Kader Dianiaya, PB HMI Desak Kepolisian Tempuh Langkah Hukum

HMINEWS.COM- Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) mendesak pihak berwajib atau kepolisian di Ternate, Maluku Utara segera mengambil langkah hukum terhadap kasus tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum kader dan pengurus HMI Diponegoro di daerah tersebut terhadap Ketua Formatur dan kader HMI MPO Cabang Ternate, Sabtu (19/8) lalu.

Ketua PB HMI MPO Muhammad Fauzie mengatakan, jajarannya akan segera mengambil langkah terkait persoalan tersebut. Seperti mengirim tim investigasi khusus yang akan menyelidiki dan mengawal kasus tidak terpuji tersebut.

“Kami mendesak pihak berwajib untuk segera memproses secara hukum tindakan perusakan dan pemukulan yang dilakukan sejumlah oknum HMI Dipo atas formatur terpilih HMI MPO Cabang Ternate Mukhalis,” serunya, Rabu (23/8) kemarin.

Selain itu, mantan Ketua HMI MPO Cabang Makassar ini juga menuntut pertanggungjawaban Ketua Umum PB HMI Dipo Mulyadi P Tamsir atas kasus yang dilakukan oknum kader organisasi yang dia pimpin.

“Sebagai langkah hukum, kami akan membentuk tim investigasi. Tim ini nantinya akan mendorong penyelesaian persoalan hukum atas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum HMI Dipo Cabang Ternate,” sebutnya.

Dia menjelaskan, adapun tugas tim investigasi tersebut yakni mengawal proses hukum, dan melakukan investigasi atas tindakan kekerasan dan perusakan yang dilakukan oleh oknum kader HMI Dipo Cabang Ternate dalam acara pelantikan HMI MPO Cabang Ternate.

“Yang tidak kalah pentingnya, tim investigasi ini akan mendalami aktor intelektual di balik penyerangan tersebut. Tim ini terdiri dari lima orang, Abd Rahim H Jangi sebagai ketua dengan anggota Mubdhy Ohoiwer, Ilham Usman, Bambang Renaldi, dan Fahrur Rizal,” terangnya.

Sebelumnya, sekelompok orang yang mengatasnamakan kader dan pengurus HMI Dipo Cabang Ternate melakukan aksi premanisme terhadap pengurus HMI MPO yang hendak melakukan acara pelantikan di National Building Centre Library (NBCL), tepatnya di depan Kampus B UMMU Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Sabtu (19/8) pukul 09.00 Wita.

Akibat aksi koboy dari sejumlah oknum tidak bertanggung jawab tersebut, Ketua Formatur HMI MPO Cabang Ternate Mukhalis menjadi korban pemukulan hingga bersimbah darah. Tidak hanya di situ, oknum kader dan pengurus HMI Dipo juga melakukan intimidasi terhadap sejumlah kader HMI MPO, serta melakukan aksi pengerusakan di lokasi kegiatan dan membakar spanduk. (din)

HMI Dipo Ternate Lakukan Aksi Premanisme

HMINEWS.COM, Aksi premanisme yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan kader dan pengurus H impunan Mahasiswa Islam (HMI) Diponegoro Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, benar-benar sudah di luar batas. Ya, gerombolan mahasiswa tersebut nekat melakukan aksi pemukulan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam Mejelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Ternate, Sabtu (19/8) lalu.

Akibat kejadian tersebut, Ketua Formatur HMI MPO Ternate Mukhalis dan Ode Syahputra L menjadi korban atas aksi berutal para pengurus HMI Dipo Ternate. Tidak hanya itu, salah seorang pengurus besar (PB) HMI MPO yang berada di daerah tersebut sempat mendapatkan intimidasi.

Informasi dihimpun HMINews, pristiwa main hakim sendiri tersebut berawal saat HMI MPO Ternate hendak melakukan pelantikan pengurus di National Building Centre Library (NBCL), tepatnya di depan Kampus B UMMU, Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Sabtu (19/8) pukul 09.00 Wita.

Pada saat bersamaan, sekelompok massa yang mengatasnamakan HMI Dipo dari berbagai universitas di Ternate tiba-tiba merangsak masuk ke lokasi pelantikan, serta melakukan perusakan dengan membuka paksa spanduk dan melakukan pengeroyokan terhadap Ketua Formatur HMI MPO Cabang Ternate dan Ode Syahputra L selaku Ketua Panitia.

Aksi tercela tersebut tidak sampai di situ. Pasca melakukan pengeroyokan, pengurus dan kader HMI Dipo Ternate kemudian membakar spanduk kegiatan HMI MPO. Selain itu, kelompok massa juga menyandera Ketua Formatur dalam mobil dan membawanya ke rumah salah seorang alumni HMI MPO di Kelapa Pendek, Mangga Dua Utara Arbain Mahmud. Pasalnya, Arbain dianggap sebagai aktor yang menggagas lahirnya HMI MPO di Ternate.

Sesampai di rumah tersebut sempat terjadi dialog. Namun, dalam dialog tersebut muncul ujaran kebencian dan provokatif yang menyebabkan Arbaim merasakan tekanan psikologis. Pasalnya, perbuatan itu dilakukan di depan keluarga Arbain dan para tetangganya.

Merasa tidak puas, massa HMI Dipo kembali menuju ke NBCL. Di tempat kejadian perkara (TKP), pengurus HMI melakukan aksi provokatif dengan cara membanting kursi dan merusak fasilitas NBCL. Ujungnya, masa HMI kemudian mengeroyok dan memukul Isra selaku PB HMI MPO yang ada di lokasi tersebut.

Ketika dikonfirmasi media ini, Ketua Formatur HMI MPO Ternate Mukhalis membenarkan aksi berutal itu. Atas kejadian tersebut, dirinya secara pribadi dan kelembagaan HMI MPO telah melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Kasus itu sudah kami laporkan ke pihak Polsek Ternate Selatan, kemarin (Sabtu, Red). Kami meminta kasus ini bisa diproses secara hukum,” katanya, Minggu (20/8).

Alat bukti berupa hasil visum dan foto-foto pristiwa tersebut telah diserahkan pihaknya kepada penyidik kepolisian. Dia meminta, supaya pihak berwajib segera mengambil langkah dan menangkap para pelaku.

“Terus terang saja, kami tidak merasa punya salah dan maslah dengan mereka (HMI Dipo, Red). Kami juga binggung kenapa mereka tiba-tiba menyerang dan memukul kami. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu (dikeroyok),” tandasnya. (DIN)