DN Aidit: Bubarkan HMI Atau Pakai Sarung Saja

HMINEWS.Com – Tekanan Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) makin kuat. 29 September 1965, dalam penutupan Kongres Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI, gerakan mahasiswa onderbow PKI) berkumandang yel-yel “Bubarkan HMI.”

DN Aidit terus menekan Bung Karno agar membubarkan HMI. Di tengah ribuan massa yang memadati Istora Senayan, Aidit mengatakan: “Kalau kalian tidak dapat membubarkan HMI, pakai sarung saja!”

Akan tetapi Bung Karno tidak mau ditekan dan bersikukuh, HMI merupakan bagian dari alat revolusi. Bahkan Sang Proklamator tersebut menutup pidatonya dengan Assalamu’alaikum, menegaskan sikapnya tersebut mempertahankan HMI.

Bung Karno tetap dalam kesepakatannya dengan HMI bahwa organisasi tertua itu berada dalam bimbingannya serta telah melaksanakan kursus kader dalam rangka itu.

Ditambah dengan terbentuknya Dewan Penasehat dan Pertimbangan yang terdiri dari Dahlan Ranuwiharjo (merangkap ketua), Brigjen Ahmad Tirtosudiro, Ir Sanusi (Dirut sebuah BUMN) dan Ismail Raharjo (Jaksa Tinggi DKI).

PB HMI pun membuat laporan program yang telah dijalankan dalam melaksanakan Instruksi Presiden No.8 tahun 1964 mengenai bimbingan presiden terhadap HMI tersebut.

Baru Dewan Penasehat dan Pertimbangan HMI ditiadakan setelah pengganyangan HMI oleh PKI dapat dipatahkan, bahkan ganti HMI bersama ABRI dan rakyat yang mengganyang PKI. Demikian kata mantan Ketua Umum PB HMI, almarhum Dahlan Ranuwiharjo dalam biografinya. (Fathur)

Bimbingan Bung Karno Selamatkan HMI Dari Pengganyangan PKI

HMINEWS.Com – Pertengahan September 1965, setengah bulan sebelum pemberontakan PKI, mantan Ketua Umum PB HMI Dahlan Ranuwiharjo bersama Waperdam (Wakil Perdana Menteri) Subandrio menghadap Sukarno. Meski hanya beberapa menit, hasilnya sangat penting.

“Ban (Subandrio, red), HMI supaya jalan terus. Adakanlah kursus kader bagi HMI, bicarakanlah dengan Dahlan,” itu saja yang disampaikan Bung Karno, kata Dahlan Ranuwiharjo dalam biografi dirinya terbitan Pimpinan Kolektif Majelis Nasional KAHMI, halaman 35.

Sepulang dari istana, Dahlan ikut mobil Waperdam Subandrio. Waperdam mengatakan, “Lan, daftar anggota-anggota HMI yang mau ikut latihan kader.”

Lalu dijawab oleh Dahlan terserah dengan kesempatan yang diberikan, dia menjanjikan bisa mendatangkan 10.000 anggota HMI.

“Jangan banyak-banyak, kamu ini, ingat biayanya dong,” Subandrio menukas. Kemudian tercapailah kesepakatan 5.000 anggota HMI mengikuti Kursus Kader.

Setelah itu Subandrio yang juga menjabat Wakil Panglima Kotrar (Komando Tertinggi Retoolog Aparat Revolusi) membuat radiogram yang dikirim ke seluruh jajaran pemerintah dari pusat sampai daerah, berisi penegasan Bung Karno bawah ‘HMI Jalan Terus.’ (Fathur)

Lagi, HMI Komisariat FKIP Unhalu Laksanakan Basic Training

HMINEWS.Com – Terreduksinya nilai-nilai keislaman hari ini disebabkan minimnya pemahaman akan cita kader ulul albab. Hal itu berdampak tidak hanya pada spiritualitas pribadi, namun juga pada gerak langkah organisasi.

 “Tereduksinya nilai-nilai keislaman hari ini disebabkan minimnya pemahaman  akan cita kader yang amat ideal tersebut. Semoga tema dalam kegiatan perkaderan ini mampu mewujudkan cita tersebut,” kata Ketua Umum HMI (MPO) Komisariat FKIP Unhalu, Jufra Udo dalam pembukaan Latihan Kader (LK) 1, Jum’at (13/4/2012) lalu.

Itulah yang melatarbelakangi diadakannya LK 1 (basic training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Kendari. Mengambil tema “Penguatan Spirit Perkaderan dan Perjuangan HMI: Upaya Mengaktualisasikan Terbentuknya Insan Ulul Albab.”

“Ini merupakan sebuah upaya untuk mengaktualisasikan spirit kader yang terkonsepsikan dalam karakter insan ulul albab. Karakteristik insan cita HMI inilah yang diharapkan mengintegrasi dalam kedirian setiap kader,” kata Ketua Panitia LK1 Angkatan III, Kurayshihab.

Kegiatan yang berlangsung 13-16 April 2012 tersebut bertempat di Gedung PPID Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Diikuti 37 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

HMI Cabang Kendari, selain meningkatkan efektivitas kepengurusan cabang, juga mendorong komisariat-komisariat yang ada untuk terus menyelenggarakan perkaderan. Setiap kader harus mengoptimalkan fungsi intelektualnya sebagai mahasiswa dalam menghadapi tantangan zaman.

“Saya mewakili pengurus Cabang sangat mengapresiasi semangat kawan-kawan Komisariat FKIP Unhalu yang telah mengadakan kegiatan ini dan kami akan terus mendorong komisariat-komisariat yang ada untuk terus melakukan perkaderan sebagai kelanjutan hidupnya organisasi HMI (MPO) ini,” kata Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Syarifuddin Reeno.

Disamping itu, pihak Komisariat pun harus senantiasa mendampingi kader-kader lepasan Basic Training semisal dalam bentuk kajian follow up, yang sekarang banyak ditinggalkan begitu saja pascapelaksanaan basic training. (LAPMI Kendari)