Kader Dianiaya, PB HMI Desak Kepolisian Tempuh Langkah Hukum

HMINEWS.COM- Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) mendesak pihak berwajib atau kepolisian di Ternate, Maluku Utara segera mengambil langkah hukum terhadap kasus tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum kader dan pengurus HMI Diponegoro di daerah tersebut terhadap Ketua Formatur dan kader HMI MPO Cabang Ternate, Sabtu (19/8) lalu.

Ketua PB HMI MPO Muhammad Fauzie mengatakan, jajarannya akan segera mengambil langkah terkait persoalan tersebut. Seperti mengirim tim investigasi khusus yang akan menyelidiki dan mengawal kasus tidak terpuji tersebut.

“Kami mendesak pihak berwajib untuk segera memproses secara hukum tindakan perusakan dan pemukulan yang dilakukan sejumlah oknum HMI Dipo atas formatur terpilih HMI MPO Cabang Ternate Mukhalis,” serunya, Rabu (23/8) kemarin.

Selain itu, mantan Ketua HMI MPO Cabang Makassar ini juga menuntut pertanggungjawaban Ketua Umum PB HMI Dipo Mulyadi P Tamsir atas kasus yang dilakukan oknum kader organisasi yang dia pimpin.

“Sebagai langkah hukum, kami akan membentuk tim investigasi. Tim ini nantinya akan mendorong penyelesaian persoalan hukum atas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum HMI Dipo Cabang Ternate,” sebutnya.

Dia menjelaskan, adapun tugas tim investigasi tersebut yakni mengawal proses hukum, dan melakukan investigasi atas tindakan kekerasan dan perusakan yang dilakukan oleh oknum kader HMI Dipo Cabang Ternate dalam acara pelantikan HMI MPO Cabang Ternate.

“Yang tidak kalah pentingnya, tim investigasi ini akan mendalami aktor intelektual di balik penyerangan tersebut. Tim ini terdiri dari lima orang, Abd Rahim H Jangi sebagai ketua dengan anggota Mubdhy Ohoiwer, Ilham Usman, Bambang Renaldi, dan Fahrur Rizal,” terangnya.

Sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan kader dan pengurus HMI Dipo Cabang Ternate melakukan aksi premanisme terhadap pengurus HMI MPO yang hendak melakukan acara pelantikan di National Building Centre Library (NBCL), tepatnya di depan Kampus B UMMU Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Sabtu (19/8) pukul 09.00 Wita.

Akibat aksi koboy dari sejumlah oknum tidak bertanggung jawab tersebut, Ketua Formatur HMI MPO Cabang Ternate Mukhalis menjadi korban pemukulan hingga bersimbah darah. Tidak hanya di situ, oknum kader dan pengurus HMI Dipo juga melakukan intimidasi terhadap sejumlah kader HMI MPO, serta melakukan aksi pengerusakan di lokasi kegiatan dan membakar spanduk. (din)

HMI Dipo Ternate Lakukan Aksi Premanisme

HMINEWS.COM, Aksi premanisme yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan kader dan pengurus H impunan Mahasiswa Islam (HMI) Diponegoro Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, benar-benar sudah di luar batas. Ya, gerombolan mahasiswa tersebut nekat melakukan aksi pemukulan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam Mejelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Ternate, Sabtu (19/8) lalu.

Akibat kejadian tersebut, Ketua Formatur HMI MPO Ternate Mukhalis dan Ode Syahputra L menjadi korban atas aksi berutal para pengurus HMI Dipo Ternate. Tidak hanya itu, salah seorang pengurus besar (PB) HMI MPO yang berada di daerah tersebut sempat mendapatkan intimidasi.

Informasi dihimpun HMINews, pristiwa main hakim sendiri tersebut berawal saat HMI MPO Ternate hendak melakukan pelantikan pengurus di National Building Centre Library (NBCL), tepatnya di depan Kampus B UMMU, Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Sabtu (19/8) pukul 09.00 Wita.

Pada saat bersamaan, sekelompok massa yang mengatasnamakan HMI Dipo dari berbagai universitas di Ternate tiba-tiba merangsak masuk ke lokasi pelantikan, serta melakukan perusakan dengan membuka paksa spanduk dan melakukan pengeroyokan terhadap Ketua Formatur HMI MPO Cabang Ternate dan Ode Syahputra L selaku Ketua Panitia.

Aksi tercela tersebut tidak sampai di situ. Pasca melakukan pengeroyokan, pengurus dan kader HMI Dipo Ternate kemudian membakar spanduk kegiatan HMI MPO. Selain itu, kelompok massa juga menyandera Ketua Formatur dalam mobil dan membawanya ke rumah salah seorang alumni HMI MPO di Kelapa Pendek, Mangga Dua Utara Arbain Mahmud. Pasalnya, Arbain dianggap sebagai aktor yang menggagas lahirnya HMI MPO di Ternate.

Sesampai di rumah tersebut sempat terjadi dialog. Namun, dalam dialog tersebut muncul ujaran kebencian dan provokatif yang menyebabkan Arbaim merasakan tekanan psikologis. Pasalnya, perbuatan itu dilakukan di depan keluarga Arbain dan para tetangganya.

Merasa tidak puas, massa HMI Dipo kembali menuju ke NBCL. Di tempat kejadian perkara (TKP), pengurus HMI melakukan aksi provokatif dengan cara membanting kursi dan merusak fasilitas NBCL. Ujungnya, masa HMI kemudian mengeroyok dan memukul Isra selaku PB HMI MPO yang ada di lokasi tersebut.

Ketika dikonfirmasi media ini, Ketua Formatur HMI MPO Ternate Mukhalis membenarkan aksi berutal itu. Atas kejadian tersebut, dirinya secara pribadi dan kelembagaan HMI MPO telah melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Kasus itu sudah kami laporkan ke pihak Polsek Ternate Selatan, kemarin (Sabtu, Red). Kami meminta kasus ini bisa diproses secara hukum,” katanya, Minggu (20/8).

Alat bukti berupa hasil visum dan foto-foto pristiwa tersebut telah diserahkan pihaknya kepada penyidik kepolisian. Dia meminta, supaya pihak berwajib segera mengambil langkah dan menangkap para pelaku.

“Terus terang saja, kami tidak merasa punya salah dan maslah dengan mereka (HMI Dipo, Red). Kami juga binggung kenapa mereka tiba-tiba menyerang dan memukul kami. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu (dikeroyok),” tandasnya. (DIN)

Abraham Samad Akan Jadi Pembicara Dalam Pembukaan Pleno III PB HMI

HMINEWS.COM, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi 2011 – 2015, Abraham Samad, akan menjadi salah satu pembicara kunci dalam sesi orasi ilmiah di forum pembukaan Pleno III PB HMI MPO.

Seremonial pembukaan Pleno III PB HMI akan dilaksanakan pada 19 Agustus 2017, tema yang akan menjadi pembahasan Abraham Samad adalah “Memperkuat Kesadaran dan Gerakan Anti Korupsi di Indonesia”.

Saat dikonfirmasi tim redaksi, Kehadiran Abraham Samad sebagai keynote speaker dibenarkan oleh Ketua Panitia Kegiatan, Abdul Malik, pihaknya juga berharap kehadiran Abraham Samad mampu menumbuhkan sikap anti korupsi di kalangan kaum muda dan masyarakat secara umum.

“Bapak Abraham Samad memiliki pengetahuan dan pengalaman mendalam dalam pemberantasan korupsi, kita berharap kapasitas dan semangat beliau bisa ditransformasikan kepada masyarakat dalam rangka menggencarkan pemberantasan korupsi” ungkap Malik, Kamis (17/8).[]

Pleno III PB HMI Akan Tetapkan Tuan Rumah Kongres

HMINEWS.COM, Dalam hitungan hari Pleno III PB HMI akan segera digelar, Pleno III merupakan forum nasional yang memiliki fungsi strategis, agenda ini bukan sekadar seremonial organisasi, salah satu pembahasan penting yang bakal hangat adalah penetapan tuan rumah kongres.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi hminews.com, penetapan tuan rumah kongres sudah fix masuk dalam agenda Pleno III, informasi terkait hal tersebut juga sudah terdistrubusi ke cabang-cabang HMI MPO sebagaimana manual acara yang terlampir dalam TOR.

PB HMI sendiri telah menetapkan mekanisme bagi cabang-cabang yang akan mengajukan diri sebagai tuan rumah kongres, pertama, cabang yang merasa siap perlu mengajukan proposal ke PB terkait kesiapannya menjadi tuan rumah kongres, kedua, cabang bersangkutan diberi kesempatan mempresentasikan kesiapannya dihadapan Pengurus Besar di lokasi pleno, ketiga, PB HMI akan memutuskan cabang yang dianggap paling siap menjadi tuan rumah Kongres HMI Ke- 31.

Kesempatan untuk menjadi tuan rumah kongres terbuka untuk semua cabang HMI Seindonesia, nantinya dalam keputusan penetapan tuan rumah kongres, PB HMI akan lebih memperhatikan aspek kesiapan para calon tuan rumah baik dari sisi internal maupun eksternal.[]

Karang Taruna Desa Nirannuang Selenggarakan Semarak 17 Agustus

HMINEWS.COM, Karang Taruna Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mengadakan kegiatan semarak 17 Agustus, Kegiatan ini dimulai pada 6 Agustus dan akan berakhir pada 26 Agustus 2017. Tema yang diangkat yakni “Mari Mengenang Jiwa Pahlawan dan Tanamkan Dalam Diri Kita Jiwa Para Pahlawan Itu”.

Ada ragam lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan ini, diantaranya sepak bola, tenis meja, sepak takraw, tarik tambang, tusuk botol dll. Masyarakat Desa Nirannuang sangat antusias mendukung kegiatan ini.

Ketua Panitia Kegiatan, Guntur, mengharapkan pemuda desa setempat mampu mengawal kegiatan Semarak 17 Agustus “Eksistensi pemuda sangat dibutuhkan saat ini, pemuda perlu terlibat aktif mengawal kegiatan ini” Ucapnya.

Dari pihak pemerintah desa, dalam hal ini diwakili Kepala Desa Nirannuang, Arifin Bunga, menginginkan kegiatan ini mampu mempererat persaudaraan masyarakat Desa Nirannuang “Semoga kegiatan semarak 17 Agustus mampu lebih mempererat persaudaraan masyarakat Desa Nirannuang” Ungkapnya.

Sementara itu salah satu tokoh pemuda setempat, Zulkifli, mengatakan semoga kegiatan ini bisa menjadi ikhtiar Karang Taruna Desa Nirannuang untuk lebih berkontribusi kepada masyarakat “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini Karang Taruna Desa Nirannuang makin semangat dan selalu melakukan suntikan ide dalam rangka mengembangkan pola pikir masyarakat di Desa Nirannuang, juga turut andil dalam pembangunan desa” Jelas Kifli yang juga merupakan Ketua Umum ASGET Gowa. (KFL)

Perkuat Konsolidasi Nasional, PB HMI Gelar Pleno III di Mataram

HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) akan menggelar Pleno III, kegiatan ini dilaksanakan di Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat. HMI Cabang Mataram bertindak sebagai tuan rumah pelaksana. Berdasarkan informasi yang diterima tim redaksi, Pleno III akan dilaksanakan pada 19 – 22 Agustus 2017.

Pleno III dirangkaikan dengan beberapa agenda, diantaranya Bakti Sosial dan Donor Darah, Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB), Dialog Kebangsaan, Silaturahmi Nasional, Saresehan dan Temu Tokoh, Temu Pengader Seindonesia, Dialog PDK dan Temu Kohati Seindonesia.

Mengingat betapa pentingnya agenda ini, sehingga dari pihak tuan rumah telah mempersiapkan berbagai hal untuk kesuksesan agenda nasional ini. Ketua Umum HMI MPO Cabang Mataram, Sadam Syafruddin, mengatakan penunjukan HMI Cabang Mataram sebagai tuan rumah pelaksana merupakan kebanggaan tersendiri “Pleno III PB HMI yang diadakan di Mataram merupakan kebanggaan bagi seluruh kader Cabang Mataram, penunjukan Cabang Mataram sebagai tuan rumah merupakan indikator bahwa SDM HMI di Mataram telah memenuhi standar, kami berharap agenda yang lebih besar bisa dipercayakan kepada kami kedepannya” Jelasnya kepada tim redaksi hminews.com, Senin (14/8).

Selain itu, pria yang biasa disapa Adam ini juga berharap rencana pembentukan Badko di wilayah Bali dan Nusa Tenggara bisa terealisasi, menurutnya hal ini penting demi lebih mengefektifkan konsolidasi HMI di Bali dan Nusa Tenggara. “rasanya penting untuk merealisasikan pembentukan badko di wilayah Bali dan Nusa Tenggara agar ekspansi HMI bisa lebih masif” Tambahnya.

Sementara itu Sekjend PB HMI, Endri Soemantri, saat diwawancarai tim redaksi hminews.com menuturkan pleno tidak boleh hanya menjadi rutinitas tapi juga harus menyentuh aspek substansi “Pleno harus mennyentuh aspek substansi yakni perbaikan internal dan eksternal, perbaikan internal diantaranya meliputi penataan perkaderan dan stabilitas organisasi, sedangkan perbaikan eksternal meliputi keterlibatan HMI secara aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan keislaman dan kebangsaan” Ungkapnya, Senin (14/8).

Para delegasi cabang yang hadir di pleno, lanjut Endri, harus membawa gagasan, khususnya terkait dengan islam dan kebangsaan “Delegasi cabang yang akan hadir di pleno harus membawa gagasan agar forum ini bisa melahirkan resolusi untuk islam dan bangsa” Tutupnya.[]

Darurat Ekonomi Indonesia

Belakang ini santer diberitakan bahwa Indonesia tengah mengalami peningkatan jumlah hutang negara dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Hutang yang tercatat saat ini sudah mencapai angka 3.600 triliun rupiah, terjadi peningkatan dari hutang periode sebelumnya sebesar 2.700 triliun rupiah. Hal ini diperparah dengan tingginya presentase devisit anggaran negara yang sudah mencapai angka darurat 2,92 % yang mana jika menginjak angka 3 % maka pemerintah sudah melanggar aturan yang tertera dalam  Undang Undang.

Dalam periode pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi – JK saat ini membuat masyarakat bertanya-tanya, pasalnya formasi menteri keuangan dan menko perekonomian diduduki oleh Sri Mulyani dan  Darmin Nasution yang keduanya merupakan ekonom ulung serta telah lama berkecimpung dalam dunia keuangan. Namun dengan formasi ini, ternyata pemerintah belum bisa menjawab problematka ekonomi bangsa dengan proyeksi 2,92 % devisit anggaran. Tentunya hal ini membuat resah masyarakat, karena khawatir trend negative ini akan terus berlanjut sampai batas maksimal yang ditentukan oleh Undang-Undang.

Selain tingginya angka hutang dan devisit anggaran negara, hal lain yang tidak kalah menarik menjadi perhatian adalah rendahnya daya beli sektor rill masyarakat sehingga berpengaruh pada pendapatan negara tidak begitu signifikan yang memicu angka devisit angaran sampai 2,92 %. Ini disebabkan terjadinya efek peningkatan tarif listrik mulai dari 900 KWh yang membuat dana masyarakat yang seharusnya dibelanjakan ke sektor rill berpindah ke biaya beban listrik yang meningkat serta minat masyarakat menyimpan uang di bank, karena tidak begitu bergairah kondisi ekonomi saat ini. Salah satu penyebab tidak bergairahnya ekonomi adalah stabilitas politik yang  tidak menentu beberapa waktu terakhir, sehinga tingkat investasi yang masuk tidak begitu besar peningkatannya. Melainkan IHSG mengalami penurunan dan investor masih mencari aman.

Namun pemerintah tengah mengkaji strategi baru guna menanggulagi tantangan ekonomi saat ini dengan menyiapkan paket kebijakan XVI yang akan dikeluarkan pada tangal 17 Agustus 2017 pekan depan tepat pada hari besar nasional hari kemerdekaan Republik Indonesia. Yang mana point of view dari paket kebijakan ini adalah menggaet investor dengan menyederhanakan izin atas investasi guna menyelamatkan anggaran negara.

Sebetulnya ada hal lain yang bisa menjadi jalan untuk menyelamatkan devisit angaran Negara, serta memperbaiki daya beli masyarakat, sehinga ekonomi dalam negeri menggeliat kembali, sebagaimana target pertumbuhan ekonomi yang harus dicapai  semester II 2017 dan terbebas dari status darurat ekonomi. Yakni memaksimalkan dana desa yang sudah disiapkan pemerinah untuk diserap oleh masyarakat guna meningkatkan daya beli. Tidak tanggung-tanggung dana desa yan disiapkan mencapai 60 triliun rupiah, namun lagi-lagi masyarakat harus menelan pil pahit atas culasnya pemikiran pemangku kebijakan. Banyaknya dana desa yang disalahgunakan atau dikorupsi oleh beberapa pihak guna menunjang kepentingan pribadi di atas kepentingan masyarakat luas. Sehingga serapan dana tersebut tidak maksimal dan berdampak pada daya beli masyarakat yang kurang serta meningkatnya presentase devisit anggaran negara.

Solusi kedua yang dapat diterapkan dalam waktu dekat ini adalah dengan menggunakan instrumen pajak. Bila UMKM atau Industri Kreatif mendapat keringanan atas pajak yang dibebankan, maka UMKM atau Industri Kreatif mendapat kesempatan untuk lebih memutar modal yang ada, juga harga yang ditawarkan tidak begitu mahal sehingga masih bisa dijangkau oleh konsumen. Lalu solusi yang ketiga adalah melonggarkan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia bagi pelaku usaha dan masyarakat, sehingga kucuran dana segar ini lebih bermanfaaat bila dibanding dengan penumpukan dana oleh pihak perbankan.

Oleh karena itu di tengah kondisi ekonomi yang kurang menyenangkan sepeti saat ini,  pemerintah yang diwakili oleh Sri Mulyani dan Darmin Nasution seharusnya menginjak bumi atau realistis dan menfokuskan pada stabiitas ekonomi. Lebih baik pemerintah menghemat biaya belanja yang dirasa belum perlu, seperti membangun infrastruktur dan pemindahan ibu kota ke luar pulau jawa sehingga angaran negara tidak semakin terbebani.

Penulis: Maftuhi Firdaus, Kader HMI MPO Cabang Yogyakarta

Dandim 0101/BS Tinjau Pemusatan Latihan Paskibraka Provinsi Aceh

HMINEWS.COM, Komandan Kodim 0101/BS Letnan Kolonel (Letkol) Inf Iwan Rosandriyanto, S.I.P meninjau kegiatan pemusatan latihan pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) provinsi Aceh bertempat di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Rabu (9/8).

Didampingi oleh Koordinator Paskibraka Aceh Alta dan para Pelatih, Dandim 0101/BS menyempatkan diri untuk bertatap muka dan sekaligus memberikan arahan motivasi kepada seluruh anggota Paskibraka.

Selaku Ketua Seksi Upacara HUT Ke-72 RI Provinsi Aceh, Dandim mengajak seluruh anggota Paskibraka untuk memelihara disiplin dan tetap semangat dalam latihan serta mempersembahkan yang terbaik demi kelancaran pelaksanaan tugas pada upacara peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.

“Saya meminta adik-adik sekalian untuk ikuti arahan para Pelatih, tunjukkan yang terbaik, jangan pernah patah semangat, mari kita sukseskan tugas ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan niat yang tulus, demi nama baik daerah serta Provinsi Aceh” ucap Letkol Inf Iwan dihadapan 70 orang anggota Paskibra Aceh.[]

Islam dan Bangsa Dalam Satu Kesatuan

Sejarah relasi Islam dan bangsa memang tak selalu harmonis, ada masa pasang surut dalam relasinya. Meski beragam, Indonesia merupakan negara yang penghuninya mayoritas beragam islam, Islam telah sangat mengakar di Indonesia, oleh rakyat Indonesia yang beragama islam, agama ini tidak sekadar diperlakukan sebagai agama formal, melainkan juga sebagai nilai yang mempengaruhi aspek privat masyarakat Indonesia, membicarakan Indonesia tanpa membicarakan Islam adalah hal mustahil, hal tersebut merupakan pengabaian terhadap realitas mayoritas di nusantara, sebaliknya, membicarakan Islam tanpa menyinggung Indonesia juga terbilang naif, hal tersebut mengabaikan fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Dinamika keislaman yang nampak di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, bila dikaitkan dengan bangsa, mayoritas cara pandang berislam di Indonesia tak mempertentangkan antara Islam dan bangsa, fakta tersebut semakin nyata saat kita bersikap terbuka terhadap realitas sejarah perjuangan kemerdekaan, kaum santri dan ulama memiliki andil besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, perjuangan tersebut dilandasi oleh kesadaran berislam, kesadaran bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah jihad mulia, sehingga tak diherankan bila ulama di masa itu mengeluarkan resolusi jihad guna mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Fakta ini bisa menjadi dasar bahwa secara historis umat Islam di Indonesia meyakini dirinya sebagai satu kesatuan dengan Indonesia.

Bila merujuk kepada Al qur’an sebagai sumber ajaran Islam, maka kita akan menjumpai bahwa dalam Al Qur’an sendiri ada sekitar 322 ayat yang membincang tentang bangsa dalam konteks positif. Fakta ini kiranya bisa menjadi landasan ideologis untuk memahami bahwa Islam dan bangsa adalah satu kesatuan. Dengan memahami fakta ini maka akan menghilangkan keraguan bahwa bangsa seolah merupakan barang haram dalam Islam, pada bagian lain, fakta ini juga bisa menjadi bekal untuk meletakkan paradigma yang utuh dan harmonis antara Islam dan bangsa.

Tentu kita juga harus bersikap kritis terhadap paham kebangsaan, sebab realitasnya tak semua paham kebangsaan sejalan dengan semangat Islam, mesti ditegaskan bahwa paham kebangsaan yang terlampau ekstrim tak sejalan dengan semangat Islam, paham kebangsaan semacam ini sangat dipengaruhi oleh unsur chauvinisme, sebuah paham yang melakukan pemujaan berlebihan terhadap bangsa, paham ini justru tidak produktif, lebih jauh paham ini bisa merusak solidaritas kemanusiaan, paham kebangsaan model ini justru berpotensi melahirkan rasisme, paham kebangsaan ini pernah melanda Jerman di era Nazi, dan umat manusia telah melihat akibat merusak yang ditimbulkannya, paham kebangsaan jenis ini pula yang mempengaruhi Zionisme Israel, dan dunia masih melihat akibat brutal yang ditimbulkannya.

Paham kebangsaan yang berlaku di Indonesia harus proporsional, terbuka dan sesuai dengan budaya Indonesia. kiranya paham kebangsaan model ini yang sejalan dengan semangat keislaman, paham kebangsaan seperti ini pula yang menjadikan para ulama di masa perjuangan fisik kemerdekaan meyakini bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari iman. Sejarah akan terus bergulir, ujian terhadap perpaduan Islam dan bangsa dalam konteks Indonesia akan terus diuji, bagi generasi yang mulai ragu dengan perpaduan Islam dan bangsa, maka perlu kiranya menyelami kembali pandangan ulama yang terlibat langsung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO 2015 – 2017 M

Rumuskan Solusi Bangsa, HMI MPO Tangerang Selenggarakan LK II Nasional

HMINEWS.COM, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tangerang Raya menggelar Latihan Kader (LK) II Tingkat Nasional. Kegiatan ini berlangsung  sejak tanggal  7 – 13 Agustus 2017, bertempat di Gedung Community Center Bandara Soekarno Hatta.

Latihan Kader II HMI MPO Cabang Tangerang Raya menggagas tema “Gerakan HMI Dalam Bingkai Islam dan Kebangsaan”.

Peserta LK II terdiri dari beberapa cabang Seindonesia yakni, HMI Cabang Palembang, HMI Cabang Kendari, HMI Cabang Jakarta, HMI Cabang Bogor dan HMI Cabang Tangerang Raya selaku penyelenggara.

Ketua Umum HMI Cabang Tangerang Raya Abdul Muhyi menuturkan, Kegiatan LK II ini merupakan bagian dari progresifitas perkaderan di internal HMI yang output kadernya  dapat memberi solusi konstruktif terhadap problematika Islam dan Kebangsaan. Sesuai tema LK 2 yang dijadikan acuan diskursus selama beberapa hari  di acara pelatihan ini.

“LK II HMI Cabang Tangerang Raya kali ini akan diisi oleh beberapa pemateri yang pasti berkompeten. Mulai dari kalangan akademisi, praktisi, politikus, pengamat, tokoh ormas, tokoh pemuda, guru besar, dan beberapa diantaranya  adalah alumni HMI sendiri. Sudah kita persiapkan pemateri tersebut agar HMI menjadi garda terdepan di Tangerang Raya maupun bangsa dalam mengawal dan memberikan solusi pembangunan,” tandas Muhyi.[]