Harapan Lebih Setelah Jokowi Undang Investasi Korea

HMINEWS.Com – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke KTT ASEAN-Korea Selatan menghasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya kesepakatan kerjasama dalam bidang investasi dengan perusahaan asing. Dalam kesempatan ini pula Presiden membeli 3 kapal selam buatan Korea Selatan, yang ia puji teknologi pembuatannya.

Tiga kapal itu dibeli dari perusahaan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME). Tidak hanya itu, Jokowi juga membicarakan kapal lain dan industri pertahanan.

Terlepas dari pembelian itu, yang lebih penting adalah poin berikut ini. “Ini kesempatan kita, jangan hanya beli beli beli, uang kita lari ke negara lain, kita hanya pakai tidak produksi. Ini kesempatan bagi mahasiswa dan pekerja kita, sekarang kementerian perguruan tinggi dan riset sudah digabung. Nanti basic riset, inovation riset tempatnya ada, dikoneksikan dengan dunia bisnis dan swasta hingga nyambung, ini perlu waktu, saya juga jadi presiden baru 2 bulan,” lanjut Presiden Jokowi, Kamis (11/12/2014) malam.

Pidato Presiden Jokowi dalam Konferensi tersebut memang menuai banyak pujian dari negara-negara lain, terutama menyangkut poin mengundang masuknya investasi asing ke Indonesia. Jokowi pun menyebut, untuk Korea saja ada beberapa perusahaan seperti SK Energy, Hyosung, Lotte dan lainnya yang berminat menanamkan investasi di Indonesia.

Presiden mengungkapkan, masuknya investasi tersebut akan bermanfaat untuk mengurangi defisit neraca perdagangan. “Untuk mengurangi defisit neraca perdagangan, defisit transaksi kita, saya kira perusahaan seperti ini diperlukan investasinya di Indonesia,” lanjutnya.

Bangun Industri dan Merk Sendiri

Ada yang lebih penting dari sekedar menyerap teknologi dari Korea Selatan, yaitu membangun industri dalam negeri dan produk dan merk hasil karya anak-anak bangsa, dimana bangsa Indonesia tidak sekedar menjadi buruh dalam industri-industri tersebut.

Korea Selatan merupakan salah satu contoh yang tepat dalam hal ini, sebagaimana diketahui, negeri ginseng ini berhasil membuat dan memasarkan produk/ merknya sendiri hingga ke seluruh dunia. Ada merek Hyundai di bidang otomotif, ada merk Samsung di industri elektronik, Daewoo, dan lainnya.

Mengenai hal ini, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Fahri  Hamzah, berharap sepulangnya Presiden Jokowi dari KTT tersebut, Indonesia bisa memulai kerjasama membangun industri mobil dalam negeri, khususnya mobil ‘Esemka.

“Berharap pak @jokowi_do2 pulang bawa oleh2 kerjasama bangun #ESEMKA dgn Korea Selatan,” demikian salah satu kicauan Fahri di twitter.

Ia melanjutkan, sekarang sebagai Presiden, tidak ada yang tidak bisa dibangun oleh Jokowi, dan dari itulah Esemka harus diprioritaskan. Fahri juga memuji Korsel sebagai contoh sempurna dalam hal ini. Tak hanya itu, ia pun mencontohkan negara lainnya, China, yang sukses dengan peniruan dan kemudian melakukan inovasi.

“Tiongkok juga melakukan itu untuk semua industri. Tiru dulu baru inovasi,” lanjutnya.

Sebagaimana masih segar dalam ingatan, dengan proyek Esemka inilah Jokowi menuai popularitas dan dukungan yang besar dari rakyat Indonesia hingga memilihnya.