Dipajaki Selangit, Penyelenggara Islamic Book Fair Tekor

HMINEWS.Com – Ketua Ikatan Penerbit  Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, Afrizal Sinaro, mengatakan penyelenggara Islamic Book Fair (IBF) tekor. Meski terlihat wah dan begitu gegap gempita, tetapi proyek peradaban tersebut, IBF, dikenakan pajak yang terlalu besar, mencapai ratusan juta rupiah.

“Sebenarnya panitia tidak sanggup lagi  membayar (sewa) Istora ini. Tidak sanggup lagi. Karena pajaknya saja ratusan juta,” kata Afrizal Sinaro dalam konferensi pers usai talkshow penutupan IBF di Istora Senayan Jakarta, Ahad (10/3/2013).

Menurut Afrizal, dari luar tampaknya memang wah, pengunjung yang datang  per hari mencapai 40.000-an orang, akan tetapi semua uang yang didapat habis tersedot untuk pajak. Seharusnya, kata Afrizal mengulang sambutan Hatta Radjasa sebelumnya, harus ada regulasi dan kebijakan khusus untuk membangun budaya baca.

Pihak pemerintah, kata Afrizal, selama ini hanya datang untuk meresmikan acara IBF, sedangkan pihak pengelola Gelora Bung Karno dan Pemprov DKI Jakarta memungut pajak terlalu besar, padahal untuk kegiatan tersebut seharusnya mendapat keringanan, karena sifatnya yang tidak semata berorientasi keuntungan.

Selain itu, karena pameran dilangsungkan di tempat atau fasilitas untuk olahraga, maka sudah tentu fasilitasnya tidak memadai untuk pameran sebesar IBF. Pengunjung pun banyak mengeluh lokasi yang terlalu sempit dan berjubel, minim sanitasi dan sarana ibadah.