HMI Jakarta, Pernyataan Ahok Berdampak Pada Generasi Kedepan

HMINEWS.COM, Jakarta – Pernyaataan dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyebut bahwa Al-Quran  surah Al Maidah Ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam dianggap akan berdampak pada generasi kedepan. Hal itu disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Barat, Satria Alza Perdana

Menurut Satria, Pernyataan Gubernur tersebut adalah pernyataan yang sangat provokatif dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pemimpin.

“sungguh tidak pantas seseorang itu mengatakan hal demikian, Apalagi status yang mengatakan adalah sosok figur di Ibu Kota saat ini. Tentunya nanti akan berdampak tidak baik terhadap generasi penerus bangsa kedepannya”. Kata Satria

Senada dengan hal itu, Rizka Istiani (Wasekum HMI Cabang Jakbar) menambahkan bahwa “seharusnya Ahok tidak lagi bersikap tendensius kepada Umat Islam, Apalagi sampai berbuat hal demikian dan ini sudah tentu akan terjadi kecaman-kecaman kepadanya”. Ujar Rizka

Rizka juga menambahkan, Apa yang telah terjadi kini ibarat nasi sudah menjadi bubur, Semoga kedepannya tidak ada lagi sosok figur masyarakat yang mudah berbicara seperti itu sebelum ia tahu apa yang akan di bicarakan dan bagaimana dampak yang akan di timbulkannya.

Reaksi kemarahan HMI kini tidak hanya di kalangan Cabang saja, Melainkan di tingkat Pengurus Besar HMI melalui Komisi Hukum dan HAM tengah berencana melaporkan Ahok kepada pihak berwajib terkait hal ucapannya yang melukai perasaan umat muslim di Indonesia.

 

PP KAUMY: Ahok Hembuskan Isu SARA

HMINEWS.COM, Jakarta- Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengatakan Al-quran surat Al Maidah ayat 51 hanya untuk membohongi umat Islam, terus menuai kecaman dari masyarakat dan organisasi Islam. salah satunya datang dari Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PP KAUMY).

Ketua umum PP KAUMY, Yogie Maharesi,  menilai bahwa pernyataan Ahok menyimpang dan tendensius. “Ahok menabuh isu SARA dengan tendensi yang membahayakan bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Dia tidak lagi mengindahkan kehormatan ajaran Islam. Ini tidak bisa diterima,” Kata Yogie, Juma’t (07/10/2016)

Yogie juga menambahkan bahwa ia harus memberikan contoh attitude kepemimpinan yang dapat diteladani, dalam mengayomi seluruh unsur masyarakat.

“Bangsa ber-Bhinneka sebesar Indonesia berada dalam bahaya ketika pemimpin ibu kotanya tidak sensitif terhadap isu SARA dan malah justru menghembuskannya, Perilaku Ahok menyimpang dan sangat disesalkan”, Tegas Yogie.

Oleh karenanya, ia mengatakan bahwa PP KAUMY mendorong agar etika publik dapat dijaga oleh semua pihak, terlebih di DKI Jakarta yang tengah menyongsong pilgub.

“Kita ingin semua pejabat dan tokoh berperan dalam mendidik dan membangun adab yang baik bagi masyarakat. Jangan malah memberi contoh buruk dan memecah belah kehidupan berbangsa”, Sesalnya.