Ke Istana Bogor, Takkan Luput Jokowi Didemo Mahasiswa

HMINEWS.Com – Mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Jabodetabek, Bandung dan Lampung berunjukrasa di Istana Bogor. Menyerukan protes terhadap Pemerintahan Jokowi- JK yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Massa gabungan itu berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus UPI Bandung, Unjani Bandung, UNIDA Bogor, Pakuan, PNJ Depok, BSI, IPB, Ibnu Khaldun Bogor, dan Universitas Lampung. Berkumpul di Istana Bogor, yang kini menjadi tempat berkantornya Presiden Jokowi, Jum’at (27/3/2015).

Mahasiswa dari PNJ yang berorasi menyatakan tidak akan berhenti mengingatkan Jokowi. Aksi damai ini bertujuan untuk menegur Jokowi yang menurut mereka, kinerjanya selama 4 bulan memimpin, menunjukkan hasil yang mengecewakan. Untuk itulah mereka menghadiahi Jokowi dengan ‘Rapor Merah.’ Ia juga menganggap Jokowi sebagai pemimpin yang mengkhianati rakyatnya.

“Janjinya akan cinta pada Ibu Pertiwi namun kini berpaling pada ibu Megawati. PHP rekan – rekaaaan,” teriaknya.

Mahasiswa dari berbagai kampus kemudian bergiliran berorasi menyampaikan protes mereka. Diselingi pula dengan pembacaan puisi oleh mahasiswa seni.

Mereka menjanjikan akan terus melakukan unjukrasa hingga Jokowi menunjukkan perubahan yang berpihak kepada nasib rakyat. Jika tidak, “Jokowi tidak akan lama memimin kawan-kawan. Dan saya membenarkan itu!” kata mahasiswa.

Peringati Hari Anti Korupsi, HMI Bogor Demo Kejaksaan

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Bogor menggelar unjukrasa di Kejaksaan Negeri Kota Bogor dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Selasa (9/12/2014).

Ketua HMI MPO Cabang Bogor menjelaskan aksi tersebut untuk mendesak pihak berwenang, yaitu para penegak hukum, kejaksaan dan kepolisian lebih serius lagi dalam pemberantasan korupsi di Bogor.

“Kami berusaha mengawal, mengkritisi kebijakan yang bertentangan dengan kebutuhan masyarakat. Mendesak pihak berwenang agar tidak tinggal diam dan tidak malah bersekongkol menelikung hukum. Keadaannya semakin miris kini korupsi seakan dilegalkan dalam sistem demokrasi sekarang ini,” kata Ketua HMI MPO Bogor, Asep Kurnia.

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi  ketegangan dengan anggota kepolisian, disebabkan massa HMI MPO merobek spanduk peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia milik Kejaksaan Negeri Kota Bogor yang dinilai sebagai basa-basi Kejaksaan.

HMI Komisariat STKIP Muhamadiyah Bogor Adakan LK1

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Komisarit STKIP Muhammadiyah Cabang Bogor mengadakan Basic Training atau Latihan Kader 1 (LK1) di Vila Cipanas Gunung Salak Endah Kabupaten Bogor mulai Sabtu (22/11/2014).

Ketua HMI-MPO komisariat STKIP Muhammadiyah Bogor, Yogi Prasetyo, menjelaskan bahwa basic training atau LK I ini adalah upaya melanjutkan perkaderan dan perjuangan HMI, khususnya di Komisariat yang iklim kampusnya berbeda dengan mayoritas kampus di Bogor.

Ia menjelaskan dalam sambutannya bahwa latihan ini perlu untuk mengakselerasi kesadaran para pesertanya. “Mengakselerasi kesadaran sosial dalam perkaderan dan perjuangan HMI adalah tema yang diketengahkan pada batra ini, sehingga fungsi mahasiswa Islam bisa dimaksimalkan,” kata Yogi.

Senada dengan Yogi, Ketua Umum HMI-MPO Cabang Bogor, Asep Kurnia,  berharap sifat apatis yang marak di kalangan generasi muda dapat dikikis.

“Tantangan terbesar kita adalah melawan sifat apatis, hedonis, dan individualistis, karena hal demikian bukan dari muatan nilai dalam Islam, bahkan akan mengarahkan kepada kehancuran sistem sosial. Tema ini adalah derivasi dari tujuan HMI, ada tindakan yang diupayakan dalam mengakselerasi kesadaran, adalah tindakan perkaderan hmi,” paparnya.

Selain itu ia mengungkapkan, bahwa tantangan besar mahasiswa dan masyarakat, yaitu Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA 2015 memerlukan kesiapan yang matang. “Akhirnya hanya dengan kesadaran dan kerja keras sebagai jihad yang bisa mewujudkan itu semua”, tegasnya di sela-sela pembukaan basic traning.

HMI Bogor: Jokowi-JK Harus Kaji Ulang Kenaikan Harga BBM

HMINEWS.C0m – Himpunan Mahasiwa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Bogor menyatakan Presiden Jokowi harus mengkaji ulang kebijakannya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Jokowi-JK harus kaji ulang kenaikan harga BBM. Kebijakan yang dikeluarkan rezim hari ini adalah penghianatan terhadap rakyat. Kalau Jokowi-JK pro-rakyat tidak mungkin menaikkan harga minyak ketika harga miyak dunia sedang turun,” kata formatur HMI MPO Cabang Bogor yang terpilih belum lama ini, Asep Kurnia, Selasa (18/11/2014).

Asep menyatakan bahwa standarisasi BBM, ron premium hanya 88 dengan pertamax ron 92. “Ini kebijakan yang aneh,” lanjutnya.

Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Bogor itu pun mengatakan, naiknya  harga BBM sudah tentu akan membuat harga barang-barang kebutuhan lainnya ikut naik. Khususnya harga bahan-bahan pokok dan ongkos produksi.

Asep juga menyindir dan mengingatkan bagaimana kampanye Jokowi-JK saat pencapresan yang berjanji akan pro rakyat dengan tidak akan menaikkan harga BBM.

Kader HMI Bersiap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

HMINEWS.Com – Kader-kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus siap bersaing di era global, khususnya dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan segera menjelma. Demikian mengemuka dalam diskusi pembukaan Konferensi ke-50 HMI MPO Cabang Bogor.

Ketua Umum HMI MPO Cabang Bogor, TB Sandi Irawan dalam sambutannya mengatakan, melalui konferensi ke-50 ini, kader-kader HMI Cabang Bogor harus menyiapkan langkah konstruktif dan sistemik guna menyongsong serta sekaligus mampu bersaing dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) nantinya.

Hal itu sesuai tema yang diusung dalam Konferensi, yaitu ‘Memperkuat Basis Gerakan Intelektual dalam Menjawab Kesiapan Bogor Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.”

“Bagi HMI MPO Cabang Bogor, Masyarakat Ekonomi ASEAN harus disikapi dengan langkah-langkah konstruktif dan sistemik sehingga kader HMI mampu mengakselerasi kemampuannya dalam persaingan global di wilayah ASEAN,” kata TB Sandi Irawan dalam sambutannya, Ahad (9/11/2014).

Senada dengan apa yang disampaikan Ketua Cabang Bogor, Puji Hartoyo sebagai ketua Umum PB HMI-MPO Menyampaikan penjelasan  bahwa MEA adalah tantangan yang sudah menjelma untuk Indonesia terkhusus di sekitar ibukota, termasuk Bogor yang merupakan daerah penyangga ibukota.

“Jakarta sebagai kota metro politan, ditambah Bogor serta beberapa kota di wilyah sekitarnya akan diarahkan menjadi kota megapolitan, sehingga jelas bahwa pasar global akan berperan di dalamnya,” tegasnya di sela-sela sambutan sebelum ia membuka konferensi.

HMI MPO Cabang Bogor Helat Konferensi Ke-50

HMINEWS.Com – Ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Bogor memenuhi Villa Gunung Salak Endah dalam Pembukaan Konferensi Cabang ke-50. Mereka berasal dari berbagai komisariat, seperti Komisariat UNIDA, UNPAK, STAI Laa Roiba, AKA, dan BSI Bogor.

Konferensi tersebut juga dihadiri Pengurus HMI MPO Badko Jawa Bagian Barat, serta Ketua Umum dan Sekjen PB HMI MPO, Puji Hartoyo dan Abdul Malik Raharusun. Ketua Pelaksana, Roni Sahroni menyatakan, beberapa pengurus komisariat yang baru terbentuk juga hadir dalam perhelatan tahunan tersebut.

Seperti diketahui, satu periode kepengurusan yang berakhir dalam konferensi ini adalah kepengurusan di bawah kepemimpinan TB Sandi Irawan, yang sebelumnya juga menjadi tuan rumah Kongres HMI MPO ke-29.

Dalam konferensi yang dimulai pada hari Ahad (9/11/2014) ini terpilih formatur cabang yang nantinya akan dilantik sebagai ketua umum cabang yaitu Asep Kurnia, yang berasal dari HMI MPO Komisariat STKIP Muhammadiyah Bogor.

Refleksi dan Kupas Sejarah HMI Cabang Bogor

kamil di kpkHMINEWS.Com – Bagian dari ciri khas Himpunan Mahasiswa Islam adalah diskusi dan aksi tentang isu kontemporer. Akan tetapi kali ini berbeda dengan biasanya, puluhan kader HMI-MPO Komisariat UIKA melaksanakan diskusi di skretariat HMI MPO Cabang Bogor sebagai refleksi dan kupasan sejarah HMI Cabang Bogor.

Semenjak ditinggal tokoh HMI MPO cabang bogor, Kanda Didin Hafidhuddin, dan beberapa hari yang lalu Kanda Fakhrudin Soekarno yang dua-duanya merupakan Dosen UIKA Bogor.

Kegiatan ini adalah upaya mempertegas perjuangan HMI MPO di UIKA dan di Cabang Bogor, sebagai basis perkaderan dan perjuangan, seperti yang disampaikan ketua panitia pelaksana, Raden.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai ajang silaturahmi, dan menguatkan emosional kader HMI di Bogor, sehingga ber-HMI-nya tidak hanya ber-HMI ala biasa melainkan ber-HMI yang luar biasa,” tegasnya dalam sambutan yang ditutup dengan pekikan takbir, Sabtu (1/11/2014).

Tujuan kegiatan itu senada dengan yang disampaikan olek Ketua Bidang kajian HMI MPO Cabang Bogor, Asep Kurnia, yang menegaskan bahwa hari ini bukan kita mendelusikan kekaguman semata tentang HMI dalam kesejarahannya sejak tahun 1952.

“Inilah upaya kita sebagai kader pemegang tonggak kesejarahan HMI di Bogor untuk mempertegas dan melanjutkan misi perjuangan HMI yang sudah dilakukan oleh pendahulu kita, yang hari ini sebagian sudah berpulang ke hadirat-Nya,” kata Asep Kurnia.

Selanjutnya ia menjelaskan, sebagai harapan bahwa kader HMI harus meneladani prinsip yang kuat dalam perjungan seperti yang sudah ditorehkan para soniornya, menjadi teladan bagi yang lain, baik di HMI maupun di luar HMI.

Komisariat UNIDA Bogor Bertahan Sejak Zaman Astung

unida bndrHMINEWS.Com – Salah satu komisariat di Bogor yang menjadi basis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) sejak masa Asas Tunggal adalah Komisariat Universitas Djuanda (UNIDA), Bogor. Meskipun tertatih namun tetap bertahan hingga hari ini, dan menggelar Pleno II dalam masa kepengurusannya. Masih konsisten dengan gerakan keumatan dan perkaderannya.

Perjalanan HMI MPO Komisariat Unida menurun setelah 2006, yang saat itu pernah menjadi Koorkom yang besar dan kini menjadi komisariat, dan itu pun hampir stagnan, kata Kabid Perkaderan  HMI MPO Cabang Bogor, Heru Jauharudin.

“Komisariat UNIDA adalah komisariat besar di jamannya sampai menjadi Koorkom di cabang Bogor, tetapi ini sebuah kenyataan UNIDA hari ini stagnan karena berbagai faktor, mulai dari internal HMI cabang bogor dan internal kampus sendiri, serta minat mahasiswa diera sekarang yang sangat miris dengan organisasi kemahasiswaan,” demikian kata Heru dalam perhelatan Pleno II HMI MPO Komisariat Djuanda (31/10/2014).

Meski begitu, HMI MPO Cabang Bogor berharap, dengan optimisme kader-kader yang masih bertahan dan masih berlangsungnya kaderisasi, HMI MPO Djuanda dapat kembali berjaya.

Harapan serupa disampaikan kader baru, yang juga Ketua Komisariat Djuanda, Fahreza. Ia menginginkan Komisariat yang dipimpinnya dapat terus bergerak, bahkan menyamai komisariat lain di Cabang Bogor, seperti Komisariat UIKA, STKIP Muhammadiyah Bogor dan Komisarait Laa Roiba.

“Kami punya keyakinan seperti keyakinan kami kepada Allah sebagai penolong yang akan menolong dan memberi kekuatan sehingga HMI MPO di Unida bisa seperti dahulu,” ungkapnya.

Menurutnya, Pleno II Komisariat ini adalah bukti komitmen mereka membangun komisariat menjadi komisariat mapan di Cabang Bogor.

Asep Kurnia