Mendikbud Apresiasi Upaya Pemda Merauke Majukan Pendidikan

Hasil gambar untuk mendikbud kunjungi papuaHMINEWS.COM, Merauke – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengunjungi beberapa satuan pendidikan di Kabupaten Merauke, Propinsi Papua, Kamis (6/10/2016).

Setelah meninjau proses pendidikan di SD Antonius, Mendikbud meninjau sekolah pencetak guru Kolese Pendidikan Guru (KPG) Papua di Kabupaten Merauke. Dalam kesempatan tersebut, ia sampaikan apresiasi terhadap peran serta masyarakat dalam memajukan pendidikan khususnya daerah Indonesia bagian timur.

“Saya apresiasi upaya pemerintah dan masyarakat dalam memajukan pendidikan di Papua,” ujar Mendikbud.

Pada kesempatan tersebut Mendikbud menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo mengenai pentingnya pendidikan karakter pada pendidikan dasar, yaitu tingkat SD dan SMP. Selain itu, ia juga sampaikan rencana pemerintah dalam meningkatkan profesionalisme guru. Digambarkannya, bahwa seorang guru harus memiliki 3 hal, yaitu keahlian sebagai pendidik, tanggung jawab sosial, serta semangat kesejawatan.

“Tanggung jawab sosial seorang guru merupakan hal penting karena guru bukan sekadar pekerjaan namun panggilan jiwa,” pesan Mendikbud.

Bupati Merauke Frederikus Gabze menunjukkan perhatiannya pada isu pendidikan di daerah tapal batas. Pria yang akrab dipanggil Freddy itu mengungkapkan keseriusannya dalam memperluas akses pendidikan untuk anak-anak di pelosok, salah satunya melalui penyediaan guru.

“Saya jamin lulusan KPG Papua akan menjadi guru-guru di daerah pelosok, daerah terpencil,” ujarnya.

Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal (Sesjen) Didik Suhardi, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata, Staf Ahli bidang Hubungan Pusat dan Daerah James Modouw, Direktur Pembinaan SMK Mustaghfirin Amin, Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Pendidikan Kesetaraan Erman Syamsudin, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Asianto Sinambela.

Kementrian Pendidikan Dasar Libatkan Publik Evaluasi dan Kembangkan Kurikulum

HMINEWS.Com – Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan, mengundang partisipasi khalayak dalam pembahasan kurikulim pendidikan. Hal ini dilakukan setelah ditundanya Kurikulum 2013 yang dinilainya masih belum tuntas, terutama dari sudut proses dan kualitas isinya.

Undangan yang disampaikan 8 Maret tersebut disambut oleh LLE (Lifelong Leaners School of Education) dan Bincang Edukasi dengan mengadakan Forum Publik Kajian Kurikulum 2013 bertempat di Indonesia Jentera School of Law, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/3/2015).

Forum publik ini menganalisis kompetensi dasar Kurikulum 2013 yang sebelumnya sempat dikritik oleh banyak kalangan. Berusaha mengenali kompetensi yang harus dikuasai siswa pada satu jenjang pendidikan, sebelum anak menguasai kompetensi yang lebih sulit pada jenjang berikutnya.

Kurikulum merupakan kerangka proses pembelajaran mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Kerangka tersebut bukan saja harus konsisten alurnya dan mengacu pada tujuan pendidikan nasional, juga harus sesuai tahap perkembangan anak, relevan dengan disiplin keilmuan, serta  berpijak pada kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Seorang peserta dari Yayasan Cahaya Guru, Henny Supolo, menyatakan ini kesempatan baik bagi publik dalam penyusunan kurikulum yang sungguh terbuka, setelah sekian lama hanya sedakar jadi pendengar. Sementara Profesor Iwan Pranoto berharap dapat berkonstribusi dalam menghasilkan  suatu kurikulum yang utuh dan masuk akal.

Forum Publik Kajian Kurikulum 2013  dibuka oleh Menteri Anies Baswedan sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif dan partisipasi publik dalam pengembangan kurikulum. Menteri Anies menyatakan pihaknya terbuka terhadap masukan dari seluruh pelaku pada ekosistem pendidikan mulai siswa, sekolah, guru, ahli, orang tua serta dunia usaha, assosiasi profesi dan lembaga-lembaga lintas sektor.

Dengan proses ini, diharapkan lahir kurikulum nasional yang melahirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menantang bagi siswa, yang mendorong percepatan mutu sekolah, serta memberikan keleluasaan pada guru untuk mengembangkan proses dan alat belajar yang bermutu dan beragam sesuai potensi lokal.

Kepala Puskurbuk Kemdikbud, Ramon Mohandas menegaskan adanya perubahan proses dalam mengembangkan kurikulum yang lebih matang dengan melibatkan publik untuk setiap tahapannya. Belajar dari persoalan sebelumnya, keterlibatan publik diharapkan menghasilkan pemahaman bersama dan dokumen kurikulum yang lebih solid dan koheren.

Proses pengembangan dokumen kurikulum akan terus berlangsung, demikian juga proses pendampingan dan pelatihan untuk mendorong kesiapan sekolah dan guru. Hasil pengembangan kurikulum nasional  ini akan diterapkan secara bertahap di lebih banyak sekolah rintisan mulai tahun ajaran 2016/2017.

Kemendikbud Gandeng Kementerian PU Atasi Lintasan Berbahaya bagi Pelajar

HMINEWS.Com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan masyarakat akan bergandengan tangan melakukan ikhtiar bersama. Melalui ikhtiar ini Pemerintah meminta bantuan kepada para kepala sekolah, para guru, para orangtua dan masyarakat umum untuk melaporkan lintasan-lintasan berbahaya, penuh risiko yang harus diperbaiki dan mengharap juga laporan atas lintasan-lintasan yang telah rusak dan bisa mencelakakan anak-anak kita. Laporan ini bisa disampaikan melalui kanal sahabat.kemdikbud.go.id.

Laporan tersebut akan menjadi dasar bagi Kemdikbud dan Kemen-PUPR untuk segera merespon dan melakukan langkah-langkah nyata di lapangan untuk melindungi anak-anak Indonesia dari risiko kecelakaan.

“Pemerintah menyadari pentingnya keselamatan anak-anak kita, baik di sekolah maupun di perjalanan menuju ke sekolah dan pulang ke rumah. Banyak lintasan berisiko tinggi yang ditempuh anak-anak kita menuju ke sekolah,” tulis rilis yang ditandatangani Mendikbud Anies Baswedan dan Menteri PU&PR, Basuki Hadimuljono, yang diterima hminews, Jum’at (13/3/2015).

Mendikbud, walaupun menyatakan rasa salut dan bangga melihat keberanian dan determinasi anak-anak Indonesia melewati lintasan seperti berbahaya, tapi risiko seperti ini tidak seharunya terjadi.

“Tidak boleh anak-anak kita merisikokan keselamatannya dalam usahanya meraih pendidikan. Kita salut pada orangtua, para pembimbing dan warga sekitar yang menuntun anak-anak melintasi lintasan-lintasan penuh resiko itu,” lanjutnya.

Mungkin karena hal ini sudah dijalani bertahun-tahun bisa jadi bagi sebagian orang tua dan lingkungan lintasan itu tak terasa lagi sebagai lintasan dan perjalanan yang penuh risiko, tapi sebenarnya ini perlu dihindari.

Ini merupakan ikhtiar negara untuk hadir di tengah rakyat. Oleh karenanya warga masyarakat dimohon untuk menyebarkan kabar ini. Sekali lagi, aduan/ laporan bisa disampaikan secara online ke sahabat.kemdikbud.go.id.

Mendikbud: Lomba dan Festival Kemdikbud Terbuka Bagi Pelajar Indonesia dari Jalur Pendidikan Manapun

HMINEWS.Com – Mendikbud Anies Baswedan hari ini [12/3] menyatakan akan membuka kesempatan bagi seluruh peserta didik dari jalur pendidikan manapun untuk mengikuti berbagai lomba dan festival yang diadakan Kemdikbud. Hal ini sebagai respon terhadap dijegalnya siswa madrasah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi baru-baru ini.

“Pada dasarnya dengan berbagai lomba ini Kemdikbud ingin memberi wahana belajar dan memunculkan bakat-bakat terbaik dari jutaan anak Indonesia, bukan cuma siswa sekolah di bawah naungan Kemdikbud,” kata Anies, Kamis (12/3/2015).

Oleh karena itu, lanjutnya, Kemendikbud telah memutuskan akan membuka akses kepesertaan berbagai kompetisi ini kepada seluruh anak Indonesia dari jalur pendidikan manapun. Baik ia dari sekolah formal, maupun dari jalur pendidikan nonformal dan informal, seperti sekolah alam dan sekolahrumah.

“Kami juga membuka akses kepesertaan kepada peserta didik dari jalur pendidikan di luar naungan Kemdikbud, seperti madrasah yang bernaung di bawah Kemenag, maupun sekolah-sekolah yang bernaung di bawah kementerian-kementerian lain seperti sekolah-sekolah kedinasan,” lanjut Anies.

Tahun ini Kemdikbud akan menyelenggarakan berbagai macam kompetisi dan festival seperti Olimpiade Sains Nasional [OSN], Olimpiade Olahraga Siswa Nasional [O2SN], Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional [FLS2N], Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional [LCSPN], Kuis Kihajar [Kita Harus Belajar], Lomba Motivasi Belajar Mandiri [Lomojari], Lomba Karya Jurnalistik Siswa Nasional [LKJS], Lomba Cipta Puisi, Cipta Lagu, Melukis dan Membatik, dan lain sebagainya.

“Akses kepesertaan pada berbagai lomba dan festival ini akan dibuat terbuka. Tentu ada sedikit pengecualian, seperti misalnya terkait sekolah pembinaan khusus, misal sekolah olahraga. Kalau diperbolehkan ikut olimpiade olahraga yang diikuti sekolah umum malah akan menghilangkan prinsip keadilan dan pembelajaran. Hal-hal demikian akan diatur lebih detail dalam petunjuk teknis setiap lomba,” jelas Anies.

Mendikbud menyatakan dalam beberapa waktu ke depan akan mengeluarkan surat edaran terkait keterbukaan akses kepesertaan kompetisi ini untuk disampaikan kepada dinas-dinas pendidikan di daerah. Surat edaran tersebut akan menjadi dasar penyesuaian petunjuk teknis lomba dan festival yang akan diadakan ke depannya.