujar Akbar.

Lebih lanjut, menurut Akbar, Islam yang di using oleh HMI adalah Islam moderat dan memiliki orientasi kemajuan.

“Islam yang toleran dan menghormati kemajemukan,” tegas Akbar.

Kedua alumni tersebut sepakat bahwa KAHMI dan HMI akan terus berupaya mewujudkan Indonesia yang selama ini dicita-citakan oleh Pembukaan UUD 1945.

Napak Tilas Perjuangan HMI tersebut diawali dengan jalan sehat melewati sejumlah ruas jalan yang bersejarah dalam kelahiran HMI.

Seperti halnya Alun-alun Utara sebagai markas Laskar Ampera Aris Margono yang dikomandani anggota HMI Pamudya Lubis, Pertigaan Alun-alun dan Jalan Yudonegaran (Ibu Ruswo) yang menjadi tempat berdarah akibat hadangan HMI dibantu umat Islam pada Belanda.

Selain itu, Jalan Secodiningratan tempat gedung Sekolah Tinggi Islam (STI) markas berdirinya HMI, Jalan KH Ahmad Dahlan yang di seberang Hotel Yogya Kembali ada tulisan No 6 dengan ruang berukuran 3×6 meter sebagai sekretariat pertama HMI.

Juga melewati persimpangan Jalan KH Ahmad Dahlan sebagai tempat berdarah karena anggota HMI diserang PKI dan CGMI dibantu oknum KKO serta Jalan Dagen No 16 yang sejak 1967 menjadi sekretariat HMI Cabang Yogyakarta pertama.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai penjuru nusantara.

Ketua KAHMI: HMI Sudah Berkontribusi Terhadap Negara dan Agama

HMIMEWS.COM, Indonesia saat ini menghadapai banyak persoalan yang komples, dan masalah tersebut idak cukup cuma dipikirkan. Tapi sesegera mungkin diselesaikan.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI), pada acara Napak Tilas Perjuangan HMI memperingati Dies Natalis ke-70 HMI di Museum Benteng Vredeburg DIY-Yogyakarta, Minggu (5/2/2017).

Menurut Mahfud, saat ini, masalah yang dihadapi salah satunya adalah ketidakadilan. Ia menyarankan, jika bangsa Indonesia ingin baik tidak usah mencari kambing hitam, namun kuncinya menegakkan keadilan.

“Tegakkan keadilan, keluarkan kebijakan ekonomi yang mampu meratakan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Indonesia,” tukasnya.

Melihat masalah tersebut,ia menghimbau agar arena KAHMI dan HMI ikut ambil bagian dalamnya, “HMI dan KAHMI memiliki tanggungjawab ikut ambil bagian dalam menyelesaikan persoalan tersebut,” kata Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud menegaskan bahwa selama HMI dan KAHMI sudah berkontribusi dengan kristalisasi hidup bernegara memajukan bangsa dan agama.

Kegiatan Napak Tilas Perjuangan HMI tersebut di hadiri oleh tokoh HMI Akbar Tanjung dan seratusan kader dan alumni HMI seluruh Indonesiaia, diawali dengan jalan sehat melewati sejumlah ruas jalan yang bersejarah dalam kelahiran HMI di Yogyakarta.

Milad HMI Ke 70, Badko Jabagbar Gelar Tasyakuran dan Diskusi Pola Pintu Ijtihad HMI

Serang, Himpunanan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Badan Koordinasi Jawa Bagian Barat (Badko Jabagbar) menggelar Tasyakuran dalam merayakan Milad HMI yang ke 70 tahun.

Kegiatan Tasyakuran tersebut dilaksanakan di sekretariat HMI MPO Badko Jabagbar di jalan komplek perum, Kejaksaan II No. 3 RT 02/RW 09, Benggala Kota Serang, Minggu (05/2/2017).

Dalam Tasyakuran ini diisi dengan kegiatan diskusi tentang Pola Membuka 70 pintu Ijtihad HMI; Merekonstruksi Pergerakan di Kancah Nasional dalam membangun soliditas keumatan. antara kader dari Komisariat, Pengurus Cabang Se-Provinisi Banten, Pengurus Besar HMI, dan para alumni HMI yang ada di Banten.

Panitia Penyelenggara, Shogir Sholahudin mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan sebuah formulasi sebagai nilai gerakan baru dalam setiap perayaan milad HMI.

“Perayaan sekarang dilaksanakan dengan konsep lesehan, namun, memberikan sentuhan manfaat yang banyak kepada seluruh kader dan Alumni, terutama nilai silaturahminya,” katanya pada acara milad HMI Ke 70 di Serang.

Sementara itu, Ketua HMI MPO Badko Jabagbar, Irvan Saputra mengungkapkan, kelahiran HMI yang hampir berbarengan dengan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka HMI cukup matang, sehingga posisi HMI baik secara kelembagaan maupun kader, juga alumninya, sudah banyak memberikan sumbangsi pemikirannya terhadap bangsa Indonesia.

“Eksistensi HMI dalam menginisiasi pergerakan Mahasiswa baik di kancah nasional maupun daerah tidak dapat dipisahkan dengan nilai kebangsaan Indonesia,” ujar Ipeng sapaan akrabnya.

Oleh karennaya, Menurut Irvan, sepatutnya lembaga tersebut (HMI MPO) sudah menjadi pilar kebangsaan.

“Bahkan, HMI tidak lepas dari orientasi pada konteks permasalahan sosial, sekalipun jika bersentuhan dengan dinamika sosial dan politik,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, walaupun demikian, HMI tidak boleh terjebak dalam konteks keterlibatan politik praktis, hal itu dapat mencederai nilai independensi HMI.

Mewakili Alumni HMI, Hendi Aldriyanto, berharap kader HMI bisa menjadi pemimpin yang memiliki karakter yang berintegritas, sesuai dengan azas Hmi yang berangkat dari gerakan mahasiswa.

“Maka harapannya HMI Back to Campus dalam menjaga perkaderannya. Adapun untuk perjuangannya, kader HMI menjadi pemimpin yang berani dalam merubah kondisi keumatan untuk lebih baik,” ujarnya

mantan Ketua umum HMI MPO cabang Yogyakarta tahun 1994-1995 itu juga menyarankan bahwa gerakan mahasiswa harus bersentuhan dengan kondisi kenegaraan termasuk kebijakan, sosial, dan politik, namun, HMI bukanlah organisasi politik.

“Tetapi memiliki komitmen dalam mendakwahkan nilai Islam untuk diterjemahkan oleh mahasiswa sebagai kaum intelektual,” katanya.

Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Ketua Kornas Kohati, Arofiah Afifi, serta para alumni HMI diantaranya, Surayana Sudrajat, Dail Ma’ruf, Fathoni, Nurul Hayat, Usep S. Ahyar, Muhaimin, Nandy, Alamsyah, Ayat Hidayat, dan seluruh jajaran pengurus HMI Cabang se Provinsi Banten.

Sambut Milad HMI Ke 70: HMI Cabang sorong Raya Gelar Baksos

HMINEWS.COM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong Raya melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) dalam menyambut Milad HMI ke 70, 5 Februari 2017.

Kegiatan Baksos yang dilaksanakan pada hari jum’at (3/2/2017) ini diisi dengan membersikan rumput dan sampah yang berada di dalam selokan serta sampah-sampah yang berserakan  di alun-alun kota Sorong.

Ketua Umum HMI Cabang sorong Raya Hambali Fata Wear bersama Ketua Panitia Pelaksana Milad HMI Masyadi Once memimpin langsung kegitan tersebut.

Sekitar 60 kader HMI mengikuti kegiatan ini, lkader HMI tersebut berasal dari komisariat Al-mahdi UMS, Komisariat Intizar UMS, Stain Sorong, dan Komisariat persiapan Kabupaten Sorong (STKIP dan NANI BILI Nusantara) dan Kader Stie Bukit Jaitun, AKPER dan Universitas terbuka (UT) Sorong yang berada dibawah naungan HMI Cabang Sorong.

Selain menyambut Milad HMI, Kegiatan bakti social ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan Milad HMI ke 70.

d33

Dalam keterangannya, Ketua Umum HMI Cabang Sorong Raya Hambali Fata Wear mengucapkan terimakasih dan apresiasi  kepada Ketua Panitia dan seluruh kader yang turut serta dalam bakti social ini, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

“Bakti sosial ini, sebagai bentuk rasa tanggung jawab kader  HMI untuk turut  perduli terhadap kebersihan lingkungan,” kata Hambali

Ia melanjutkan, “Alun-alun adalah salah  tempat yang sering digunakan sebagai tempat hiburan dan sering di kunjungi oleh masyarakat untuk bersantai dan berolahraga sehingga perlu untuk di jaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bagi para pengunjung,” tambahnya.

Ia berharap, kegiatan tersebut memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, terutama untuk kesehatan dan keindahan di lingkungan alun-alun.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad, Masyadi Once mengatakan, “kegiatan ini sangat positif, sehingga diharapkan masyarat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan setiap saat,” ujarnya.

Selain itu untuk menjaga kebersihan, kegiatan bakti sosial tersebut bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama kader, baik di tingkat Komisariat maupun di tingkat Cabang. Serta menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

700 Alumni Akan Ikuti Napak Tilas 70 Tahun HMI di Yogyakarta

HMINEWS.COM, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Djogjakarta akan menggelar “Jalan sehat Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun” kelahiran HMI, di kota kelahirannya, Yogyakarta pada Minggu (5/3).

Ketua Panitia kegiatan Jalan Sehat Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI Iqbal Djayusman mengatakan bahwa ke hitam ini akan diikuti 500 hingga 700 alumni dan kader HMI dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Iqbal, acara yang digagas oleh Komunitas Korps Alumni HMI (KAHMI) Forever Jalan Sehat (KFJS Yogyakarta) itu memiliki tujuan utama yaitu mengembalikan para alumni dan kader HMI ke “khittah” atau garis besar perjuangan pendirian organisasi itu.

“Acara ini akan menjadi momentum yang sangat penting sebagai sarana refleksi dari dan bagi seluruh kader serta alumni HMI,” kata Iqbal, Jumat (3/1).

Iqbal menilai refleksi itu penting dan mendesak dilakukan sebab ia menilai akhir-akhir ini mulai terjadi pergeseran arah pergerakan dan perjuangan para kader HMI.

Kader HMI yang dulu dikenal kritis terhadap berbagai persoalan bangsa, kini mulai minim argumentasi.

“Kami melihat mulai terjadi pergeseran nilai sehingga kami merasa perlu mengakembali ke ‘khittah’ perjuangan,” kata dia.

Napak Tilas Perjuangan 70 Tahun HMI yang akan dibuka oleh Wakil Gubernur DIY KPAA Paku Alam X itu akan dipusatkan di Benteng Vredeburg Yogyakarta dengan rute perjalanan melalui tempat-tempat bersejarah bagi perjuangan HMI, seperti bekas Kampus Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kini menjadi Kantor Yayasan Marsudirini Yogyakarta dan Asrama STI yang merupakan bekas sekretariat awal HMI di Jalan Secodiningratan, Yogyakarta.

Dilanjutkan melalui Jalan Ibu Ruswo, di mana di pertigaan Plengkung Wijilan pernah terjadi bentrok berdarah antara kader HMI dngan kader PKI pada 1965. Alun-alun Utara Yogyakarta menjadi rute berikutnya sebagai lokasi Rapat Umum Rakyat Yogyakarta yang dimotori oleh Beddu Amang, mahasiwa Fakultas Pertanian UGM yang juga pengurus Cabang HMI Yogyakarta.

Rute berikutnya adalah Jalan Ahmad Dahlan di mana berdiri rumah yang menjadi Kantor Cabang HMI pada awal agregasi pertama pada 1947, di mana mobilisasi kader HMI masuk bersama TNI melawan penjajah.

Sebelum kembali berakhir ke arah Malioboro, rute napak tilas menuju Jalan Dagen Yogyakarta di mana berdiri Kantor Cabang HMI Yogyakarta yang menjadi tempat penggemblengan para tokoh bangsa dari HMI, seperti Beddu Amang (Kabulog era Soeharto), Ahmad Wahib (penulis buku dan wartawan), Ahmad Kamaludiningrat (penghulu Keraton Yogyakarta), Syafri Sairin (antropolog UGM).

Iqbal mengatakan setelah acara napak tilas dengan berjalan kaki selesai, dilanjutkan dengan sarasehan yang akan membahas isu-isu yang tengah dihadapi Indonesia saat ini. Sejumlah pembicara sekaligus alumni HMI yang akan hadir adalah Akbar Tanjung (Ketum PB HMI 1996), Prof Ichlasul Amal (mantan Rektor UGM), serta Chumaidi Syarif (Ketum PB HMI 1970).

KAHMI Siap Kritisi Kebijakan Tidak Pro Rakyat

HMINEWS.COM, Korps Alumin Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Cabang Sambas siap mengawal dan mengkritisi kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat di Sambas.

Presedium KAHMI Sambas, Misni safari mengatakan dalam perjalanan roda pemerintahan yang ada ketika mendapati ada program tidak bermanfaat dan meresahkan masyarakat maka tidak segan-segan KAHMI akan mengktitisi kebijakan tersebut.

“Kami siap mengawal pemerintahan dan selalu bersikap kritis jika nantinya kami menemukan ada program Pemkab Sambas yang dinilai tidak pro rakyat bahkan bisa meresahkan masyarakat,” katanya, Kamis (2/1/2017)

Lanjutnya, jika ada program pemerintah yang baik dan meningkatkan kesejahterahaan masyarakat maka KAHMI Sambas akan mendukung program tersebut.

“Kita selalu memberikan dukungan ketika ada program pemerintah yang pro rakyat dan kita akan tetap berkontribusi dengan pemerintah baik dalam masalah ekonomi pendidikan sosial, kesehatan dan lainnya,” paparnya

Selain itu, dalam mengawal pemerintahan. Misni yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas ini juga akan lebih memperbanyak program pelatihan kepada mahasiswa agar lebih baik dalam bersosialisasi dan berusaha.

“Kita juga akan memberikan kepada mahasiswa program kepemimpinan dan kewirausahan, hal ini agar bisa membekali adik-adik kita untuk mencari lapangan kerja. Sebab, lapangan pekerjaan dipemerintahan sangat susah. Karena tidak ada penerimaan PNS,” pungkasnya.

KAHMI Jaya: Kriminalisasi Ulama untuk Memperlemah Kekuatan Politik Islam

HMINEWS.COM, Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jaya, Mohamad Taufik, mengatakan bahwa kelompok pro terdakwa penista agama Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan penasihat hukumnya telah mengkriminalisasi pemimpin politik dan tokoh masyarakat.

“Termasuk pemimpin Islam kontra Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta 2017,” katanya, di Jakarta, Rabu (1/2/2017)

Hal ini tercermin dari rencana Ahok dan tim hukumnya dalam melaporkan Ketum MUI yang juga Rais Aam PBNU, Maruf Amin, ke polisi dengan dalih memberikan keterangan palsu.

Menurut Taufik, hal tersebut dilakukan dalam upaya memperlemah kekuatan politik Islam dan kelompok-kelompok politik yg menggerus atau mengurangi elektabilitas Ahok dalam pilkada DKI.

Lebih lanjut, ia mengatakan, upaya kriminalisasi tersebut mempunyai dua sasaran utama.

Pertama, membangun opini publik, khususnya majelis hakim, bahwa Fatwa MUI yang menyebut Ahok menistakan Al Quran adalah bohong, sehingga gugur demi hukum.

“Jika para hakim percaya, mereka berharap para hakim membebaskan terdakwa Ahok dari sanksi hukum,” beber Taufik.

Padahal, katanya mengingatkan, keputusan MUI tersebut dirapatkan selama 10 hari dan bukan keputusan perorangan.

“Tetapi, kolektif melalui mekanisme pembentukan tim yang terdiri dari Komisi Fatwa, Komisi Pengkajian, Komisi Humkam, dan Komisi Infokom,” paparnya.

Sasaran kedua, menurutnya adalah agar kekuatan lslam politik dengan kekuatan kontra Ahok mengalami penurunan daya kritis dan kotrol terhadap pelaksanaan pilkada.

“Hal ini, diduga untuk memuluskan rencana dan upaya menggunakan metode politik uang dalam memenangkan Ahok,” ujarnya

Atas pertimbangan tersebut, Sekretaris KAHMI Jaya, Muhammad Amin, menyatakan, pihaknya menolak dan mengecam keras setiap upaya kriminalisasi pemimpin politik ataupun Islam.

“Dan juga aktivis kontra Ahok dalam pilkada dan penista agama Islam,” tegasnya pada kesempatan sama.

KAHMI Jaya pun mengimbau kepada seluruh pengurus dan anggotanya mencermati dan mengkritisi setiap upaya kriminalisasi terhadap pemimpin Islam.[]

KAHMI: MUI Representasi Umat Islam

HMINEWS.COM, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) DIY menyesalkan sikap dan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama  (Ahok) dan tim kuasa hukumnya yang menuduh tidak jujur dan mengecam kesaksian Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dalam sidang penistaan agama, Selasa (31/1).

Ketua Presidium KAHMI DIY, Khamim Zarkasih Putro, mengatakan KAHMI sebagai komponen masyarakat tetap melihat MUI sebagai representasi bagi umat Islam di Indonesia.

“Apapun kepentingan umat Islam memang sudah ‘dititipkan’ kepada MUI. Sehingga kami melihat penistaan kepada ulama dan umat Islam itu menjadi tantangan kami,’’ kata Khamim, Rabu (1/2).

Menurut Khamim, MUI itu tetap menjadi representasi dari kepentingan umat Muslim, baik internal kepada sesama Muslim maupun komunikasinya dengan kelompok lain.

“Karena itu kami menyesalkan ketika terjadi penistaan ulama dan majelis ulama,’’ katanya.

Karena itu, dalam waktu dekat KAHMI akan melakukan pertemuan dan memberikan dukungan secara moral bahwa apapun sikap yang diambil MUI itu adalah satu sikap yang sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh umat Islam.

“Karena MUI fungsinya mengeluarkan fatwa ya seperti itu. Intinya kami sangat mendukung apapun kebijakan yang sudah dibicarakan dan ditetapkan oleh MUI,” tegas Khaimin