PB HMI MPO Kukuhkan Pengurus Cabang Manado Periode 2017/2018

HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) resmi lantik HMI MPO Cabang Manado periode 2017/2018. Bertempat di Aula Serbaguna  kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Jumat (29/9).

Mewakil PB HMI, Ketua Komisi PAO, Qalbi Tulusa mengatakan pengurus yang telah dilantik harus memaknai tema kepengurusan yang telah diusung yakni “Aktualisasi Kepemimpinan Kader HMI Untuk NKRI”.

“Kepemimpinan itu dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Memimpin dirinya, memimpin tugasnya selaku kader HMI, sehingga bisa mengaktualisasikan kepemimpinan di luar HMI,” Terang Qalbi yang juga mantan Ketua Badko Sulutka.

Ketum HMI MPO Cabang Manado, Sahlan Abarang yang baru dilantik mengatakan arah kepengurusan ini untuk menjaga kebersamaan di HMI guna mencapai tujuan organisasi Hijau-Hitam.

“Saya tak akan bisa menjalani periode ini tanpa teman-teman pengurus lainnya, karena disini tak ada bos dan anak buah tapi yang ada Himpunan,” Katanya.

Sementara itu, Walikota Manado, GS Vicky Lumentut yang diwakili oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Heri Saptono mengatakan HMI harus mejadi generasi penjaga NKRI.

“Salam hangat dari Walikota dan Wawali kepada HMI Manado. Pak Walikota saat ini lagi berada di Jakarta untuk menerima penghargaan bagi Kota Manado. Sementara pak Wawali sedang mendampingi tamu dari Amerika Serikat berkaitan dengan program smart city di Kota Manado,” Jelasnya.

Acara pelantikan dirangkaikan dengan dialog Publik yang bertema “Pengaruh Media Sosial Terhadap Psikologi Manusia” menghadirkan narasumber Sekertaris Ikatan Wartawan Online (IWO) Manado Simon Siagian, Perwakilan Jurnalis Online Manado (Jarod) Amas Mahmud, Dosen IAIN Manado Aris Soleman, M, Psi, Ketua Komisi PAO PB HMI, Qalbi Tulusan dan dipandu oleh Arman Soleman sebagai moderator. (ARM)

Terjadi Dinamisasi Nilai Keislaman dan Kebangsaan

HMINEWS.COM, Tafsiran terhadap sebuah nilai selalu mungkin berubah, perubahan terjadi seiring dengan gerak sejarah, sudut pandang terhadap suatu nilai dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal manusia. Hal ini menjadi salah bagian yang diperbincangkan dalam Diskusi Peradaban yang digelar oleh Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO.

Tema yang diangkat dalam diskusi kali ini adalah “HMI, Islam, dan Bangsa” Selain Pengurus Besar, diskusi ini juga diikuti oleh kader HMI dari berbagai cabang. Alialudin Hamzah, kader HMI Cabang Kendari yang hadir dalam diskusi ini mengatakan ada pergeseran dalam memandang nilai keislaman yang hidup di Indonesia “Kita tidak bisa menafikan terjadinya pergeseran dalam memandang nilai keislaman yang hidup di Indonesia, contohnya kasus jilbab, di tahun 60-an jilbab menjadi identitas ideologis bagi pemakainya, namun sekarang jilbab menjadi identitas kultural bagi sebagaian pemakainya” Jelas Ali yang juga merupakan Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Kendari 2016-2017 M.

Sementara Faisal Rumkel, kader HMI Cabang Tual, Maluku Tenggara. Menyoroti aspek proporsionalitas penanaman kesadaran nilai keislaman dan kebangsaan dalam HMI, Faisal yang juga merupakan Sekretaris Umum HMI MPO Cabang Tual 2015-2016 M berharap tumbuhnya kesadaran kebangsaan di HMI tidak membuat organisasi mengabaikan identitas keislamannya “Menguatnya kesadaran kebangsaan dalam komunitas hijau hitam adalah hal yang baik, namun di sisi lain identitas keislaman juga harus tetap semakin dikuatkan” Ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Zaenal Abidin Riam selaku Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO menekankan bahwa HMI memiliki sejarah pergulatan yang panjang dalam dinamika keislaman dan kebangsaan, dinamika tersebut menyebabkan HMI semakin kreatif mengembangkan gagasan keislaman dan kebangsaan, menurutnya perlu dikembangkan tafsir baru dalam memandang relasi antara HMI, Islam, dan Bangsa di masa mendatang, tafsir yang tidak sekadar bertumpu pada aspek historis keislaman dan kebangsaan yang menjadi pemicu lahirnya HMI di tahun 1947 “secara paridigmatik kita memiliki sistem penjelas bahwa HMI, Islam, dan Bangsa adalah sebuah kesatuan, sistem penjelas tersebut tidak sekadar bertumpu pada aspek historis, melainkan juga menyelami tanda-tanda terkini dari semangat zaman yang kini hadir, sebagai sebuah produk wacana maka sistem penjelas tersebut akan terus mengalami dinamisasi dalam ruang lingkup diskursus internal dan eksternal HMI” Tutupnya.[]

Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI Jalankan Program Silaturrahim Intelektual

HMINEWS.COM, Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI menjalankan program silaturrahim intelektual, agenda ini dilaksanakan secara berkala, fokusnya adalah dialog dengan individu, tokoh intelektual, kelompok, dan ormas yang memiliki gagasan peradaban. Pada periode ini tema gerakan HMI adalah “HMI Sebagai Pusat Keunggulan Bangsa” dari tema tersebut diturunkan beberapa produk wacana, salah satunya “Gerakan HMI Dalam Bingkai Islam dan Kebangsaan”.

Agenda silaturrahim intelektual dimaksudkan untuk mendialogkan sekaligus mensosialisasikan wacana gerakan HMI kepada pihak luar HMI, hal ini sebagaimana disampaikan oleh Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO.

“HMI sebagai organisasi gerakan mahasiswa tentu memiliki gagasan pemikiran, gagasan ini tidak cukup hanya menjadi konsumsi kader HMI tapi juga perlu menjadi konsumsi umat secara umum, oleh sebab itu butuh terus didialogkan dan disosialisasikan” jelas Enal, Ahad (30/7).

Sejak program ini dijalankan, telah ada beberapa tokoh intelektual yang ditemui, mereka memberikan respon positif dan pandangan konstruktif, rencananya program ini akan terus dijalankan hingga akhir periode PB HMI Periode 2015-2017.[]

Syawalan Nasional Keluarga Besar HMI MPO, Anies Baswedan Jadi Pembicara Utama

HMINEWS.COM, Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) sukses selenggarakan Syawalan Nasional, perhelatan Syawalan Nasional kali ini merupakan kerja sama antara komponen alumni dan PB HMI MPO. Kegiatan ini bertempat di Aula Masjid Umar Bin Khattab, Jakarta, Ahad (23/07).

Selain sebagai ajang pertemuan para kader dan alumni HMI, syawalan nasional juga berfungsi mempererat tali silaturrahim keluarga besar HMI MPO.

Dalam Kegiatan Syawalan yang berlangsung lancar dan sukses tersebut, beberapa pihak mendapat kesempatan khusus berbicara di atas panggung, yakni Awalil Rizky (Inisiator Syawalan Nasional), Muhammad Fauzi (Ketua Umum PB HMI MPO), Tamsil Linrung (Anggota DPR RI Fraksi PKS),  Erwin M Singaruju (Anggota DPR RI Fraksi PDIP), Ahmad Yani (Anggota DPR RI Periode 2009 – 2014 Fraksi PPP).

Anies Baswedan selaku Gubernur Terpilih DKI Jakarta menjadi Pembicara Utama, dalam pidatonya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut, menyampaikan bahwa HMI MPO selalu memilih jalan Ikhlas, Jalan Mandiri sehingga mampu mewujudkan kader tangguh.

“Kenapa menarik di HMI MPO ini, Karena disini kader diuji keikhlasan, Kadernya lebih memilih jalanp ikhlas, jalan Mandiri, Jalan Sunyi. Dari situlah menjadikan kader-kader yang tangguh. Ungkapnya.

Anis juga menyoroti tradisi gerakan HMI MPO, menurutnya HMI MPO akrab dengan tradisi perlawanan terhadap ketidakadilan.

“HMI MPO masih lekat dengan tradisi perlawanan, ketika terjadi ketidakadilan, organisasi ini pasti akan bergerak dengan berbagai cara, hal ini bisa dilakukan karena HMI MPO masih mampu menjaga independensinya. Terangnya. (AHZ)

Ketum PB HMI: UKP Pancasila Tidak Boleh Bekerja Sesuai Selera Penguasa

HMINEWS.COM, UKP Pancasila harus bekerja penuh dengan kebijaksanaan, bukan atas intervensi yang kaku dari penguasa yang mengangkatnya. Hal tersebut sebagaimana disamapaikan Ketua Umum PB HMI, Muhammad Fauzi.

“Karena saya melihat orang-orang di tim sangat dipengaruhi selera penguasa. Mestinya pemerintah harus juga merangkul orang yang berbeda pandangan dengannya untuk masuk dalam tim,” ungkapnya.

Ia mengimbau UKP Pancasila tidak hanya menjadi komsumsi elit semata dan menjadi proyek-proyek yang tidak bermanfaat dengan menghabiskan anggaran negara. 

Menurutnya bila ruang lingkup UKP sama seperti BP7 di era Orba, maka PB HMI MPO jelas menyatakan menolak. 

“Pancasila itu rumah bagi semua. Semua pandangan dan nilai harus dirangkul, multi etnis, agama, budaya dll. Kalau unit menghadirkan kedamaian dan penyegaran pandangan kebangsaan bagi semua kalangan, saya kira bagus,” ucapnya. 

Tetapi jika hadir sebagai alat untuk melegitimasi klaim kebenaran, dan mengabaikan kelompok tertentu, maka keberadaan UKP masih perlu dipertimbangkan.

“Kalau tafsir Pancasila dijadikan alat kekuasaan untuk kepentingan penguasa, tanpa melihat kedalaman nilai yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Seperti BP7 pada saat Orde Baru, maka pancasila justru berpotensi menjadi idiologi yang disucikan atas tafsir yang berselera militer untuk kepentingan Orba,” jelasnya

Pancasila sebagai ideology bangsa menurutnya telah selesai, itu merupakan consensus nasional yang menggambarkan kebijaksanaan para pendahulu bangsa.

“Kita berharap rezim saat ini, memperbaiki perspektifnya tentang unit ini, harus lebih terbuka, dapat didialogkan, diuji melalui forum akademis, dan disesuaikan dengan praktik kehidupan masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tutupnya.[]

Bangkitkan Minat Baca, RIM Buka Lapak Baca Terbuka

HMINEWS.COM, Sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Rumah Inspirasi Masyarakat (RIM) tidak henti hentinya melakukak kegiatan sosial di masyarakat. Kini Rumah Inspirasi Masyarakat itu kembali menggelar Lapak Baca Terbuka di Lapangan Raja Jin Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara.

Ketua Rumah Inspirasi Masyarakat, Veby Ferlina mengungkapkan, kegiatan Lapak Baca Terbuka dilakukan setiap hari Selasa dan Jum’at pada pukul 16.00 Wita di Lapangan Raja Jin yang di Koordinatori oleh Siskasirawati Kawasa.

“Setip Selasa dan Jum’at kami buka Lapak Baca Terbuka”, ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (4/4).

Veby menambahkan, kegiatan Lapak Baca Terbuka ini bermaksud untuk membangkitkan minat baca para pemuda yang ada di Kabupaten Buton Utara, khususnya anak sekolah.

“Membaca itu penting, jadi kami mulai lewat pendekatan emosional”, terangnya.

Pandangan senada juga diungkapkan oleh Koordinator Lapak Baca Terbuka, Siskasirawati Kawasa, Pada dasarnya anak sekolah punya kecenderungan rasa bosan dalam  belajar, sehingga harus ada suasana baru yang dihadirkan.

“Kita hadirkan ide-ide kreatif untuk membangkitkan minat baca mereka”, ungkapnya.

Dikatakanya, Lapak Baca Terbuka kali ini dihadiri oleh puluhan anak sekolah dari berbagai desa dan kelurahan yang ada di Kecamatan Kulisusu. Selain program membaca di tempat, Relawan Inspirasi Masyarakat juga melatih dan menumbuhkan kemampuan berbicara para anak sekolah di depan publik.

“Kami latih mereka untuk berbicara didepan teman-temannya, belajar sambil bermain”, terang perempuan berjilbab itu. (HDJ)

PB HMI MPO Bantah Ikut Serta Aksi 412, Berikut Pernyataan Resminya

HMINEWS.COM, Jakarta– Parade Kebudayaan yang digelar  di Car Free Day, Jakarta Pusat, Minggu 4 Desember 2016. Selain bendera dan atribut partai politik, dalam aksi tersebut terlihat juga bendera Himpunan Mahasiswa Islam yang dibawa peserta aksi 412, atau 4 Desember.

Munculnya atribut dan bendera HMI tersebut itu menimbulkan berbagai macam presepsi dan perhatian dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar HMI-MPO, Muhammad Fauzi, membantah dan mengatakan bahwa HMI Tidak ikut serta dalam aksi parade kebudayaan tersebut.

Berikut Pernyataan Sikap Pengurus Besar HMI-MPO :

Parade kebudayaan hari ini mingggu, 04 Desember 2016 bertepatan dengan Car Free Day yang dipusatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) menyisakkan banyak problem, ditengah parade kebudayaan 412 tersebut terdapat atribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dipergunakan secara serampangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

menanggapi persoalan ini PB HMI MPO menyatakan sikap :

  1. HMI MPO tidak ikut serta dalam aksi parade kebudayaan 412 hari ini di bundaran Hotel Indonesia Jakarta 
  2. Mengutuk keras tindakan yang dilakukan oleh oknum yang membawa atribut HMI pada parade kebudayaan 412 tersebut
  3. Akan mengusut panitia parade kebudayaan 412 dan melaporkan oknum-oknum yang mencemarkan nama baik HMI ke pihak yang berwajib
  4. Meminta maaf kepada umat Islam dan masyarakat Indonesia atas penggunaan atribut HMI oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada parade kebudayaan 412 tersebut
  5. HMI tetap konsisten mengawal proses hukum kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama sehingga memenuhi rasa keadilan masyarakat.Jakarta, 04 Desember 2016.

    Ketua Umum (Muhammad Fauzi)                          Sekretaris Jenderal (Endri Somantri)

Munas AGUPENA, Dr Naijan Terpilih Sebagai Ketua Umum

HMINEWS.COM, Jakarta- Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) menggelar Musyawarah Nasional pada tanggal 28-30 Oktober 2016 di Hotel Istana Nelayan, Kota Tangerang, Munas ini dihadiri oleh utusan 19 Wilayah Provinsi di Indonesia.

Pada Munas ini juga resmi dilaunching enam buah buku karya para anggota AGUPENA, Munas AGUPENA ini juga telah memilih secara musyawarah mufakat Bapak Dr. (c) Naijan Lengkong, S.Pd. M.Pd sebagai ketua umum AGUPENA periode 2016-2021.

Sebelumnya kandidat lain yang juga maju sebagai calon ketua umum adalah Dr. (c). Yanuardi Syukur, namun berdasarkan musyawarah mufakat akhirnya forum memilih Naijan Lengkong sebagai ketua umum.

Naijan Lengkong adalah guru mata pelajaran sejarah pada SMA Negeri 12 Tangerang Selatan. Sebagai guru Naijan Lengkong dikenal luas sebagai penulis skenario film komedi anak. ia sudah menulis lebih dari 1000 episode film komedi yang ditayangkan oleh televisi, Beberapa skenario film yang ia tulis adalah Gerhana (RCTI), Srikandi (SCTV), Cinta Monyet (TransTV), Si Entong (RCTI), Tendangan Si Madun (MNCTv) dan lain-lain.

Dalam pidato singkatnya, Naijan Lengkong berjanji akan terus bersama AGUPENA mendorong, memotivasi dan mendidik guru sebagai penulis professional. Naijan Lengkong yakin kedepan dengan melihat antusias semangat para pengurus wilayah AGUPENA.

AGUPENA sendiri adalah organisasi yang menghimpun para guru yang berbakat dalam dunia literasi/penulis, Kelahiran AGUPENA diinisiasi dan usulan dari para Pemenang Lomba Penulisan Naskah Buku Bahan Bacaan yang diselenggarakan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional pada tanggal 28 November 2006 yang lalu di Jakarta. Usulan mereka kemudian disetujui oleh Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), yang saat itu dijabat oleh Prof. DR. Fasli Jalal. Sejak berdirinya tersebut, AGUPENA terus berkarya, memotivasi, melatih, membimbing dan mempublikasikan karya tulis para guru.

Zawawi Imron: Generasi Muda Harus Belajar dari Sejarah!

HMINEWS.Com – Budayawan Zawawi Imron menyampaikan orasi dan membacakan puisinya khusus untuk H.O.S Tjokroaminoto dalam sarasehan 110 Tahun Sarekat Dagang Islam, yang diadakan oleh Yayasan Rumah Peneleh di Pelataran Tugu Proklamasi, Cikini – Jakarta Pusat.

Dalam orasinya, Zawawi mengingatkan agar generasi muda tidak sekedar menghafal atau mengingat sejarah Tjokro. Lebih dari itu, harus memberikan semangat dan peniruan kreatifitas dan karyanya yang luar biasa dan melampaui zaman.

“Ada orang yang belajar sejarah hanya mendapat abu-nya sejarah. Kenapa? Karena yang dipelajari hanya kaleidoskop, daftar-daftar tanggal yang berisi peristiwa, yang digali bukan apinya sejarah. Kenapa Pak Tjokro mau berjuang, kenapa Bung Karno rela ditahan, kenapa Pak Dirman dalam keadaan sakit paru-paru tinggal satu diusung dari Jogja-Kediri kemudian balik lagi, terus berjuang? karena beliau punya ati macinnong (istilah Bugis), hati yang bersih, yang di dalamnya tidak lain adalah semangat sejarah,” papar Zawawi, Jum’at (16/10/2015) malam.

Menurutnya, meremehkan sejarah akan mebuat kita bingung membangun masa depan, sebab sejarah masa lalu itu dijadikan guru untuk diambil semangatnya guna membangun hari esok.

“Sebab satu hari saja bagi seorang pahlawan itu seribu hari bagi orang yang bukan pahlawan yang sama sekali tidak pernah berjuang bagi tanah airnya. Sebagaimana ucapan Iqbal ‘Sehari usia singa di rimba, seratus tahun usia domba.’ itu perbedaannya. Sehari dalam kehidupan Sukarno, dalam kehidupan Tjokroaminoto, dalam kehidupan Haji Agus Salim, dalam kehidupan Bung Hatta, dalam kehidupan Diponegoro, sehari saja, itu sama dengan seratus tahun orang yang sama sekali tidak berjuang untuk tanah airnya. Jadi, bahaya tidak mengenal sejarah, karena tidak mengenal keteladanan yang baik,” lanjutnya panjang lebar.

Ia juga mengatakan, semangat keindonesiaan itu sangat kaya . Orang Melayu punya (pepatah) “belakang parangpun kalau diasah jadi tajam”, demikian pula kita bila sungguh-sungguh meneladani para pahlawan itu, maka juga akan bisa mendatangkan perubahan yang baik.

“Rumus menjadi pahlawan itu sederhana, kalau hatinya bersih, tidak punya semangat memiliki yang bukan miliknya. Orang hidup harus mampu menghidupkan orang lain,” tambahnya lagi.

Usai orasi, Zawawi membacakan puisinya untuk Tjokro yang 4 lembar itu, kemudian dilanjut pemaparan oleh sejarawan Prof. Anhar Gonggong. Acara ini dimoderatori oleh Ketua Umum PB HMI MPO, Puji Hartoyo Abubakar.

Pendidikan Karakter untuk Mengikis Bakteri Korupsi

HMINEWS.Com – Pegiat anti korupsi di Semarang, Wardjito Soeharso, menyampaikan bahwa pendidikan menjadi harapan untuk menghilangkan penyakit korupsi. Hal ini disampaikan dalam studium general pelantikan Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) Cabang Semarang, Jum’at (16/10/2015).

Menurut Wardjito Soeharso Indonesia telah diserang bakteri yang bernama korupsi. “Bakteri” korupsi itu telah menggerogoti di semua lini, sehingga memerlukan penanganan yang sangat kompleks. Dibentuknya KPK adalah salah satu upaya menanganinya. Namun Wardjito menyayangkan adanya upaya pelemahan KPK dalam UU. Hal ini menandakan bahwa penyelenggara baik yudikatif dan eksekutif hilang komitmen untuk memberantas korupsi.

“UU itu memberikan batas kekuasaan KPK. Sementara mereka berupaya membiarkan kekuasaan untuk korupsi,” kata Wardjito.

Maka setidaknya, lanjut Wardjito, kita bisa mengurangi korupsi melalui ranah pendidikan, sebab dengan pendidikan akan meningkatkan derajat hidup dan corak berpikirnya.

“Terutama pendidikan karakter yang dibentuk untuk membenci korupsi. Contoh kecil, kita memasang jargon anti korupsi di mana pun, di meja kerja dan tempat yang menggerakkan semangat anti korupsi sehingga menjadi ‘alarm’ kita untuk tidak melakukan korupsi sekecil apa pun” ungkapnya.

A Abdul Mujib, LAPMI Semarang