Intermediate Training (LK 2) HMI Cabang Gorontalo Resmi Dibuka

Kanda Fendi Tulusa saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Intermediate Training HMI Cabang Gorontalo, Rabu (17/02/2015).
Fendi Tulusa saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan Intermediate Training HMI Cabang Gorontalo, Rabu (17/02/2015).

HMINEWS.Com – Setelah kurang lebih 2 pekan melakukan persiapan dengan matang, pada Rabu malam (17/02/2015) kegiatan Intermediate Training HMI-MPO Cabang Gorontalo dibuka dengan resmi oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Fendi Tulusa. Dalam sambutannya Fendi sangat mengharapkan agar kegiatan ini menjadi medium untuk mempererat tali silaturahim antar sesama kader HMI dan menjadi arena mengasah kemampuan intelektual dan spiritual kader secara ke-HMI-an.

Ketua Panitia, Nuriman Bokingo, dalam laporannya, berharap agar semua elemen panitia terus bekerja sampai kegiatan ini sukses dan tidak membuat kecewa para peserta. Iman, sapaan akrabnya itu, sangat bangga diamanahi sebagai panitia karena ini merupakan bagian dari proses perkaderan di HMI bersama tim kepanitian.

“Saya bangga dengan amanah ini dan ini bagian dari perkaderan sehingga saya berharap kepada teman-teman agar serius dalam menyukseskan kegiatan ini, permohonan maaf kami kepada seluruh peserta dan Pengurus Cabang kalau dalam proses kegiatan ini terdapat kekurangan atau kendala dan tak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta baik dari Cabang Gorontalo maupun luar Gorontalo yang turut serta mengikuti kegiatan,” kata mahasiswa kelahiran Bolaang Mongondow ini.

Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo, Sabahrudin Laode Mago, dalam sambutannya mengatakan bahwa Intermediate Training HMI yang dikenal dengan LK 2 merupakan salah satu proses pematangan perkaderan secara Intelektual dan spiritual yang ada di HMI.

“Saya berharap kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini agar benar-benar menghasilkan kader-kader yang militan baik secara kultural maupun secara kedirian sehingga nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh pendahulu-pendahulu kita di HMI tidak mengalami pergeseran,” jelas Sabahrudin.

Turut dalam acara pembukaan dihadiri oleh Ketua Badko Wilayah Sulutka, Kalbi Tulusa, yang sempat memberikan sambutan dan memberikan motivasi kepada seluruh panitia dan peserta agar kegiatan dapat berjalan dengan baik.

“Kita di HMI diajarkan menjadi kader yang ikhlas dalam segala hal, dilatih menjadi manusia yang selalu mengedepankan Jama’ah HMI dan harus mampu menghilangkan ego individual karena apabila watak ini dipelihara di HMI maka kita tinggal menunggu waktu saja untuk kehancuran HMI. HMI besar bukan karena kadernya yang cerdas tetapi karena Kulturnya, kalau kader HMI sudah taat kepada kultur HMI maka otomatis kader HMI menjadi kader yang cerdas dan militan, baik secara intelektual maupun spiritual,” papar Kalbi.

Kalbi juga berharap agar semua kader tidak berhenti berproses di HMI. “Teruslah menjadi kader Ulul Albab dan nikmati perjalanan spiritual dan intelektual yang tidak bertepi di HMI,” lanjut mantan Ketua Umum HMI Cabang Gorontalo periode 2012-2013 ini.

Prosesi pembukaan berlangsung selama 2 Jam dan bertempat di Aula Gedung SKB (Sanggar Kegiatan Bersama) Kota Gorontalo dengan dihadiri oleh beberapa senior dan peserta dari berbagai Cabang yang berada di Wilayah Badko Sulutka. Menurut Panitia kegiatan ini akan berlangsung selama 2 Minggu kedepan, 10 hari kegiatan Intermediate (LK 2) dan akan dilanjutkan dengan kegiatan Senior Course (SC) selama 4 hari. (*fdi)

KOHATI Gorontalo Aksi Dukung 14 Februari Hari Berhijab Sedunia

Aksi Korps HMI Wati Cabang Gorontalo (13/02/2015)
Aksi Korps HMI Wati Cabang Gorontalo (13/02/2015)

HMINEWS.Com – Sebagai upaya penolakan terhadap Valentine’s Day (hari valentine) yang sering digembar-gemborkan oleh kaum muda setiap tahunnya sebagai hari Kasih sayang, Korps HMI Wati Cabang Gorontalo (KOHATI MPO), hari ini (13/02) menggelar aksi damai sebagai bentuk protes dan perlawanan terhadap tradisi Barat yang telah menghegemoni Umat Islam khususnya kalangan/pemuda Islam yang telah terhipnotis dengan Budaya ala Barat dengan kemasan perayaan ‘Hari Kasih Sayang.’

KOHATI Cabang Gorontalo memandang bahwa hari Valentine sebagai hari kekacauan psikologis bagi remaja khususnya bagi kaum muda Islam yang sudah terkena virus ini. Dalam Orasinya, Maslan Yusuf selaku Ketua Umum Korps HMI Wati Cabang Gorontalo mengatakan bahwa “Kita sebagai umat Islam tidak membutuhkan momentum Valentine untuk megekspresikan kasih sayang, karena pada hakikatnya Islam sebagai rahmatan lil alamin menjadikan setiap hari adalah sebagai hari kasih sayang”, kata lulusan LK 2 Makassar ini.

Senada dengan yang disampaikan oleh Hisna dalam orasinya mengatakan bahwa “Kasih sayang dalam Islam diwujudkan dengan perintah berhijab/menutup aurat sebagaimana banyak dijelaskan dalam kitab suci Umat Islam sebagai benteng pertahanan Iman bagi para Muslimah dalam melindungi diri sendiri, bukan menebar maksiat dalam kemasan kasih sayang dengan cara hura-hura dan seks bebas yang sudah menjadi trend dikalangan para pemuda saat ini, dan Kami berharap agar momen 14 Februari dijadikan sebagai Hari Berhijab sedunia sebagai simbol perlawanan terhadap kemaksiatan yang meracuni umat Islam saat ini, tegas Mahasiswa Sejarah UNG tersebut.

Aksi yang diikuti seluruh anggota KOHATI Cabang Gorontalo tersebut berlangsung didepan Kampus Universitas Negeri Gorontalo dan banyak menyita perhatian warga kota gorontalo yang lewat didepan kampus. (*fdi)