Menagih Janji Negara Muslim Terkait Deklarasi OKI

Belum berselang berapa lama negara-negara muslim yang tergabung dalam OKI mendeklarasikan Yarussalem sebagai ibukota Palestina, deklarasi ini merupakan respon terhadap pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yarussalem sebagai ibukota Israel. Sejak dahulu kala Yarussalem memang telah menjadi tempat perseteruan antara umat islam dan zionis Israel, jika berkaca kepada sejarah, perseteruan tersebut telah terjadi jauh sebelum lahirnya era negara bangsa, saat tata pemerintahan dunia masih didominasi oleh bentuk kerajaan, di masa itu Bani Israel pernah menyerang Palestina dan berkuasa disana hingga beberapa waktu lamanya, akan tetapi gelombang perlawanan orang-orang Palestina berhasil mengusir Bani Israel dari tanah Palestina, setelah memasuki fase negara bangsa, Israel kembali mencaplok tanah Palestina berkat bantuan Inggris dan Amerika Serikat.

Besar harapan umat islam agar deklarasi OKI tidak menjadi retorika politik belaka, tapi juga disertai dengan aksi konkrit, seharusnya sebagai bentuk tindaklanjut dari deklarasi tersebut, negar-negara muslim mulai melakukan langkah-langkah memindahkan kedubesnya ke Yarussalem, sejauh ini baru Turki dan Lebanon yang telah menyampaikan pengumuman terbuka bahwa akan memindahkan kedubesnya ke Yarussalem, sementara di pihak pendukung Israel, Guatemala telah mengikuti langkah Amerika Serikat memindahkan kedubesnya ke Yarussalem, bahkan otoritas Israel menyebut Honduras dan Paraguay akan melakukan langkah yang sama, tentu pemindahan kedubes negara-negara tersebut merupakan pengakuan secara de jure dan de facto terhadap Yarussalem sebagai ibukota zionis Israel.

Pemindahan kedubes negara muslim ke Yarussalem merupakan sebuah langkah penting, hal tersebut sebagi bentuk komitmen nyata pengakuan Yarussalem sebagai ibukota Palestina, di sisi lain langkah tersebut juga akan menyebabkan sembilan negara pendukung Israel dalam sidang PBB, memandang serius deklarasi OKI, bila tidak maka deklarasi tersebut akan dipandang remeh oleh negara-negara pendukung zionis Israel, bahkan tidak menutup kemungkinan umat islam yang awalnya berharap banyak pada hasil deklarasi OKI, juga akan bersikap apatis terhadap hasil deklarasi tersebut.

Deklarsi OKI sesungguhnya merupakan perang politik yang dilancarka umat Islam kepada Israel dan sekutunya, karena ini merupakan perang maka sudah seharusnya perang tersebut memiliki langkah dan tahapan yang konkrit, pola lama semisal kecaman dan resolusi sudah harus ditinggalkan, terbukti ratusan resolusi Dewan Keamanan PBB terhada Israel diabaikan mentah-mentah oleh komunitas zionis tersebut. Pengakuan sepihak Amerika Serikat menunjukkan langkah maju zionis Israel dalam upaya mereka memenangkan perang politik di kawasan itu, oleh sebab itu negara-negara muslim juga harus mengambil beberapa langkah maju guna mematahkan ambisi brutal Israel terhadap Palestina, mengakhiri penjajahan Israel terhadap Palestina, serta mewujudkan negara Palestina yang merdeka secara utuh.

Jika negara-negara Islam masih asyik menggunakan retorika politik dalam menghadapi Israel, maka hal tersebut justru hanya akan semakin meningkatkan kepercayaan diri Israel untuk terus melakukan perluasan wilayah di Palestina, bila kita kembali membuka peta dunia saat Israel pertama kali mencaplok tanah Palestina, wilayah yang dikuasai Israel sangat sempit bila dibandingkan dengan wilayah Palestina, tapi seiring dengan berjalannya waktu, dimana Israel terus melakukan perluasan wilayah secara ilegal, maka hari ini faktanya justru berbanding terbalik, wilayah Palestina jauh lebih kecil dibandingkan wilayah yang kini dikuasai Israel. Palestina kian terjepit, wilayah mereka berada tepat di tengah wilayah yang sekelilingnya dikuasai Israel, semua bantuan yang ingin disalurkan ke Palestina mesti melalui wilayah yang dikuasai Israel, dengan situasi ini Israel benar-benar mengisolasi wilayah Palestina dari dunia luar, ini tak ubahnya dengan kampu konsentrasi di masa NAZI, bahkan jauh lebih buruk.[]

Penulis: Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO

Ibu, Superior or Inferior Predicate?

Ibu adalah eksistensi. Hal khususnya antara lain adalah perempuan, yakni penyederhanaan dari kata “yang diperempuankan” artinya yang secara alamiah mampu sehingga diberi hak untuk menguasai, melindungi, mengendalikan, memelihara sesuatu yang diterima. Hal khusus lain adalah wanita, berasal dari terminologi jawa “wani ditata”.

Eksistensi Ibu teramat penting sehingga sering digambarkan sebagai bumi, (dalam terminologi hindu : dewi pertiwi), sanggup menanggung beban yang dijatuhkan kepadanya. Bumi merupakan realitas yang diinjak dengan kesanggupan menjadi rendah agar langit (Laki-laki —entitas yang selalu berdiri) tetap tinggi menjulang. Bumi sanggup menanggung seluruh beban termasuk derita yang ditimpakan kepadanya demi menjaga semesta dari ketimpangan atau disharmoni kosmos sebagaimana Allah atur dalam keindahan.

Sebagaimana bumi, Ibu memberikan kehangatan, keindahan, keharmonisan, keseimbangan, juga keromantisan. Ibu sanggup mengorbankan seluruh perhiasannya untuk kehidupan. Ibu bahkan sanggup mengeluarkan seluruh isi tubuh dan jiwanya untuk keberlangsungan keseimbangan semesta.

Manifestasi Ibu adalah perempuan,dengan kekuatan berupa kelembutan, keindahan, kecantikan, kepekaan, kepasrahan. Sepanjang sejarah tidak banyak yang berhasil mengungkap rahasia perempuan. Sejarah yang istana sentris, atau populis sentris, menempatkan perempuan secara serampangan sebagai pelaku penderita. Walaupun demikian perempuan tetap melakukan tugas alamiahnya. Dalam pandangan feodalisme hindu, sosok yang merepresentasikan perempuan demikian adalah Ken Sagopi (versi wayang jawa) atau Yashoda (versi India), dalam ketidakberdayaannya sebagai perempuan biasa dan sinden Istana Mandura, telah menjalankan fungsi ibu mengasuh Krisna, Balarama, Udawa, dan adik-adiknya, menjadi raja dan ksatria tanpa tanding dan kreator perang besar Mahabharata.

Ibu adalah wanita. Wani ditata. Dalam kehidupan modern wanita mengalami amelioratif dengan pemaknaan baru wani nata. Wani di tata sebenarnya bukanlah perendahan diri. Tidak ada spirit penindasan. Wani ditata sebenarnya adalah kesadaran dan kesanggupan diri menempati tempat-tempat rendah agar fungsi keharmonisan semesta terjaga.

Kini Kehidupan modern telah merampas makna Ibu, Perempuan, dan wanita dengan kata digdaya “Emansipasi” sebagai simbol modernisme dan pemaknaan manusia secara materialism. Ibu menjadi berperan ganda, peran yang melampaui visi eksistensinya, karena tujuan keharmonisan semesta menjadi terganggu.

Selamat Hari Ibu.[]

Penulis: Arofiah Afifi, Ketua Kornas KOHATI

Tolak Pernyataan Donald Trump, HMI Cabang Raha Lakukan Aksi Bela Palestina

HMINEWS.COM, HMIMPO Cabang Raha gelar aksi unjuk rasa di Tugu Jati Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (18/12) sekitar pukul 08.30 WITA. Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap pernyataan yang pernah dilontarkan oleh  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

LM Aril Masri selaku Koordinator lapangan (korlap) pada aksi itu mengatakan, Presiden AS telah membuat suatu kebijakan yang dianggap mencederai usaha perdamaian kedua negara yang berselisih yakni Palestina dan Israel, serta telah melanggar resolusi Dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Amerika Serikat sebagai anggota tetap PBB seharusnya menjadi salah satu negara yang mampu berkontribusi dalam menjaga perdamaian, tetapi kini justru merusak stabilitas keamanan dunia,” Tegasnya, Senin (18/12).

Aril juga mengatakan, pernyataan Presiden AS tersebut telah menyakiti hati para umat Islam yang ada di seluruh dunia dan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk melakukan perlawanan terhadap keputusan tersebut.

Ia juga sangat mengapresiasi atas sikap yang diambil oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI), karena pihaknya telah memanggil Duta besar (dubes) AS dan berkonsultasi dengan Negara-negara OKI dalam upaya menyelesaikan dan memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina.

“saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Muna khususnya masyarakat yang seiman agar menumbuhkan rasa peduli dan keinginan untuk bergerak secara bersama-sama pemerintah dalam menyuarakan perjuangan kemerdekaan Negara Palestina,” Tandasnya.

Aksi ini dimulai dari Tugu Jati Raha dan berakhir di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Sulawesi tenggara (Sultra) sekitar pukul 11.00 WITA, aksi berlangsung dengan damai.[]

Perkara Pembakaran PT Asdal Prima Lestari, Jaksa Tuntut Para Terdakwa 1,6 Tahun

HMINEWS.COM, Sidang pada 12 Desember 2017 dengan agenda tuntutan dalam Perkara pembakaran PT. Asdal Prima Lestari, Jaksa menuntut para terdakwa selama 1 tahun dan 6 bulan.

Menurut JPU dalam tuntutannya, menyatakan para terdakwa bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Dakwaan Ketiga yaitu Pasal 170 KUHP yaitu dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang.

Pengacara Zazuli Bin Zaefuddin, salah satu Terdakwa dalam perkara ini, Jehalim Bangun dan Muhammad Reza Maulana, pihaknya mengaku tidak sesuai fakta hukum, kan tidak ada bukti, saksi JPU membantah banyak keteranganya di BAP, bahkan telah mencabutnya di muka persidangan, tidak ada persesuaian alat bukti, tidak ada petunjuk yang mengarah bahwa para terdakwalah pelakunya, lantas kenapa dituntut demikian.

Ini bukan persoalan karena dia Jaksa kemudian tugasnya hanya terus menerus menuntut orang bersalah, jika fakta dan bukti di persidangan tidak mengarah atau menyatakan tidak benar para Terdakwalah pelakunya, harusnya jaksa menuntut bebas para Terdakwa, jadi bukan karena jaksa kemudian semuanya harus dipersalahkan, ini kan demi keadilan berdasarkan ketuhanan yang maha esa.

Kami kuasa hukum Zazuli yang tergabung dalam WALHI Aceh, telah jauh-jauh hari menyiapkan pembelaan terhadapnya, seluruh fakta telah kami catat, seluruh bukti telah kami serahkan kepada Pengadilan, sehingga kiranya agenda yang di jadwalkan pada hari senin, 18 Desember 2017 merupakan agenda kami yaitu menyampaikan nota pembelaan, kami akan buka semua fakta-fakta yang telah terungkap.

Kami Penasihat Hukum Terdakwa dengan ini meminta agar Majelis Hakim nantinya dalam membuat Putusan dapat dilandasai pada fakta-fakta yang benar dan tiada lain daripada yang sebenarnya serta didasari pada hati nurani sehingga keadilan akan dapat diperoleh oleh para terdakwa.

“lebih baik membebaskan seribu orang bersalah daripada menghukum satu orang tidak bersalah” Begitu kiranya bunyi adagium hukum yang dianut diseluruh dunia. Namun yang pada initinya, pembelaan kami ini telah sampai pada kesimpulan yaitu berdasarkan fakta-fakta persidangan yang diperoleh bukti yang bahwa Terdakwa tidak bersalah melakukan tindak pidana, adanya prosedur hukum yang dilanggar oleh Kepolisian, adanya tindakan yang tidak sesuai dengan hukum dan tidak patut untuk dilakukan, dan banyak dugaan rekayasa yang dilakukan dengan tujuan untuk menjerat para Terdakwa atas tuduhanya itu, sehinga kami meminta agar Majelis Hakim membebaskan para terdakwa atau setidak-tidaknya melepaskan para terdakwa dari tuntutan hukum.

Walhi Aceh

Muhammad Nur

Direktur WALHI ACEH

 

 

Pantau Distribusi Pupuk Bersubsidi, Koramil Bantu Penuhi Kebutuhan Petani

HMINEWS.COM, Memasuki Musim Tanam Rendengan, para petani sangat membutuhkan pupuk untuk menambah nutrisi tanaman padinya, sehingga padi dapat tumbuh dengan cepat dan sehat.

Oleh karenanya, untuk membantu memenuhi kebutuhan para petani dalam mendapatkan pupuk bersupsidi, Komando Rayon Militer (Koramil) 23/Kuta Malaka secara terus menerus memantau pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut, supaya tidak terjadi tindak penyelewengan.

Seperti hal dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Tumbo Baro Koramil 23/Kuta Malaka Sertu Taufik yang sedang memantau pendistribusian pupuk bersubsidi si salah satu toko penjual pupuk bersubsidi, bertempat di Desa Tumbo Baro, Kuta Malaka, Aceh Besar, Sabtu (16/12).

Saat ditanya mengenai hal itu, Komandan Koramil 23/Kuta Malaka Kapten Chb Abdullah mengungkapkan, bahwa pemantauan ini dilakukan secara rutin oleh pihaknya, supaya pendistribusian pupuk tersebut dapat tepat pada sasaran yakni bagi para petani di wilayahnya.

“Kami lakukan ini, agar pupuk distribusi tepat pada sasarannya,” Ungkapnya.

Dalam pelaksanaan pemantauan itu, Tambah Danramil, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan instansi terkait terutama kepada Dinas Pertanian (Distan) Aceh Besar. Walau sementara ini, tindak penyelewengan belum ditemukan, namun kegiatan ini tidak akan pernah berhenti.

“Kami akan terus pantau dan jika ditemukan, maka kami tindak tegas bagi pelaku yang berbuat penyelewengan itu,” Tegas Danramil[]

Pemimpin Negara Muslim Harus Tunjukkan Langkah Nyata Untuk Kemerdekaan Palestina

HMINEWS.COM, Deklarasi sepihak Donald Trump terhadap Yarussalem sebagai ibukota Zionis Israel merupakan tindakan yang sangat menghina rasa keadilan, baik bagi umat Islam maupun umat Manusia secara umum. Tindakan tersebut mencerminkan ketiadaan niat baik Amerika Serikat dalam upaya mendorong proses perdamaian di Palestina.

Dalam konteks umat Islam, tindakan Donald Trump merupakan pengabaian nyata terhadap kepentingan umat Islam secara global, al Quds merupakan salah satu tempat ibadah Umat Islam, klaim sepihak terhadap al Quds sebagai bagian dari ibukota Israel merupakan diskrimanasi dan intimidasi nyata terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Menyikapi hal tersebut, pemimpin negara-negara muslim harus mengambil langkah nyata untuk kemerdekaan Palestina, langkah yang dimaksudkan bukan lagi sebatas teori, tapi lebih pada domain aksi, pemimpin negara-negara muslim harus benar-benar bersatu dalam masalah Palestina, mereka harus menjadikan kemerdekaan penuh Palestina sebagai prioritas utama.

Berdasarkan dinamika terkini di Palestina, maka Pusat Kajian Israel dan Palestina (PUSKAPINA) sebagai lembaga yang konsen mendorong kemerdekaan penuh Palestina mengeluarkan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak keras pernyataan Donald Trump yang mengakui Yarussalem sebagai ibukota Israel;
  2. Mengapresiasi langkah negara-negara OKI yang mendeklarasikan Yarussalem sebagai ibukota Palestina;
  3. Mendesak pemimpin negara muslim agar segera memindahkan kedutaan besar masing-masing ke Yarussalem sebagai langkah nyata pengakuan Yarussalem sebagai ibukota Palestina;
  4. Menghimbau umat Islam agar lebih solid dan menyatukan langkah guna mengambil tindakan sistematis dalam rangka mewujudkan kemerdekaan Palestina secara utuh.

Ruslan Arief BM

Direktur

 

Zaenal Abidin Riam

Wakil Direktur

ECG Mindray 3 Channel

Harga ECG Mindray –  ECG (Electrocardiograph) atau yang biasa juga disebut dengan istilah EKG di Indonesia, merupakan satu alat medis Elektromedik yang dibutuhkan di Rumah Sakit ataupun Klinik. Fungsi EKG digunakan untuk pemeriksaan kesehatan jantung. Tepatnya untuk menganalisa ada tidaknya gangguan pada aritma jantung. EKG bekerja dengan merekam kelistrikan otot jantung yang ditransmisikan melalui bulb elektroda yang dipasang di dada pasien.

Untuk pemeriksaan yang maksimal, diperlukan sebuah alat EKG yang berkualitas dan memiliki fitur yang bisa diandalkan. Kami hadirkan untuk anda, sebuah alat EKG yang akan membantu tugas – tugas anda dalam pemeriksaan kesehatan jantung. Sistem dirancang dengan menggunakan Algoritma yang dikembangkan di Universitas Glasgow dengan melibatkan variable fisik pasien berupa usia, jenis kelamin, ras dan pengobatan untuk hasil interpretasi yang akurat dan optimal.

Fitur EKG Mindray 3 Channel :

  • Analisis yang sangat bisa diandalkan
  • Display (tampilan) yang jelas (5 inch)
  • Portabilitas yang tinggi
  • Sangat mudah dioperasikan
  • Sistem perekam yang unik
  • Berat 1,2 kg termasuk baterai
  • Printer bisa kertas gulungan atau kertas lipatan
  • Menggunakan algoritma yang dikembangkan selama 40 tahun dengan hasil analisa yang lebih akurat

Harga ECG Mindray 3 Channel

bisa anda dapatkan dengan harga terbaik di AGM medica Yogyakarta. Kami adalah distributor alat kesehatan terlengkap dan termurah. Menjual berbagai macam produk alat – alat medis untuk kebutuhan rumah sakit dan klinik dengan kualitas terjamin. Tersedia ECG Mindray 3 Channel murah berkualitas bisa anda dapatkan di toko kami. Segera hubungi kontak kami untuk informasi produk lebih lengkap, harga terbaru dan untuk pemesanan. Kami siap melayani anda kapan saja dibutuhkan.

ECG 3 Channel Fukuda Denshi FX 7102

Jual ECG 3 Channel Fukuda Denshi FX-7102

Definisi ECG Fukuda Denshi fx 7102 / Elektrokardiogram (EKG) : Grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Tes ini merekam aktivitas kelistrikan melalui gelombang, yang muncul pada kertas pelacak. Hasilnya akan diinterpretasikan, baik oleh teknisi terlatih atau dokter ahli jantung. Detak jantung normal adalah 60 – 100 per menit. Selanjutnya, gelombang (tinggi dan rendah) harusnya sama rata atau konsisten. Penyimpangan apapun dapat menjadi indikasi potensi masalah jantung. CardiMax FX-7102 Electrocardiograph adalah EKG cetak 3-channel yang terkandung dalam ukuran yang ringkas untuk portabilitas yang mudah.

Spesifikasi ECG FX7102 Fukuda Denshi :

  • Built-in Large LCD (320 x 240 titik)
  • Display EKG 3/6/12
  • 1/3 Saluran pada kertas 50/63 mm
  • Memori Internal untuk Penyimpanan EKG
  • Port LAN untuk Komunikasi Eksternal
  • Dimensi 225 (W) x 180 (D) x 50 (H) mm

Detail Elektrokardiograf EKG FUKUDA FX7102 3 Channel :

  • Sensitivitas: 1/4, 1/2, 1, 2 cm / mV atau otomatis
  • Tegangan Polarisasi: r550mV atau lebih besar
  • Respon Frekuensi: 0,05 sampai 150Hz
  • Konstanta Waktu: 3,2 detik
  • Common Mode Rejection: 2mmp-p atau lebih rendah (103dB atau lebih)
  • Masukan Impedansi: 50M ohm atau lebih
  • Input Circuit Current: 5 x 10-8A atau lebih rendah
  • Kebisingan Internal: 20Vp-p atau lebih rendah
  • Kalibrasi Tegangan: 1mVr2% atau lebih rendah
  • Tingkat pengambilan sampel: 1000 / detik / ch
  • Hum Filter: -20dB atau kurang pada 50 / 60Hz
  • Muscle Filter: -3dB (-6dB / okt) pada 25 / 35Hz
  • Filter Drift: -3dB atau kurang pada 0.25 / 0.5Hz

Perekam ECG 3 CHANNEL FUKUDA FX 7102 :

  • Sistem Perekaman: Thermal Array Head
  • Lebar kertas: 50mm atau 63mm (50mm: Option)
  • Kecepatan Perekaman: 5, 10, 12,5, 25, 50mm / detik
  • Resolusi; Sumbu lendir: 8 titik / mm
  • Resolusi; Sumbu waktu: 1m dtk
  • Saluran Rekaman: 1ch, 1ch + irama memimpin, 3ch
  • Kertas Rekaman; Kertas Gulung: OP-119TE (63mm x 30m) OP-18TE (50mm x 30m)
  • Kertas Rekaman; Kertas Z-fold: OP-122TE (63mm x 20m) OP-123TE (50mm x 20m)

Tampilan ECG 3 CHANNEL FX7102 FUKUDA DENSHI

  • Tipe: LCD
  • Resolusi: 320 titik (horizontal) x 240 titik (vertikal)
  • Saluran Perwakilan: 3, 6, 12
  • Data pasien: nomor ID, umur

Jual ECG 3 Channel Fukuda Denshi FX-7102

Bisa anda dapatkan dengan harga promo produk alat – alat medis untuk kebutuhan rumah sakit dan klinik dengan kualitas terjamin. Jual ECG 3 Chanel Fukuda Denshi CardiMax fx 7102 bisa anda dapatkan di AGMmedical. Segera hubungi kontak kami untuk informasi produk lebih lengkap, harga terbaru dan untuk pemesanan. Kami siap melayani anda kapan saja dibutuhkan.

Keharusan Bersatunya Negara-Negara Islam Menyikapi Yarussalem

Episode kelabu kembali melanda Palestina, boleh jadi ini merupakan rangkaian peristiwa paling kelabu yang pernah dialami Palestina, paling tidak untuk sejauh ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Amerika Serikat sebagai penyokong utama Israel, mengeluarkan pernyataan resmi mengakui Yarussalem sebagai ibukota Israel, pengakuan tersebut membuat Zionis Israel semakin percaya diri, tak berselang berapa lama, Benyamin Netanyahu langsung melakukan kunjungan ke beberapa Negara sekutu Amerika Serikat, dengan tanpa rasa bersalah, Natanyahu meminta beberapa Negara yang didatanginya agar mengambil langkah serupa dengan Amerika Serikat.

Pengakuan Amerika Serikat melalui Donald Trump terhadap Yarussalem sebagai ibukota Israel, merupakan tamparan keras bagi Negara yang penduduknya mayoritas Islam, Palestina sejauh ini telah menjadi konsen perjuangan para pemimpin Negara Islam, pengakuan sepihak Yarussalem sebagai ibukota Israel berarti bentuk pengabaian terhadap usaha pemimpin Negara Islam mendorong dan mewujudkan kemerdekaan Palestina, masalah tersebut tidak mungkin layak didiamkan, harus ada langkah terukur dan pasti yang diambil, langkah yang menunjukkan bahwa Negara-Negara Islam memiliki komitmen sangat serius terhadap Palestina.

Langkah dukungan konkrit terhadap Palestina seharusnya dimulai dengan persatuan diantara Negara Islam, sudah bukan hal rahasia lagi, diantara sesama Negara Islam terkadang terjadi saling sengketa, sengketa ini bermula karena perbedaan kepentingan nasional, akibatnya relasi antara Negara tertentu dalam dunia Islam sering renggang, akibat lebih jauhnya saat mereka diperhadapkan dengan sebuah masalah bersama maka timbul kegamangan, ini akibat belum rampungnya sisa sengketa masa lalu atau yang sedang berlangsung. Pada bagian ini organisasi gabungan Negara Islam, baik OKI atau yang lainnya, perlu berfungsi sebagai pencair suasana, sebagai wadah untuk menemukan titik temu yang sebelumnya titik itu belum terlacak, ini memang bukan sesuatu yang mudah, namun bila dialog terus dibangun, maka titi temu pasti bisa dijumpai, yang repot bila ruang dialog telah ditutup.

Secara ideal, isu Palestina termasuk Yarussalem didalamnya, seyogyanya mampu menjadi perekat diantara sesama Negara Islam, sebab bila kita ingin objektif sesungguhnya semua Negara Islam punya tujuan yang sama Terhadap Palestina, yakni pembebasan dan kemerdekaan Palestina secara utuh, tentang soal cara yang terkadang berbeda maka hal itu bukan sesuatu yang substansial, yang pasti secara tujuan semuanya sama, disini substansinya. Isu palestina seharusnya ditempatkan sebagai kepentingan utama secara bersama, bila hal ini terjadi, maka sengketa diantara Negara Islam tertentu bisa dikesampingkan, sambil terus mencari format penyelesaiannya. Tidak ada sedikitpun keuntungan bila Negara Islam kurang padu dalam menyikapi Palestina, pihak yang paling diuntungkan justru adalah Zionis Israel.

Sudah terlalu lama kekuatan Islam dikalahkan dalam masalah Palestina, baik melalui cara legal berupa perundingan, atau dalam bentuk perang terbuka seperti yang pernah dialami koalisi Negara Arab, atau melalui cara ilegal berupa perluasan sistematis pemukiman ilegal orang-orang Zionis Israel. Kekalahan tersebut sudah saatnya diakhiri, klaim pengakuan Yarussalem sebagai ibukota Israel seharusnya menjadi batas kekalahan itu. Dunia Islam tidak boleh terbuai karena hingga kini sekutu Amerika Serikat tidak mengambil langkah yang sama dengan turut mengakui Yarussalem sebagai ibukota Israel, semua itu merupakan proses politik, dalam politik tidak ada sesuatu yang pasti, yang malam ini terlihat mustahil bisa saja besok pagi akan menjadi kenyataan.[]

Penulis: Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO

HMI Cabang Tulang Bawang Sukses Gelar Pelantikan dan Bedah Buku

HMINEWS.COM, HMI MPO Cabang Tulang Bawang berhasil melakukan regenerasi kepengurusan, hal ini ditandai dengan terselenggaranya pelantikan pengurus cabang, kegiatan ini berlangsung pada 11 Desember 2017 bertempat di Aula PPA Tulang Bawang. Kegiatan ini mengangkat tema “Reposisi Peran HMI Dalam Membangun Sinergitas Kepemudaan Tulang Bawang” Seluruh kader di lingkup Cabang Tulang Bawang hadir dalam kegiatan bersejarah ini.

Bertindak sebagai pengambil sumpah pengurus yakni dari Badko Sumatera Raya, dalam hal ini diwakili oleh Inda Fiska Mahendro, Seremonial pelantikan berlangsung dengan khidmat. Dalam sambutannya Inda menekankan peran HMI di wilayah Tulang Bawang.

“HMI merupakan organisasi perjuangan dan perkaderan yang telah satu dekade mewarnai Tulang Bawang dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat yang diridhai Allah SWT. Kehadiran HMI di Tulang Bawang telah merubah mindset mahasiswa, mantan pengurus cabang juga banyak yang telah aktif di OKP, hal ini menandakan kader HMI Tulang Bawang sangat menyatu dengan gerakan kepemudaan dalam rangka memajukan Bumi Nengah Nyappur” Jelasnya di hadapan para hadirin dan tamu undangan, Senin (11/12).

Sementara itu Ketua Umum HMI Cabang Tulang Bawang, Widiah Astuti, menekankan perlunya sinergi seluruh kader dan pengurus dalam rangka lebih menguatkan stabilitas HMI Cabang Tulang Bawang.

“Semoga setelah dilantik kawan-kawan pengurus lebih sadar dengan tanggungjawabnya terhadap HMI, umat, dan diri sendiri. HMI harus mampu mewarnai semua aspek kehidupan di tengah masyarakat, juga senantiasa bersinergi untuk kemajuan daerah dan umat” Demikian ungkap Widiah.

Kegiatan Pelantikan Pengurus Cabang juga dirangkaikan dengan Bedah Buku terkait demokrasi, judul buku yang dibedah adalah Menuju Kualitas Demokrasi Indonesia, ini merupakan buku baru yang masih dalam proses menuju launching. Penulis buku ini, Herman Tori, hadir secara langsung memaparkan karyanya, adapan yang bertindak sebagai pembedah adalah Reka Punnata yang juga merupakan Ketua KPU Kabupaten Tulang Bawang.[]