LEM UII Galang Dana untuk Korban Kabut Asap

Penggalangan danaHMINEWS.Com – Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengadakan penggalangan dana untuk korban bencana kabut asap di Sumatra dan Kalimantan. Aksi ini dikomandoi Bidang Pengabdian Masyarakat LEM UII, bertempat di Lampu Merah Kentungan Condong Catur, Sleman – Yogyakarta, Ahad (25/10/2015) sore.

Selain dikumpulkan dari masyarakat melalui aksi outdoor ini, panitia juga mengajak kader dan masyarakat menyalurkan dana melalui rekening panitia. Batas pengumpulan adalah tanggal 28 Oktober 2015.

Dana yang terkumpul akan dibelikan alat yang dibutuhkan warga terdampak asap kebakaran hutan, berupa masker N95, oxycan dan lainnya, yang akan disalurkan melalui mitra LEM UII. Nomor panitia yang bisa dihubungi: 085655354686 (Ridho)

HMI Badko Sumatra Raya: Perusahaan Pembakar Hutan harus Dihukum Berat

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Badko Sumatra Raya mendesak diberlakukannya sanksi tegas terhadap perusahaan pembakar hutan. Karena akibat pembakaran yang disengaja tersebut menghanguskan hutan-hutan yang bukan milik perusahaan dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

“Asap yang berkepanjangan di riau sudah sejak dahulu hingga kini belum selesai, pemerintah juga terkesan mandul dalam mengatasi masalah asap yang terjadi di Riau, bahkan menghabiskan dana yang sangat mahal hingga triliunan dari pemerintah pusat maupun daerah,” kata Ketua Badko Sumatra Raya, Mizan Mustofa,

Mizan menyaatakan masih ada yang terlupakan dari upaya pemerintah pusat maupun daerah, yaitu tidak adanya sansi tegas terhadap perusahaan yang terbukti membakar lahan dan hutan.

“Yang selalu menjadi sasaran selalu masyarakat kecil, padahal itu hanya sebagian kecil pembakar yang tertangkap. Kita tidak pernah tahu siapa dalang di balik itu semua. Itu artinya pemilik lahan atau perusahaan tidak pernah terkena sanksi,” lanjut Mizan.

Kedua,  kata Mizan, dalam menangani permasalah kabut asap pemerintah selalu saja menggunakan cara lama, yaitu dengan menyewa helikopter untuk memadamkan titik api, padahal kalau kita kaji sisi hematnya itu merupakan pemborosan bisa menjadi proyek tahunan bagi orang yang memanfaatkannya. Ketiga tidak ada upaya dalam pencegahan dari pemerintah sendiri maupun dari kalangan sipil. Ini yang menjadi permasalah selama ini bagi pemerintah daerah maupun pusat.

Menyikapi permasalahan tersebut, HMI MPO Badko Sumatra Raya mendesak agar pemerintah memberikan sanksi seberat-beratnya kepada perusahaan pembakar hutan, serta mengupayakan langkah pencegahan dan penanggulangan yang efektif dan efisian kedepannya.