KOHATI Cabang Bima Terbentuk

HMINEWS.Com – Kondisi kader akhwat di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang bima ke depan akan lebih terurus dengan baik, ditandai dengan terbentuknya lembaga Korps HMI-wati (KOHATI) secara definitif di tingkat cabang.

Menurut Ketua HMI MPO Badko Sulambanusa, Zaenal Abidin Riam, yang hadir saat pembentukan lembaga ini saat berkeliling ke HMI MPO Cabang-cabang se-NTB beberapa waktu lalu, tidak lepas dari kesadaran bersama.

“Kesadaran akan pentingnya pendampingan khusus kepada para kader akhwat, komposisi kepengurusan Kohati periode pertama ini, masih sederhana, namun tentu hal itu bukan masalah, semua itu bagian dari proses, besar harapan dengan terbentuknya Kohati, penanaman nilai ideologis keakhwatan semakin membumi hingga ke tingkat komisariat,’ papar Zaenal Abidin Riam, Ahad (17/5/2015).

Pengurus Kohati Cabang Bima juga telah melaksanakan Pelantikan dan Rapat Kerja, usai dilantik oleh Ketua Umum HMI MPO Cabang Bima, Amir.

Sementara itu, Ketua Kohati Cabang Bima, Marissa, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran akhwat, baik dalam lingkup HMI MPO maupun di masyarakat, paling tidak masyarakat kampus.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin memberdayakan para akhwat HMI MPO, kami juga akan berupaya menanamkan kesadaran baru kepada perempuan di lingkungan kampus,” demikian penegasannya.

Ketua bidang Pendampingan dan Pengembangan HMI-Wati Badko Sulambanusa, Ayu Zulhijriah, juga hadir dalam pelantikan dan raker Kohati Cabang Bima, juga memberikan arahan tentang bagaimana seharusnya mengelola Kohati.

HMI MPO Cabang Bima Dilantik

HMINEWS.Com – Ketua HMI MPO Badko Sulambanusa melantik HMI MPO Cabang Bima. Pelantikan Pengurus Cabang untuk periode 1436-1437 H (2015-2016) tersebut berlangsung Sabtu (9/5/2015).

Jajaran pengurus HMI MPO Cabang Bima tersebut diketuai oleh Amir Mbojo sebagai ketua umumnya.

Pelantikan tersebu juga terlaksana sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Ketua Badko Sulambanusa, Zaenal Abidin Riam. Sebelumnya ia mengawal pelaksanaan Latihan Kader II (Intermediate Trainning) di Pondok Pesantren Hidayatullah Lombok Barat, serta kunjungan ke beberapa HMI Cabang di Nusa Tenggara.

Dalam perjalanannya, Ketua Umum HMI MPO Badko Sulambanusra mengidentifikasi beberapa kendala dan persoalan pada tiap cabang HMI MPO di wilayah Nusa Tenggara, sebagai pekerjaan rumah PB HMI dan BADKO HMI untuk dibenahi ke depan.

Alif Babuju

Kronologis Konflik Warga Dua Kelurahan di Bima

HMINEWS.Com – Bima, NTB. Sekitar tanggal 16 Desember 2014 Lalu, warga Kelurahan Tanjung dan Kelurahan Dara terlibat konflik. Menurut keterangan Iki, salah satu warga tanjung, bentrok tersebut berawal dari pertandingan sepak bola di Kelurahan Tanjung.

Pertandingan sepak bola tersebut adalah pertandingan sesama warga Tanjung, namun terjadi penghinaan yang dilakukan salah satu warga Kelurahan Dara yang sedang menonton pertandingan tersebut, kepada pemain yang sedang bermain pada waktu itu. “Ah.. Percuma orang Tanjung sekolah, palingan jadi maling nih.” Itu kata-kata yang diucapkan oleh penonton (warga Dara) kepada pemain (warga Tanjung).

Merasa tersinggung dengan apa yang telah dikatakan oleh warga Kelurahan Dara tersebut, salah satu warga Kelurahan Tanjung tidak terima dan memberitahu warga yang lainnya. Setelah pertanding sepak bola selesai, perkelahian antara warga pun pun terjadi. Sehingga berlanjut saling serang antara warga sampai pada malam harinya. Warga melakukan penyerangan di Kelurahan Tanjung, dan seterusnya kedua belah pihak saling menyerang.

Beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 24 Desember 2014, konflik tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Warga Tanjung berada di sekitar Pasar Bima, tepatnya di Kelurahan Paruga sementara warga Dara berada di sekitar Kelurahan Padolo, sebelah selatannya kelurahan Paruga. Kedua kubu yang bertikai tersebut saling serang. Namun menurut keterangan Iki, aparat kepolisian yang berada di lokasi sebagai penengah dan pengaman konflik berada di sekitar di pos Lapangan Serasuba, kompleks Istana Bima.

Aparat kepolisian yang berada di tengah-tengah kedua kubu yang bertikai tersebut, melakukan tembakan pengamanan hanya ke arah warga tanjung, dan tidak melepaskan tembakan pengamanan ke arah warga dara. Akibat tembakan dari aparat tersebut, salah satu warga tanjung tertembak dan akhirnya tewas. Mengetahui rekannya ditembak aparat polisi, warga tanjung melakukan penyerbuan dan penyerangan hingga salah satu anggota aparat polisi terkena panah dan sebuah pos polisi dibakar oleh warga.

Aparat Menyerang Warga

Menurut penjelasan Iki, pada pukul 17.00 Wita Sekitar 2 Kompi Anggota Brimob masuk di tengah perkampungan Tanjung melakukan sweeping dan penyerbuan serta menembak warga secara membabibuta. Warga yang sedang menjalankan aktifitas ditembak secara liar. Warga yang mendengar letusan senjata api yang dilepaskan Brimob akhirnya bersembunyi dan masuk rumah masing-masing. Namun aparat polisi, dalam hal ini Brimob, mengejar warga dan melepaskan tembakan terus menerus ke arah warga, yang bersalah maupun tidak bersalah. Anak-anak kecil pun yang sedang bermain game ditembak oleh pihak Brimob tanpa melakukan identifikasi, seperti yang terjadi pada anak yang bernama Asraf dan Andi masing-masing berumur 11 dan 14 tahun terkena tembakan 3 kali dikepala dan kakinya.

Sampai saat ini korban akibat bentrokan tersebut berjumlah 42 orang, masing dari warga Tanjung 30 orang, sementara dari warga Dara Berjumlah 21 orang. Menurut Iki, korban yang jatuh di Kelurahan Tanjung adalah akibat dari tembakan peluru dan tindakan represif aparat kepolisian, sementara korban dari Kelurahan Dara hanya terkena panah dan senjata rakitan. Jumlah itu tidak termasuk korban yang dipukuli sampai babak belur oleh aparat. Dari keterangan tersebut, ada indikasi ketidak adilannya pihak aparat polisi dalam menyelesaikan konflik.

Sampai saat ini puluhan korban tengah dirawat di RSUD Bima, RSUD Propinsi NTB, dan RS Bayangkara Mataram.

Dedy Ermansyah
LAPMI Cabang Bima

HMI Bima Peringati Hari Anti Korupsi

HMINEWS.Com – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Bima menggelar unjukrasa di pusat Kota Bima. Mengingatkan bahwa Indonesia masih berkubang korupsi.

“Hari Anti Korupsi adalah pengingat bagi kita semua bahwa Indonesia masih terjerembab pada lumpur korupsi. Hedonisme, tak tahu malu, moral yang rendah, rakus, serakah dan tingkat keimanan yang masih sangat lemah menjadi pemicu lahirnya budaya korupsi,” kata Ketua HMI MPO Cabang Bima, Amirullah, dalam orasinya, Selasa (9/12/2014).

Amirullah melanjutkan, akhir-akhir ini rakyat semakin resah dengan kondisi bangsa dan negara Indonesia karna persekongkolan mengeruk harta dan kekayaan negeri ini justru semakin canggih, tersistem dan terorganisir rapi, bahkan oleh para oknum penegak keadilan.

“Dengan kondisi seperti itu, maka tidak ada jalan lain, kecuali pemuda dan seluruh rakyat harus segera tampil menyelesaikan maslah korupsi dan masalah lain yang tidak kalah kompleks, sebab korupsi dewasa ini sudah semakin berkembang secara jenis, pelaku dari modus operadinnya,” lanjut Amirullah.

HMI MPO Bima pun menyerukan, masalah korupsi diberantas secara lebih serius lagi, sebab dampak korupsi telah benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia. Korupsi menurunkan pertumbuhan ekonomi, menggerogoti keabsahan politik dan memperparah kemiskinan.

Masih terkait dengan permasalah ini, HMI MPO Bima juga mendesak transparansi aliran subsidi BBM senilai Rp 267 triliun, dan mendesak KPK menuntaskan kasus-kasus besar yang belum terselesaikan seperti kasus BLBI dan Bank Century.

Rizky A