Pelaku Teror Densus 88 (?)

HMINEWS.Com – Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) dalam penelusurannya mendapatkan informasi pelaku teror penembakan Mapolsek Palu – Sulawesi Tengah 17 Juli 2013 lalu adalah anggota Densus 88. Mencengangkan, aparat anti teror malah menebar teror.

“Pelaku yang berinisial YW telah berhasil ditangkap oleh personel Brimob yang berinisial R di arena STQ Palu,” kata Direktur CIIA, Harits Abu Ulya sebagaimana ditulis islampos, Selasa (17/9/2013).

Namun, agenda mengumumkan keberhasilan penangkapan pelaku diurungkan setelah diketahui Pelaku adalah YW, oknum anggota Densus 88 yang bertugas di Poso. Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno menyebutkan peristiwa itu sesungguhnya bukan aksi terorisme.

“Itu bukan aksi terorisme, namun memang hanya sebagai bentuk uji kesiagaan,” kilah Soemarno kepada awak media.

Menurut Harits, bahkan sebaliknya anggota Brimob yang berinisial R diciduk dan dibawa ke Mabes Polri untuk sebuah kepentingan. Dari fakta ini, lanjut Harits, masyarakat harus sadar bahwa teror dan terorisme sudah mengalami pergeseran sedemikian rupa. Dan betapa bahayanya jika teror dilakukan oleh aparat dengan memuntahkan peluru hanya untuk kepentingan memberantas terorisme, dan alasan “teror” akhirnya hanya untuk menjadi triger kesiapan aparat menjadi sangat klise sekali.

“Ini menjadi sampel penting, dan bukan tidak mungkin teror-teror yang menjamur di Indonesia adalah produk dari sebuah rekayasa untuk mencapai target-target tertentu. Harusnya ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, dan menjadi “amunisi” masyarakat terutama stackholdernya untuk memberi masukan dan kontrol bagi semua institusi negeri ini yang hendak menegakkan keadilan,” demikian Harits.

Selain itu, akun anonim twitter @triomacan2000 belum lama ini dalam ‘kicauan’-nya (http://chirpstory.com/li/131543) menyebutkan terorisme merupakan rekayasa pihak tertentu untuk menyudutkan kelompok lain demi meraih kekuasaan.

Umat Islam Sulawesi Tengah Desak Pembubaran Densus 88

HMINEWS.Com – Banyak dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dalam setiap operasi pemberantasan terorisme yang dilakukan oleh DENSUS 88. Hal itu mengundang kecaman berbagai elemen umat Islam di Sulawesi Tengah dan mendorong mereka mendesak agar Densus 88 dibubarkan.

Aksi pemrotes yang terhimpun dalam Forum Ukhuwah Umat Islam (FUUI) Sulawesi Tengah tersebut terdiri dari MUI Sulteng, Tim Pengacara Muslim (TPM), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Front Pembela Islam (FPI), HPA, Pemuda Muhammadiyah, Al Irsyad, Persatuan Islam, HMI MPO Palu, BKPRMI, Hidayatullah dan lainnya.

FUUI mengemukakan temuan Komnas HAM terkait video penangkapan warga Desa Kalora dan Tambarana yang disangka pelaku penembakan 4 anggota Brimob. Selain itu, Densus disinyalir secara semena-mena menstigmatisasi umat Islam sebagai teroris. Semua elemen dalam FUUI tersebut berkumpul dan menyatakan sikap mereka di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) Sulteng pada Ahad (28/4/2013).

Sejumlah tokoh ormas yang hadir di antaranya, Adnan Arsal (Poso), Habib Ali Al Jufri (Koordinator FUUI), Jamaludin Hadi, dan lainnya. Irwan, Ketua HMI MPO Cabang Palu menyatakan, Densus 88 yang mendapat legitimasi negara untuk memberantas terorisme justru malah melakukan teror kepada masyarakat, khususnya umat Islam Sulawesi Tengah.

“Kami juga merasa heran kenapa di Indonesia justru terjadi diskriminasi terhadap Agama mayoritas,” lanjut Irwan.

Dai kondang Kota Palu, Ustadz Jamaluddin Hadi menyatakan harus melakukan pencerahan dan pencerdasan kepada masyarakat, keputusan- keputusan dalam forum ini akan disempaikan dan disebarluaskan melalui khutbah-khutbah jum’at di seluruh masjid di seluruh sulawesi tengah.

Berikut pernyataan sikap secara resmi dari FUUI sulawesi Tengah :

  1. Mendukung gerakan yang disuarakan oleh tokoh dan ormas Islam berkaitan dengan tuntutan pembubaran Densus 88 dan BNPT yang banyak mendeskreditkan umat Islam.
  2. Mendesak kepada Presiden RI untuk memerintahkan Kapolri segera membubarkan Densus 88 anti teror mabes POLRI yang selama ini telah menggunakan kekerasan, tindakan lain yang tidak manusiawi bahkan pelanggaran HAM Berat dalam penanganan dugaan tindak pidana terorisme.
  3. Mendesak kepada presiden RI untuk segera membubarkan badan nasional penanggulangan Terorisme (BNPT) karena selama ini menjadikan ummat Islam sebagai sasaran operasi dan stigmatisasi teroris
  4. Mendesak DPR-RI khususnya Komisi 3 untuk memanggail kapolri guna diminta keterangan terkait penggunaan Dana untuk operasi dan kegiatan Densus 88 anti teror Mabes POLRI  yang diduga berasal dari pihak Asing
  5. Mendesak DPR-RI khususnya Komisi 3 untuk memanggail kapolri guna diminta keterangan terkait langkah dan kebijakan Kapolri atas perbuatan pidana dan pelanggaran HAM Berat yang telah dilakukan DENSUS 88 dalam menangani dugaan tindak pidana terorisme diberbagai daerah di indonesia Khususnya Sulawesi Tengah
  6. Mendesak BPK – RI dan PPATK untuk mengaudit anggaran DENSUS 88 dan BNPT, baik dari APBN maupun  dana Hibah dari pihak asing.