PB HMI Adakan Buka Puasa dan Do’a Bersama Untuk Almarhum Kanda Dzilbaqir

HMINEWS.COM- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO menggelar acara buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan doa bersama atas wafatnya almarhum Kanda Muhammad Dzilbaqir, Mantan Bendahara Umum PB HMI periode  2007-2009, di Sekretariat PB HMI, Jalan Raya Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Ahad (12/6/2016).

Muhammad Fauzi, Ketua Umum PB HMI mengatakan bahwa PB HMI mengapresiasi perjuangan dan karya kanda Dzilbaqir selama Ber-HMI.

“Kami selaku Pengurus Besar HMI mengapresiasi perjuangan dan karya beliau (Kanda Dzilbaqir) selama ber HMI, maka cara kita mengapresiasi dan menghormatinya adalah dengan melakukan do’a bersama secara sederhana”.Ungkap Fauzi

Fauzi menambahkan bahwa HMI- Harus menghidupkan tradisi do’a bersama dalam mengapresiasi dan menghormati jasa para alumni yang telah meninggalkan kita, Seperti kanda Dzilbaqir, karena ini bulan Ramadhan maka kita rangkaikan dengan buka puasa bersama sekaligus untuk mempererat tali silaturahim sesama kader HMI” Tambah Fauzi

Sementara Rony Hidayat (Mantan Ketua KPN 2007-2009), Dalam Tausyiahnya ia berpesan untuk selalu mengingat kematian.

“Kematian itu adalah sesuatu yang pasti, ketika seseorang ditakdirkan hidup, sesungguhnya disaat yang sama ia juga telah ditakdirkan untuk mati. hanya saja waktunya yang tidak kita ketahui. sebagai seorang muslim, sudah sewajarnya kita menyiapkan diri untuk berjumpa dengan kematian” Pesannya

ia juga menceritakan memorinya saat bersama almarhum, ia mengatakan bahwa Almarhum Dzilbaqir banyak berjasa untuk HMI pada jamanya, sudah sepatutnya memang kita mengapresiasinya.” Kenangnya

Acara tersebut dihadiri oleh  kader HMI dari beberapa cabang di Jawa bagian barat seperti diantaranya Cabang Jakarta, Jaksel dan Depok. juga dihadiri oleh pengurus PB dan mantan Ketua Umum PB HMI seperti, Muzakkir Djabir Ketua Umum PB HMI 2005-2007, Syahrul Efendi Dasopang Ketua Umum PB HMI 2007-2009, dan Chozin Amirullah, Ketua PB HMI 2009-2011 serta para alumni-alumni lainnya.

Pelantikan Koornas LAPMI dirangkaikan Trainning Jurnalistik Nasional

HMINEWS.COM- Pengurus Koordinator Nasional Lembaga Pers Himpunan Mahasiswa Islam (Koornas- LAPMI) PB HMI MPO telah dilantik di Gedung LPMP Jakarta, Jumat (3/6/2016).

Kegiatan Pelantikan pengurus Koornas LAPMI tersebut dirangkaikan dengan Trainning jurnalistik nasional yang diadakan selama tiga hari, dari tanggal 3-5 Juni 2016 dan  diikuti oleh peserta utusan dari berbagai HMI cabang se-Indonesia, yang berjumlah 22 orang peserta.

Salman Faris, Ketua panitia pelakasana mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengangkat tema “Membangun Jurnalis Cerdas Dalam menghadapi Era Information Overload”.

Menurut Salman, Tema tersebut diangkat karena “Era ini informasi berkembang dan menyebar begitu cepat, seseorang dengan mudah mendapatkan berita melalui berbagai sumber, salah satunya internet. dengan banyaknya informasi tersebut, maka seseorang akan sulit menentukan keputusan yang benar menurut dirinya”. Jelas Salman

Sementara Direktur Koornas LAPMI, Hilal Himansyah mengungkapkan, “LAPMI sebagai lembaga kekaryaan tentunya hadir untuk mewadahi kader-kader HMI yang memiliki minat dan kemampuan di bidang jurnalistik, maka tugas kami sebagai pengurus kedepan adalah mengadakan Training-Trainning Jurnalistik diberbagai Cabang HMI”. Ungkap Hilal

Hilal juga Menambahkan, bahwa beberapa produk LAPMI akan dikelola secara profesional, salah satunya HMINEWS.COM yang rencananya akan dikelola oleh orang-orang yang lebih profesioanal, sedangkan LAPMI akan fokus dalam melakukan perkaderan jurnalistik dan membentuk LAPMI ke berbagai cabang.

Muhammad Fauzi, Ketua Umum PB HMI (MPO) yang melantik Pengurus secara langsung mengatakan bahwa “Koornas LAPMI harus menjadi Lembaga kekaryaan yang tetap melahirkan calon-calon jurnalis yang tetap menegedepankan prinsip-prinsip jurnalisme dan juga mampu mengadvokasi isu-isu  yang menyudutkan Islam”.

ia berharap, “dengan dilantiknya kepengurusan LAPMI yang baru, semoga makin bertambah pula LAPMI yang terbentuk di cabang-cabang nantinya.

Nama-nama Pengurus Koornas LAPMI yang dilantik antara lain, Hilal Hilman Syah (Direktur Eksekutif), Dedi Ermansyah (Sekretaris), Ziad Abdul Malik (Bendahara), Muhammad Arifin (Kabid Teknologi Informasi).
.

Marak Praktik Kekerasan Seksual, Kornas Kohati Gelar Simposium

HMINews.com – Koordinator Nasional Korps HMI Wati (Kornas Kohati) baru saja melaksanakan simposium dengan Komnas Perlindungan Anak Indonesia pada hari Rabu kemarin (1/06/2016).

Ovi, panggilan akrab Arofiah Afifi Ketua Kornas Kohati mengatakan simposium ini dilaksanakan sebagai bentuk keprihatinan pada banyaknya kasus praktik kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan akhir-akhir ini.

“Kita prihatin dengan semakin maraknya praktik-praktik kekerasan seksual yang dilakukan terhadap anak dan perempuan, yang paling fenomenal adalah kasus Yuyun di Bengkulu” Ujar Ovi disela-sela acara.

Ia juga menambahkan bahwa maraknya kasus-kasus kekerasan tersebut tidak terlepas dengan semakin banyaknya konten-konten pornografi yang mudah diakses dan juga siaran-siaran televisi yang tidak mendidik.

“Dengan kemajuan teknologi seperti pada jaman sekarang ini, konten-konten pornografi mudah sekali didapat, dan televisi juga merajalela dalam hal penayangan siaran-siaran yang menurut saya sama sekali tidak mendidik”, tegas Ovi.

Pendapat lain disampaikan oleh Ketua Komnas HAM Siti Nur Laila, yang turut hadir dalam simposium tersebut mengatakan bahwa PERPPU yang baru saja disahkan Presiden hari rabu lalu itu merupakan sebuah bentuk dari pelanggaran HAM.

“Hukuman kebiri itu suatu pelanggaran HAM karena merupakan penghilangan hak seseorang dan dokter juga tidak boleh melakukan praktik medis untuk sebuah hukuman” ucap Siti.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Pemenuhan Hak anak Komnas Anak, Reza Indragiri Amriel yang mengatakan hukuman kebiri dengan cara memasangkan chip pada pelaku kekerasan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) kekerasan seksual telah salah prioritas. Tingka predator seksual tidak setinggi yang didramatisasi pemberitaan.

“Dari sisi semangat kita sepakat dengan apa yang dilakukan pemerintah saat ini tapi tidak dengan jenis hukumannya. Dihukum mati aja sekalian kalau kita mau lebih memikirkan nasib korban-korbannya” tegas Reza.

Kegiatan yang dilaksanakan kemarin, Rabu (1/6/2016) di Gedung C Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu dihadiri 30 orang dari beberapa perwakilan ormas dan organisasi mahasiswa yang ada di Jakarta serta. Dihadiri pula oleh Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Temu Pemuda Serantau Indonesia-Malaysia: Mahasiswa dan Pemuda Islam Peduli Rohingya dan Suriah

HMINews.com – Temu Pemuda Serantau Indonesia-Malaysia, yang dihadiri oleh perwakilah Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM), Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berlangsung pada 25 Mei 2016 di Jakarta. Dalam pertemuan kali ini, Pemuda Serantau Indonesia-Malaysia memberikan kepedulian terhadap krisis Rohingya dan Suriah.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), menyerukan pemuda dan mahasiswa Islam di kawasan serantau Melayu untuk peduli dengan apa yang terjadi di Rohingya dan Suriah.

“Hingga hari ini, krisis Rohingya dan Suriah belum kunjung berakhir, etnis Rohingya tanpa hak kewargaan dan dalam upaya genosida, sedangkan perang sipil di Suriah memicu krisis kemanusiaan yang luar biasa, untuk itu perlu kepedulian lebih dari elemen muda umat Islam, khususnya di kawasan serantau Melayu, karena negara-negara Asean menganut Principle of Non-Interference, perlu dukungan publik yang luas agar bisa mendorong kebijakan terhadap krisis ini” ujar Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI Ruslan Arief BM dalam keterangan resmi Kamis (26/5).

Selain itu di kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII), Munawar Khalil juga menambahkan harus segera dilakukan langkah strategis dari elemen muda umat Islam Indonesia-Malaysia agar bisa turut serta mendesak para pengambil kebijakan memberikan solusi yang konkrit bagi kedua krisis tersebut.

“Perlu segera dilakukan penggalangan dan kampanye masif untuk meningkatkan kesadaran publik akan krisis-krisis di Rohingya dan Suriah. Selain itu harus ada rekomendasi kebijakan yang bisa menjadi solusi, pesoalan pengungsi Rohingya di Aceh dan genosida yang terus berlangsung di Myanmar, kita tidak bisa hanya mengurusi pengungsi saja, namun abai dengan persoalan mendasar dari krisis, begitu juga di Suriah. Pengambil kebijakan perlu didorong untuk memberikan solusi dan kebijakan yang jelas.”

Perwakilan Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia, Sekretaris Jenderal Ahmad Nazrin Shah, sangat mendukung hasil dari Temu Pemuda Serantau, dan berkomitmen untuk mendorong upaya-upaya yang mungkin untuk bisa dilakukan oleh pelajar dan pemuda Islam di Malaysia.

“Kami sejatinya sangat mendukung sekali, apa yang menjadi rekomendasi dari Temu Pemuda Serantau ini, harapannya boleh menjawab tantangan dari krisis yang berkembang saat ini di Rohingya maupun Suriah dan semakin rekat umat Islam di serantau Melayu ini”.

Sekjen PB HMI: HMI Harus memainkan Peran Dalam Mengawal MEA

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru mengadakan pelantikan  pengurus, di Gedung Aula Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, dengan tema “Merestorasi perkaderan dan perjuangan HMI-MPO dalam menghadapi tantangan zaman”, (24/05/2016).

Pada kesempatan tersebut Sekretaris Jenderal PB HMI, Endri Soemantri yang melantik pengurus secara langsung menyampaikan bahwa Belakangan ini banyak berita miring mengenai HMI. Padahal HMI tidak hanya melahirkan politisi. tapi juga banyak yang menjadi pengusaha, ulama, guru, dan bahkan masyarakat biasa.

ia juga menambahkan bahwa Tidak bisa dipungkiri, HMI yang sudah berumur 69 tahun telah ikut mengawal perjalanan bangsa Indonesia.

maka pada era ini, menurutnya, Indonesia menjadi sebuah negara rebutan kepentingan Asing, dengan segala isu yang digulirkan untuk kepentingan kapitalis asing barat dan sekutunya. atau etnis China dalam tanda kutip, China yang mengkapitalisasi bangsa ini. apalagi Indonesia yang saat ini harus berkompetisi dengan negara-negara ASEAN di era MEA.

Untuk itu, menurutnya, HMI sebagai organisasi kemahasiswaan bersama organisasi kepemudaan lainya harus memainkan perannya dalam mengawal MEA.

Pada kesempatan tersebut, HMI Cabang Pekanbaru menyerahkan bantuan korban pemboman Aleppo oleh rezim assad Kepada PB HMI MPO yang diwakili oleh Endri Soemantri dari PB HMI, untuk kemudian disalurkan sebagai bentuk kepedulian umat Islam. (*Dd)

PB HMI Lantik Pengurus Cabang Pangkep dan Adakan Konsolidasi HMI MPO Sulselbar

HMINEWS.Com – Ketua Umum dan Sekjen PB HMI MPO melakukan safari dan konsolidasi perkaderan di wilayah Sulselbar. Pengurus HMI MPO Cabang Pangkep, Palopo, Barru, Majene dan Makassar hadir dalam acara yang dirangkai dengan pelantikan pengurus HMI Cabang Pangkep tersebut.

Sekjen PB HMI MPO, Endri Somantri, menyatakan bahwa kegiatan ini untuk menguatkan perkaderan cabang-cabang HMI MPO di wilayah tersebut, agar makin mandiri.

“Konsolidasi regional Sulselbar sebagai langkah menguatkan perkaderan cabang-cabang di wilayah ini agar bisa mandiri secara perkaderan. Antar cabang juga akan saing bekerjasama dan bertukar informasi terkait permasalah cabang dan akan dibantu oleh Badko dan PB HMI. Dalam waktu dekat ada LK2 dan SC regional Sulselbar,” kata Endri Somantri, Rabu (27/4/2016) malam.

Ketua Badko Sulambanusa yang juga mencakup wilayah Sulselbar, Fahrul Rizal, menyatakan optimismenya. “Kami optimis konsolidasi regional ini akan menjadi alternatif bagi penguatan perkaderan dan pengembangan cabang-cabang baru di Sulselbar,” ujarnya.

Ketua Badko berkomitmen untuk mendampingi cabang-cabang dan memfaslitasi LK2, SC maupun LK3 di wilayahnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB HMI MPO, Muhammad Fauzi, berharap dukungan cabang-cabang terhadap kebijakan PB dan responnya pada masalah kebangsaan dan keumatan.

“Kami berharap Badko dan cabang-cabang di Sulselbar merencanakan secara matang dan serius perkaderan. PB mengharapkan dukungan cabang-cabang terkait kebijakan PB HMI kedepannya, kebijakan atau respon terkait persoalan kebangsaan dan keumatan,” kata Muhamamd Fauzi berharap.

Pengurus baru HMI MPO Cabang Pangkep diketuai oleh Saefuddin. Dalam kesempatan ini ia menyampaikan, Pengurus HMI MPO Pangkep akan intens berkoordinasi dengan cabang-cabang sekitarnya seperti Makassar dan Barru yang didampingi Badko.

“Sehingga rencana dan agenda-agenda cabang bisa terlaksana dengan baik. Kami merasa bangga dengan kehadiran Ketua Umum dan Sekjen PB HMI MPO serta Ketua Badko, ini awal bagi kemajuan Cabang Pangkep,” kata Saefuddin usai dilantik di Aula Serbaguna Politeknik Negeri Pangkep.

Pengurus Baru Dilantik, HMI MPO Sorong Diharap Menjadi Sentrum Gerakan di Papua Barat

HMINEWS.Com – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Sorong periode 2016-2017 dilantik. Acara pelantikan dirangkai dengan dialog gerakan pemuda dan mahasiswa se-Kota Sorong, yang juga, sesuai temanya, dihadiri berbagai elemen gerakan pemuda dan mahasiswa gerbang Tanah Papua tersebut.

Perwakilan pergerakan pemuda dan mahasiswa yang hadir, di antaranya ada pengurus KNPI Kota Sorong, Ketua-ketua organisasi Kelompok Cipayung Plus, dan tentu saja, yang paling membahagiakan para pengurus baru HMI MPO Cabang Sorong, adalah kehadiran Ketua Umum PB HMI MPO, Muhammad Fauzi.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Ketua Umum PB HMI (MPO) karena memberi semangat kader dan pengurus dalam menjalankan amanah,” kata Ketua HMI MPO Cabang Sorong Hambali dalam sambutannya (23/4/2016).

Sementara Ketua Umum PB HMI MPO berharap Cabang Sorong bisa menjadi sentrum bagi pergerakan mahasiswa di Papua Barat, mengingat letak strategisnya sebagai jalur transit dan pintu masuk di ‘benua’ tersebut.

Dialog publik menghadirkan narasumber Ketua KNPI Sorong, Presidium KAHMI Sorong dan Ketua Umum PB HMI, Muhamamad Fauzi. Khusus untuk lintas gerakan ini, Fauzi berharap semua elemen besinergi.

“Kelompok Cipayung Plus terus membangun gerakan bersama mengawal pesoalan Papua Barat, bersinegi mengawal kebijakan-kebijakannya, seperti dalam masalah pertambangan,” kata Fauzi.

Para  perwakilan Cipayung Plus terkesan dengan model gerakan HMI MPO di Sorong yang dinilai unik, dan berharap dapat terus bekerjasama dalam berbagai kesempatan, dalam partisipasinya membangun generasi muda.

Dilantik, Pengurus HMI Jayapura Siap Bersinergi Selamatkan Generasi Muda

HMINEWS.Com – Pengurus baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Jayapura peiode 2016-2017 dilantik. Acara pelantikan dirangkaikan dengan dialog publik ‘Gerakan Anti Narkoba di Bumi Cendrawasih’ (21/4/2016).

Dalam kesempatan tersebut Muhammad Fauzi menyatakan bahwa HMI siap digandeng untuk program anti narkoba, dan hal ini mendapat tanggapan positif dari BNN untuk ditindaklanjuti secara bersama dalam bentuk program-program untuk pelajar dan mahasiswa.

“HMI Cabang Jayapura berharap bisa bersinegi dengan PB HMI dalam agenda perkaderan maupun kebijakan-kebijakan strategis lainnya,” kata Ketua Umum HMI MPO Cabang Jayapura, Fandi Gai usai dilantik.

Kepengurusan ini HMI Cabang Jayapura mengangkat tema “Penguatan Gerakan Intelektual dan Kebudayaan Kade HMI.” Hadir pada acara tersebut Ketua Umum PB HMI MPO, Muhammad Fauzi, Walikota Jayapura, Ketua KAHMI Jayapura, BNN dan Polda Papua, akademisi serta tamu undangan lainnya.

Deklarasi HMI Cabang Jombang, Cabang “Intelektual Ulama”

HMINEWS.COM – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendeklarasikan berdirinya HMI cabang Jombang pada 6/April/2016 di Bulu Rejo, Jombang, Jawa Timur. Acara ini sekaligus melantik pengurus baru HMI Cabang Jombang yang berjumlah 9 orang.

Khairul Anam mahasiswa semester 6 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Urwatul Wutsqo terpilih sebagai ketua umum untuk periode 2016-2017. Anam menyampaikan untuk saat ini ia bersama pengurus lainnya akan fokus pada perkaderan terutama LK 2, mengingat idealnya pengurus cabang merupakan lulusan LK 2.

Ketua Badan Kordinasi HMI untuk Jawa bagian tengah dan timur (Badko Jabagtengtim), M.Firdaus menceritakan awalnya beberapa mahasiswa Jombang menginkan suatu wadah untuk dikusi-diskusi intelektual mereka. Mereka sepakat untuk menjadikan HMI sebagai wadah pengembangan intelektual dan juga sarana mereka untuk berjuang.

Sebelumnya Badko meminta mereka untuk mengikuti LK 1 di Semarang dan Yogyakarta. Resmilah 3 orang kader asal Jombang yang kemudian menjadi inisiator untuk mengadakan LK 1 sendiri di kotanya. Tercatat LK 1 disana terlaksana sebanyak dua kali dan meluluskan 25 kader sebelum deklarasi ini diadakan.

Firdaus menyampaikan bahwa HMI Cabang Jombang memiliki kultur yang unik, berbeda dengan cabang-cabang lainnya. Hal ini dikuatkan oleh M.Fauzi selaku ketua PB HMI, Cabang Jombang memiliki kapasitas ke-Islam-an yang sudah memumpuni. Fauzi menginginkan cabang Jombang menjadi cabang “intelektual ulama” mengingat sekitar 90% kadernya lulusan pondok pesantren. PB HMI sendiri akan mengerahkan Korps Perkaderan Nasional (KPN) dan komisi Pengembangan Cabang untuk membantu menguatkan perkaderan dan organisasi di HMI Cabang Jombang.

Setelah deklarasi ini, PB HMI melalui komisi Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO)  akan fokus melakukan konsolidasi  untuk menguatkan kembali cabang Malang dan Surabaya. Dua Cabang tersebut merupakan cabang penting di Jawa Timur.

Latihan Kader 3, Energi baru HMI untuk Indonesia

Julhan Rongga, seorang kader HMI Cabang Gorontalo terlambat 5 menit tiba di bandara Jalaluddin (Gorontalo) sehingga harus bersabar karena tiket pesawat miliknya hangus. Dia berencana untuk terbang ke Jakarta kemudian melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta untuk mengikuti Latihan Kader 3 (LK3) pada tanggal 24 Maret 2016, LK3 adalah pelatihan tingkat akhir yang selama 6 tahun ini tidak terlaksana.

Karena motivasi dari beberapa teman-temannya dan bantuan dana dari seorang alumni, Zulhan tidak mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Jakarta. Dia berangkat keesokan harinya pada 23/Maret/2016 dari bandara yang sama, setibanya di Jakarta dia melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta bersama kawan-kawan peserta lainnya.

“Sebagai kader HMI saya dibekali pengetahuan tentang permasalahan bangsa, LK 3 ini untuk menguatkan apa yang telah difahami sebelumnya, tema LK 3 kali ini adalah solusi HMI untuk Bangsa, sehingga saya tertarik dengan forum ilmiah ini untuk melahirkan gagasan tersebut”. Kata Zulhan Rongga menjelaskan tentang motivasinya mengikuti LK 3 ini.

Semangat Zulhan tidak berbeda dengan peserta lainnya, banyak kader menentikan terselenggaranya kegiatan ini, sehingga begitu ada kesempatan, mereka tidak menyia-nyiakannya dengan langsung mendaftar sebagai peserta. Tercatat ada 27 peserta mendaftar pada pelatihan LK 3 kali ini. Tim pemandu meluluskan 24 peserta, 2 orang ditunda kelulusannya karena beberapa alasan, dan 1 orang mengundurkan diri.

Beberapa peserta LK 3 berfoto bersama tim pemandu.
Beberapa peserta LK 3 berfoto bersama tim pemandu.

LK 3 terakhir diadakan pada tahun 2010 di Yogyakarta, wajar bila kemudian Dr. Safinudin Almandari menyampaikan bahwa banyaknya konflik-konflik kecil dilingkungan HMI ini disebabkan kurangnya gagasan besar yang biasanya lahir dari lulusan LK 3. Beliau menyampaikan hal tersebut pada sesinya sebagai pembicara untuk membahas studi kritis pemikiran dan gerakan Islam internasional.

Kegiatan dilaksanakan oleh Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam dengan dibantu oleh  alumni-alumni yang masih peduli pada perkaderan HMI. Mereka turun gunung ikut terlibat kembali dalam membenahi organisasi. PB HMI memprioritaskan kegiatan ini dalam agenda utama, sehingga LK 3 dapat terlaksana dengan  persiapan 1 bulan.  Muhammad Fauzi selaku ketua umum PB HMI menyampaikan bahwa paling tidak LK 3 terselenggara 3 kali dalam periode kepengurusan kali ini.

Kajian LK 3 melibatkan banyak disiplin ilmu seperti ke-Islaman, ekonomi, politik, hukum, sosial & budaya, pertanian, lingkungan, hingga pendidikan. Seluruh pembicara berasal dari kalangan pakar dan ahli, sebut saja Prof. Dr Munir Mulkhan (guru besar UIN Sunan Kalijaga), Dr. Aji Dedi Mulawarman (penulis buku Jang Oetama, jejak dan perjuangan H.O.S Tjokroaminoto), Dr. Suparman Marzuki (Mantan Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia), Saat Suharto Amjad (Dirut PT. Permodalan BMT Ventura), dan banyak lainnya.

Kanda Suharsono dengan penuh semangat menyampaikan materi tentang "Metode berfikir Islami"
Kanda Suharsono dengan penuh semangat menyampaikan materi tentang “Metode berfikir Islami”

“Indonesia memang negara yang banyak masalah tapi bukan negara hancur atau negara gagal. HMI MPO juga mirip dengan kondisi Indonesia saat ini, jika kita bisa melewati masa ini, kita akan melangkah jauh kedepan. Kita yang akan menjadi pemikir-pemikir, kita yang akan menjadi politisi-politisi, kita yang akan menjadi guru-guru, dan kita juga yang akan menjadi orang-orang biasa yang ikhlas membangun bangsa.” Jelas Awalil dalam sambutan penutupan LK 3 kali ini.

Kegiatan ini sukses diselenggarakan selama 9 hari sejak 24 Maret – 1 April 2016. Ini adalah langkah strategis HMI untuk menyelamatkan perkaderan. Lulusan LK 3 seperti para doktor HMI yang mencoba melihat problematikan kehidupan sekaligus memberikan solusi-solusinya. Hal ini sesuai dengan tema kegiatan ini “Solusi HMI bagi Indonesia”. Kita tunggu kontribusi nyata dari lulusan doktoral HMI ini untuk bangsa Indonesia.