KAMMI Depok Gelar Musda Ke-3

HMINEWS.Com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Depok menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) pada Sabtu (5/10/13). Kegiatan yang mengusung tema “Revitalisasi Gerakan, Meretas Kebangkitan” bertempat di Griya Qur’an Depok dan berlangsung sehari penuh.

Menurut rilis yang dikirim ke hminews, Musda kali ini adalah Musda ke-3 semenjak KAMMI Depok dideklarasikan oleh Bramastyo Bontas beberapa tahun silam. Sebagaimana tercantum dalam Konstitusi KAMMI bahwa KAMMI adalah organisasi pengkaderan dan pergerakan, maka sebuah keniscayaan pergiliran kepemimpinan KAMMI Depok dilangsungkan.

Agenda utama Musda III adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Daerah KAMMI Depok periode 2013-2015 dan membahas sikap politik KAMMI Depok menuju pesta politik 2014. Tak hanya itu agenda awalan adalah Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum PD KAMMI Depok sebelumnya, Ahmad Muadzin.

Puluhan peserta Musda yang datang terdiri dari pengurus komisariat dan non komisariat yang bernaung di bawah KAMMI Depok, diantaranya Universitas Indonesia, STIA Al Hidayah, STIA Al Qudwah, dan Fakultas Teknik Universitas Jayabaya. Sebagai hasilnya, Eko Wardaya ditetapkan sebagai Ketua Umum PD KAMMI Depok 2013-2015.

Dalam sambutan perdana sebagai Ketua Terpilih, Eko Wardaya mengatakan bahwa ia akan mewujudkan KAMMI Depok sebagai Lokomotif Gerakan Pemuda dan Mahasiswa di Depok. Ia pun berpesan agar kader KAMMI se-Depok selalu membantu pundaknya untuk tegap dan kuat menopang amanah sampai akhir periode kepengurusan.

“Semua kita sudah tahu dan mengerti bahwa perubahan adalah milik kaum yang bergerak, kaum yang bersatu, itulah kaum muda. Tapi hari ini kaum muda kehilangan identitasnya sendiri di tengah pusaran sejarah dan kebudayaan baru dunia, kaum muda hanya bisa bergelora semangatnya kala didongenkan kebesaran namanya di masa lalu sampai-sampai ia tertidur. Lantas perubahan itu kini milik siapa? Tentu milik kita yang berani merebut panggung sejarah dari mereka yang korup, berani merekonstruksi konsepsi gerakan dan instrumennya, berani melebur dengan berbagai kelas dan golongan hingga gerakan menjadi inklusif dan dimiliki rakyat,” demikian pidato pertama Eko Wardaya.

Eko berjanji untuk menjadikan KAMMI Depok sebagai lokomotir gerakan mahasiswa untuk menjalankan fungsinya di Depok.

KAMMI Aceh Tolak Aktivis Gay Jadi Komisioner KOMNAS HAM

HMINEWS.Com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh menolak masuknya aktivis gay dan transgender, Dede Oetama ke Komnas HAM. KAMMI mendesak Komisi III DPR RI tidak meloloskan nama tersebut karena dinilai berpotensi merusak moral bangsa.

“Kita sangat menyesalkan bila orang yang tidak paham undang-undang masuk sebagai anggota Komnas HAM. Dede Oetama seorang pendiri GAYA Nusantara merupakan salah satu lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sering mengangkat isu-isu feminis dan selalu menyuarakan kebebebasan berekpresi tanpa batas, termasuk di antaranya perkawinan sesama jenis,” kata Ketua PW KAMMI Aceh, Faisal Qasim, Rabu (12/9/2012).

KAMMI mengingatkan akan tabiat kaum ‘Ad pada zaman Nabi Luth yang dibinasakan karena perilaku homoseksual. Aksi yang digelar di Bundaran Simpang Lima Kota Banda Aceh tersebut berlangsung tertib.

Seharusnya, lanjut Faisal, sebagaimana UU NKRI Pasal 29 bahwa perkawinan merupakan ikatan suci antar laki-laki dan perempuan, maka perkawinan sejenis yang dibela oleh GAYA Nusantara, harus tetap dilarang. Juga dengan tidak meloloskan Dede Oetama, yang kabarnya masuk lima besar komisioner Komnas HAM. []