Sebuah Reinkarnasi

Dalam petang yang mencipta sunyi

Membisik tiap semilir yang tak tahu arah tujuan

Coba rapal rasa dalam hati dengan kepala menengadah

bulir air buncah menggelanyut di pelupuk mata

gemuruh langit kandas dalam gelora sanubari

jiwaku telah mati

Kemana seluruh jasad pergi

Mengunjungi aku di kehidupan berikutnya

Berkelabat enggan berhenti

Menjerembabkan pusara tanya tanpa muara

Aku tak benar-benar mati

Mengakhiri perjumpaan nafas ini

Tanpa secuil rasa untuk sadar dan berniat hidup kembali

Ainur Rizki Erian, Jombang, 30-3-2017

 

 

Selamat Hari Kartini Bagi Para Srikandi Sejati

Kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan perempuan itu menjadi saingan bagi lelaki dalam perjuangan dan kehidupan, Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum perempuan, agar kami lebih cakap melakukan kewajiban. Kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangan perempuan: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.

(surat RA. Kartini  kepada Prof. Anton dan istrinya pada 4 Oktober 1902)

 

Kartini kekinian yang memperjuangkan Emansipasi

Hak-hak perempuan dan menuntut kesetaraan kesejajaran

Ketahuilah bukan itu sejatinya asa  yang kartini citakan

Kelak agar perempuan memiliki bekal yang layak untuk menjalankan kewajiban

Melahirkan generasi sebagai penentu peradaban

Perempuan yang diserahi tanggung jawab oleh alam

Sebagai pendidik pertama memberikan pengaruh paling utama

Bagi keberhasilan perjuangan dan masa depan bangsa

 

Dewi sartika 1884-1947

Perjuangan dan gerak nyata akan  pendidikan perempuan

Mempersiapkan para istri cerdas dalam sekolah kautamaan

Agar menjadi mulia pantas dan  layak sebagai pengemban tugas utama dan terdepan

Memiliki ahlak budi nan dimuliakan

 

Cut nyak dien 1840-1908

Pejuang perempuan panglima perang

Lembut hati, namun tegas menghalau penjajahan

Memimpin dan tak gentar dalam setiap peperangan

Maju ke medan juang dengan hati yang berkobar

Meski nyawa sebagai taruhan

 

Rasuna said 1910-1965

Pejuang perempuan dengan gagasan dan tulisan

Pemilik pena yang tajam

Pada surat-surat kabar mengkampanyekan perlawanan

Demi kemajuan Perjuangan dan pemikiran untuk pergerakan kaum perempuan

 

Laksamana malahayati 1589-1604 M.

Laksamana laut pertama pemimpin pasukan putri

Penentang penjajahan dan ditakuti

Pengarung bahari nan gagah bestari

Pedobrak gender emansipasi

 

Renungan  risalah perjuangan para pahlawan perempuan mestinya menyadarkan

Bahwa sesungguhnya betapa begitu hebat dan mulianya peranan perempuan dalam kancah dunia

Ia berdiri dan berkiprah atas  titah Tuhan

Tiada beda tanggung jawab perempuan dan lelaki dalam kemaslahatan umat dan peradaban

Sebagai khalifah di muka bumi selaku tugas yang diembankan

Sebagai penyempurna keseimbangan yin dan yang

Lihatlah betapa perempuan telah menjadi pendidik utama.

Lihatlah betapa perempuan telah menjadi sosok putri ksatria gagah nan jelita

Lihatlah betapa perempuan telah menjadi pedang tajam dengan pena

Maka sesungguhnya betapa perempuan mengemban kodrat yang amat mulia

Selamat hari pahlawan perempuan Indonesia.

Penulis: Arofiah Afifi