Bagaimana Tayangan Meracuni Masyarakat? Inilah Contoh FTV dalam Seminggu

kekerasanHMINEWS.Com – Belakangan khalayak dikejutkan dengan banyaknya kasus kekerasan yang terjadi terhadap anak-anak Indonesia. Kekerasan yang dialami anak-anak itu tidak hanya karena ulah orang-orang dewasa yang sepatutnya menjaga mereka, bahkan sesama anak-anak pun telah akrab dengan kekerasan.

Contoh terbaru, yang tentu bukan satu-satunya, adalah kekerasan yang dialami salah seorang siswi di Bukittinggi. Ini tentu bukan satu-satunya, sebab banyak berita yang melaporkan kekerasan serupa, di sekolah maupun di luar sekolah, yang dilakukan sesama anak-anak.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) September lalu telah merilis sedikitnya ada lima (5) tontonan anak yang berpotensi menumbuhkan dan menularkan budaya kekerasan pada anak. Tontonan televisi itu berupa film kartun yang terdiri dari: Bima Sakti (ANTV), Little Krisna (ANTV), dan Tom & Jerry yang tayang di ANTV, RCTI, dan Global TV. Ketiganya masuk kategori acara berbahaya. Sementara dua acara lagi mendapatkan kategori hati-hati. Di antaranya  Crayon Sinchan (RCTI) dan Spongebob Squarepants (Global TV).

Selain film-film kartun tersebut, HMINEWS memantau salah satu stasiun televisi, yaitu Indosiar, dan menemukan judul-judul film atau sinetron yang hampir atau tampaknya memang semuanya menyuguhkan konflik rumah tangga; perselingkuhan yang berujung KDRT dan perceraian. Kekerasan yang dipertontonkan tidak hanya dilakukan terhadap anak-anak sebagai objeknya, tetapi juga istri (atau ibu) dalam sebuah rumah tangga yang harus terus bersabar menerima ulah para suami mereka. Bahkan ada pula kekerasan yang dilakukan istri terhadap suami. Lihatlah judul-judul di bawah ini:

Tanggal 14 Oktober 2014

Jam 08:30 Judul: Aku Selalu Salah Di Mata Suamiku
Jam 12:00 Maduku Seusia Anakku
Jam 15:30 FTV Kisah Nyata: Kupersembahkan Nyawaku Demi Suamiku

Tanggal 15 Oktober 2014

Jam 08:30 Mantan Kakak Iparku Merebut Suamiku
Jam 11:30 Patroli (berita kriminal)
Jam 12:00 FTV Kisah Nyata: Suamiku Menikahiku Karena Dendam
Jam 15:30 FTV Kisah Nyata: Kuterima Maaf Pacar Suamiku

Tanggal 16 Oktober 2014

Jam 08:30 Doa Istri yang Tulus
Jam 11:30 Patroli (berita kriminal)
Jam 12:00 FTV Kisah Nyata: Istriku Pacaran dengan Sahabatku
Jam 15:30 FTV Kisah Nyata: Kuburan Wanita Soleha Pancarkan Sinar

Tanggal 17 Oktober 2014

Jam 08:30 Istri yang Mempermainkan Sumpah
Jam 12:00 FTV Kisah Nyata: Istriku Iri dengan Anakku Karena Kalah Cantik

Tanggal 18 Oktober 2014

Jam 12:00 FTV Kisah Nyata: Suami Cacat Istri Cari Pacar

Tanggal 19 Oktober 2014

Jam 12:00 FTV Kisah Nyata: Mantan Istri Suamiku Mau Dia Kembali
Jam 15:30 FTV Kisah Nyata: Kutitipkan Istriku Padamu

Salah satu komisioner KPI Bidang Pengawasan Isi Siaran, Agatha Lily pernah menyampaikan, kekerasan yang terjadi dalam film-film tersebut berupa kekerasan fisik, kekerasan verbal, percobaan pembunuhan, adegan percobaan bunuh diri, menampilkan remaja yang menggunakan testpack karena hamil di luar nikah, adanya percobaan pemerkosaan dan sebagainya.

Kekerasan verbal dan fisik memang sangat kental, hampir tak terpisahkan dari sinetron-sinetron dengan judul di atas. Tidak hanya itu, tayangan kekerasan pun sangat banyak ditemui dalam acara-acara berita dan gossip, dalam bentuknya yang lain. Lantas, apa daya masyarakat jika teguran demi teguran KPI tak membuahkan perubahan?

Pihak Terdakwa Pencabulan Pukuli Wartawan TV

HMINEWS.Com – Kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, dilakukan oleh sekelompok dari pihak terdakwa kasus pencabulan. Wartawan korban kekerasan tersebut adalah kru Trans7 dan TransTV, dikeroyok saat hendak mengambil gambar pelaku pencabulan di Pengadilan Negeri Depok.

“Ami anak Trans7 tangannya luka-luka, saya sendir kamera saya dipatahin. Yang mukulin dari pihak keluarga pelaku,” kata Latif, wartawan TransTV, Kamis (3/1/2013).

Menurut Latif, peristiwa terjadi pukul 16.00 WIB ketika para wartawan ingin mengambil gambar pelaku pencabulan saat dibawa ke luar ruangan. Tiba-tiba ada yang memukul dan menendangi wartawan tersebut dari belakang.

Korban pemukulan melaporkan penganiayaan tersebut ke Polres Depok. Mereka dan rekan sesama insan pers tidak terima kekerasan semacam itu dan  menuntut perlindungan.

Sumber: Detik

HMI Palopo Galang Dana Solidaritas Rohingya

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI – MPO) Cabang Palopo kumpulkan dana bantuan untuk pengungsi Rohingya. Dipimpin langsung oleh Ketua Umum Cabang, Sujarwo, diikuti jajaran pengurus cabang, komisariat dan kader di sejumlah kampus.

Pengumpulan dana berlangsung 2 hari (Rabu-Kamis 9/8/2012) di lampu merah Unanda Palopo dan di dekat lokasi kantor walikota Palopo.

Dana yang berhasil dikumpulkan Rp3.322.500 dan telah ditrasnfer ke rekening PB HMI untuk selanjutnya akan diserahkan melalui UNIW (Union of NGO’s of the Islamic World) atau Perhimpunan LSM Dunia Islam.

“Sudah ditransfer tadi,” kata Candra, Jumat (10/8/2012).

Selain mengadakan pengumpulan dana tersebut, HMI Cabang Palopo mengisi bulan puasa dengan LDK (Lembaga Dakwah Kampus) se-Kecamatan Wara Selatan, Palopo. Kegiatan tersebut diikuti 50-an anggota remaja masjid se-kecamatan dan acara dibuka oleh Camat Wara Selatan. []

HIKMAHBUDHI Desak Myanmar Tinjau UU Kewarganegaraan

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (HIMAHBUDHI) mengutuk pembantaian terhadap etnis Rohingya-Myanmar. Apapun bentuk dan alasannya, HIKMAHBUDHI menganggap kekerasan tersebut merupakan tindakan diskriminasi dan pengingkaran terhadap kemanusiaan.

“Mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap suku Rohingya di Myanmardan mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan secara tuntas dan cepat serta menghukum yang bersalah,” demikian penyataan sikap HIMAHBUDHI dalam rilisnya, Jum’at (27/7/2012) lalu.

Selain itu, HIKMAHBUDHI juga mendesak pemerintah RI mengambil inisiatif melalui ASEAN untuk merumuskan solusi terhadap kasus yang terjadi dan selanjutnya mendorong anggota ASEAN meratifikasi Konvensi 1954 tentang Status Orang Tak Berkewarganegaraan untuk menghindarkan akibat dari statenesless (warga tak berkewarganegaraan).

“Mendesak pemerintah Myanmar untuk melakukan peninjauan terhadap Undang-undang Kewarganegaran yang berlaku, sebab salah satu sumber persoalan adalah tidak terakomodirnya suku Rohingya dalam UU Kewarganegaraan Myanmar maupun negara tetangganya yaitu Bangladesh,” demikian poin ketiga pernyataan HIKMAHBUDHI. Hal itulah yang dinilai menjadi sebab warga Rohingya stateless.

Poin keempat, HIKMAHBUDHI mengingatkan pemerintah Myanmar bahwa Pasal 15 dari Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 menyatakan ‘Setiap orang berhak mempunyai kewarganegaraan. Tak seorangpun boleh dibatalkan hak kewarganegaraannya secara sewenang-wenang atau ditolak haknya untuk mengubah kewarganegaraannya.”

Terakhir, komunitas internasional diimbau mendukung rakyat Burma (Myanmar) menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

RI Didesak Paksa Myanmar Buka Akses Bantuan

HMINEWS.Com – Sejumlah ormas Indonesia menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya. Menyatakan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan warga Etnis Rohingya dan mendesak pemerintah RI agar memaksa Myanmar membuka akses bantuan untuk warga Musilm Rohingya.

Aksi dilakukan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) Indonesia, Jakmania dan Gebu Cinta di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (4/8/2012).

Puluhan peserta aksi menggelar aksi teatrikal membentangkan spanduk mengenai pembantaian yang dialami komunitas Muslim Rohingya oleh rezim Junta Militer Myanmar. Para peserta aksi juga mengimbau warga Indonesia agar menyalurkan bantuan untuk meringangkan penderitaan warga Rohingya yang tidak diakui negaranya sendiri dan ditolak di mana-mana.

Sebelumnya, ACT telah mengirim bantuan dan relawan ke Rohingya, akan tetapi tidak bisa masuk karena blokade. Lembaga ini juga dengan gencar menggalang dana untuk misi tersebut. []

HMI MPO Makassar Galang Dana Untuk Muslim Rohingya

HMINEWS.Com – Kepedulian terhadap nasib warga Muslim Rohingya-Myanmar terus muncul di Indonesia. Seperti dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Makassar, mereka menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk membantu etnis yang mendapat penindasan rezim junta militer Myanmar.

Penggalangan dana HMI MPO Makassar berlangsung 3 hari, 2-4 Agustus 2012 di sejumlah titik di Kota Makassar, salah satunya di Lampu Merah Pettarani Ujung. Dimulai pukul 09.00 setiap harinya.

Aksi digerakkan langsung para Pengurus Cabang dan diikuti kader HMI MPO Makassar dari berbagai kampus. Selanjutnya dana yang terkumpul akan didistribusikan melalui PB HMI MPO yang tergabung dalam UNIW (The Union of NGOs of The Islamic World) atau persatuan LSM Islam Dunia.

Priyo: Protap Baru Polri Jangan Hanya Pajangan

HMINEWS.Com – Kapolri didesak harus bisa melaksanakan protap penangangan anarki yang baru yang lebih persuasif. Selain itu juga harus melakukan sosialisasi ke semua Kapolda hingga Kapolres ke seluruh Indonesia agar protap baru benar-benar dipahami anggotanya.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso usai buka puasa bersama di DPP Golkar, Slipi Jakarta Barat, Sabtu (28/7/2012).

“Protap yang baru jauh lebih persuasif, lebih memberikan tempat kepada nilai-nilai kemanusiaan. Mendesak Kapolri agar protap riilnya dilaksanakan, itu saja,” kata Priyo kepada wartawan.

Dengan penerapan protap yang baru tersebut, Priyo berharap tidak ada lagi jatuh korban akibat tindakan brutal aparat kepolisian terhadap warga.

Sebagaimana diberitakan, aparat kepolisian bentrok dengan warga Desa Limbangan Jaya, Ogan Komering Ilir-Sumatera Selatan beberapa hari lalu menewaskan seorang remaja berusia 12 tahun. Bentrok terjadi saat polisi menurunkan ratusan aparat untuk olah TKP terjadinya pencurian 127 ton pupuk milik PTPN.

Priyo mengatakan sangat menyesalkan kejadian tersebut dan minta harus diinvestigasi. “Sebagai pimpinan DPR saya sangat sedih dan menyesalkan itu terjadi. Mengapa harus ada peluru tajam. Harus ada investigasi,” ujarnya.

Fathur