Peringati Hari Kartini, Kohati Cabang Kuansing Gelar Seminar

HMINEWS.COM, Korps HMI Wati (Kohati) MPO Cabang Kuantan Singingi memperingati Hari Kartini melalui seminar. Pesertanya adalah Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi. Seminar ini mengangkat tema “Siap Menjadi Wirausahawan Muda”.

Ketua Panitia Seminar Hari Kartini, Murianis mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan kaum muda.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal kepada mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi agar mampu memanfaatkan peluang untuk menjadi pengusaha muda terutama untuk kaum wanita ” katanya, Rabu (26/4).

Di tempat yang sama, Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Kuantan Singingi, Riyos, mengatakan kegiatan seperti ini merupakan langkah HMI untuk menambah wawasan dan sumber daya mahasiswa yang ada di Kuansing dan kegiatan seperti ini harus sering dilaksanakan.

“Tema yang diangkat oleh panitia sangat menarik terlebih saat ini Indonesia sudah masuk dalam kawasan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” ungkapnya, Rabu (26/4).

Sementara itu, Hj. Elfi Indrawanis., M.M. Sebagai Wakil Rektor I bagian Akademik dan Kemahasiswaan, mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kegiatan yang telah diselenggarakan oleh Kohati MPO Cabang Kuantan Singingi dalam rangka memperingati Hari Kartini ini.[]

Terus Bergiat, ASGET Bentuk Komunitas Hingga Ke Level Sekolah

HMINEWS.COM, Pengurus Association of Gowa Students (ASGET) terus melakukan perluasan komunitas di tingkat sekolah, kali ini mereka membentuk komunitas di dua sekolah di Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan. Dua sekolah itu adalah MTSN Balang-Balang dan SMP 3 Bontomarannu, Minggu (23/4).

Dalam pembentukan komunitas ini juga dilaksanakan pemilihan ketua, untuk MTSN Balang-Balang yang terpilih sebagai Ketua Komunitas ASGET adalah Muhammad Idris, sedangkan SMP 3 Bontomarannu diketuai oleh Nur Afifah. Kedua komunitas ini bersifat organisasi extra sekolah.

Pada kegiatan ini turut hadir beberapa pengurus ASGET diantaranya Ketua Umum ASGET Kabupaten Gowa, Zulkifli KL, Sekretaris ASGET Cabang Kecamatan Parangloe, Nur Azizah, dan Ketua Umum ASGET Cabang Kecamatan Bontomarannu, Edward Christian FM.

“Kami berharap dengan terbukanya komunitas ini lahirlah remaja-remaja yang bukan hanya mampu berbahasa inggris, tapi juga mampu mengembangkan potensi intelektual lainnya dalam dirinya” Ungkap Ketua Umum ASGET Cabang Kecamatan Bontomarannu, Edward Christian FM, Minggu (23/4).

Pihaknya juga berharap ASGET bisa berkontribusi dalam dunia pendidikan “Besar harapan kami ASGET akan selalu jaya dan berkarya khususnya dalam bidang pendidikan” tambah pria yang biasa disapa Edo ini.  (IFL)

USU Selenggarakan Seleksi Mahasiswa Berprestasi

HMINEWS.COM, Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar Seleksi Mahasiswa Berprestasi (MAWAPRES), peserta berasal dari setiap fakultas di kampus USU, mereka berasal dari program S-1 dan D-3.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusdiklat LPPM ini dibuka langsung oleh Kepala Biro Kemahasiswaan dan Kealumnian USU, Hotma Karokaro.

Untuk tingkat D-3 peserta MAWAPRES berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ilmu Budaya, MIPA, dan ISIP.

Sedangkan untuk jenjang S-1 peserta berasal dari Fakultas Kedokteran, Hukum, Pertanian, Teknik, Ekonomi & Bisnis, Kedokteran Gigi, Ilmu Budaya, MIPA, ISIP, Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Psikologi, Keperawatan, Ikom & Teknik Informasi, dan Kehutanan.

Kegiatan MAWAPRES rutin digelar di kampus USU, tujuannya untuk mengukur tingkat prestasi mahasiswa dari berbagai fakultas, sekaligus memotifasi mahasiswa agar lebih giat berkarya.[]

Intimidasi Terhadap Kader HMI Cabang Kendari Tunjukkan Arogansi Penguasa

HMINEWS.COM, Upaya pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa kembali terjadi, Hasrudin Jaya, salah satu kader HMI MPO cabang Kendari mendapatkan intimidasi saat akan menggelar demonstrasi pada 25 April 2017, demonstrasi tersebut dalam rangka menuntut pemerataan pembangunan di Kabupaten Buton Utara.

Kuat dugaan pelaku merupakan orang suruhan Pemkab Buton Utara. Saat ini Hasrudin juga tercatat sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Buton Utara. kejadian ini memicu respon keras dari kader-kader HMI Cabang Kendari, mereka mengutuk keras intimidasi ini.

Salah satu kader HMI Cabang Kendari, Sharlin mengatakan kejadian ini merupakan bukti bahwa pemerintah Buton Utara bersifat anti kritik.

“Hal ini menguatkan dugaan bahwa pemerintah Buton Utara anti kritik dan alergi dengan masukan dari pemuda dan mahasiswa” tegasnya, Rabu (26/4).

Sharlin yang juga merupakan Ketua Komisariat FKIP UHO menambahkan, tindakan ini sangat disayangkan karena hanya menunjukkan arogansi penguasa.

“Tindakan ini sangat disayangkan karena merupakan bagian dari pembungkaman terhadap gerakan mahasiswa yang ingin berkontribusi terhadap daerah” ucapnya.

Akhir-akhir ini mahasiswa sering menyorot beberapa masalah di Buton Utara diantaranya pemilihan kepala desa serentak yang tak sesuai mekanisme UU, penempatan ibukota kabupaten yang tak sesuai UU, beasiswa daerah yang dananya tak jelas mengalir kemana. (HRL)

Warga Xinjiang Dilarang Gunakan Nama Bernuansa Islam

HMINEWS.COM, Pasangan muslim di Cina Barat kian resah, setelah pemerintah Cina melarang anak-anak mereka menggunakan nama berbau Islam. Mereka bakal mengalami kesulitan bila masuk pendidikan dan mendapatkan tunjungan pemerintah jika melanggar larangan itu.

Menurut laporan Radio Free Asia di Amerika Serikat, pejabat pemerintahan di kawasan Xinjiang, kediaman bagi sekitar 23 juat umat Islam di Cina, mengeluarkan daftar nama bayi terlarang di tengah tekanan terhadap umat muslim di sana.

Nama-nama bayi di Xinjiang seperti Islam, Quran, Saddam dan Mekah atau yang mengacu ke simbol bulan sabit tidak bisa diterima oleh Partai Komunis Cina.

“Nama anak yang menggunakan simbol Islam ditolak dan tidak mendapatkan akses layanan sosial, perawatan kesehatan serta pendidikan,” tulis Guardian.

Keputusan Partai Komunis Cina ini ditentang oleh kelompok hak asasi kaum Uighur karena membatasi secara ketat kebebasan beragama dan berekspresi.

Pemerintah Cina juga melarang pria berjanggut, sedangkan kaum perempuan tidak boleh mengenakan tutup wajah di Xinjiang.

“Kebebasan beragama di Xinjiang sangat memprihatinkan,” kata Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch, dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, pihak berwenang di Xinjiang memperluas pelarangan bagi kaum muslim di sana, termasuk menolak kaum perempuan menutup wajah di stasiun kereta api dan bandar udara.

Sumber: Guardian

HMI Cabang Tangerang Raya Gelar Pelantikan Pengurus

HMINEWS.COM, Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tangerang Raya periode 2017-2018 resmi dilantik oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI). Pelantikan itu digelar di Aula Gedung KNPI Kota Tangerang pada Minggu (23/4) siang.

Pengurus HMI MPO Cabang Tangerang Raya dilantik dan disematkan dengan pengambilan sumpah oleh Endri Somantri, Sekretaris Jenderal PB HMI di hadapan para tamu undangan.

Dalam pelantikan itu dihadiri oleh Assisten Daerah 1 Kota Tangerang, Engkos Zarkasih, Kepala Bidang Pemuda Dispora Kota Tangerang, Ahmad Suhaely, Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Rusdi Alam, Presidium KAHMI Kota Tangerang, Jazuli Abdillah dan Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Tangerang, M Kholid Gani.

Dalam pelantikan itu pun dilangsungkan diskusi publik dengan pembicara dari KAHMI Kota Tangerang, Jazuli Abdillah, Direktur PUSPOL Indonesia, Ubedilah Badrun dan Ekonom INDEF, Bhima Yudistira.

Setelah prosesi pelantikan, Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya, Abdul Muhyi berharap kepada seluruh kader HMI Cabang Tangerang Raya untuk dapat saling bekerjasama, saling membangun dan memperkuat basis perkaderan di Internal HMI Cabang Tangerang Raya.

“Dengan semangat Isra Mi’raj, kita akan terus berjuang dan berpihak pada kebenaran. Dan yang paling terpenting tugas kader HMI adalah untuk selalu konsisten berkhidmat untuk umat, agar terwujudnya tatanan masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Sebagaimana tema besar pelantikan HMI Cabang Tangerang Raya, yakni Berkhidmat Untuk Umat, Menuju Tangerang Berdaulat.” Tambah Muhyi di akhir acara, Minggu (23/4).

Sementara itu Sekjend PB HMI, Endri Soemantri, menekankan pentingnya komitmen perkaderan dan perjuangan di tingkat cabang.

“Kerja perkaderan dan perjuangan di tingkat cabang sifatnya mutlak, untuk menjalankannya dibutuhkan komitmen yang kuat, mewujudkan kedaulatan adalah bagian dari kerja perjuangan” tegasnya.[]

Pengurus HMI Cabang Jakarta Resmi Dilantik

HMINEWS.COM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) cabang Jakarta menggelar kegiatan pelantikan pengurus di Aula Asrama Sunan Gunung Jati (ASGJ) Jakarta Timur, Sabtu (22/4).

Pelantikan itu mengangkat tema, “Mengedepankan Khittah Perjuangan sebagai Minder Gerakan Kader Dalam Mewujudkan Masyarakat Madani”.

Ketua umum PB HMI, Muhammad Fauzi secara langsung mengukuhkan dan memimpin sumpah kepada pengurus cabang Jakarta yang baru. Selain Fauzi, Hadir pula Jajaran PB HMI lainnya, Pimpinan Badko, Ketua-ketua cabang serta kader HMI di wilayah DKI Jakarta.

Ketua umum HMI cabang Jakarta yang dilantik, Riduan Syah mengatakan bahwa Khittah Perjuangan HMI adalah Landasan para Kader HMI dalam menjalankan roda organisasi.

“Dengan memahami Khittah perjuangan dan Konsep Kader HMI yang Ulil Albab semoga dapat dijadikan acuan baku dalam segala rentetan aktifitas para kader,” kata Riduan Syah, di Jakarta, Sabtu (22/4) malam.

Lebih lanjut, menurutnya, sebagai kader intelektual Islam harus memiliki porsi tradisi dalam kehidupan yang akan menjadikan mereka sebagai kader mahasiswa islam yang sejati.

“Porsi-porsi tradisi yang harus terus selalu dijaga adalah tradisi spiritual, tradisi intelaktual, dan tradisi sosial,” tandasnya.

Pengurus HMI Jakarta yang baru tersebut dilantik untuk masa jabatan periode 1438-1439 atau 2017-2018 mendatang.[]

Selamat Hari Kartini Bagi Para Srikandi Sejati

Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan perempuan itu menjadi saingan bagi lelaki dalam perjuangan dan kehidupan, Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum perempuan, agar kami lebih cakap melakukan kewajiban. Kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangan perempuan: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.

(surat RA. Kartini  kepada Prof. Anton dan istrinya pada 4 Oktober 1902)

 

Kartini kekinian yang memperjuangkan Emansipasi

Hak-hak perempuan dan menuntut kesetaraan kesejajaran

Ketahuilah bukan itu sejatinya asa  yang kartini citakan

Kelak agar perempuan memiliki bekal yang layak untuk menjalankan kewajiban

Melahirkan generasi sebagai penentu peradaban

Perempuan yang diserahi tanggung jawab oleh alam

Sebagai pendidik pertama memberikan pengaruh paling utama

Bagi keberhasilan perjuangan dan masa depan bangsa

 

Dewi sartika 1884-1947

Perjuangan dan gerak nyata akan  pendidikan perempuan

Mempersiapkan para istri cerdas dalam sekolah kautamaan

Agar menjadi mulia pantas dan  layak sebagai pengemban tugas utama dan terdepan

Memiliki ahlak budi nan dimuliakan

 

Cut nyak dien 1840-1908

Pejuang perempuan panglima perang

Lembut hati, namun tegas menghalau penjajahan

Memimpin dan tak gentar dalam setiap peperangan

Maju ke medan juang dengan hati yang berkobar

Meski nyawa sebagai taruhan

 

Rasuna said 1910-1965

Pejuang perempuan dengan gagasan dan tulisan

Pemilik pena yang tajam

Pada surat-surat kabar mengkampanyekan perlawanan

Demi kemajuan Perjuangan dan pemikiran untuk pergerakan kaum perempuan

 

Laksamana malahayati 1589-1604 M.

Laksamana laut pertama pemimpin pasukan putri

Penentang penjajahan dan ditakuti

Pengarung bahari nan gagah bestari

Pedobrak gender emansipasi

 

Renungan  risalah perjuangan para pahlawan perempuan mestinya menyadarkan

Bahwa sesungguhnya betapa begitu hebat dan mulianya peranan perempuan dalam kancah dunia

Ia berdiri dan berkiprah atas  titah Tuhan

Tiada beda tanggung jawab perempuan dan lelaki dalam kemaslahatan umat dan peradaban

Sebagai khalifah di muka bumi selaku tugas yang diembankan

Sebagai penyempurna keseimbangan yin dan yang

Lihatlah betapa perempuan telah menjadi pendidik utama.

Lihatlah betapa perempuan telah menjadi sosok putri ksatria gagah nan jelita

Lihatlah betapa perempuan telah menjadi pedang tajam dengan pena

Maka sesungguhnya betapa perempuan mengemban kodrat yang amat mulia

Selamat hari pahlawan perempuan Indonesia.

Penulis: Arofiah Afifi

Kartini-Kartini di Nusantara

Setiap tahun kita selalu memperingati tanggal kelahiran Raden Ajeng Kartini. Jasa-jasanya yang telah dijejalkan ke dalam kepala kita sejak berada di bangku SD juga kembali dibuka. Seperti usahanya yang mengadakan pendidikan bagi kaum perempuan untuk mengenal baca tulis hingga angan-angannya melalui surat-suratnya. Selalu saja hal ini diulang-ulang seolah dunia perempuan Indonesia hari ini masih sama saat Kartini hidup.

Kondisinya memang telah jauh berbeda, perempuan kini telah beremansipasi hampir di segala bidang. Tergantung apakah perempuan mau dan mampu “berjejal dan bersaing” bersama kaum adam. Namun demikian sesuatu yang dimaksudkan untuk selalu diingat hingga menginspirasi kaum hawa masa kini adalah semangat, perbuatannya, serta konsistensinya yang melakukan perubahan untuk kaumnya bermodal apa yang dimilikinya.

di Nusantara sendiri tidak hanya memiliki sosok Kartini seorang. Pribadi yang tidak kalah mengagumkan bahkan sangat besar pengaruhnya seperti Malahayati, perempuan pejuang yang sangat ditakuti oleh musuh pada masa upaya kolonialisasi Belanda di Nusantara. Sebut juga Cut Nyak Dien dan Cut Meutia yang sama-sama tergabung dalam Inong Bale (pasukan para janda syuhada) yang terbukti membuat Belanda selalu gagal menguasai Aceh hingga memasuki abad ke-20.

Dari Maluku juga dikenal seorang pejuang yang selalu harum namanya, Christina Martha Tiahahu yang bekerja keras menjaga keutuhan dan kedaulatan negerinya. Tokoh lain dari tanah Jawa ada Raden Dewi Sartika yang memiliki bidang perjuangan yang sama dengan Kartini. di Daerah lain seperti Buton juga memiliki pahlawan perempuan, yang dengan kekayaannya ia membiayai hampir semua kebutuhan pembangunan benteng yang digunakan sebagai pertahanan dari gempuran musuh Belanda.

Kini di masa sekarang masih adakah sosok pahlawan perempuan seperti Kartini ?. Bila melihat kuantitas manusia Indonesia dan dinamika kehidupan bangsa maka jawabannya tentulah ada. Tokoh perempuan sekelas Malahayati yang paling fenomenal adalah Susi Pudjiastuti, seorang Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang gemar menenggelamkan kapal pencuri ikan. Lebih dari itu sebenarnya Kartini-Kartini lainnya juga hadir di setiap rumah. Mereka adalah sosok yang melahirkan, merawat, mendidik, dan membesarkan kita hingga sebesar ini. Dia adalah para Ibu yang dengan ikhlas dan sepenuh hati. Ibu kitalah “The Real Kartini”. 

Ada begitu banyak sosok Kartini di negeri kita yang belum sempat mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional. Hal yang terpenting dilakukan adalah menghormati jasa-jasanya, mendoakannya, serta turut berpartisipasi melestarikan niat baik dan usahanya. Selamat merayakan hari spirit Kartini.

Penulis: La Ode Rauda Manarfa, Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI MPO

Peduli Tragedi Banjir Kutacane, HMI MPO Cabang Bireuen Aksi Penggalangan Dana

HMINEWS.COM, HMI MPO Cabang Bireuen melakukan aksi penggalangan dana untuk korban banjir bandang di Kutacane, Aceh Tenggara, Aceh. Penggalangan dana ini dilaksanakan selama tiga hari, 18 – 20 April 2017.

Aksi solidaritas kemanusiaan ini dilaksanakan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bireuen. Tidak hanya pengurus, para kader Cabang Bireuen juga dilibatkan langsung dalam kegiatan ini.

Syibran Malasi Idris selaku Koordinator Lapangan mengatakan aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya sesama warga Aceh.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami untuk peduli terhadap sesama. Insyaallah hasil penggalangan dana ini akan sangat membantu para korban” ucapnya, Kamis (20/4).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum HMI Cabang Bireuen, Wahyu Mirza menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Bireuen yang telah berpartisipasi untuk korban banjir.

‘Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bireuen yang sudah memberikan bantuan untuk korban banjir di Kutacane” ungkapnya, Kamis (20/4). (SMI)