HMI Jayapura Berhasil Kumpulkan Dana Sebesar Rp68 Juta untuk Korban Gempa-Tsunami

HMINEWS.COM- Himpunan Mahasiswa Islam- Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Cabang Jayapura berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp68.402.000,00 untuk korban gempa-tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Dana tersebut merupakan hasil penggalangan yang dilakukan pengurus dan kader di berbagai tempat di Papua sejak Sabtu (29/9) lalu usaiungsi gempa dan tsunami di Sulteng.

Ketua Umum HMI- MPO Cabang Jayapura, Murdani Anwar, mengatakan, beliau sebelumnya menginstruksikan seluruh komisariat bawah naungannya, yaitu Komisariat Uniyap, USTJ, STAIN Al-Fatih dan Satu Komisariat Persiapan 10 November untuk menggalang dana.

“Sesuai intruksi Ketua Umum PB HMI MPO, Zuhad Aji Firmantoro yang secara resmi ke cabang-cabang HMI seluruh Indonesia untuk melakukan aksi penggalangan dana,” kata Murdani.

Menurutnya, aksi penggalangan dana ini digelar dalam rangka agar masyarakat Jayapura untuk peduli dan membantu korban-korban bencana alam Palu dan Donggala dengan menyisihkan sedikit rezekinya.

“Mengingat akhir-akhir ini Indonesia sedang berduka lantaran beberapa bencana alam,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Penggalangan Dana, Abdullah Sigit Renwarin mengatakan bahwa penggalangan dana ini dilakukan melalui penggalangan yang dirangkaikan dengan teatrikal dan orasi dari kader HMI.

“Sekaligus digelar Doa bersama untuk mendoakan korban bencana di Palu dan Donggala,” ucapnya.

Penggalangan dana akan terus dilakukan dan akan disalurkan kepada korban melalui Koordinator Nasional HMI Peduli Bencana PB HMI.

Ditemui terpisah, Ketua Kohati Cabang Jayapura, Irnayanti mengatakan dia ikut menginstruksi kepada jajaran HMI-wati untuk ikut menggalang dana bersama HMI-wan.

“Saya tidak rela HMI-wan saja yang menggalang dana. Kita berjuang dan bersama dengan HMI-wan untuk korban bencana alam.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada warga kota jayapura yang memberikan bantuan dalam Penggalangan dana HMI MPO cabang Jayapura.

“Ucapan terima kasih kepada pihak Kepolisian Resor Kota Jayapura yang sudah mengawal kegiatan Penggalangan Dana,” tutupnya.

Seperti diketahui, gempa dengan kekuatan 7,7 SR dan disusul dengan tsunami menghantam Sulawesi Tengah. Donggala dan Palu menjadi daerah yang terdampak bencana ini.

Laporan BNPB, sebanyak 1.234 Orang meninggal dan 799 orang mengunjungi luka-luka. Jumlah korban akan terus bertambah, karena masih banyak korban yang belum ditemukan di bawah bangunan. []

Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional

HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah.

Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (MPO), Zuhad Aji Firmantor mengatakan jika saat PB HMI bergerak cepat dalam soal gempa yang terjadi pada Jumat, (28/9/2018) dengan posisi posko dan koordinator nasional HMI Peduli Bencana Sulteng dan menginstruksikan secara resmi cabang -cabang HMI seluruh Indonesia untuk melakukan aksi penggalangan

Melalui koordinator Nasional HMI Peduli Bencana Sulteng, Kaslan, Sajak Aman Sungkawa Sedalam-Pusaka atas bencana yang berdampak juga pada beberapa kabupaten di Sulawesi Barat.

“Turut berduka cita atas musibah yang di alami sudara-saudara kita di Palu, Donggala, Sulteng dan sekitarnya, semoga yang terkena bencana diberikan ketabahan dan Selalu dalam keadaan khusnul khotimah” katanya di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).

Staf komisi komisi politik PB HMI ini menyampaikan bahwa ia menyerukan kepada cabang-cabang seindonesia agar melakukan doa ‘bersama sekaligus menggwla aksi penggalangan dana untuk korban.

“Sambil kita terus mendo’akan, juga sudah kita instrusikan ke cabang HMI seindonesia agar menggelar aksi penggalangan dana“ tutur pemuda asal Mamuju Tengah Sulawesi Barat ini.

Kaslan menambahkan, pihak-pihak yang saat ini terus melalukan komunikasi ke cabang-cabang yang berisi bahaya namun masih terus berlanjut, ia terus memisahkan agar kader-kader HMI agar terus melakukan upaya komunikasi.

“Kita sampaikan kepada pengurus Badko dan pengurus Cabang yang dekat dengang wilayah terjadinya bencana untuk terus melakukan komunikasi, dan mencari tahu informasi-informasi valid tentang kejadian bencana” tutupnya. []

HMI Semarang Peduli Gempa Aceh dan Malang

HMINEWS.Com – Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang dan siswa SMK Swadaya Semarang memadati lampu merah di bundaran Tugu Muda Semarang untuk menggalang dana peduli gempa Aceh dan Malang, Selasa (16/7/2013).

Aksi penggalangan dana ini sebagai bentuk kepedulian atas nasib bumi pertiwi yang selalu diguncang dengan berbagai bencana alam dan penggalangan dana sepenuhnya untuk korban bencana di Aceh dengan kekuatan bencana 6,2 Sr dan Malang yang terguncang dengan kekuatan 5,9 Sr.

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Semarang Hasan, aksi ini sebagai bentuk rasa kemanusiaan. “Jika ada saudara yang sakit kita juga merasakan sakitnya,” ujarnya.

Diharapkan dengan aksi solidaritas ini dapat meningkatkan kepedulian kepada saudara-saudara di bumi pertiwi dan di bulan Ramadhan ini dan menambah rasa sabar dan syukur. “Semoga sumbangan yang diberikan untuk aksi peduli ini menjadi amal yang shalihah” pungkasnya.

Presiden Temui Warga Korban Gempa Aceh

HMINEWS.Com – Presiden SBY beserta jajaran menteri dan pejabat tinggi negara berkunjung ke lokasi gempa di Aceh. Berdialog dengan para korban gempa, membawa bantuan kemanusiaan serta menjanjikan bantuan perbaikan sarana yang rusak karena gempa.

Tempat yang dikunjungi Presiden dan rombongannya adalah Kampung Genting Bulen, Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah, yang merupakan daerah gempa terparah. Didampingi Polda Aceh, Menteri PU (Djoko Kirmanto), Menter Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Azwar Abubakar), Kapolri (Timur Pradopo) dan Panglima TNI (Laksamana TNI Agus Suhartono), Selasa (9/7/2013).

Para pengungsi, terutama para ibu, mengadu kepada Presiden SBY yang juga didampingi Ibu Negara, Ani Yudhoyono. Mereka menyampaikan sejumlah hal dan kesedihan yang mereka alami berupa kematian sanak keluarga dan kerusakan tempat tinggal akibat gempa berkekuatan 6,2 SR yang terjadi pada 2 Juli lalu.

“Saya sudah perintahkan agar terus dilakukan pencarian korban yang tertimbun longsor. Namun jika Allah berkehendak lain, maka kita juga harus sabar dan tabah dalam menghadapi ujian ini,” ucap Presiden SBY.

Presiden juga menyatakan telah menginstruksikan Badan SAR, TNI dan Polri untuk terus mencari korban yang diduga masih tertimbun longsor di Aceh Tengah.

Menurut data BNPB, korban gempa meninggal: 31 orang di Aceh Tengah, 9 orang di Kabupaten Bener Meriah. 63 orang harus rawat inap karena luka berat, 2.362 orang rawat jalan, sedangkan yang mengungsi mencapai 22.125 orang. Adapun fasilitas yang rusak di dua kabupaten tersebut: 15.919 rumah dan 623 fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, masjid dan kantor pemerintahan.

Menurut keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo, pencarian korban terus diupayakan dengan mengerahkan 2.000 personel yang terdiri dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, Basarnas, PMI, Tagana, RAPI, SKPD dan relawan lainnya dibantu warga. Adapun bantuan yang sangat mendesak berupa bahan makanan-minuman, serta tenda dan selimut karena daerah pengungsian bersuhu dingin, sekitar 14 derajat celcius.

Semoga Aceh Segera Membaik.