Pemerintah Siapkan Dana Rp 3,2 Triliun Untuk Beasiswa Bidikmisi

Hasil gambar untuk beasiswa

HMINEWS.COM, Semarang – Data mencatat sekitar 11,5% masyarakat Indonesia masih berada pada kategori miskin. Dengan melihat angka tersebut, artinya akses masyarakat, terutama anak-anak yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan ke Pendidikan Tinggi baik di daerah barat maupun timur Indonesia akan sedikit terhambat karena kemampuan ekonomi yang masih rendah.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuat program Beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T. Hal tersebut ditegaskan Menristekdikti Mohamad Nasir saat melakukan Temu Silaturahmi dengan para penerima Beasiswa Bidikmisi dan ADik Papua & 3T di auditorium Kampus Unversitas Diponegoro (Undip) Semarang, senin (3/10/2016).

“Bantuan pendidikan (Beasiswa) ini diserahkan sebagai wujud komitmen negara untuk terus berupaya meningkatkan jumlah penduduk yang dapat menempuh pendidikan sampai ke jenjang pendidikan tinggi,” ujar Nasir.

Lebih jauh lagi, ungkap Nasir, diharapkan melalui bantuan pendidikan ini negara kita semakin dapat mewujudkan tujuan nasional bangsa, khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Hal ini dapat dicapai jika kita mampu maksimalkan peranan modal potensial yang dimiliki, yaitu sumber daya alam dan sumber daya manusia,” jelasnya.

Tahun ini Pemerintah memberikan bantuan Bidikmisi kepada 75.000 mahasiswa baru, sehingga keseluruhan penerima bantuan pendidikan saat ini mencapai sekitar 320.000 orang dengan dana sekitar Rp. 3,2 Trilliun.

“Oleh karena itu, kita berharap akses pendidikan tinggi akan semakin terbuka dan dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini juga akan meningkatkan daya saing bangsa Indonesia dan makin mendekatkan kita pada pencapaian tujuan nasional. Tidak ada lagi dikotomi pendidikan hanya untuk orang kaya, tapi semua harus dapat menikmati pendidikan tinggi,” imbuhnya.

Disinilah, menurut Nasir, Pemerintah hadir melalui Kemenristekdikti memberikan bantuan, subsidi bahkan pemberian beasiswa penuh dalam jumlah yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, ditujukan kepada anak didik kita yang memiliki kemampuan akademik baik dengan kemampuan ekonomi yang terbatas.

Yos Johan Rektor Undip menambahkan bahwa inilah bukti kita semua hadir membantu pendidikan tinggi dalam memberi akses, terbukti di Undip semuanya tepat sasaran.

“Kami siap lebih banyak lagi menerima mahasiswa Bidikmisi di tahun depan, karena kita sudah menerima di angka 30% untuk mahasiswa tidak mampu,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Nasir juga mengapresiasi para penerima beasiswa dengan IPK tertinggi (4,00), dengan memberikan komputer jinjing kepada 4 orang terbaik.

Tersedia Rp 24 Triliun Beasiswa LPDP

wisuda uiHMINEWS.Com – Dana beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Pendidikan telah mencapai Rp 24 triliun. Ada tiga skema yang disiapkan melalui dana pendidikan ini: Beasiswa (70%, terbagi menjadi beasis), Penelitian Kebijakan Nasional dan Rehabilitasi Infrastruktur Akibat Bencana.

Menurut Menteri Pendidikan, Mohammad Nuh, tabungan tersebut disiapkan pemerintah sebagai pertanggungjawaban antar generasi, dari pemerintah 2009-2014 ke pemerintah berikutnya. Akumulasi dari tahun 2010 lau, untuk memastikan keberlanjutan pendidikan hingga jenjang tertinggi.

“Cita-citanya, agar adik-adik bisa kuliah di mana saja tanpa harus mengemis biaya kuliah, karena sudah disediakan negara,” kata Mendikbud pada Rabu (2/07), di kantor Kemdikbud.

Ia berharap, hingga 2045 dimana generasi emas memegang tampuk kepemimpinan, tabungan tersebut terus bertambah.

Jumlah tersebut untuk beasiswa S2 dan S3 putra-putri Indonesia yang terbagi ke dalam tiga kelompok: Beasiswa Presiden, Beasiswa Pemerintah, dan Beasiswa Afirmatif.

Beasiswa Presiden (Presidential Scholarship) merupakan beasiswa yang diberikan oleh presiden hanya bagi calon mahasiswa yang lulus di 50 perguruan tinggi terbaik di dunia. Untuk Beasiswa Pemerintah, ini adalah beasiswa yang disiapkan untuk siapa saja; baik pegawai negeri sipil, dosen, atau siapapun yang ingin terus melanjutkan pendidikannya dimana saja. Dan Beasiswa Afirmatif, dikhususkan bagi lulusan Bidikmisi yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke S2 atau S3.

AIFIS Tawarkan Dana Riset untuk Peneliti Indonesia

HMINEWS.Com – Jika Anda adalah Ilmuwan Indonesia yang ingin melakukan riset kolaborasi namun tidak memiliki cukup dana, kini Anda tidak perlu khawatir lagi. Sebuah lembaga kerja sama Indonesia-Amerika bernama the American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) atau  Institut Studi Indonesia Amerika memberikan bantuan dana kepada peneliti Indonesia yang bersedia bekerja sama dengan peneliti Amerika untuk melakukan penelitian terkait dengan berbagai bidang keilmuan seperti humaniora, sains, kelautan, pertanian, kehutanan dan sebagainya.

Menurut Presiden AIFIS Prof. Thomas Pepinsky, bantuan pembiayaan penelitian yang akan diberikan untuk setiap peneliti adalahsenilai $5.000 (atau sekitar Rp50 juta). Bantuan tersebut diprioritaskan untuk keperluan biaya perjalanan dan akomodasi peneliti. Diharapkan, dengan adanya bantuan tersebut dapat menstimulasi kerja sama lebih lanjut antara peneliti Indonesia dengan peneliti Amerika mengkaji soal ke-Indonesiaan.

“Saat ini AIFIS sudah membuka kantor di Indonesia, ke depan kita berharap bisa lebih banyak membantu kolaborasi riset antara peneliti Indonesia dengan peneliti Amerika”, demikian disampaikan oleh Deputi Direktur AIFIS Dr. Johan Purnama, di Jakarta (26/8/2013).

“AIFIS merupakan konsorsium kampus-kampus Amerika yang memiliki program studi kajian Indonesia, sebelumnya hanya memiliki kantor di Amerika saja, tepatnya di Cornell University, New York. Namun demikian, terhitung sejak Januari 2012 lalu, AIFIS sudah membuka perwakilannya di Jakarta dan baru-baru ini di Yogyakarta”, ungkap Johan yang juga aktif di program-program pemberdayaan masyarakat.

Para peminat diharapkan mengirimkan aplikasinya langsung kantor AIFIS Pusat di Kahin Center for Advanced Studies on Southeast Asia, 640 Stewart Avenue, Ithaca, New York atau via email aifisfellowships@gmail.com. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi kantor AIFIS Jakarta, di Mulia Business Park, Gedung A Lantai 2, Jl. MT. Haryono Pancoran, Jakarta email:aifisjakarta@gmail.com atau website: www.aifis.org

Beasiswa S2 Kepemimpinan dari Kemenpora

HMINEWS.Com – Kementerian Pemuda dan Olahraga menawarkan beasiswa jenjang strata 2 (S2) untuk para pemuda berprestasi. Beasiswa diberikan melalui kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri, meliputi: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Adapun persyaratan untuk mendapat beasiswa tersebut, sebagaimana rilis Kemenpora (10/6/2013), adalah sebagai berikut:

– Pendidikan terakhir sarjana S1 semua jurusan / program, IPK minimal 2,75.
– Usia maksimal 30 tahun (unsur OKP dan lembaga masyarakat berbasis pemuda), usia 35 tahun (PNS Kemenpora dan Dispora Daerah).
– TOEFL minimal 450 dan TPA minimal 500
– Tidak terikat dengan program beasiswa lain di perguruan tinggi negeri maupun swasta

Dalam beasiswa ini ditawarkan program

  1. Kajian Ketahanan Nasional, program peminatan Kajian Pengembangan Kepemimpinan (UI). www.pps.ui.ac.id
  2. Studi Ketahanan Nasional, konsentrasi Pengembangan Kepemimpinan (UGM). http://pasca.ugm.ac.id
  3. Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, peminatan Kajian Manajemen Kepemimpinan Pemuda (Unhas). http://pasca.unhas.ac.id
  4. Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, peminatan Kajian Kepemimpinan Pemuda (USU). http://usu.ac.id/pascasarjana.html

Pendaftaran bisa secara online ke masing-masing alamat elektronik tersebut di atas atau www.kemenpora.go.id

Beasiswa 1st Development Program Astra

HMINEWS.Com – Astra kembali memberikan beasiswa bagi mahasiswa tingkat sarjana. Sebagai wujud kepedulian pada dunia pendidikan di Indonesia, sejalan dengan Astra Strategy Roadmap, yaitu: portofolio, people & public contribution. Beasiswa diberikan setiap semester kedua setiap tahun berupa beasiswa dan program mentoring setahun.

Program tersebut dinamai Astra 1st Development Program, dengan  pengembangan kompetensi teknis dan non-teknis (soft competencies).

Penerima Beasiswa akan mengikuti serangkaian kegiatan seperti:
  1. Program Pengembangan Kepribadian yang komprehensif
  2. Donasi untuk studi sebesar Rp. 5.000.000,- / semester
  3. Kesempatan belajar (Magang) di Astra Group
  4. Mendapatkan Rp 5.000.000,- per orang untuk keterlibatan dalam proyek
Melalui program ini mahasiswa diharapkan mampu mengenali dunia kerja lebih dekat dan dapat memanfaatkan lingkungan perusahaan afiliasi Astra untuk meningkatkan kompetensi teknis dan non-teknis mereka.
Persyaratan:
  1. Mahasiswa sarjana semester 3-7 (ketika menerima beasiswa)
  2. Meraih minimal IPK 3,00
  3. Terlibat aktif dalam kegiatan organisasi
  4. Terdaftar di universitas di Jawa
  5. Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain / perusahaan lain
Batas terakhir pendaftaran adalah 18 April 2013. Buka link: http://goo.gl/fm96A untuk mendaftar.

Beasiswa Rp139 Miliar Di ITB

HMINEWS.Com – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyediakan beasiswa prestasi dan beasiswa untuk kalangan tidak mampu (secara ekonomi) sebesar Rp139 miliar per tahun. Jumlah itu diambil dari total Rp1 triliun yang berputar setiap tahunnya di kampus tersebut.

 “ITB itu setiap tahun menyediakan dana Rp139 miliar untuk beasiswa bagi para mahasiswanya,” kata Rektor ITB, Prof Akhmaloka sebagaimana dikutip ANTARA, Senin (25/6/2012).

Selain beasiswa untuk kategori prestasi dan kategori tidak mampu, ada pula yang kombinasi antara keduanya.”Tentu ada juga kombinasi antara beasiswa bagi yang tidak mampu dan berprestasi, itu hal yang biasa,” lajutnya.

Menurutnya beasiswa tersebut ada yang merupakan program Bidik Misi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta ada yang berasal dari ITB sendiri, yaitu Beasiswa ITB Untuk Semua (BIUS) yang juga melibatkan pihak ketiga dan sumbangan alumni.

Tiap tahunnya, lanjut Akhmaloka, sekitar 20 persen mahasiswa ITB berasal dari kalangan tidak mampu. Tahun 2012 terdapat 800 mahasiswa tidak mampu dari 3.400 kursi yang disediakan. []

Ambil Beasiswa Ke Jerman: Kuliah Sekaligus Hapuskan Hutang Negara

HMINEWS.Com – Kebijakan Pemerintahan Jerman untuk memberikan Bea Siswa 5.000 Doktor melalui Program Debt Swap adalah peluang besar yang patut disyukuri sekaligus harus dimanfaatkan oleh seluruh intelektual muda Indonesia. Program ini prinsipnya adalah penghapusan hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman melalui mekanisme bea siswa.

Bea siswa ini diperuntukkan buat lulusan S-1 (Sarjana) maupun S-2 (Master) untuk dapat study S-3 (Doktoral) di Jerman. Bagi lulusan S-1 akan mendapatkan bea siswa S-2 di universitas dalam negeri (Indonesia) terlebih dahulu, kemudian melanjutkan S-3 ke Jerman. Sementara buat lulusan S-2 akan langsung mendapatkan bea siswa S-3 ke Jerman. Para penerima bea siswa lulusan S-1 atau S-2 tidak dibebankan biaya apapun sampai lulus study S-3-nya. Semuanya ditanggung dalam program bea siswa.

Setiap biaya aktual yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk menyekolahkan (melalui bea siswa) mahasiswanya di Jerman, maka pemerintah Jerman akan menghapus hutang luar negeri Indonesia sebesar 3 kali lipat dari biaya aktual tersebut. Misalkan, jika untuk menyekolahkan 1 mahasiswa Indonesia sampai lulus Doktor pemerintah Indonesia mengeluarkan biaya Rp1 miliar, maka Jerman akan menghapus neraca hutang Indonesia Rp3 miliar.

Artinya, jika Anda ikut dalam program ini maka Anda akan melakukan 3 tindakan bermanfaat:
1. Bisa melanjutkan study sampai S-3 di World Class University dengan tradisi almamater hampir 1.000 tahun lamanya.
2. Ikut serta menghapus beban hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman.
3. Ilmu anda akan bisa dimanfaatkan untuk membangun masyarakat Indonesia sejahtera yang adil kelak.

Kewajiban bagi para penerima bea siswa ini setelah lulus terkena “Ikatan Kerja 2 kali masa study + 1 tahun” untuk mengajar di Perguruan Tinggi bisa di PTN atau pun PTS. Setelah itu bisa bebas berkarir di mana pun. Untuk dicatat, para pendaftar bea siswa ini tidak harus berstatus dosen. Kalangan umum berhak mendaftar dengan memenuhi prosedur tertentu.

Berangkat dari ini maka pihak “Kontak Person Bea Siswa Debt Swap Dikti Bandung” bersedia mensosialisasikan program ini kepada para peminat KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gajah Mada) dan para peminat dari Yogyakarta serta kota sekitarnya.

Adapun agenda acara sosialisasi tersebut berisi 3 tema utama:
1. Presentasi tentang kuliah di Jerman, Universitas Jerman dan Penjelasan secara rinci Bea Siswa Debt Swap baik secara akademis maupun administratif
2. Pelatihan tata cara untuk mengajukan lamaran bea siswa Debt Swap.
3. Pelatihan menghadapi test interview

Acara menurut rencana akan diadakan di awal bulan September di Yogyakarta. Waktu dan tempat akan menyusul kemudian. (Ferizal Ramli)