Goal of Me

I am full time web developer. i build many website for myself and clients. I learn how to build website by my self. I started when a was at high school. My fisrt site was blogspot site. I learn that if you want to build profesional website, you must use profesional domain. you have to use top level domain like .com, or .net.

My first profesional job is when i build website for international course on psycology UGM Yogyakarta. I was grateful got awesome project from start. That was good experience.

Now I have 6 Site that I managed on my own. It for my future company.

Matob Creative Studio

Matob Creative studio merupakan studio desain grafis, jasa pembuatan website dan digital marketing yang berbasis di Sleman, DI Yogyakarta. Misi kami adalah membantu pelaku bisnis memiliki website dan sosial media yang terformat rapi sebagai perwajahan dan kantor digital di dunia maya saat ini. Mari berkolaborasi!

Gardaseo

Gardaseo merupakan perusahaan digital marketing yang berfokus pada search engine optimization atau jasa seo . gardaseo adalah duplikat dari matob. dimana saat ini saya sedang berusaha membuat second company agar saya bisa bertahan di dunia digital marketing. maju terus gardaseo!

Bacakuy

Bacakuy adalah situs web review buku. web ini mereview banyak buku dari buku sosial buku sejarah buku politik dan filsafat. banyak reviw buku yang bisa anda baca disini. kamu bisa baca sesuka kamu kapan pun kamu mau. sebelum beli buku baru baiknya kamu membaca dulu reviewnya di bacakuy.net.

AqiqahNOW

AqiqahNOW adalah sebuah perusahaan yang berfokus pada pelayanan aqiqah untuk keluarga muslim yang baru memiliki bayi. aqiqah wajib dalam islam. sehingga aqiqah now hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. tidak perlu repot beli kambing sendiri, aqiqahnow siap untuk membelikan menyembelih dan memasak serta membagikan kambing untuk keperluan aqiqah anda.

Quthubm

quthubm adalah website pribadi saya. saya ingin menjadi seorang blogger yang bisa menuliskan apa saja di web saya. saya suka tema-tema keuangan sosial politik ekonomi sains peternakan maupun percintaan. ini adalah wadah untuk saya berbagi cerita kepada dunia. semoga bisa menjadi jalan terbaik untuk bermanfaat pada dunia.

Sinauternak

Sinauternak adalah portal informasi untuk ilmu peternakan di indonesia. website ini mengulas berbagai macam informasi peternakan , baik tips dan trik maupun informasi teknologi. Sinauternak.com adalah situs belajar dan berbagi ilmu ternak masa kini. Menghadirkan sajian ilmu dan teknologi peternakan terbaru.

Internet marketing journal

Tahun 2019 ini saya memulai sebuah web informasi untuk digital marketing yaitu internet marketing journal. situs ini berfokus pada tips dan trik serta berita terbaru mengenai pemasaran digital. internet marketing journal menjadi rujukan bagi digital marketer indonesia,.

Infomedika

Infomedika adalah situs portal informasi kesehatan masyarakat indonesia. situs ini membahas mengenai berita dan teknologi baru dunia medis. banyak hal yang disajikan seperti macam-macam alat medis dan alat rumah sakit.

Solusi Rumah

Solusi rumah adalah website yang bergerak pada jasa arsitek dan kontraktor rumah. website ini menyajikan informasi mengenai info properti dan real estate. solusi rumah adalah solusi lengkap permasalahan perumahan indonesia.

HMI Sleman

Hmi Sleman adalah organisasi mahasiswa paling berpengaruh di sleman. HMI sendiri telah berdiri sejak 70 tahun lalu. HMI Sleman membawahi kampus besar seperti UGM dan UPN.

Salsabila Jasa Qila

Salsabila Jasa qila adalah perusahaan kontraktor kolam renang terkemuka di indonesia. Sudah berpengalaman lebih dari 20 Tahun menangani pembuatan kolam renang untuk rumah hotel villa. Dengan layanan jasa pembuatan kolam renang bergaransi 7 tahun, anda bisa mempercayakan kepada salsabila jasa qila.

Asa Mandiri

CV asa mandiri adalah perusahaan penyedia outsourcing Jogja terkemuka. melayani outsourcing pada bidang cleaning service dan satpam. anda dapat mempercayakan kebutuhan kantor anda kepada asa mandiri. Dapatkan tenaga kerja profesional yang murah untuk kantor anda.

ALK Logistik

ALK Logistik adalah perusahaan jasa ekspedisi surabaya. selain ekspedisi, alk logistik juga melayani sewa truk surabaya dan jasa pengiriman barang besar. anda dapat juga pindahan kantor atau rumah menggunakan layanan dari ALK Logistik.

AGM Medica

AGM Medica adalah perusahan distributor alat kesehatan. AGM Medica menyedikan berbagai alat-alat medis dan laboratorium untuk keperluan dunia kesehatan. mulai dari ptient monitor, ecg, dan lain sebagainya. harganya murah dan terjangkau.

Kanal Jasa

Kanal jasa adalah portal informasi jasa apa saja. disini kamu bisa mencari jasa tukang ledeng sampai tukang cat. kamu juga bisa menemukan berbagai solusi untuk permasalahan ruamh tangga atau bisnis anda. percayakan saja kepada kanal jasa kami.

Jasa Iklan Gratis

jasa iklan gratis adalah layanan dari matob grub bagi anda yang ingin mempromosikan website anda. disini bisnis anda akan diulas dan direview positif supaya website anda dapat mendapat kepercayaan konsumen dan disini kamu juga bisa menanam backlink menuju website kamu.

 

Ketum PB HMI Resmi Tutup Musda HMI Badko Jabagtengtim

 

HMINEWS.COM- Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Zuhad Aji Firmantoro menutup secara resmi agenda Musyawarah Daerah (Musda) Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Bagian Barat dan Timur pada Ahad (27/5/2018) bertempat di Wisma Putih, Ketenger, Gedung Banteng, Banyumas, Jawa Tengah.

Aji dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan Musda Badko Jabagtentim yang ke 26 ini. 

Ia juga mengingatkan jika sejatinya HMI dalam konteks gerakan mahasiswa hari ini hadir sebagai entitas yang konsen pada gerakan perkaderan.

“Gerakan eksklusif mahasiswa ini, mau tidak akan bertumpu pada gerakan perkaderan. HMI hadir sebagai gerakan ekslusif perkaderan, tentu di HMI, kita kemudian digembleng menjadi muslim yang benar, sekaligus muslim  dalam tanggungjawabnya sebagai bagian dari integral bangsa dan negara,” papar Aji. 

Selain itu Aji juga menyinggung saat ini sebagai era keterbukaan dan kebebasan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari reformasi. 

“Reformasi menawarkan lebih banyak optimisme kepada kaum muda. Hanya lewat alam demokrasi teman-teman mahasiswa kini punya ruang untuk bisa menyalurkan ekspresi dan tentunya penegakan supremasi hukum menjadi salah satu poin dari amanat reformasi,” papar Aji. 

Sementara itu. M Muhtar Nasir, Demisioner Badko Jabagtengtim periode 2015-2017 dalam sambutannya banyak memaparkan tentang beberapa poin penting bagi Ketua Badko selanjutnya, terutama dalam hal perkaderan dan mengawal cabang-cabang di sekitar Jawa Tengah.

Dalam Musda yang mengangkat tema Konsolidasi Perkaderan untuk Mewujudkan Generasi yang Unggul dan Berkeadaban berlangsung sejak Jumat-Ahad, 25-27 Mei 2018 dan melahirkan 3 formatur, yang selanjutnya diusulkan ke PB HMI untuk ditetapkan salah satunya sebagai Ketua Badko Jabagtengtim periode 2018-2020

Adapun 3 calon  Formatur terpilih dalam Musda kali ini yaitu Muhlis (Cabang Sleman), Hasan (Purworejo), Idrus (Purwokerto) 

PB HMI Serukan Cabang Se-Indonesia Gelar Aksi Solidaritas

 

HMINEWS- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO menyerukan kepada seluruh kader HMI se Indonesia untuk menggelar aksi solidaritas terkait tindakan represif aparat kepolisian dalam mengawal aksi kader HMI Cabang Jakarta di depan istana pada Senin 21 Mei lalu.

“Bahwa berbeda pendapat boleh tapi hak untuk mengungkapkannya tetap harus dijamin, tentu tindakan aparat yang represif terhadap teman-teman HMI saat melakukan aksi unjuk rasa adalah tindakan yang menciderai nilai-nilai demokrasi,” kata Ketua Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro, Rabu (23/5/2018).

Olehnya itu, lanjut Zuhad Aji, PB HMI menginstruksikan kepada seluruh HMI Cabang se Indonesia untuk menggelar aksi solidaritas secara serentak pada Jumat nanti.

“Kita instruksikan kepada seluruh cabang untuk menggelar aksi solidaritas pada pada Jumat, 25 Mei 2018. Tentu aksi ini dilakukan dengan cara-cara damai sesuai dengan UU dan aturan yang berlaku, menyampaikan pendapat di muka umum,” terangnya.

Aji mengungkapkan, surat resmi dari PB HMI terkait aksi solidaritas tersebut akan dikirim via surat elektronik (surel) ke cabang-cabang se Indonesia.

Sebelumnya, puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Jakarta
dalam memperingati 20 tahun Reformasi berakhir ricuh. Tujuh mahasiswa sempat mengalami luka dan sempat dirawat di RSUD Tarakan pada Senin (21/5/2018).

PB HMI Kutuk Aksi Biadab Polisi Terhadap Kader-kadernya

 

HMINEWS.COM- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyayangkan tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap Pengurus dan Kader HMI Cabang Jakarta dalam aksi Refleksi 20 Tahun Reformasi di Depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, (21/8/2018)

Ketua Komisi Hukum PB HMI Muhtar Yoga menilai bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak fundamental yang dimiliki setiap warga negara Indonesia dan telah secara tegas dilindungi oleh UUD NRI 1945. 

“Terhadap kejadian tersebut, sesungguhnya Kepolisian tidak saja telah mengesampingkan apa yang diamanatkan oleh konstitusi, tetapi juga telah melanggar Protap Kapolri No. 1 Tahun 2010,” kata Yoga saat menjenguk langsung kader HMI yang dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Senin malam.

Pasca kejadian tersebut, Komisi Hukum langsung mengambil langkah dengan mendesak Kepolisian Resor Jakarta Pusat guna meminta pengusutan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum aparat kepolisian. 

Ketua Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro menilai, tindakan oknum aparat kepolisian tersebut terlalu berlebihan. Berdasarkan Video yang ia terima dari kader HMI menunjukkan bahwa tindakan oknum kepolisian itu benar-benar keterlaluan dalam merespon aksi itu.

“Saya mengutuk tindakan respon aparat kepolisiam yang berlebihan dan itu kita sayangkan,” kata Zuhad Aji, Senin (21/5) malam.

Zuhad Aji pun mengaku telah meminta kepada Komisi Hukum dan HAM PB HMI dan Komisi Mahasiswa dan Kepemudaan untuk mengawal kasus pemukulan kader HMI hingga tuntas. 

“PB HMI akan melakukan advokasi terhadap kader yang menjadi korban pemukulan,” lanjutnya.

Ia juga meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas anggotanya yang memukul kader HMI. 

“Meminta kepada kepolisian untuk mengusut anggotanya yang belaku repsefif,” ujarnya.

20 Tahun Reformasi, Menarik Benang Esensi Perjuangan Gerakan Mahasiswa

Oleh: Febri Walanda

21 Mei 1998 menjadi saksi sejarah diawalinya transisi sistem politik Indonesia dari otoritarian menuju demokrasi. Transisi  sistem politik ini juga menjadi harapan besar segenap rakyat Indonesia akan transisi-transisi lainnya.  Mulai dari transisi ekonomi dari kapitalisme Orba menuju ekonomi kerakyatan yang mensejahterakan segala lapisan, hingga sampai kepada transisi kebebasan berpendapat dan  keterbukaan informasi yang  di masa Orba sangat termarginalkan dan penuh represi.

20 Tahun sudah negeri ini mencoba untuk mengisi ruang-ruang kosong, memenuhi janji reformasi yang digulirkan mei 1998 silam. Janji yang tercetus bukan melalui proses yang singkat. Melainkan melalui serangkaian panjang perjuangan rakyat dimana mahasiswa tergabung menjadi bagian penting di dalamnya. Walaupun tumbangnya Orde Baru disebabkan oleh banyak faktor dan mendapat sumbangsih dari banyak aktor, namun kita tidak bisa menafikkan bahwa peran mahasiswa mengambil porsi penting yang tak bisa dipisahkan dari sejarah reformasi Indonesia.

Konfrontasi dan Perlawanan

Tahun 1974 rezim Orde Baru memukul gerakan Mahasiswa dengan praktik-praktik konfrontasi militer hingga berujung kepada pemberlakuan SK No. 028/U/1974 yang pada intinya berisi petunjuk-petunjuk pemerintah dalam rangka pembinaan kehidupan kampus. SK No. 28 ini mengebiri otonomi lembaga kemahasiswaan dengan mengharuskan setiap aktivitas kampus mengantongi ijin rektor. Terang bahwa ada upaya pembungkaman sikap kritis Mahasiswa melalui SK ini.

Memasuki tahun 1980-an rezim Orba juga tak henti-hentinya melakukan berbagai represi terhadap gerakan mahasiswa yang dinilai banyak melakukan perlawanan dan penolakan terhadap kebijakan otoriter orba. Pemberlakuan Asas Tunggal Pancasila yang kemudian ditolak oleh Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) kala itu menjadi cerita sejarah tersendiri bagaimana rezim orba memberondong aktivitas HMI (MPO) dengan bedil dan peluru serta melakukan pembubaran paksa kegiatan mereka. Namun HMI (MPO) tetap melawan walau harus bergerak “di bawah tanah”, bahkan mereka terpaksakeluar masuk hutan hanya untuk melakukan perkaderan.

Sikap otoriter dan praktik kapitalisme yang diberlakukan oleh rezim Orde Baru kala itu tidak hanya melahirkan penindasan, pembungkaman dan kemiskinan tapi juga melahirkan lawan yang sepadan untuknya berupa semangat perlawanan dari para kaum terdidik. Gerakan perlawanan inilah yang digaungkan oleh para mahasiswa mulai dari level lokal hingga skala nasional, dari tahun 1970-an hingga 1998. Api perlawanan yang digelorakan oleh para “agent of change” ini terus menjadi momok rezim kala itu. Semakin ditekan semakin melawan, semakin dibakar semakin berkobar. Benarlah ucapan Mao Tze Tung, “Bakarlah rumput dari yang paling kering”. Rumput kering itu adalah gerakan mahasiswa, dan kesalahan rezim kala itu adalah membakarnya.

Kontemplasi Perjuangan dan Benang Esensi

2018, kini reformasi belumlah usai, masih banyak janji yang belum tertunai. Semangat reformasi yang bergulir sejak 20 tahun lalu masih tersandung berbagai persoalan bangsa. Kemiskinan, kesenjangan, pengangguran, korupsi, kolusi, nepotisme, ketimpangan hukum dan berbagai problema multidimensi  lainnya seakan menjadi badai topan yang tak kunjung henti mendera. Kesemua itu mau tidak mau mengharuskan gerakan mahasiswa tetap hadir ditengah-tengah bangsa sebagai bentuk panggilan sejarah dan aktualisasi peran kaum muda.

Memasuki era milenial ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi kalangan mahasiswa masa kini dalam mengawal jalannya reformasi. Kelas mahasiswa yang memang sudah dari dulu mayoritas berasal dari kalangan menengah keatas yang cenderung tidak ikut merasakan secara langsung penderitaanrakyat kecil, kerap kali membuat sedikitnya jumlah mereka yang mau peduli dan turut serta mengawal pemenuhan janji reformasi. Apalagi ditambah dengan serbuan globalisasi yang acapkali memanjakan sebagian mahasiswa menjadi kaum borjuis kecil yang lupa diri. Ditambah dengan biaya studi yang semakin menggunung akibat penerapan Uang Kuliah Tunggal dan beban masa studi yang semakin dipersingkat (kuliah maksimal 5 tahun) menambah deretan panjang tantangan gerakan mahasiswa masa kini.

“Beda zaman beda pula tantangannya”, begitulah ungkapan sederhana yang kerap hadir dalam setiap perguliran masa.Namun walau berbeda tantangan, tetap masa lalu tak bisa dibuang begitu saja. Untuk menghadapi masa kini perlu kiranya kita belajar dari masa lalu dan mengemasnya dalam sebuah wadah yang kita beri label “kontemplasi” lalu kemudian menuangkannya dalam secarik eksperimen gerakanyang berhadapan langsung dengan masa kini.

Setidaknya ada beberapa pelajaran penting berharga dari sejarah masa lalu gerakan mahasiswa era prareformasi yang bisa dimasukkan dalam wadah kontemplasi kita. Pertama adalah keberanian, yang oleh Pramoedya Ananta Toer dianggap sebagai unsur paling pokok dalam perjuangan melawan Orba Soeharto dan menurutnya ini hanya dimilikioleh pemuda dan mahasiswa. Tanpa keberanian, sepintar apapun kita, tak akan ada yang namanya perubahan. Kedua adalah pengorbanan. Tanpa adanya kesadaran untuk berkorban dan mengesampingkan kesenangan dirinya sebagai kelas menengah rasanya tidak akan mungkin gerakan mahasiswa akan dapat memiliki gaung yang signifikan. Ketiga, konsistensi dan semangat kontinuitas dalam menyambung nafas gerakan. “Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, (Q.S. Hud : 112). Dari 1970 ke 1998 bukanlah waktu yang singkat, perjalanan panjang pasang surut gerakan mahasiswa dalam periodesasi itu menjadi saksi bahwa nafas gerakan terus menyambung dan berpilin walaupun gelombangnya fluktuatif. Sempat mengecil lalu membesar kembali namun nafasnya tak pernah mati. Laluyang terakhir adalah daya kreatifitas yang diejewantahkan dalam eksperimen gerakan yang terus tumbuh dan berkembang sesuai tuntutan zaman dan medan perjuangan.

Keberanian, pengorbanan, konsistensi dan kreatifitas. Keempat esensi ini menjadi pembelajaran penting yang bisa kita ambil dari para pelaku sejarah gerakan mahasiswa prareformasi. Walaupun prareformasi dan pascareformasimemiliki tantangan tersendiri, namun bukankah dalam studi objek kajian filsafat telah mengajarkan kita bahwa tiap-tiap perkara mempunyai esensinya (mahiyyah) yang tetap, meskipun sifat-sifat indrawinya berubah dan keadaanya berbeda-beda. Tinggal bagaimana nantinya kita bisa meramuesensi itu dalam sebuah eksperimen gerakan dengan menghadapkannnya pada kondisi zaman yang tengah dihadapi.

Selamat berkontemplasi ria wahai para penerus estafet perjuangan reformasi, semoga kelak nafasmu terus menyambung sampai janji-janji reformasi terpenuhi!

Panjang umur perjuangan.

Hidup mahasiswa!

Hidup rakyat Indonesia!

 *Febri Walanda, Ketua Umum HMI (MPO) Cabang Palembang Darussalam)

Ramadhan, PB HMI Laksanakan Program ‘HMI Mengaji’

HMINEWS.COM – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1439H/2018M, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI-MPO) melaksanakan program ‘HMI Mengaji’. Program ini telah diinstruksikan langsung kepada HMI Cabang se-Indonesia.

Koordinator ‘HMI Mengaji’, Indra Abdilla Arief saat ditemui di Sekretariat PB HMI, Jalan Kenanga, Tanjung Barat, Jaksel, Rabu (16/5/2018) mengatakan selain untuk mengisi bulan Ramadhan dengan syiar juga sebagai bentuk perkaderan.

“Kita tidak akan menyia-nyiakan akan datangnya bulan Ramadhan yang datangnya setahun sekali. Memang membaca Al-Qur’an di bulan Ramadhan berbeda ketika dibaca di sebelas bulan yang lain. Di bulan-bulan biasa ketika membaca satu huruf, kita akan diberi balasan pahala dengan sepuluh kebaikan,” ujarnya.

Indra mengatakan kegiatan ‘HMI Mengaji’ ini menargetkan kepada seluruh kader HMI se-Indonesia untuk mengkhatamkam Al-Qur’an pada malam nuzulul qur’an. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kader yang tidak hanya pandai secara akademik, melainkan juga pandai dalam memahami isi dari Al-Quran.

“Bagi PB HMI dan cabang se-Jabodetabek pada malam itu (nuzulul qur’an) selain mengkhatamkan juz 30, akan ada juga tausiah dari mantan penasehat KPK, Abdullah Hehamahua,” imbuh Indra.

PB HMI juga akan melaunching #GerakanHMImemaafkan pada saat bulan Syawal nanti.

HMI MPO Komisariat Unimus Cabang Bireuen Sukses Gelar LK-1

BIREUEN – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi ( HMI MPO ) Komisariat Universitas Almuslim Cabang Bireuen sukses melakukan LK-1 HMI.

Basic Training ( LK-1 ) merupakan proses pengkaderan untuk menjaring peserta dan dididik menjadi kader umat yang militan, intelek dan mempunyai semangat juang kader kader HMI dan jantung HMI ini bagi calon kader HMI selesai digelar pada hari senin, 14-05-2018.

Ketua panitia M Raja Sultan  mengatakan, Alhamdulillah acara latihan kader ( LK-1 ) sukses digelar di gedung SMAN 3 Bireuen lama.

Peserta yang mengikuti basic training ( LK-1 ) berjumlah 17 orang, dan yang bertahan hingga menjadi kader HMI berjumlah 7 orang, acara ini sukses berkat kerja sama semua panitia serta kanda dan yunda.

Sementara itu ketua komisariat Unimus apriyurandi mengharapkan kepada peserta yang sudah menjadi kader agar dapat berguna bagi bangsa dan agama. | rilis

Marak Aksi Teror, PB HMI Ingatkan Bahaya Laten Transnasional Crimes

HMINEWS.COM-Dalam beberapa hari ini aksi-aksi teror bom yang dihadapi oleh bangsa kita semakin mengkhawatirkan. Teror bom yang terjadi di beberapa daerah Jawa Timur menimbulkan banyak sekali korban jiwa baik dari sipil maupun dari anggota kepolisian.

Statement dari pihak kepolisian yang mengatakan bahwa aksi teror yang terjadi di Indonesia erat kaitannya dengan kelompok ISIS yang berada di Suriah. Letak geografis negara Indonesia yang sangat strategis, menjadikan Indonesia target-target dari kejahatan Transnasional Crimes seperti Terorisme.

Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI (MPO), Henky Fernando, Senin (14/5/2018).

Henky menuturkan, Transnasional Crimes adalah istilah kejahatan yang terorganisasi terjadi lintas negara yang melibatkan kelompok-kelompok kejahatan. Selain aksi-aksi terorisme, Indonesia juga menjadi target dari peredaran Narkoba lintas negara yang sangat besar.

“Untuk itu, pemerintah harus memiliki formula khusus dalam mencegah terjadinya Transnasional Crimes sedini mungkin di Indonesia, agar kejahatan ini tidak berkembang dan menimbulkan korban jiwa lagi,” ucapnya.

PB HMI, lanjut Henky menyampaikan turut berduka cita atas peristiwa teror bom yang ada di Jawa Timur. Henky juga mengingatkan kepada pemerintah akan bahaya laten dari kejahatan Transnasional Crimes selain Terorisme seperti, peredaran Narkoba, Human Trafficking dan lain sebagainya.

“Kejahatan ini juga sama bahayanya dengan aksi teror yang terjadi dibeberapa hari ini dengan menimbulkan banyak korban jiwa dan juga mengganggu kestabilitasan negara,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Henky PB HMI melalui komisi Hubungan Internasional berkomitmen untuk mendukung pemerintah dalam memerangi dan mencegah kejahatan lintas negara.

”Seperti terorisme, narkoba dan human trafficking yang menyebabakan korban dalam skala besar serta mengganggu kestabilitasan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Opini : Islam Agama Toleran, bukan Agama Kekerasan

 HMINEWS.COM-Aksi teror di negeri ini tak pernah berhenti. Tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan khalayak ramai tak kunjung usai. Kasus terbaru ialah bom yang meluluhlantahkan 3 gereja di Surabaya. Perilaku salah kaprah yang seakan diakui sebagai titah Tuhan.

Jika benar Islam agama toleran, mengapa masih ada sebagian dari umatnya yang melakukan kekerasan? Jika Islam menjamin kebebasan beragama, mengapa masih ada umat Muslim yang melakukan serangan terhadap gereja? Jika Islam benar membawa rahmat bagi semua, mengapa masih ada sebagian fraksi Muslim yang melakukan bom bunuh diri? Betulkah ayat-ayat toleransi dalam Al quran sudah dihapus hukumnya dan tidak berlaku lagi, karena sudah diganti dengan ayat-ayat perang? Apakah toleransi selaras dengan Islam itu sendiri? Atau, jangan-jangan toleransi hanyalah konsep asing yang diekspor peradaban Barat yang sekuler dan liberal?

Segudang pertanyaan itulah yang kemudian menjadi isu sentimental dan menjadi bahan kajian yang debateble. Akar mula gejala ini menguak ke permukaan adalah penyerangan 11 September 2001 yang menyebabkan ribuan nyawa melayang. Akibat tragedi itu, menguatlah stereotyp Barat atas Islam. Maka merebaklah gejala Islamophobia, sebuah ketakutan non- muslim terhadap Islam dan umat Muslim.

Maka sebagai umat teladan, sudah selayaknya mengkaji Toleransi dan Intoleransi secara komprehensif.  

Gagasan toleransi yang menyuruh kita membiarkan kebebasan orang lain dalam menemukan kebenaran diri mereka sendiri merupakan gagasan yang ada sejak Socrates. Toleransi Socrates kala itu mengasumsikan bahwa pengetahuan menghasilkan kebijaksanaan, tetapi kebijaksanaan tidak dapat diproduksi oleh paksaan melainkan oleh dialog yang toleran. Model kehidupan etis filosofis ini memungkinkan kehidupan bersama-sama secara harmonis dengan orang lain yang berbeda pendapat.

Ide toleransi ala Socrates ia gambarkan dalam Charmides, sebuah karya yang mengekspresikan mimpinya tentang negara ideal yang di dalamnya semua warga negaranya bersikap moderat dan ahu tugas masing-masing sehingga tidak mengganggu orang lain. Warga negara yang saling menghormati adalah bentuk dari masyarakat toleran.

Moderasi Socrates tersebut sejajar dengan moderasi dalam konsep toleransi Imam Syafi’i, seperti tercermin dalam semboyanya : “Pendapatku benar tetapi mungkin salah, sedangkan pendapat orang lain salah tapi mungkin benar”. Dengan prinsip ini, Imam Syafi’i berusaha terhindar dari dogmatisme dan absolutisme yang menganggap dirinya sendiri adalah yang benar sedangkan orang lain pasti salah. Di sisi lain, Imam Syafi’i juga berusaha menyingkir dari jebakan-jebakan relativisme yang membenarkan semua pendapat tergantung perspektif masing-masing. Imam Syafi’i aja legowo, kenapa pengikutnya masih banyak yang sok jago?

Dalam tradisi Islam, toleransi menolak absolutisme dogmatis yang memonopoli kebenaran tunggal dan mutlak. Sehingga, Ulama membedakan antara “pemikiran keislaman” dan “Islam”. Pemikiran keislaman sangatlah beragam dan kebenaranya bersifat relatif, dimana masing-masing ulama mengajikan asumsi tentang kebenaran, tetapi kebenaran Islam yang sejati adalah bersifat tunggal dan hanya Allah yang tahu. Kebenaran yang bisa diraih oleh manusia hanyalah (k)ebenaran dengan “k” kecil, sementara (K)ebenaran di mata Tuhan adalah dengan “K” besar. Cak Nur menyebut kebenaran pemikiran manusia dengan istilah “kebenaran nisbi”, sedangkan Al ghazali menyebutnya dengan “kebenaran asumtif”.

Yusuf Al qardawi, menjelaskan bahwa iman yang tertutup oleh fanatisme bermazhab memang merupakan salah satu dari berbagai pemicu radikalisme. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya-upaya dari para agamawan agar mendorong kembali terbukanya pintu ijtihad dan terbangunya kedaran inklusif sehingga perbedaan pendapat bisa disikapi dengan toleran. Fanatisme dan talid buta sejatinya bertentangan dengan spirit inklusif dan toleran yang ditunjukan oleh as-Syafi’i, Malik, Abu Hanifah dan Ahmad bin Hambal.

Abdurahman Wahid pun menganjurkan keterbukaan dalam beriman, terutama bagi para pemeluk agama di tengah kebhinekaan dan kemajemukan rakyat Indonesia. Gusdur menyadari bahwa pengembaraan intelektual merupakan pengalaman pribadi yang unik dan tidak akan pernah dirasakan atau dialami orang lain. Sehingga Gus Dur mengajukan tesis Islamku, Islam Anda dan Islam Kita.

Memang dibutuhkan kedewasaan dalam menghadapai berbagai perbedaan. Bukan sikap egois, sok jago, dan mau menang sendiri yang ditonjolkan. Saya teringat ketika nyantri di sebuah pesantren yang mengajarkan nilai toleransi yang begitu luar biasa. Semboyannya adalah jadilah negarawan yang berjiwa Muslim Moderat, Mukmin Demokrat dan Muhsin Diplomat. Trilogi yang layak digaungkan ke permukaan untuk mengatasi gejala disharmonisasi keagamaan dan kebangsaan.

Terakhir, marilah kita menjadi agent umat Islam yang bijak dan moderat. Insan yang mampu menempatkan dirinya sebagai bagian umat Islam secara keseluruhan, bukan sebagai sebuah kelompok yang merasa memiliki dan memonopoli kebenaran Islam. Yakusa

 

Mohammad Fadli Hidayat, Direktur LDMI HMI Cabang Yogyakarta

Hadiri Doa Bersama PGK, PB HMI : Semua Elemen harus Bersatu Lawan Terorisme

HMINEWS.COM-Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) melakukan doa bersama untuk korban Kerusuhan Mako Brimob dan juga Aksi Terorisme Surabaya.

Dalam sambutannya Satria A Perdana, Ketua Komisi Pertahanan dan Keamanan PBHMI berharap masyarakat bersatu untuk melawan terorisme.

“Kami  HMI dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan dan tidak ada tempat bagi terorisme di Republik Ini,” kata Satria, Senin (14/5/2018).

Pihaknya juga menghimbau agar seluruh elemen masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu yang belum dipastikan kebenarannya karena dapat mengadu domba antar elemen di bangsa ini.

Sementarau itu, Ketua DPP PGK, Burzah Zarnubih menyampaikan beberapa poin terkait dengan kejadian tersebut.

”Pertama, Kami semua yang berkumpil disini mengucapkan belasungkawa atas korban lima anggota polri yg dibunuh di mako brimob serta korban surabaya,” katanya.

Kedua, mengutuk keras aksi semua bentuk aksi terorisme. Ketiga, Mendukung upaya pemerintah dalam hal ini Polri untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan terorisme.

”Serta kami mendukung Revisi UU terorisme agar penegak hukum mengambil langkah hukum untuk mengusut tuntas aksi sampai keakar-akarnya,” ungkap Burzah.

“Kami juga Mendoakan agar polri, bapak kapolri terus semangat untuk menuntaskan kasus ini” tambahnya.

Doa bersama ini dihadiri oleh pimpinan organisasi Cipayung plus (HMI, GMKI, IMM, PMKRI, HIMA PERSIS, SEMMI, GPII, PII) serta BEM se Jakarta diselenggarakan di Sekretariat DPP PGK, Pancoran Jakarta Selatan.